Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.
Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.
Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.
Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.
...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard
Karena pukulan dari Zhang Lin, Lin Yi harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu. Dan ketika sudah bisa pulang, Lin Yi benar-benar memperlakukan Zhang Lin seperti seorang pembantu; mulai dari meminta diambilkan minum, diambilkan makan, bahkan sampai minta bantuan untuk keramas rambut.
Penyiksaan itu tidak ada habisnya—tidak sampai Li Na tiba-tiba datang dengan napas terengah-engah. Dia tampak sangat senang, dan satu orang yang dia cari... dia adalah, Zhang Lin.
"Zhang Lin, kamu dapat panggilan bekerja!" teriak Li Na—benar-benar tampak senang saat itu.
Zhang Lin yang mendengar hal itupun juga tampak senang; saking senangnya ia langsung meninggalkan Lin Yi yang rambutnya penuh dengan busa sampo.
"Aku benar-benar diterima bekerja?!" Zhang Lin merasa sulit untuk percaya dengan apa yang baru saja Li Na katakan.
"Bukan diterima juga sih... tapi, hampir diterima! Kamu dipanggil buat tes kekuatan dulu. Dan yang perlu kamu lakuin cuman buat seperti apa yang kamu lakuin ke Lin Yi!" jelas Li Na.
"Kalau aku berhasil buktikan kalau aku kuat, aku bakalan diterima kerja apa?" tanya Zhang Lin.
"Bodyguard," jawab Li Na.
"Bodyguard?"
Zhang Lin sangat asing dengan kata itu. Dan ia benar-benar tidak mengerti dengan arti dari kata itu.
"Iya, bodyguard. Kamu tidak tahu apa itu bodyguard?"
"Iya. Aku tidak tahu."
"What?! Serius?!"
Li Na pun tak kalah kaget saat tahu jika Zhang Lin tidak tahu apa itu bodyguard.
"Sederhananya... bodyguard itu mirip pengawal lah. Pengawal pribadi yang bertugas buat mastiin raja atau ratunya aman dari bahaya," jelas Li Na.
Dengan cara Li Na menjelaskan seperti itu, barulah Zhang Lin mengerti apa itu bodyguard.
"Nah, kalau itu aku baru paham!" jawab Zhang Lin. "Jadi, kapan aku bisa mulai?"
"Tesnya besok. Dan sebelum kamu tes, satu hal yang harus kita pikirkan saat ini itu kartu Identitas kamu dulu!"
Li Na langsung terdiam memikirkan tentang bagaimana caranya membantu Zhang Lin untuk mendapatkan kartu Identitas yang resmi agar bisa menjadi penduduk Beijing asli!
Setelah memutar otak, mencari cara dari internet... akhirnya Li Na mendapatkan satu cara yang menjadi jawaban atas semua masalah!
Sebuah program pemerintah untuk orang tanpa identitas! Pemerintah mengadakan pendataan bagi orang terlantar yang tidak memiliki dokumen. Dan untuk mendapatkan kartu identitas asli, Zhang Lin hanya harus menjawab beberapa soal yang berkaitan dengan sejarah China.
Li Na yang awalnya senang langsung kembali bingung. Dia tidak yakin jika Zhang Lin bisa menjawab semua soal yang ada.
"Baru saja aku temukan satu solusi. Sekarang malah timbul lagi masalah baru!"
Li Na menghela napas panjang. Lalu kemudian dia menatap Zhang Lin. "Apakah kamu pandai dalam mata pelajaran sejarah?"
"Sejarah?"
Zhang Lin tampak bingung. Dan dari ekspresi Zhang Lin, Li Na tampak sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Dan saat dia membawa Zhang Lin untuk mengikuti tes itu... Li Na hanya berpasrah kepada Tuhan.
"Kamu masuk saja ke dalam. Masuk dan coba saja jawab semua pertanyaan yang ada. Jangan mengacau. Setidaknya kamu harus terlihat baik jika tidak terlihat pintar."
Seperti seorang ibu, Li Na melepas Zhang Lin untuk pergi mengikuti ujian agar bisa mendapatkan kartu identitas resmi. Dan ketika Li Na mengira jika Zhang Lin tidak akan bisa menjawab satu pun pertanyaan... ternyata Zhang Lin adalah satu-satunya peserta yang mendapatkan nilai sempurna dalam ujian itu!
"Nilai sempurna?!"
Li Na tidak bisa menyembunyikan betapa terkejut dirinya saat melihat kertas hasil ujian Zhang Lin. Dia benar-benar tidak menyangka jika Zhang Lin akan mendapatkan nilai sempurna, bahkan Zhang Lin langsung mendapatkan kartu identitas yang begitu sulit untuk didapatkan bagi orang lain.
"Kamu benar-benar luar biasa. Bagaimana mungkin kamu sepintar ini? Kamu jenius?" Li Na tak bisa menutup mulutnya sendiri karena merasa Zhang Lin benar-benar seorang jenius.
"Apakah bagimu aku seorang jenius?" Zhang Lin tampak senang.
Li Na menganggukkan kepalanya.
"Sekarang kamu sudah punya kartu identitas resmi. Jadi, sekarang kamu bisa bekerja dan berkeliaran dengan bebas. Dan untuk langkah pertama, aku akan membelikan kamu ponsel. Karena saat bekerja, kamu memerlukan ponsel," ucap Li Na.
Li Na menggenggam erat tangan Zhang Lin, membawanya untuk membeli ponsel baru.
"Li Na, apakah tidak papa kamu mengeluarkan uang begitu banyak hanya untukku? Bukankah kamu juga sedang kesulitan dengan uang?" Zhang Lin merasa tidak enak saat harus menghamburkan uang Li Na.
"Tidak masalah. Anggap saja ini sebagai investasi. Nanti, saat kamu bekerja dan kemudian gajian, kamu bisa memberikan uangnya kepadaku. Adil kan?" Li Na tampak yang paling bersemangat mempersiapkan rencana Zhang Lin untuk bekerja.
"Aku berjanji akan membalas kebaikan kamu, Li Na!" tekan Zhang Lin.
...
Tiba hari di mana Zhang Lin akan menjalani tes fisik untuk menjadi bodyguard, ia diantar ke lokasi oleh Li Na. Dan sebelum Zhang Lin turun dari mobil Li Na, tiba-tiba wanita itu memberikan gelang benang merah kepada Zhang Lin.
"Pakai ini."
"Ini apa?"
"Gelang keberuntungan," jawab Li Na.
"Tapi bukankah ini benang?"
"Benar. Tapi dulu nenek pernah bilang, jika ingin beruntung dalam sesuatu yang ingin kita coba, ikat benang merah di lenganmu, maka dewa akan membantumu. Jadi, semoga hal yang sama juga terjadi kepadamu. Semangat!"
"Terima kasih, Li Na. Aku berjanji akan mendapatkan pekerjaan ini!"
Setelah semuanya benar-benar siap, Zhang Lin turun dari mobil Li Na dan kemudian langsung masuk ke dalam rumah besar dengan gaya China klasik.
Di dalam rumah itu sudah menunggu banyak orang yang juga ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi itu. Dan walaupun dihadapkan dengan banyak saingan, Zhang Lin tetap bersikap tenang dan menjalani semua tes yang ada.
Zhang Lin melewati semua tes yang ada hingga pada akhirnya hanya menyisakan dirinya dan satu orang anak muda lain; mereka berdua di terima sebagai bodyguard putri di keluarga kaya itu.
Setelah menandatangani kontrak kerja, Zhang Lin dan Bai Feng dibawa untuk menemui gadis yang akan mereka jaga untuk hari ini dan seterusnya.
...
Di taman yang ada di belakang rumah, Zhang Lin dan Bai Feng dipertemukan dengan nona muda yang harus mereka jaga; dan tepat ketika wanita itu berbalik, Zhang Lin benar-benar terkejut ketika menyadari jika ternyata wanita itu tidak lain adalah, Ah Yin!
Bukan hanya Zhang Lin saja yang terkejut melihat jika nona muda itu adalah Ah Yin, tetapi Ah Yin tampak kaget melihat jika ternyata orang yang terpilih untuk menjadi bodyguardnya adalah Zhang Lin.
"Kamu... kamu yang waktu itu kan?" Ah Yin tampak sangat senang ketika melihat Zhang Lin.
Namun, saat itu Zhang Lin tidak merasakan hal yang sama dengan Ah Yin. Ia tidak merasa senang!
...
-Bersambung-