NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. DSKKR

Setelah di usir satpam, Fandi mencengkeram dadanya yang terasa begitu hampa dan hancur. Penyesalan yang terlambat itu kini benar-benar meremukkan seluruh jiwa dan raganya. Pijakan yang dulu ditinggalkannya demi fatamorgana kini telah berubah menjadi gunung megah yang tak akan pernah bisa digapainya lagi.

"Huhuhuhu. Sakitt..." Tangis Fandi sambil melipat tangan di dada nya.

"Iih dia kan mantan nya bu maya, enggak tau malu sekali dia masih nyamperin bu maya" Ucap salah seorang karyawan yang melihat fandi.

"Iya.. kena karma nya itu.. nyakitin orang pasti setelah itu merasakan apa yang dia tuai."

"Ternyata nyata yaa karma itu. Duh ayo ah masuk, takut ih ketularan sial"

Salah seorang karyawan meludahi fandi dan pergi meninggalkan Fandi yang masih terisak. Karena terus di usir untuk pergi, akhirnya fandi pun pergi berjalan kaki ke rumah kontrakan nya dengan ibu dan adiknya.

Sepanjang jalan dia terus melihat poster dengan wajah maya yang cantik di sepajang jalan. Di papan reklame atau bahkan di baliho.

"Andai waktu bisa berputar kembali.. aku pasti tidak akan memperlakukan mu dengan buruk may" gumam fandi.

Sesampai nya di rumah, Fandi melihat ibu dan adiknya duduk sambil memegangi perut mereka. Melihat Fandi yang pulang, mereka pun berbinar.

"Ndi... Kamu kemana aja sih nak.. kamu lupa masih ada ibu sama intan di sini?" Ucap Ibu Ratna sambil menepuk wajah anak nya.

"Iya mas.. kami kira mas ninggalin kami" sahut intan.

"Habis jalan bu, siapa tau ada lowongan kerja" jawab Fandi.

"Ndi.. kamu masih punya uang tidak? Ibu sama Intan lapar sekali..." Ucap Ibu Ratna.

"Iyaa mas.. kami lapar sekali.. tadi aja ada pemilik kontrakan yang nagih uang kontrakan terus."

Fandi merogoh saku nya dan hanya ada 1 lembar uang merah disana. Melihat itu, intan ingin merebut nya namun tidak kena karena di tarik kembali oleh Fandi.

"Mas kok gitu sih..Intan lapar mas sama ibu. Tega sekali sih"

"Tunggu disini, biar mas aja yang beli. Kalau kamu yang pegang bisa-bisa uang langsung habis seperti kemarin" Ucap Fandi.

Fandi pun berjalan keluar rumah kontrakan kecil nya menuju ke warung terdekat. Sampai disana, fandi bingung karena uang yang dia miliki mengharuskan dia untuk berhemat.

"Emm... Pesan mi instan bu 3 di bungkus ya"

"Pake telor mas?"

"Emm kalau pake telor berapa bu?"

"Pake telor 10 ribu, kalau engga pake 6 ribu" jawab ibu pemilik warung.

"Emm engga pake aja bu"

Setelah selesai, dia membayar dan kembali ke kontrakan.

"Ini bu, ntan.. makan seadanya dulu" Ucap Fandi meletakan mi di atas meja lusuh itu.

Ibu dan Intan bersemangat namun setelah melihat itu adalah mi instan, mereka pun mengeluh.

"Kok mie lagi sih ndi? Kita setiap hari selalu makan mie, telor, mie, telor terus. Engga ada ayam atau apa gitu" keluh ibu Ratna.

"Kalau setiap hari makan enak, nanti kita mau makan apa bu besok:

"Perasaan dulu kita selalu makan enak mas. Mbak maya yang masak." Ucap Intan.

"Itu kan dulu, lagian kata kalian masakan maya enggak enak dulu kenapa sekarang bilang enak."

Ibu dan Intan terdiam, lalu intan berkata lagi. "Tadi ku lihat mbak maya udah kaya seleb di ig mas. Kenapa sekarang dia kaya sih. Pelit banget, enggak ingat apa dulu dia makan dengan uang mas." Cerocos intan sambil membuka mie instan nya.

"Ndi, coba kamu minta uang dari maya buat modal usaha gitu. Walau gimana pun kan kamu ayah nya anak-anak. Kamu berhak itu loh." Ucap ibu ratna.

Fandi menghela nafas lirih, "cukup ya bu. Fandi cape sekali enggak mau bahas maya. Makan saja cepat habiskan."

**

(Sementara itu di gedung VANE Agency)

Setelah keberhasilan runway, Beberapa jam setelah itu. Produk fashion VANE Agency ludes laris manis dan menyisakan keuntungan yang sangat tidak masuk akal. Semua tim dan karyawan di VANE Agency merayakan kesuksesan project mereka. Semua staff dan karyawan memperoleh bonus yang terbilang fantastis pada project itu di banding project-project mereka sebelumnya.

"Wah..Terimakasih Mr. Arch" ucap salah seorang karyawan.

"Kalian semua pantas mendapatkan nya, saya harap kalian bertambah semangat dan antusias lagi dalam project project baru kita nanti" ucap Arch di depan seluruh staff dan karyawan nya.

Selepas itu, seluruh karyawan lanjut berpesta pora.

"Terimakasih buat dedikasi mu may.. selama hampir 6 bulan ini, kamu terus berusaha maksimal dan membuktikan bahwa kamu memang bisa di andalkan" ucap arch mendekati maya dengan memberikan segelas minuman untuk bersulang.

"Sama-sama mas arch, ini bukan hanya karena aku loh. Semua tim perencana, tim penjahit, bahkan satpam juga ikut andil. Ini semua kesuksesan kita."

"Tentu saja, tapi kamu yang paling besar. Bersulang?"

"Tentu mas Arch. Bersulang."

"Bonus dan gaji kamu sudah di transfer ya.."

"Iya mas arch terimakasih banyak"

"Tentu saja, lalu apa rencana kamu setelah ini? Aku menunggu project lain dari ide kamu loh"

Maya terkekeh, "Iya mas arch, setelah ini beri waktu aku seminggu untuk memanjakan keluarga ku dulu ya. Setelah itu, ide ide briliant pasti otomatis muncul."

"Ahaha baiklah. Memang nya rencana apa yang akan kamu lakukan dengan keluarga mu?" Tanya arch penasaran.

"Aku ingin pindah mas, mas Arch ingat sebuah penhouse di hunian elit daerah lana raja itu?"

"Ouh, ya aku tau, kamu mau pindah kesana?" Tanya arch.

"Iya mas, aku ingin pindah bersama ibu dan anak-anak"

"Bailklah, perlu bantuan ku tidak?" Ucap arch lagii.

"Perlu kalau di perbolehkan mas arch"

"Baiklah, aku akan hubungi pihak properti, kamu ikuti saja prosedur mereka. Aku jamin mereka akan mempermudah mu memiliki hunian itu"

"Terimakasih banyak mas arch"

***

Beberapa minggu kemudian,

Suasana pagi di penthouse baru yang di beli Maya terasa begitu lapang. Sinar matahari pagi menerobos masuk dari jendela kaca berukuran raksasa, membiaskan cahaya ke atas lantai kayu hangat. Bau aroma kopi menyatu dengan wangi roti panggang buatan Ibu yang menyeruak hangat dari area dapur.

Di meja makan, Arka, Arki, dan Kirana sedang asyik melahap sarapan mereka. Tawa renyah ketiga anak itu memecah keheningan, menghidupkan suasana rumah yang kini jauh lebih tenang dan penuh kedamaian.

Maya melangkah keluar dari kamarnya mengenakan pakaian olahraga serba hitam yang pas di tubuhnya. Perutnya kini rata, lengannya terbentuk kencang, dan wajahnya memancarkan aura segar tanpa riasan sedikit pun.

"Anak-anak, makan yang banyak ya. Nanti habis ini Mas Arch mau ajak kita lihat rumah baru yang ada tamannya," ujar Maya lembut seraya membelai rambut Kirana.

"Asyik! Rumah baru yang ada ayunannya ya, Bu?!" seru Kirana gembira, matanya berbinar-binar.

Ibu melangkah mendekat membawa segelas air hangat untuk Maya. Matanya menatap sang putri dengan rasa syukur yang mendalam. "Kamu beneran mau beli rumah baru, May? Uang DP-nya emang cukup?"

Maya menyunggingkan senyum tulus, merangkul bahu ibunya. "Lebih dari cukup, Bu. Bonus dari pencapaian *launching* minggu lalu udah masuk rekening. Maya mau anak-anak punya tempat tinggal yang layak, aman, dan gak akan ada orang yang bisa usir kita lagi."

Ibu mengusap air mata harunya, mengangguk cepat. "Alhamdulillah, Nak... Allah bener-bener angkat derajat kamu."

"Ini semua berkat doa ibu." Jawab maya lalu memeluk ibu nya.

Setelah menyelesaikan sarapan, Maya bersiap untuk sesi latihan rutinnya bersama Elena, dilanjutkan dengan perawatan kulit mingguan di klinik. Transformasi fisiknya bukan lagi sekadar pelampiasan rasa sakit hati, melainkan bentuk rasa cinta dan rasa hormat yang mendalam terhadap dirinya sendiri.

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!