Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : SANG PENGUASA
Dika Vale yang mendapatkan nilai itu pun terlihat sangat bangga dan dia menatap ke salah satu wanita yang berada di barisan itu Namun wanita dengan rambut pendek itu hanya menatapnya dengan dingin dan acuh tak acuh
___________________
Jerry Hark silahkan maju.." Singkat cerita peserta dengan nomor ke sembilan puluh sembilan pun langsung dipanggil
"Oktavia wilton.."
Wanita dengan seragam polisi dan dada yang tidak terlalu mencolok dan rambut pendek nya membuat semua pria yang berada di tempat itu terpesona Dia kemudian berjalan ke arah pengujian dan setelah itu juga ujian terakhir pun langsung di mulai
Tembakan pertama berhasil mengenai target...
Kedua..
Ketiga..
Ke empat..
Ke lima!!...10
"Oktavia wilton mendapatkan nilai sempurna tanpa ada nya kesalahan”
Tepuk tangan.. Semua anggota baru kepolisian pun langsung bertepuk tangan dengan meriah dan beberapa orang memanggil nama Oktavian
"Baik lah waktu nya peserta ke seratus..."
"Mahendra datang dan silahkan mulai simulasi ujian nya.."
Mahendra yang berada di barisan paling belakang pun berjalan dengan tenang dan dia memiliki ekspresi yang tenang dan santai
“cih seseorang yang menggunakan jalur dalam ingin melakukan nya, aku ingin melihat seberapa hebat orang yang menggunakan jalur dalam.." Dika Vale berbicara dengan nada sinis dan dia juga tidak lupa memberikan tatapan merendahkan
Mahendra yang mendengar itu pun tidak terlalu peduli dia hanya terus berjalan dan tidak menghiraukan orang orang yang berada di barisan yang menatapku dengan aneh itu
"Sebaik nya kau menyerah, orang yang melalui pintu belakang sepertimu sama sekali tidak cocok untuk menjadi seorang polisi.." ucap Oktavia dengan dingin
“Menyedihkan.." Mahendra yang mendengar itu pun hanya mengatakan satu kata dan setelah itu dia pun tetap berjalan ke arah ujian simulasi
Oktavia wilton yang mendengar itu pun hanya tersenyum dengan dingin dan setelah itu dia pun kembali ke barisan nya lagi
Mahendra yang kini sudah berada di dalam ruangan simulasi ujian dia melihat begitu banyak manekin yang terus bergerak dan dia juga melihat sebuah gangster yang menjadi target
“Cih jika seperti ini malah seperti mainan anak anak bagiku..."
setelah mengatakan itu dia pun menatap pistol yang berada di tangan nya dan kemudian dia pun langsung mengarah pistol nya dengan satu tangan
Dor...!! 10
sepuluh tembakan beruntun tanpa jeda pun terdengar semua orang yang berada dalam ruang pelatihan itu pun langsung terdiam.Nilai tembakan terpampang jelas di layar penilai poin sepuluh tembak tanpa jeda dan semua nya tepat sasaran tanpa ada yang mengenai warga sipil
Prang...!
Cangkir kopi salah satu pelatih pun terjatuh begitu saja saat melihat hasil yang muncul di layar.
[10 TEMBAKAN]
[10 TARGET TERKENA]
[WARGA SIPIL: 0]
[HASIL: LULUS]
Ruangan pun mendadak menjadi sangat hening.
"Dia... menembak sepuluh kali tanpa jeda dan semuanya tepat sasaran?" ucap salah satu pelatih dengan tidak percaya.
Oktavia yang melihat hasil tersebut hanya terdiam. Dia kemudian menatap Mahendra yang baru saja keluar dari ruang simulasi.
"Selamat, kau dinyatakan lulus dalam ujian simulasi."
Mahendra hanya tersenyum tipis. "Kalau begitu, aku sudah resmi diterima?"
"Ya. Mulai hari ini kau menjadi salah satu peserta pelatihan kepolisian."
"Baiklah." Mahendra kemudian berjalan kembali menuju barisan peserta lainnya.
Sejak saat itu, Mahendra pun mulai mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan oleh kepolisian. Meskipun begitu, kemampuan Mahendra yang berada jauh di atas peserta lainnya membuat para pelatih mulai memperhatikannya.
Lima hari pun berlalu begitu saja. Selama lima hari tersebut, Mahendra tetap menjalani pelatihannya tanpa banyak masalah.
Sementara itu, di tempat lain...
Evelyn yang kini sedang duduk di sofa terlihat sedang menatap layar laptop miliknya dan dia terlihat sangat frustasi. Beberapa laporan perusahaan terlihat memenuhi layar laptopnya.
"Kenapa penjualan kita terus menurun seperti ini...?" gumam Evelyn sambil mengusap keningnya.
Dia kemudian membuka laporan lainnya dan kembali terdiam. Masalah yang dihadapi Elyn Group ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
“sayang jangan terlalu bekerja keras.." ucap Evelyn dengan lembut dan kemudian dia pun meletakan secangkir susu hangat di meja Evelyn
"Ha.. akhir akhir ini saham perusahaan semakin menurun dan banyak produk kecantikan dari negara lain yang masuk ke negara kini menjadi sangat laris.."
Evelyn berbicara dan kemudian dia pun meminum susu hangat yang berada di atas meja nya
Mahendra yang mendengar itu pun terlihat sedang tersenyum dan kemudian dia pun pergi ke kamar nya dan Evelyn
“wanita sangat menyukai kecantikan dan sebagai ahli pil di masa lalu pil peremajaan adalah pil yang cocok untuk kecantikan yang bisa meremajakan kulit wanita dan membuat nya semakin sehat dan cantik.." batin Mahendra dan setelah mencatat semua bahan yang diperlukan dia pun berjalan keluar dari kamar lagi
"Sayang apa aku bisa meminta Bantuanmu..?" tanya Mahendra dengan lembut
Evelyn yang mendengar itupun menatap Mahendra pria yang sekarang sudah sangat dicintai oleh nya. setelah itu Mahendra pun langsung memberikan resep itu kepada Evelyn dan menjelaskan dengan seksama
"Benarkah..?, suami ku kau memang Yang terbaik, jika begitu aku akan meminta orang orang ku untuk menyiapkan bahan nya.." ucap Evelyn dengan semangat
setelah itu dia pun langsung melakukan panggilan secara langsung dan membuat pengaturan agar bahan nya langsung di antar ke villa nya
Mahendra yang melihat Evelyn yang sangat bahagia pun tersenyum dengan lembut dan kemudian dia pun memeluk wanita itu dengan lembut dari belakang
“Sayang kau begitu bersemangat.." ucap Mahendra dengan lembut
Evelyn yang mendengar itu pun hanya mengulas senyuman dan dia membiarkan pria nya itu memeluk nya. Singkat cerita bahan bahan yang di pesan pun telah tiba dan Evelyn langsung memberikan nya kepada Mahendra
Mahendra yang melihat sang istri sangat antusias pun hanya mengambil barang nya dan kemudian dia langsung mengolahnya menjadi sebuah pil
Setelah pil nya sudah jadi, lantas dia pun membiarkan istrinya untuk mencobanya, yah karena dia yakin dengan hasilnya dan tidak ada efek samping apapun
"Coba lah dan setelah itu kau akan tahu hasil nya.." kata Mahendra dengan lembut
saat mendengar itu Evelyn pun tanpa ragu sama sekali langsung menelan pil yang diberikan oleh Mahendra
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
setelah tiga menit tiba tiba kulit luar Evelyn mengeluarkan cairan hitam yang sangat bau dan Evelyn yang melihat itu sontak kaget
"Ah..!! apa ini..?, " teriak Evelyn dengan keras saat melihat cairan lengket berwarna hitam di tubuh nya
Mahendra yang melihat itu pun hanya bisa tertawa terbahak bahak dan membuat Evelyn menjadi kesal
“Sayang apa yang kau berikan kepada ku, aku menjadi terlihat sangat buruk dan kau pasti nanti akan mencari wanita lain.." ucap Evelyn dengan sedih
Saat mendengar itu Mahendra pun tersenyum dan menggelengkan kepala nya
"Jangan berpikir yang tidak tidak, itu hanya kotoran yang tersembunyi di tubuh mu selama bertahun dan kulit mati yang menjadi cairan hitam dan digantikan dengan kulit baru yang di generasi oleh pil peremajaan itu.." jelas Mahendra dengan tenang
“jadi sekarang aku harus apa..?" Tanya Evelyn dengan semangat
"Mandi dengan bersih, jika masih ada bau yang tertinggal suami mu ini akan tidur di sofa dan tidak ingin menemani mu.." ucap Mahendra dan dia pura pura menutup hidung nya dan seolah olah merasa jijik
[0________0]