NovelToon NovelToon
Mnemosynes Blood Mate

Mnemosynes Blood Mate

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

[SEASON 3]

"Aku sudah menandai lehernya. Dia milikku!" — Jonah (Vampir Dingin)

"Jangan membual! Dia adalah Mate sejatiku!" — Josiah (Vampir Playboy)

"Mustahil kami bertiga memiliki satu Mate yang sama!" — Jonas (Demon Sulung)

"Lepaskan dia, atau klanmu akan kuhancurkan." — Cedric (Bangsawan Elf)

Elisa mengira dia hanya gadis panti miskin dengan kekuatan aneh memanipulasi ingatan. Namun dalam semalam, dunianya runtuh saat ia dikepung oleh tiga pangeran kegelapan Salvatore yang tampan namun mematikan. Mereka semua mengklaim Elisa sebagai belahan jiwa (Blood Mate) yang tertulis di takdir kuno.

Saat berusaha kabur, Elisa justru tak sengaja membuka gerbang menuju Alfheim—dunia Elf Hutan—di rumah Cedric, bos restorannya yang misterius.

Siapa sebenarnya Elisa? Mengapa para makhluk abadi ini begitu terobsesi pada darahnya? Di tengah ingatan masa lalunya yang perlahan terhapus, permainan berburu di antara mereka baru saja d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Gerbang Menuju Alfheim

"Tuan Cedric benar-benar merupakan sosok pria idaman yang sangat sempurna. Tidak salah lagi," gumam Elisa dengan rona wajah yang mendadak semringah penuh kebahagiaan. "Dia adalah sebuah paket lengkap yang dinantikan semua wanita; berwajah tampan, mapan secara finansial, dan sangat jago merawat kebersihan rumah. Dia... benar-benar sangat cocok untuk dijadikan sebagai jodoh masa depanku..."

Namun, tepat satu detik setelah kalimat itu meluncur bebas, lengkungan senyuman manis di bibir Elisa mendadak luntur seketika tanpa sisa.

Ia menundukkan kepalanya, menatap nanar ke arah kedua telapak tangannya yang tampak sedikit kasar karena terlalu banyak menghabiskan waktu melakukan pekerjaan kasar di dapur panti asuhan lama dan restoran.

"Sadar dan bangun dari mimpi konyolmu, Elisa! Kau harus tahu diri di mana posisimu saat ini," ia berbisik dengan nada suara yang sarat akan kepahitan hidup, mencoba menghantam hatinya sendiri dengan realitas dunia fana yang kejam.

"Kau hanyalah seorang gadis panti yatim piatu yang miskin dan tak punya apa-apa. Kau hanyalah sebutir kerikil kotor di pinggir jalanan distrik kumuh, sedangkan pria itu... dia adalah sebongkah berlian berharga yang bersinar terang di pusat kota fana. Jangan pernah berani bermimpi terlalu tinggi jika kau tidak ingin hancur berkeping-keping saat terjatuh nanti."

Di tengah lamunan getirnya, pandangan mata cokelat gelap Elisa mendadak tertuju dan terpaku pada sebuah struktur lemari kayu raksasa yang berdiri kokoh di sudut area dapur.

Ia seketika mengernyitkan dahinya dalam-dalam penuh keheranan. Setahu ingatan manusianya, lemari dengan ukuran masif dan bentuk berdesain kuno seperti itu biasanya hanya digunakan untuk menyimpan pakaian di dalam kamar tidur, tetapi kenapa benda ini justru diletakkan secara ganjil di sudut area dapur?

Ia melangkahkan kakinya mendekat selangkah demi selangkah, rasa penasaran yang teramat besar perlahan mulai menguasai akal sehat manusianya.

"Aneh sekali. Kenapa Tuan Cedric menaruh lemari pakaian antik ini di area dapur? Apakah dia memiliki sebuah hobi ganjil tersembunyi yang suka berganti pakaian di dekat meja makan?"

Pipi Elisa mendadak merona merah muda yang pekat begitu otaknya membayangkan skenario mustahil bin absurd tersebut. Ia terkekeh pelan menyembunyikan rasa malunya, lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Ya ampun, Elisa! Pikiran kotor apa yang sedang melintas di dalam otak manusiamu itu?!"

Elisa mengulurkan tangannya, meraba permukaan kayu lemari yang tampak teramat antik namun memancarkan keanggunan aristokratis yang kental.

Permukaan pintu lemarinya dihiasi oleh guratan ukiran detail berupa jalinan dedaunan kuno dan tanaman rambat mistis yang tampak saling melilit satu sama lain dengan pola yang rumit.

Jenis kayunya berwarna emas pucat berkilau, memancarkan pendar cahaya keemasan yang teramat lembut dan tipis saat tertimpa cahaya lampu dapur.

"Benda ini... terlalu indah dan mewah untuk sekadar dijadikan lemari penyimpanan di area dapur," gumam Elisa dengan rasa takjub yang tak bisa disembunyikan.

Rasa curiga dan insting menyelidiki mulai tumbuh subur di dalam benaknya. Ia memutar kepalanya, menoleh ke arah kanan dan kiri dengan waspada penuh selidik, merasa takut jika tiba-tiba saja sosok Cedric mendadak muncul dari balik pintu dan menangkap basah dirinya yang sedang berbuat tidak sopan di dalam rumah orang lain.

Setelah memastikan situasi di sekeliling rumah benar-benar aman dan senyap, Elisa kembali memusatkan fokus penuhnya pada gagang pintu lemari antik tersebut.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Tuan Cedric. Aku hanya ingin mengintip sedikit saja apa isi di dalam benda unik ini. Aku berjanji atas namaku tidak akan mengambil barang satu pun," bisiknya pelan, seolah meminta izin pada udara kosong di dapur yang sepi.

Secara perlahan, jemari kecil manusianya mencengkeram gagang logam lemari yang terasa teramat dingin di kulitnya. Beruntung bagi rasa penasarannya, pintu itu sama sekali tidak terkunci.

Krieeet...

Engsel pintu lemari antik itu terbuka perlahan seiring dengan tarikan lembut tangan Elisa. Namun, tepat di saat kedua daun pintu kayu emas itu terbuka lebar sepenuhnya, Elisa tersentak hebat hingga melompat mundur satu langkah ke belakang.

Jantung manusianya mendadak berdegup dengan ritme yang sangat gila, terasa seakan-akan mau melompat keluar dari rongga dadanya akibat kejutan visual yang dihadapinya.

"Astaga... demi Tuhan, tempat apa itu?!"

Alih-alih mendapati tumpukan pakaian kain usang atau perabotan piring dapur, pemandangan yang terhampar nyata di balik bingkai kayu lemari itu seketika menghentikan sirkulasi napas di paru-paru Elisa.

Di dalam sana, tepat di balik batas bingkai kayu lemari yang sempit, terhampar sebuah dimensi dunia lain yang luar biasa luas dan mustahil untuk bisa dicerna oleh nalar manusia fana.

Sebaris embusan angin alami yang sejuk mendadak mengalir keluar, membawa aroma tanah basah pasca hujan, kulit kayu yang segar, dan keharuman moss serta nektar bunga liar yang belum pernah dikenali oleh indra penciuman Elisa seumur hidupnya, menyapa lembut permukaan kulit wajah sang gadis.

Elisa berdiri mematung sempurna, sepasang matanya menatap nanar ke arah sebuah panorama alam terbuka yang teramat luas dan megah.

Itu adalah Alfheim, dimensi kuno milik ras Elf Hutan dan para Dryad. Berbeda dengan Ljosalfar tempat para Elf Cahaya yang serba kristal dan berkilau, Alfheim adalah pelukan alam yang murni dan pekat.

Pohon-pohon purba raksasa dengan diameter bodi yang setebal ukuran rumah-rumah manusia berdiri kokoh menjulang tinggi menembus awan. Akar-akar besarnya meliuk-liuk di atas tanah bagai naga yang tertidur, diselimuti lumut hijau zamrud yang seolah memancarkan pendar cahaya redup dari dalam selnya.

Barisan bunga-bunga hutan dengan kelopak yang menyala keperakan laksana sekumpulan kunang-kunang tampak tumbuh subur, melilit di antara batang pohon tempat para Dryad biasanya bersemayam.

Langit di dimensi Alfheim tampak berwarna biru keunguan yang magis bertabur pendar bintang kuno, meskipun saat ini di dunia luar Elisa waktu nyata masih menunjukkan teriknya siang hari fana.

Cahaya matahari menembus celah-celah kanopi daun raksasa itu dalam pilar-pilar cahaya emas yang teramat magis, menerangi partikel-partikel kecil tak kasat mata yang menari-nari bebas di udara laksana serbuk sari mistis.

Elisa berdiri terpaku di ambang pembatas pintu lemari dapur, jiwanya terombang-ambing di antara rasa ketakutan psikologis yang mencekam dan rasa takjub yang luar biasa hebat. Ia seolah-olah baru saja membuka sebuah gerbang rahasia kuno yang menuju tepat ke tengah-tengah jantung peradaban Elf Hutan, yang selama delapan belas tahun hidupnya selalu ia anggap tak lebih dari sekadar fiksi dongeng belaka.

"Tempat... tempat suci apa sebenarnya yang bersemayam di dalam lemari dapur milik Tuan Cedric ini?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!