NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Dia Sangat Galak

Pintu Apartemen terbuka, Kyarra yang membawa kopernya hanya mengikuti saja Alvino yang memasuki apartemen tersebut dan terlihat langsung memasuki sebuah kamar yang mengantarkan putrinya untuk beristirahat.

"Aku baru tahu jika kak Melani dan suaminya tinggal di apartemen," ucap Kyarra melihat di sekitarnya.

Apartemen tersebut memang tampak bukan baru, seperti sudah sering dihuni dan juga terlihat beberapa bingkai foto kecil yang tak lain adalah Kelly di waktu kecil, tetapi tidak ada foto pernikahan Alvino dan Melani di rumah itu.

Clak.

Kyarra kaget ketika mendengar suara pintu kamar di tutup. Alvino sudah selesai mengantarkan Kyarra untuk istirahat di dalam kamarnya.

"Di rumah ini hanya ada dua kamar, jangan pernah masuk ke dalam kamar saya dan apalagi menyentuh barang-barang saya!" Baru kali ini dia mendengar suami dari kakaknya itu berbicara cukup panjang selain menjelaskan sebagai dosen tambahan di kampusnya.

Tetapi kata-kata yang diucapkan cukup menyakiti yang membuat Kyarra bingung.

"Tidurlah di kamar Kelly, tetapi ingat jangan pernah mengganggu putri saya, jangan membuat kenyamanannya hilang!" tegas Alvino tidak banyak bicara yang kemudian langsung berlalu dari hadapan Kyarra.

Kyarra menghela nafas, melangkah memasuki kamar Kelly yang saat ini sudah tertidur. Kyarra merapikan selimut Kelly, dan kemudian kepalanya berkeliling melihat isi kamar tersebut.

Layaknya kamar anak kecil, serba pink yang dipadukan dengan berwarna biru, terlihat lemari pakaian dengan pintunya diberi gambar-gambar kartun princess kesukaan Kelly, terdapat meja belajar kecil dan ranjang kecil yang memang hanya bisa untuk Kelly.

Untuk dua orang bisa tetapi sudah pasti akan sempit, Kyarra menghela nafas, dia sangat lelah hari ini.

Kyarra ternyata memilih untuk tidur di atas karpet yang terdapat di sana.

"Kenapa wajahnya terlihat begitu dingin? Ya semenjak menikah dengan kak Melani, kami memang tidak pernah bertugas sapa, aku tidak mengetahui bagaimana kepribadiannya dan mungkin saja dia marah dengan pernikahan ini, karena memang tidak masuk akal untuk bertemu dengan putrinya harus menikah dulu denganku," batin Kyarra perlahan memejamkan mata.

Sudah tidak ingat lagi untuk mengeluh dan memikirkan apapun karena sekarang dia sudah menjadi istri dan bahkan pria itu tidak mengatakan perceraian di saat menginjakkan kaki di rumah itu, tidak sesuai dengan apa yang telah dikatakan ibunya.

*******

Mentari pagi kembali tiba, Alvino yang sudah rapi-rapi berdiri di depan cermin seperti biasa memakai jam tangannya setelah merapikan dasinya, pengusaha muda itu akan melaksanakan rutinitasnya seperti biasa menjadi pengusaha.

Prang....

Alvino kaget ketika mendengar suara barang yang jatuh cukup keras pada lantai.

"Hahhh....." Alvino menghela nafas berat, dengan kepalanya menoleh ke arah pintu.

"Felly......" dari dalam kamarnya bahkan terdengar suara Kyarra sedikit menekan yang mungkin memanggil Kelly.

Dan ternyata benar, Kelly yang terlalu ceroboh menjatuhkan gelas ke lantai.

"Kelly, tante kan sudah bilang. Biar tante yang ambil," ucap Kyarra terlihat begitu lelah.

"Maaf Tante, Kelly tidak sengaja menjatuhkan gelasnya," sahut Kelly dengan wajahnya yang tampak menggemaskan sedikit cemberut.

"Kamu ini," Kyarra menghela nafas dan terlihat berlutut untuk mengambil bekas pecahan kaca tersebut.

"Kamu sengaja berpenampilan seperti ini agar saya tertarik kepada kamu?" di tengah pekerjaannya tiba-tiba saja terdengar suara berat yang membuat Kyarra perlahan mengangkat kepala.

Mungkin yang dimaksud Alvino, dengan Kyarra yang masih memakai pakaian tidurnya dan terlebih lagi tidak memakai hijabnya.

"Kamu dengarkan saya Kyarra, saya tidak akan pernah menyentuh kamu, sekalipun kamu telanjang di hadapan saya, jangan pernah berekspektasi apapun tentang pernikahan berakhir atau pernikahan berlanjut, ini adalah pelajaran buat orang-orang seperti kalian yang sudah mempermainkan saya dan keluarga saya!" tegas Alvino menegaskan.

Kata-katanya cukup singkat, tetapi cukup membekas di hati yang membuat Kyarra bingung.

"Saya tidak suka ada keributan di rumah ini, kamu seharusnya bisa mengendalikan Felly untuk tidak memecahkan barang ini dan itu, kejadian ini yang terakhir!" tegas Alvino kemudian langsung berlalu dari hadapan Kyarra.

Kyarra sejak tadi diam melihat kepergian Alvino menghampiri Felly yang duduk di sofa memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

"Siapa juga yang ingin menggodanya? siapa juga yang ingin telanjang di hadapannya," batin Kyarra menghela nafas.

Kyarra menyelesaikan pekerjaannya, kemudian membuang pecahan kaca tersebut ke dalam tong sampah.

"Kita pergi sekolah sekarang?" tanya Alvino.

"Tetapi Kelly belum sarapan. Pa!" jawab Kelly

"Kita sarapan di luar saja. Ayo kamu cepat pakai ransel kamu," ucap Alvino membantu putrinya untuk memakai ransel tersebut yang dituruti oleh Felly dan Mereka sama-sama berdiri dari sofa.

"Kak...." Kyarra menghentikan langkah ayah dan anak itu membuat Alvino menoleh ke belakang.

"Kyarra sudah menyiapkan sarapan, sebaiknya sarapan terlebih dahulu sebelum mengantarkan Kelly ke sekolah dan Kyarra juga sudah menyiapkan bekal untuk Kelly," ucap Kyarra dengan gugup.

"Untuk besok jangan menyiapkan apapun untuk saya dan Kelly!" tegas Alvino.

"Tetapi Kelly, tidak bisa makan sembarangan," ucap Kyarra mengingatkan.

"Ini adalah putri saya, saya ayahnya dan lebih tahu apa yang cocok untuknya dan tidak! Kamu sebaiknya berhenti mengatakan ini dan itu, saya sudah mengingatkan kamu untuk tidak ikut campur terlalu banyak!" tegas Alvino.

"Ayo Kelly. Nanti kamu terlambat," ajak Alvino yang tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang putrinya berlalu dari hadapan Kyarra.

"Kenapa sih, dia berbicara terus saja seperti itu kepadaku? Memang apa salahku," ucap Kyarra menghela nafas.

******

Kelly dan Alvino berada di salah satu restoran yang memang pagi-pagi sudah buka untuk menyediakan sarapan ringan kepada para pembeli.

"Kelly tidak suka buburnya," protes Kelly ketika baru saja menyebabkan sedikit bubur ayam itu ke dalam mulutnya.

"Lalu Kelly ingin makan apa? Papa akan pesan yang baru?" tanya Alvino.

Kelly menggelengkan kepala samar, dia juga mungkin tidak tahu makanan apa yang harus dia pesan.

"Mau donat tidak?" tanya Alvino.

"Kata Tante Kyarra memakan donat pagi-pagi tidak boleh, gulanya terlalu banyak dan nanti kecerdasan anak seusia Kelly bisa menurun," jawab Kelly

"Kalau begitu makanan apa yang selalu disiapkan Tante Kyarra kepada kamu?" tanya Alvino sepertinya sudah mulai kesal.

"Kyarra tidak tahu namanya apa," jawabnya.

Alvino harus sabar-sabar menghadapi putrinya, selama ini dia memang jarang mengetahui bagaimana putrinya sebenarnya, menyayangi pasti, tetapi kesibukannya dalam pekerjaan membuat waktunya tidak terlalu banyak dan bahkan tidak mengenal karakter putrinya sendiri.

"Papa ayo ke sekolah! Felly bisa terlambat dan dimarahi oleh guru," ucapnya mulai merasa matahari semakin terik.

"Tetapi Felly belum sarapan," ucap Alvino.

"Felly tidak mau makan apapun. Felly tidak lapar dan sekarang ingin ke sekolah!" Kelly menekan suaranya dan mulai rewel.

Ini bukan pertama kali Alvino mendengar putrinya rewel, di saat masih menjalani rumah tangga bersama mantan istrinya, pernah beberapa kali tertangkap oleh Alvino yang pulang kerja dan melihat bagaimana rewelnya Kelly kepada Melani.

Hanya saja Melani juga tampak cuek, bermain ponsel dengan memakai earphone yang tidak mempedulikan putrinya yang terus mendesak nya.

"Ayo Papa!" ajak Kelly.

"Baiklah!" sahut Alvino ternyata tidak punya pilihan lain selain menuruti yang akhirnya Kelly jadi sarapan karena tidak sesuai dengan kemauannya.

Jika Kelly mengatakan tidak ingin, maka memang tidak akan menginginkan makanan itu.

Bersambung......

1
Oma Gavin
gimana alvino mau kamu bunuh kelly kamu dan ortu mu memang goblok oon sok paling bener dan pinter malah mau bikin kelly mati
Herman Lim
ga mungkin ga jatuh cinta u nanti Alvino yg ada mah bucin bgt sama kharra
Oma Gavin
keluarga toxic bikin gendeng mega matre goblok alvino psikopat gila, melani pasti kabor sama selingkuhan
Ma Em
mampir Thor semoga sukses , Melani pasti menyesal karena sdh meninggalkan suami dan anaknya , semoga setelah kyyara menikah dgn Alvino , Alvino nya baik dan akan jatuh cinta pada kyyara .
Anonim
Lwnjut
Anonim
Menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!