NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 10

Suara jeritan Leon membelah udara, menembus kesunyian taman kerajaan yang seharusnya indah itu. Ular-ular sihir yang berwarna hitam pekat dengan mata menyala merah menyala itu terus meluncur cepat ke arah tubuh kecil Leon, melilit lengan dan kakinya, menyisakan rasa perih yang membakar kulit seketika. Darah emas yang mengalir dari pipi dan luka-luka di tubuh Leon tampak berkilauan di bawah sinar matahari pagi, seolah menjadi penanda kekuatan agung yang sedang berusaha dimusnahkan dengan kejam.

Melihat anaknya diserang tanpa belas kasihan, hati Elizabeth seakan tercabik-cabik berkeping-keping. Tanpa ragu sedetik pun, ia berlari sekuat tenaga menghadang di depan tubuh Leon yang sudah terjatuh lemah di atas rumput basah. Kedua tangannya terangkat ke udara seketika, memancarkan cahaya putih keperakan yang terang benderang, melindungi anaknya dari serangan ular-ular sihir itu. Dengan suara gemuruh penuh amarah dan kepedihan yang meluap-luap, Elizabeth berseru lantang:

"BERHENTILAH! Jika kau mendambakan darah dan kematian, maka seranglah AKU SAJA! Lepaskan anakku yang tak berdosa itu! Ia hanyalah anak kecil! Apa hatimu sudah sebatu hingga kau tak merasa iba sedikit pun?!"

Cahaya sihir putih yang memancar dari telapak tangan Elizabeth mendorong mundur ular-ular hitam itu, membuat mereka mendesis kesakitan dan menjauh sesaat. Namun Carmilla hanya berdiri di kejauhan, bersandar santai sambil memeluk payung hitamnya di dada. Senyum licik dan penuh kebencian merekah di bibir merahnya saat melihat darah emas itu menetes membasahi tanah. Matanya menyala penuh kemenangan dan keinginan yang membara . ia ingin melihat Leon mati, dihancurkan hingga tak tersisa sebutir debu pun.

Carmilla tertawa lantang, suaranya melengking penuh penghinaan. "Serangmu saja? Wah, betapa mulianya perasaan seorang ibu yang lemah! Tapi sayang sekali... Aku tidak menginginkan nyawamu yang tak berharga itu! Yang kuinginkan hanyalah nyawanya! Nyawa bocah berdarah emas itu! Musuh sejak ia lahir ke dunia! Matilah kau... musnah bersama kekuatan yang coba kau bawa!"

Carmilla melambaikan tangan dengan kasar, dan seketika itu pula ular-ular sihir itu kembali menyerang dengan ganas, kali ini jumlahnya berlipat ganda dan matanya menyala lebih merah dari sebelumnya. Elizabeth melindungi Leon dengan sekuat tenaga, tubuhnya menjadi perisai hidup bagi anaknya. Setiap kali ular itu menyerang, Elizabeth menahan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh, namun ia tak bergeming sedikit pun. Ia memeluk erat tubuh kecil Leon yang gemetar ketakutan di dalam pelukannya, berusaha menahan air mata agar tak jatuh.

"Jangan takut, Leon... Ibu di sini... Ibu takkan membiarkan siapa pun menyakitimu... Bertahanlah sebentar lagi, Nak... Tolong, Tuhan... Lindungi anakku..." batinnya berdoa dengan segenap jiwa, sementara keringat dingin bercampur air mata membasahi wajahnya yang pucat pasi.

Carmilla semakin bersorak melihat pertahanan Elizabeth perlahan mulai melemah. "Lihatlah dirimu! Lemah dan tak berdaya! Secepatnya kau akan jatuh bersamanya! Dan saat itu tiba... aku akan memastikan ia mati dengan sangat menyakitkan! Tak ada yang bisa menyelamatkannya! Tak ada siapa pun! Termasuk Rajamu yang mulia itu pun takkan sempat tiba!"

Carmilla melambaikan tangan sekali lagi, dan satu ular raksasa yang bersisik tajam meluncur deras dari arah belakang, dengan mulut menganga lebar siap menerkam mereka berdua sekaligus. Elizabeth menatap tajam ke arah Carmilla, matanya memancarkan keteguhan hati yang tak tergoyahkan meski napasnya mulai tersengal-sengal.

"Kau boleh membunuhku... Tapi selama jantungku masih berdetak... aku takkan membiarkanmu menyentuh sehelai rambut pun dari kepala anakku! Biarlah darahku mengalir kering, nyawaku melayang pergi... Asalkan Leon selamat... aku rela..."

Suara Elizabeth pecah namun penuh ketegasan. Ia kembali mengerahkan sisa kekuatan sihirnya, memancarkan cahaya yang mulai meredup namun tetap berdiri tegak melindungi anak kesayangannya, menantang Carmilla dengan segenap keberanian yang dimilikinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!