"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman masa kecil
"Tante ingat enggak,ada tetangga Paman yang di kampung lama rumah nya dekat dengan Gereja katolik." Tante mulai meraba pikiran nya sama dengan ku, "Kenapa tu?"
"Kemarin yang aku mimpi itu Tan, aku sering mimpi ke rumah tua cuman aku bingung nih rumah dimana tapi setiap mimpi ke rumah itu aku ketakutan banget, setelah mimpi kemarin aku jadi tau rumah dekat dengan Gereja katolik itu rumah yang sering aku mimpi,dan disitu aku selalu merasa sendiri dan di tinggalkan. Kan ada dulu disitu tetangga Paman yang ada anak nya dua orang laki-laki. Anaknya ada 3 seingat ku mereka datang cuman numpang tanam jahe doank. Kira-kira dimana ya Tan anak itu."
"Seingat ku enggak ada Nang,cuman nanti aku ngomong sama Paman soal ini ya."
Langkah kami menuju santapan di meja makan,makan dan terus menikmati kebersamaan ini "Enggak kerja kau Nang?"
Geleng kepala sembari terus memahami apa yang terjadi "Enggak, Minggu depan Tan."
Entah memang perduli atau bagaimana Tante langsung mengambil handphonenya, awalnya ia cerita kabar dan juga memberitahu tentang aku, setidaknya dia masih pake logika untuk tidak memberikan aku dan Paman bicara saat ini.
Setelah semua cerita ku sampaikan ke Tante sampai ke telinga Paman,dia marah dan bilang "Enggak usah di ingat-ingat itu! Orang jahat nya itu, anaknya itu pun entah di mana cuman sebentar aja dia tinggal di kampung ini. Sofi pergi Mana disini lagi mereka."
Hati ku sedih mendengar itu, artinya
mungkin sampai kapan pun aku tidak
akan menemukan siapa teman masa kecil ku.
Ku cari jawaban selama ini ternyata hanya begini ujung nya, ya sudahlah lagi pula itu sudah lama terjadi ya pastinya tidak ada yang ingat dan tau. Untuk memberikan ku jejak kehidupan dia.
Impact apa yang dapat ku ambil dari kejadian ini ialah jangan terlalu berharap, apalagi menjadi sesuatu yang semu adalah harapan.Lagi pula kalau di pikir-pikir ia kalau ketemu emang mau buat apa?
Keadaan rumah seperti ini yang ku inginkan ramai dan tidak ada kesepian di dalam nya, Dean berusaha mengusik hidupku dengan berbagai account baru mengharap apa dia, tidak lah terimakasih batinku.
Mandi dan segera bersiap untuk berlatih mengemudi mobil hari ini, ternyata cukup sederhana dan tidak begitu rumit adanya.
Untuk memuaskan keinginan mula dari tanah lapang aku dan guide sudah sampai menuju jalan lalu lintas, "Aku pikir kamu sama sekali belum bisa Lo,ini mah sekiranya latihan seminggu."
"Iya sebelumnya pacar saya sering ajarin..." Ahh perlahan bisa kok lupain, ayo Adri jangan di ingat-ingat lagi. Aku enggak suka kalau begini sesuatu kebahagiaan datang kau sendiri malah undang ke sedihan. Dean juga sudah ada pendamping nya disana kemungkinan seminggu ini pasti Dean bisa lupa sama kamu. "Besok lagi, kita udah langsung bisa coba ke puncak nih,."
"Woooooppp aman Broo," asik benar dapat guide profesional tanpa baper namun humble.
Kala poni ku tersingkap Tante mengelus lembut bekas luka ku, air mata jatuh menetes. "Luka itu hilang Nang, tapi bekas nya masih jelas." jangan pernah terbawa suasana, dia pintar menguasai emosi mu Adri...
Tarikan senyum bukan untuk mengikuti perasaan timbul akibat gejolak cerita namun tanda kepuasan tersendiri untuk pengakuan nya terhadap ku.Sesak banget hati bila terus dipaksakan rasanya ingin menyerahkan diri pada sang pencipta tapi bingung untuk apa aku menyerah, ya sudahlah jalanin aja apa yang ada di depan mata bukan berarti aku mengabaikan lelah hanya gak pantas saat ini bila lelah itu terus di rasakan.
Tidur adalah cara simpel untuk melepaskan ini semuanya, kamu sudah melakukan kesalahan ini tuntaskan dengan tujuannya, walaupun jalannya agak sulit tapi kamu bisa kok Adri untuk terus berdamai dengan masalalu mu.
"Besok kami kerumah sakit ya Nang," tindakan pertama untuk langkah kesembuhan Tante, biarpun begitu aku tetap mengharapkan terbaik untuk mu Tan. "Nanti ku carikan mobil ya Tan."
"Ia Nang, makasih ya kalau untuk teman mu itu jangan dicari-cari lagi ya Nang udah enggak ada dia." yeah pantesan dia selalu datang ke mimpi ternyata ingin disinggahi ke makam peristirahatan nya.
Beberapa hari kami sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, enggak tau entah apa kesibukan dari hari sebelum kerja sampai panggilan besok untuk bekerja untuk menyapa Tante lumayan jarang jadinya, karena waktu tak bertemu Kedekatan kami juga mulai berkurang rasanya.
Seperti biasa ADRIELLA tidak pernah mengharapkan seseorang untuk membantunya dalam segala hal, Jam tujuh lima belas waktu untuk jalan dimulai. Doa terbaik untuk hari ini.
Berkat segala usaha terbaik akhirnya bisa merasakan namanya wanita independen pergi bekerja dengan menggunakan mobil, heh kenapa enggak kepikiran dari awal untuk jual barang-barang enggak berguna itu ya.
Tarikan nafas berat banget, merasa dosa ku cukup untuk dibawa ke neraka,lirih ternyata ya mengingat perbuatan ku dimasa lalu memanfaatkan kecantikan untuk sebuah tujuan, jujur ini hasil mulai aku meniti karir.
Mulai dari pria yang sudah beristri dan juga beberapa orang yang ingin dekat dengan ku pasti mengusahakan hal-hal terbaik untuk membayar kebersamaan kami cuman semakin lama itu membuat ku tidak merasa memiliki harga diri ku sepenuhnya.
Cuman cukup lah ini menjadi pembelajaran buat ku tersendiri, aku masih mencoba Tuhan untuk kembali menjadi seperti yang kau mau, enggak ada harapan lain Tuhan selain hal baik yang kau berikan di kehidupan baru ku.
Hahh kantor besar dibidang penjualan cocok dengan outif pagi ku, rok midi pecah delapan
berwarna hitam di gabungkan dengan kemeja press body warna lemon. Perkenalan singkat dengan lingkungan kantor oleh manajemen kantor mengundang decak kagum di hatiku kekerabatan terlihat nyata di perusahaan ini.
Jujur dalam dunia perusahaan dagang ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup, berdetak jantung tak karuan menyambut satu hari penuh dengan pengalaman luar biasa tentunya.
Berkat satu hari penuh aku menemukan satu hal terbaik dalam hidup, tidak ada tanggung jawab untuk penggantian tampil sempurna dan lain-lainnya. Tuntutan kali ini cukup pada kinerja kebeneran visual data serta target datang dalam bekerja sama dengan anak marketing.
"Paginya kau berangkat atau Kami ke siangan Nang." Oh gini kalau rumah ada yang sambut, enak.Kalau rumah sudah ada makanan sudah ada lampu menyala dan teh sudah terseduh; ada menanyakan kabar.
Ahh lelah tidak terasa jadinya,"Aku tadi pagi sih Tan berangkat nya, hari pertama kerja kan" Secangkir teh hangat diberikan adik itu untuk ku.
Manis tak berlebihan, aku jadi ingat mengapa aku bisa menemukan teman masa kecil ku, ya ketika orang tua teman kecil ku datang untuk berkebun waktu itu,bibi itu selalu membuat teh manis untuk suaminya. Dan membagikan nya padaku.