NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pukulan

Hiks... Hiks...

Huaaaa...

"Alka pukul Ichal. Hidungnya Ichal bengkok ini nanti," seru seorang bocah cilik memegang hidungnya yang terkena tonjokan dari Arka.

Ichal menangis karena tiba-tiba Arka menonjok hidungnya. Bahkan hidung Ichal terlihat mengeluarkan darah. Azura, Fata, dan teman lainnya terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Arka. Namun mereka tak bisa menyalahkan Arka karena salah Ichal juga yang mencari gara-gara. Azura dengan cepat menarik tangan Arka agar tak meladeni Ichal lagi. Pasti setelah ini, Ichal akan mengadukan semuanya pada orangtuanya dan Arka terkena marah.

"Lasain... Bial bengkok sekalian. Belum itu mulutnya Alka tonjok bial hilang semua giginya," seru Arka tak merasa bersalah sama sekali.

"Alka, ayo pulang aja. Azula takut nanti Mamanya Ichal yang galak kaya macan itu datang," rengek Azura sambil terus menarik tangan Arka. Namun Arka sama sekali tak bergeser dari tempatnya.

"Ichal, minta maaf sama Alka. Kamu udah menghina dia lho. Wajal kalau Alka tonjok kamu," ucap Fata yang meminta Ichal agar meminta maaf pada Arka.

"Ndak mau. Ichal mau lapolkan itu si Alka sama Mama Ichal. Bial dia ditendang dan tonjok balik," seru Ichal tak mau kalah.

"Aku pinjam pistolnya Pak polisi bial bisa tembak itu Mamanya Ichal. Lasakan," seru Arka tak takut sama sekali dengan ancaman dari Ichal.

Dasal kolol molol tukang ngadu. Alka ndak takut,

Ichal yang masih menangis pun langsung memilih pergi untuk mengadukan semuanya pada orangtuanya. Sedari dulu memang Ichal ini tidak suka pada Arka. Pasalnya Arka tidak pernah terlihat bersama Papanya. Itu pun dia dengar dari warga di sini, sehingga ikut-ikutan. Namun Arka tidak pernah menggubris ejekan itu. Hari ini, Ichal sudah sangat keterlaluan. Padahal dia tahu bahwa Papanya itu jelas ada. Sehingga dia menonjok hidung Ichal dan tak merasa bersalah sama sekali.

"Arka, kamu tidak apa? Itu tadi hidungnya Ichal kelual melah-melahnya lho. Pasti kamu diaduin sama Mamanya habis ini," tanya Fata pada Arka yang tengah mencoba menahan emosinya.

"Masih cuma kelual melah-melahnya, belum setannya kok." ucap Arka dengan santainya kemudian pergi dari taman itu.

"Dipikil Ichal kesulupan jadi yang kelual setannya? Ini kan kalena ditonjok," seru Azura yang tak habis pikir dengan ucapan Arka.

"Cepolnya Azula belum diambil, Alka." lanjutnya mengingat sempol yang tadi dipesannya.

"Buluan diambil," suruh Arka yang kemudian menghentikan langkahnya.

"Uangnya mana, Alka?" Azura menengadahkan kedua telapak tangannya ke arah Arka untuk meminta uang. Dia tak membawa uang sama sekali.

Olang jajan itu bawa duit, ompong. Bukan bawa badan dan mulut doang,

Hehehe...

Arka sangat kesal karena bisa-bisanya Azura tidak membawa uang tapi memesan jajanan. Azura hanya bisa cengengesan saja mendengar ucapan Arka. Menurut Azura, selama ada Arka pasti semuanya akan baik-baik saja. Arka pasti membawa uang untuk membelikannya jajanan. Dengan muka tertekuk sebal, Arka mengambil uang pada sakunya dan memberikan pada Azura.

"Kembali empat puluh lima libu itu nanti, ompong. Bilang sama penjualnya," seru Arka saat Azura berlari ke arah penjual sempol.

"Kan uangnya cuma lima libu, Alka. Ndak ada kembaliannya," seru Azura menatap uang di tangannya dengan aneh.

"Lima puluh libu itu, ompong. Kamu mah ndak ngelti," seru Arka membuat Azura tambah kebingungan.

Alka stlesss...

Lima puluh libu itu walna bilu, ini cokelat. Walaupun ini ada gambal nolnya tambah satu,

Hahaha...

***

Sedangkan di sebuah pabrik, dua orang laki-laki dewasa sedang fokus pada penelitian mengenai obat. Mereka adalah Frans dan Carlo yang berhasil mendapatkan bahan untuk mengembangkan obat baru. Entah apa yang terjadi pada Frans, Carlo juga bingung. Setelah pulang dari rumah orangtuanya, tiba-tiba saja Frans mengatakan bahwa bahan penelitian obat baru sudah siap. Padahal Carlo belum bisa menghubungi pemilik pabrik bahan obat yang diinginkan oleh Frans.

Berakhir lah sekarang mereka ada di sini, di tempat produksi. Wajah Frans pun terlihat begitu serius. Carlo yang berada di sampingnya, memperhatikan semua bahan yang dicampurkan oleh Frans pada mortirnya. Dia juga beberapa kali membuka buku panduan tentang beberapa bahan obat dan dosisnya.

"Ini untuk dosis 10 mg sudah siap. Tinggal kita buat dalam skala kecil dulu dan uji coba. Baru daftarkan ijin," ucap Frans sambil menghela nafasnya pelan.

"Baik, Tuan."

"Kalau boleh tahu, bahan ini darimana? Soalnya saya sudah mencoba hubungi Tuan Javen dan asistennya tapi tidak bisa." tanya Carlo dengan tatapan penasarannya.

"Dari Arvi. Tadi saat pulang dari rumah Mama, aku ingat kalau Arvi juga punya usaha distribusi bahan obat." ucap Frans yang kemudian melepaskan masker medisnya.

"Syukur lah..." Carlo menghela nafasnya lega.

Masalah produksi obat untuk pesanan rumah sakit juga sudah aman. Frans langsung menghubungi temannya yang memang bisa mengirimkan bahan obat hari itu juga. Penelitian mengenai obat baru juga sudah siap dilakukan uji coba. Jika sudah fokus akan sesuatu, Frans sangat cepat dalam melakukan pekerjaannya. Bahkan apa yang sebelumnya menjadi masalah, bisa diselesaikan sendiri. Namun jika tidak konsentrasi, semua pekerjaan akan berantakan.

"Carlo, tarik semua anak buah kita yang mencari Ariska. Dia sudah ketemu," ucap Frans membuat Carlo memelototkan matanya.

"Ketemu? Dimana, Tuan?" tanya Carlo dengan tatapan penasarannya.

"Nggak tahu, disembunyikan Papa. Jadi nggak perlu kita cari Ariska. Nanti kalau perusahaan ini sudah stabil lagi, Papa sendiri yang akan membawaku bertemu dengan Ariska." ucap Frans yang saat ini akan fokus pada pekerjaannya.

"Syukur lah. Tapi saya sarankan tetap kita cari dulu, Tuan. Siapa tahu bertemu sebelum perusahaan ini stabil? Jadi Tuan Frans bisa langsung mendekati Nona Ariska lagi," ucap Carlo memberikan saran.

"Aku inginnya juga seperti itu. Tapi kamu tahu sendiri kan Papa itu bagaimana?" ucap Frans membuat Carlo menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Benar, jika berurusan dengan Papa Bayu akan sangat susah. Papa Bayu itu pintar menyembunyikan seseorang dan sangat nekat. Jika keinginan belum tercapai, jangan harap bisa mendapatkan apa yang dia mau. Carlo tahu kalau untuk bertemu Ariska nanti, Frans harus memenuhi beberapa syarat. Carlo menepuk bahunya pelan pada Frans untuk menguatkan atasannya itu. Atasan yang sudah dianggap sebagai saudaranya.

"Lalu bagaimana nasib teman-teman Tuan yang menjebak malam itu? Apakah kita akan mengeluarkannya dari gudang atau biarkan saja di sana?" tanya Carlo membuat Frans tersenyum menyeringai.

"Biarkan saja mereka membusuk di sana," ucap Frans dengan yakin.

Asta...

Tuan Frans, sistem keamanan perusahaan ada yang membobol. Dia juga sudah berhasil mengambil uang seratus ribu dari rekening perusahaan,

Ha?

1
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
Rubi Yati
arka love sekebon dh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍😍
Puspa Sella
love buat arka sekebon😍😍😍
Tang Bin
lanjut Thor 🤭
tia
di Tamba satu bab lg thor
E F
🤭🤭😄😄
tq thor🙏😍
lanjutt lg ya🤭💪😄
Sani Srimulyani
hayolo diroasting anak sendiri......pasti jleb banget tuh rasanya.😜
Muft Smoker
pov Frans : sakit ny tuh di sini ,, pas kena hati ku ,,

pov Carlo : lanjuuut pak bos ,, 🕺🕺🕺🕺🕺




🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
aduuuhhh makyeessss rasanya🤭🤭🤭🤭
ririen handayani
pites yg bener bukan pitnes🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
nah udah tau kn mana yg namanya ompong dua😄😄😄😄😄😄😄😄😄😍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kalah sama drama bocel
ririen handayani
astoge ada ada aja pertanyaannya😄😄😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!