NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *23

Mata Lula pun langsung membulat karena ucapan Diani barusan. Sungguh, dia sangat-sangat tidak percaya kalau dia akan diancam seperti itu oleh orang lain. Karena orang yang awalnya dia anggap baik, ternyata sungguh sangat menakutkan kenyataannya.

"Apa ini, Diani? Kamu mengancam aku?"

"Ah, aku tidak mengancam kamu, Lula. Tapi, hanya memberikan sedikit peringatan saja. Karena aku tidak suka dibantah sebenarnya. Aku juga tidak pernah suka dengan kegagalan. Karena itu, sekali kamu gagal, kamu harus membayar akibat dari kegagalan kamu itu dengan kerja yang lebih keras lagi."

"Gila. Aku merasa kamu ini manusia yang tidak waras, Diani. Aku juga merasa, misi kamu sebenarnya bukanlah untuk balas dendam. Melainkan, ada tujuan lain yang sedang kamu sembunyikan. Kamu mengejar sesuatu yang kamu inginkan. Dan itu bukan balas dendam."

Bukannya terkejut atau kesal akan ucapan Lula barusan, Diani malah bahagia sambil bertepuk tangan. "Yuhu ... seratus untuk kamu, Lula. Kamu sungguh sangat pintar menebak. Tapi, itu bukan urusan kamu. Karena tugas kamu hanya satu. Pisahkan Zihan dengan istrinya. Itu saja sudah. Jadi, jangan campuri urusan aku yang lainnya."

"Jika kamu ingin hidup bebas seperti sebelumnya, maka lakukan apa yang aku minta. Setelah itu, kamu akan terbebas dari aku. Diani, perempuan yang kamu anggap gila ini." Diani bicara sambil menyunggingkan bibir membuat Lula hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam.

'Iya. Dia beneran perempuan gila. Aku cukup menyesal telah menjalin kerja sama dengan dia sebelumnya. Tapi, sekarang tidak ada pilihan lain untuk aku. Mundur tidak bisa, karena itu aku terpaksa terima permintaan Diani meski dengan berat hati.' Lula bicara dalam hati sambil terus memberikan tatapan tajam ke arah Diani.

Sementara itu, Diani pun bangun dari duduknya. Lalu, dia tepuk pelan bahu Lula. "Jangan pikirkan hal lain lagi, Lula. Lakukan apa yang aku inginkan. Kamu tidak akan rugi melakukannya. Malahan, kamu akan diuntungkan. Karena selain bisa membalas dendam, kamu juga bisa mendapatkan jabatan tinggi di tempat kamu bekerja."

"Kurang baik apa lagi aku, coba? Jabatan aku berikan padamu sebagai imbalannya. Jadi, berterima kasih sajalah karena kamu sudah bertemu orang sebaik aku."

"Aku lebih bersyukur jika sebelumnya kita tidak pernah bertemu, Diani."

"Ah, sayangnya sudah terlambat. Pertemuan sudah terjadi bukan? Kamu tidak bisa kabur dari aku. Lakukan saja apa yang aku minta. Karena selain melakukan, maka tidak ada pilihan lain." Diani berucap enteng seperti tanpa beban.

"Baiklah. Akan aku lakukan permintaan kamu. Tapi, ini untuk yang terakhir kalinya. Jika aku berhasil memisahkan Zihan dengan istrinya, maka kerja sama antara kita sudah berakhir. Anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya."

"Baik. Aku setuju." Diani pun tersenyum lebar karena keinginannya sudah diterima oleh Lula.

"Mm ... karena kamu sudah setuju, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengganggu Zihan. Goda Zihan yang kini sedang menyiapkan kejutan untuk istrinya. Buat istrinya salah paham dengan niat Zihan. Bagaimana caranya, terserah padamu. Yang jelas, bikin hubungan mereka rusak. Paham?"

"Baik. Akan aku coba melakukan apa yang kamu katakan. Setelah itu, apa lagi yang harus aku kerjakan? Karena aku tidak ingin melihat wajah kamu lagi setelah hari ini."

"Kata-kata yang tidak berperasaan, Lula. Tapi, aku suka kamu yang terlalu berterus terang ini. Kamu sepertinya bisa aku andalkan. Jadi, aku percaya sepenuhnya padamu."

"Jangan banyak basa-basi, Diani. Jawab pertanyaanku atau katakan apa saja yang ingin kamu katakan lagi sekarang. Lalu setelah itu, kamu pergi sesegera mungkin dari rumahku. Karena ada banyak hal yang harus aku lakukan sekarang."

Dan lagi, bukannya marah, Diani malah tersenyum lebar. Hal itu cukup membuat Lula salut akan hati batu yang Diani miliki. Tidak sedikitpun merasa sakit hati atas kata-kata yang diucapkan. Hal itu yang membuat Lula tak habis pikir.

Sementara Diani pula, ia masih bersikap tenang. Lalu, berucap dengan nada santai untuk menjawab apa yang Lula katakan sebelumnya.

"Tidak ada hal lain yang harus kamu lakukan. Karena setelah tugas itu, aku yang mengambil alih semuanya, Lula. Jadi, tugasmu hanya sesederhana itu saja."

Ucapan Diani membuat Lula merasa tidak yakin. Tapi, dia pun tidak ingin membalas ucapan Diani lagi. Karena semakin lama, ia semakin tidak ingin berbicara dengan Diani. Ada perasaan yang tidak enak yang terus memenuhi hati Lula. Karena itu, Lula merasa sangat tidak nyaman dan ingin segera melihat Diani pergi.

"Baiklah kalau begitu. Akan aku kerjakan tugasku. Semoga tugas itu sama entengnya dengan ucapan kamu barusan. Dan, jika tidak ada hal lain yang ingin kamu bicarakan, kamu bisa pergi sekarang dari rumahku, Diani. Aku ingin istirahat."

Diani pun kembali mengukir senyum. Tapi kali ini, dia tidak menjawab apa yang Lula katakan. Melainkan, dia mengikuti apa yang Lula ucap. Pergi meninggalkan rumah Lula dengan langkah anggunnya.

Tapi, baru juga sampai depan pintu, Diani malah kembali menghentikan langkah kakinya. Lalu, langsung memutar tubuh untuk melihat Lula yang masih berdiri di belakang.

"Apa lagi?" tanya Lula kesal.

"Tidak ada. Cuma mau bilang, jangan sampai gagal lagi. Jika kali ini gagal, maka aku akan membuat kamu menyesal karena telah mengenal aku, Lula."

Setelah itu, Diani pun benar-benar pergi. Dan Lula bisa bernapas lega sekarang. Yah, meskipun hanya sesaat saja. Karena beban yang sesungguhnya sedang ada di depan mata. Dia harus menjadi penjahat yang hatinya sendiri tidak ingin melakukan hal tersebut.

.....

Hari ini, Zihan kembali melanjutkan pekerjaannya. Pekerjaan membuat sebuah taman untuk Aulia. Taman yang sangat luas, itu akan ia jadikan kejutan buat Aulia.

Ya. Kejutan yang sedang Zihan siapkan beberapa hari belakangan ini adalah taman bunga yang cukup luas. Dia menyiapkan taman itu karena ia tahu, Aulia sangat suka akan taman bunga. Karena itulah, dengan susah payah ia mengumpulkan semua tanaman untuk dia tempatkan di lahan kosong yang dengan susah payah ia beli dari seorang perempuan tua beberapa waktu yang lalu.

Semua itu demi Aulia. Hanya untuk Aulia nya seorang. Mantan playboy itu ternyata bisa insyaf juga. Bisa jatuh cinta dan bisa sangat takut akan kehilangan cinta. Bisa melakukan hal di luar logika sebagai seorang playboy yang dulunya terkenal sangat suka mempermainkan hati wanita.

Demi Aulia, dia rela melakukan hal apa saja. Termasuk, melakukan segala cara untuk membujuk wanita tua yang sebelumnya adalah pemilik lahan kosong yang saat ini dia jadikan taman untuk Aulia.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!