Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
"Raisya, kamu sudah pulang ya? Kenalin, ini adalah Dita mantan kekasih nya Dimas!" Tiba - tiba Mama keluar dari dalam kamar nya.
"Mantan kekasih? Buat apa datang kemari?" Tanya Raisya dengan sinis.
"Tadi Mama gak sengaja ketemu dia di jalan, jadi dia yang anterin Mama pulang. Oh ya, tadi Dita loh yang bayarin belanjaan nya Mama, Neta dan juga Cika!" Mama Rika sengaja memamerkan semua nya pada Raisya.
"Udah selesai kan nganterin Mama pulang, kenapa masih di sini?" Tanya Raisya sambil melipat tangan di dada.
"Raisya, kok kamu ngomong gitu? Dita ini tamu loh, harus nya kamu bisa menghormati tamu!" Hardik Mama Rika.
"Tante, jangan marah sama Istri nya mas Dimas. Sebaik nya aku pulang saja, aku tidak seharusnya berada di sini!" Dita berkata sambil memasang wajah sesedih mungkin.
"Tidak Dita, kamu ini adalah tamu di rumah ini. Kamu adalah tamu nya Mama, jadi Raisya tidak berhak mengusir nya dari rumah ini!" Mama Rika kembali berkata.
"Udah tante, aku pulang saja!" Dita langsung berlari keluar rumah.
"Dita tunggu Dit, Dimas cepat kamu kejar Dita!" Perintah Mama Rika.
"Iya Ma!" Jawab Dimas yang langsung berlari mengejar Dita.
"Raisya, kamu benar - benar keterlaluan. Kamu tidak bisa menghormati tamu, Dita datang ke rumah ini karena mengantarkan Mama!" Bentak Mama Rika dengan geram.
"Ma, apa seorang tamu pantas berbicara sambil berpegangan tangan dengan suami orang lain?" Tanya Raisya dengan tatapan tajam.
"Ah sudah lah, tidak ada guna nya bicara sama kamu. Memang Dita lebih pantas buat Dimas, dari pada kamu!" Ucap Mama Rika.
Setelah berkata seperti itu, Mama Rika segera berlalu dari hadapan Raisya. Dia ikut keluar menyusul Dimas dan juga Dita.
Sementara itu di luar, Dimas menahan tangan Dita agar tidak pergi.
"Dit, maafkan Raisya ya, dia memang terlalu cemburu saat melihat ada wanita lain yang mejadi tamu di rumah ini!" Dimas mengarang cerita agar Dita percaya pada semua ucapan nya.
"Benar Dita, Raisya itu emang udah keterlaluan banget. Mama dan yang lain nya udah gak tahan lagi dengan sikap nya, otoriter dan semau nya sendiri!" Tiba - tiba Mama Rika muncul di belakang mereka.
"Tante,,,!"
"Tante minta maaf ya, kamu jangan kapok datang ke rumah ini lagi. Ini rumah nya Dimas loh, bukan rumah nya Raisya!" Mama Rika mengakui rumah ini sebagai milik putra nya.
Dimas mengangguk kan kepala nya, dia mendukung apa yang di lakukan oleh Mama nya. Karena tadi Dimas sudah mendengar sendiri, bahwa Dita adalah wanita yang sukses. Dimas berharap resepsi pernikahan Neta dan Rian bisa terlaksana dengan bantuan dana dari Dita.
"Ya udah deh tante, aku pulang dulu. Lain kali kita ketemu lagi!" Dita pamit pada Mama Rika.
"Hati - hati sayang!" Jawab Mama Rika.
"Iya Ma, mas Dimas aku pergi dulu ya!" Dita berkata dengan nada di buat semanja mungkin.
"Iya Dit!" Jawab Dimas sambil mengangguk kan kepala nya.
Dita segera masuk ke dalam mobil nya, kendaraan itu pun melaju meninggalkan halaman rumah Raisya.
"Dimas, Dita itu sangat baik. Hari ini dia menghabiskan banyak uang untuk Mama, Neta dan juga Cika!" Mama Rika berkata pada Dimas.
Dimas hanya diam, sejujur nya dia pun berharap yang lebih pada Dita setelah melihat nya lagi. Tapi tida gengsi jika harus mengatakan pada Mama Rika sekarang.
"Dimas, Dita itu sekarang single loh. Dari tatapan mata nya, seperti nya dia masih cinta sama kamu!" Ujar Mama Rika.
"Ma, saat ini Dimas sudah punya istri!" Dimas berkata dengan suara lirih.
"Dimas istri itu harus saling membantu saat suka dan duka, tapi lihat lah Raisya. Apa dia mau membantu kita saat kita sedang butuh, Mama kecewa sama Raisya, Dimas!" Mama Rika berusaha menanam kan racun di dalan hati dan fikiran putra nya.
Dimas terdiam mendengarkan ucapan Mama nya, memang benar apa yang dia katakan. Saat ini Raisya sudah mulai berubah, Raisya bahkan berani menolak membiayai resepsi pernikahan Neta dan Rian. Padahal ini adalah pernikahan terakhir di dalam keluarga nya.
"Dimas, Dita itu adalah wanita yang sangat baik dan pantas bersanding dengan mu. Saat ini Tuhan sengaja mempertemukan kau dan Dita kembali, pasti Tuhan punya rencana yang bagus untuk kalian berdua!" Mama Rika berusaha memberi cela di dalam hubungan suami istri antara Raisya dan Dimas.
"Tapi Ma, apa Dita masih mau dengan ku? Dia adalah wanita yang sukses, sedangkan aku,,,!" Dimas menghentikan ucapan nya.
"Dimas, Mama yakin Dita pasti masih mengingin kan kamu juga. Mama bisa lihat itu dari cara dia menatap mu!" Ujar Mama Rika.
"Ua udah Ma, nanti aku fikirkan lagi!" Dimas berjalan ingin masuk ke dalam rumah.
"Jangan terlalu lama Dimas, pernikahan adik mu tinggal sebentar lagi. Mama bisa mau jika pernikahan Neta dan Rian di gelar secara sederhana!" Ucap Mama Rika.
"Iya Ma!" Jawab Dimas sambil mengangguk kan kepala nya
Dimas langsung naik ke lantai 2, di aman alamat nya dan Raisya berada. Ketika mendorong daun pintu, Dimas melihat sang istri sedang duduk di meja rias. Seperti nya Raisya baru saja selesai mandi, dia terlihat menyisir rambut nya.
"Raisya, aku mau bicara mengenai pernikahan Neta!" Dimas berkata tanpa basa - basi.
"Bicara saja mas, aku mendengarkan!" Jawab Raisya sambil membalikkan badan nya menghadap Dimas.
"Raisya, ini adalah pernikahan terakhir di dalam keluarga kita. Pernikahan ini harus di gelar secara mewah, dan kita akan mengundang banyak orang!" Dimas berkata pada Raisya.
"Mas, silahkan saja jika kalian mau mengadakan pesta pernikahan secara mewah, aku tidak pernah melarang kalian mengadakan pesta pernikahan mewah itu!" Raisya berkata dengan santai nya.
"Masalah nya di sini, kamu yang pegang kendali keuangan di rumah ini. Pesta itu bisa terlaksana jika uang nya kamu berikan!" Dimas berkata tanpa basa - basi lagi.
"Uang yang mana yang kamu maksud kan mas? Selama kita menikah, bahkan kita tidak pernah punya tabungan bersama!" Raisya sudah tahu maksud dan arah pembicaraan Dimas.
"Raisya, kita ini adalah suami istri. Jadi uang nu juga uang ku, gunakan uang tabungan itu untuk biaya resepsi pernikahan Neta dan Rian!" Dimas berkata dengan tidak tahu malu nya.
"Mas, selama menikah aku lah yang membiayai smeua kebutuhan di rumah ini. Termasuk seluruh kebutuhan keluarga mu, dan kau tidak pernah memberikan aku nafkah sepeser pun. Jadi jangan berani kau menyebut tabungan ku sebagai uang bersama!" Raisya berkata dengan nada geram.
Muka Dimas langsung berubah merah padam, antara marah dan malu bercampur menjadi satu. Selama ini Raisya tidak pernah membahas tentang keluarga nya dan juga nafkah, tapi hari ini Raisya sudah mulai membahas semua itu. Sehinga hal itu membuat harga diri nya jatuh sebagai seorang suami dan juga laki - laki.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄