NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebangkitan raja iblis baru, era baru kemenangan (bagian 1)

Crekk... Glupp...

Suara robekan daging terdengar mengerikan memecah kesunyian kawah perbatasan. Lidah dan deretan gigi taring tajam wujud manusiaku bergerak brutal, mengunyah lalu menelan bulat-bulat segumpal daging lengan mentah milik Sang Raja Iblis luar ke dalam tenggorokanku. Aliran darah hitam yang pekat menyembur, membasahi sekujur wajahku yang berlumuran keputusasaan.

【Pemberitahuan Sistem! Inti sel energi musuh telah berhasil diserap sempurna. Identitas esensi terlarang telah terverifikasi oleh pusaran inti dungeon. Membuka paksa wujud absolut dan kapasitas kekuatan baru: [The Darkness of Glitch Demon King]!】

"Aktifkan... sekarang juga..." Ucapku lirih berbalut desis mekanis yang rusak parah.

Sepasang mata taringku mendongak, menatap lurus ke dalam kornea mata raksasa di hadapanku. Sudut bibirku yang robek berdarah hingga ke pipi melengkung ke atas, memamerkan senyuman iblis yang paling dingin.

"Skakmat."

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMM!!!!!!!

Sebuah ledakan energi glitch digital berskala masif mendadak meledak hebat tepat dari dalam cengkeraman tangan Sang Raja Iblis luar. Daya dorong gelombang kejutnya yang luar biasa dahsyat seketika menghancurkan tekanan cekikan di leherku, memaksaku terlepas bebas sembari mementalkan tubuh raksasa makhluk bertanduk itu mundur beberapa meter ke belakang.

Alpha yang berada di episentrum kawah luar secara refleks langsung membalikkan tubuhnya. Dengan sisa-sisa energi magisnya, sang Penyihir Agung Elf itu berlari sekencang mungkin menuju ke arah perimeter pos medis belakang demi menjauh dari pusaran badai hitam yang mulai mengamuk liar di tengah kawah. Detik itu juga, seluruh prajurit dan ksatria yang bertahan di dalam pos medis serentak menolehkan pandangan mereka ke depan. Jantung mereka berdegup kencang, terkejut setengah mati menyaksikan pilar ledakan energi hitam-ungu yang membubung tinggi menembus awan badai.

Tatkala kepulan asap hitam pekat dan riak kotak-kotak digital yang merusak ruang itu mulai menipis, seluruh pasang mata yang menyaksikan seketika terbelalak horor. Rasa ngeri purba mencengkeram dada mereka saat melihat wujud baru yang berdiri tegak di pusat kawah.

Wujud manusiaku telah lenyap total. Kini, tubuhku telah bertransformasi meroket setinggi dua meter dengan proporsi otot yang luar biasa kekar dan mengintimidasi. Sekujur tubuh raksasaku dibalut oleh setelan zirah zirah baja pekat berwarna hitam legam yang permukaannya dilapisi ukiran motif tengkorak berdarah tepat di bagian tengah pelindung dada. Di genggaman tangan kananku, sebuah senjata maha dahsyat telah bermanifestasi nyata: sebilah Sabit Besar (Blood Scythe) dengan gagang hitam legam bergerigi tajam dan mata bilah sabit melengkung lebar berwarna merah darah yang terus meneteskan hawa korosi. Bagian kepalaku yang tadinya berwujud manusia kini telah menguap sepenuhnya, menjelma menjadi gumpalan asap hitam pekat yang bergejolak liar dengan sepasang mata berwarna ungu menyala terang menembus kegelapan. Rongga mulutku merobek sangat lebar, memperlihatkan barisan deretan gigi taring runcing yang siap mengunyah materi apa pun.

Namun, di saat seluruh dunia memandang wujud baruku dengan rasa ketakutan mutlak, Sang Raja Iblis luar yang berdiri di hadapanku justru menarik sudut bibirnya, mengulas sebuah seringai lebar penuh gairah pertempuran yang membara.

"Hoo... Luar biasa! Gak kusangka makhluk ampas seperti dirimu ternyata masih menyimpan kartu as untuk berubah menjadi wujud yang semengerikan ini!" Ucap Raja Iblis luar, menepuk-nepuk tangannya yang terluka dengan ekspresi sangat bersemangat.

"Sekarang... kita... mulai... pertandingan... yang... sesungguhnya..." Ucapku dengan nada suara bergetar patah-patah, menghasilkan efek gema suara mekanis glitch digital yang bener-bener merusak frekuensi udara di sekeliling kami.

"Baiklah kalau itu maumu! Limit off... BANGKITLAH WAHAI AMUKAN IBLIS JAHANAM!!! PENGUATAN FISIK MUTLAK: [THE DEMON LORD]!!!" Teriak Raja Iblis luar dengan suara bariton yang mengguncang fondasi bumi.

Detik itu juga, gelombang kegelapan murni berputar membungkus tubuh raksasanya. Sang Raja Iblis luar bertransformasi penuh masuk ke dalam mode Demon Lord sejati. Ukuran tubuhnya membesar drastis menyeimbangkan tinggi dua meter tubuhku, dibalut zirah tipis berbahan magis kuno namun memancarkan ketahanan fisik yang tak tertembus. Kedua kepalan tangan besarnya kini telah diselimuti oleh aura hitam keunguan yang bergejolak pekat.

Inilah panggung pertempuran antardua entitas penghancur dunia yang paling mengerikan dalam sejarah peradaban fiksi. Sisi kanan adalah faksi Demon Lord sang penakluk kegelapan sejati, dan sisi kiri adalah God of Darkness alias Shadow Miko sang penghancur semesta alam. Keduanya memiliki kapasitas taktis yang tidak bisa diremehkan satu sama lain!

Di sisi lain yang teramat jauh dari medan pertempuran gersang ini, melompati batas wilayah samudra menuju ke Kerajaan Penyihir, jauh di atas lapisan langit tertinggi yang tak terjangkau oleh batas nalar manusia bumi. Terdapat sebuah pulau megah yang melayang bebas di antara lingkaran awan putih suci, tempat berteduh agung yang biasa disebut sebagai Altar Dewa. Di sinilah tempat berkumpulnya faksi para dewa dan dewi yang mengatur jalannya hukum alam semesta.

Saat ini, seluruh ruangan aula suci Altar Dewa tengah diselimuti oleh kepanikan massal yang luar biasa tegang. Melalui sebuah layar proyeksi sihir raksasa yang melayang di tengah aula, puluhan dewa maupun dewi sedang menyaksikan siaran langsung pertempuran di Medan tempur bagian timur Oscar.

"Ini... Gawat... Ini bener-bener gawat banget! Bagaimana mungkin esensi kegelapan purba milik dia bisa bangkit kembali di era saat ini?!" Seru Dewa Petir dengan tubuh gemetaran, kilatan listrik di jubahnya mendadak tidak stabil karena menahan rasa takut.

"Aku pun setuju... Struktur energi ini terlalu identik dengan masa lalu," sahut Dewi Air dengan nada suara yang bergetar cemas.

"Bukankah seharusnya kesadaran dewa kegelapan itu sudah tertidur selamanya dan bahkan sudah hancur tidak bersisa setelah dia kalah telak dalam pertempuran agung melawan Nyonya Besar Sharveshari puluhan ribu tahun yang lalu?!"

"Mustahil jika kekuatan suci Nyonya Besar Sharveshari gagal untuk memusnahkan eksistensinya sampai ke akar... Sialan! Kondisi faksi kita saat ini belum terlalu kuat jika harus dipaksa bertarung melawan monster kosmik seperti dia lagi!" Keluh Dewi Alam sembari menggigit jari telunjuknya, panik menatap layar sihir.

Di tengah kegaduhan para dewa, Dewa Api yang sedang duduk menyandar malas sembari menenggak cawan sucinya mendadak tertawa terbahak-bahak, meremehkan ketakutan rekan-rekannya. "Ngapain juga kalian harus panik berlebihan begitu, hah? Posisi monster bayangan itu kan berada di dunia bawah yang teramat jauh dari Altar ini. Logikanya, dia gak mungkin bisa memiliki akses untuk naik ke kerajaan langit ini dan membantai kita semua, bodoh! Nikmati saja tontonannya!" Ucap Dewa Api dengan nada sombong yang menggelegar.

Kembali ke situasi kritis di episentrum medan pertempuran garis depan...

DORRR...! DUARR...! BOMMM...!

Pertempuran skala kosmik antardua penguasa tertinggi akhirnya resmi meledak tanpa bisa ditahan lagi. Benturan antara sabit besar Blood Scythe milikku dan kepalan tinju berlapis kegelapan milik Raja Iblis menciptakan rentetan ledakan tekanan udara yang luar biasa gila. Setiap kali senjata kami beradu, daratan di sekitar sektor timur langsung retak, ambles, dan berubah menjadi gurun pasir yang gersang akibat terkikis oleh luapan dua kekuatan yang bener-bener gak masuk akal sehat.

"MAJU LOOOO, SIALAN!!! RASAKAN TEBASAN INI!!!" Raungku lantang, suara glitch-ku menggetarkan atmosfer bumi.

"HAAAAA!!! DENGAN SENANG HATI, KECOA DUNGEON!!!" Jawab Raja Iblis luar, melesat maju membalas gempuranku dengan kecepatan yang membelah dimensi suara.

"KEKUATAN PURNAMA KELAM: [LEDAKAN DARAH]!!!" Teriakku bergemuruh sembari mengayunkan sabit besar Blood Scythe-ku memutar searah jarum jam, melepaskan gelombang tebasan berbentuk bulan sabit berwarna merah darah pekat yang menyedot pasokan mana di sekeliling udara.

DORRRRR!!!

Serangan sabitku menghantam telak pelindung zirah dada milik Raja Iblis hingga memicu ledakan darah korosif yang menghancurkan sebagian lapisan baja hitamnya. Makhluk bertanduk itu terdorong mundur beberapa meter dengan tubuh mengeluarkan asap putih.

"Sialan kau...! Berubah jadi memiliki damage yang sakit juga seranganmu sekarang ya! Kalau begitu... terima ini, [ULTRA INFINITE SMASH]!!!" Teriak Sang Raja Iblis luar dengan murka, mengumpulkan seluruh sisa energi kegembiraannya ke dalam kepalan tinju ganda.

BAMM..! DORR..! DUARR...!

Dua penguasa itu saling baku hantam beruntun tanpa memikirkan pertahanan diri lagi, menghancurkan seluruh Medan pertempuran.

Di sisi lain yang berada jauh lebih tinggi lagi, melompati dimensi Altar Dewa, melompati batas awan dan bintang-bintang langit. Di sebuah dimensi tak terbatas yang tidak akan pernah bisa dimasuki oleh sembarang orang atau makhluk biasa kecuali mereka yang terpilih sebagai entitas absolut tertinggi. Terdapat sebuah istana kristal suci yang berdiri megah di atas hamparan langit putih. Di dalam ruangan takhta tertinggi, duduk seorang wanita berambut perak mengkilap yang panjangnya menjuntai indah, memiliki sepasang mata berwarna biru safir yang jernih, serta mengenakan gaun sutra putih yang sangat anggun layaknya seorang penguasa mutlak seluruh dimensi semesta alam.

Dia duduk di atas singgasana emas yang begitu megah, dikelilingi oleh beribu-ribu pasukan kesatria suci bersayap enam yang berdiri takzim di bawah kakinya. Di hadapan tatapan matanya yang tenang, sebuah layar sihir raksasa tengah menampilkan siaran pertempuran brutal antara Miko melawan Raja Iblis luar. Ya... wanita agung ini tidak lain adalah Sharveshari, Sang Dewi Penguasa Dunia tertinggi yang memiliki otoritas kekuatan mutlak melebihi segalanya di alam semesta ini.

"Ahh... Akhirnya... engkau bangkit kembali dari tidur panjangmu, Ksatria setiaku..." Ucap Sharveshari dengan nada suara yang sangat lirih, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk sebuah senyuman manis yang dipenuhi kerinduan mendalam.

"Sudah sepuluh ribu tahun lamanya... aku menanti kehadiranmu kembali di dunia ini, wahai sayangku... alias rival abadi satu-satunya milikku..." Ucap Dewi Sharveshari kembali berbisik lirih sembari terus menatap siluet asap hitam bermata ungu milik Miko di layar sihirnya.

Dahulu kala, tepat sepuluh ribu tahun yang lalu sebelum sejarah dunia modern mencatatnya. Setelah Sharveshari secara resmi diangkat dan dinobatkan menjadi penerus Penguasa Dunia yang sebelumnya, dia menghabiskan seluruh waktu mudanya untuk mencari dan mempelajari esensi kekuatan sejati di dunia bawah bersama sesosok entitas bayangan murni yang dikenal sebagai Dewa Kegelapan purba—yang kini bereinkarnasi sebagai Miko.

Mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama melewati ratusan pertempuran taktis, membaur menjadi rekan sekutu yang tak terpisahkan. Ikatan emosional di antara keduanya tumbuh begitu subur hingga Sharveshari pernah sekali waktu memberanikan diri untuk mengungkapkan seluruh isi batin perasaan cintanya secara langsung di hadapan Dewa Kegelapan. Namun, dasar sifat asli Sang Dewa Kegelapan purba itu sangatlah tidak peka parah terhadap urusan asmara, membuat momen pengakuan itu sempat berjalan kikuk dan lucu. Walaupun begitu, ketulusan perasaan Sharveshari pada akhirnya berhasil menembus kerasnya hati sang entitas bayangan murni.

Namun, tepat di saat Dewa Kegelapan purba akhirnya mulai menyadari dan hendak mengungkapkan balik perasaan cintanya yang mendalam kepada Sharveshari, sebuah tragedi politik langit yang kejam mendadak pecah tanpa diduga. Perintah mutlak tertulis dari Penguasa Dunia terdahulu turun dari langit, memerintahkan Sharveshari untuk menghabisi nyawa Dewa Kegelapan secara total sebagai syarat mutlak mutasi jabatan untuk naik takhta menjadi Penguasa Dunia selanjutnya.

Awalnya, Sharveshari menolak mati-matian perintah kejam tersebut. Dia lebih memilih membuang takhta langit demi bisa hidup santai bersama kekasih bayangannya. Namun, hukum langit bersikap mutlak; jika bukan Sharveshari yang mengeksekusinya, maka faksi dewa kandidat lain yang akan bergerak turun ke bumi untuk membantai Dewa Kegelapan tanpa ampun.

Karena enggan melihat sosok kekasih tercintanya mati mengenaskan di tangan orang asing, Sharveshari terpaksa menerima kenyataan takdir yang teramat kejam ini. Dia menerima tugas terakhirnya: mengalahkan Dewa Kegelapan purba dengan tangannya sendiri.

Pertempuran hebat skala kosmik yang hampir menghancurkan seluruh ekosistem benua pun pecah dan berlangsung selama sepuluh tahun berturut-turut tanpa henti satu detik pun. Hingga akhirnya, di penghujung tahun kesepuluh, Sang Dewa Kegelapan purba sengaja melonggarkan seluruh koordinat pertahanan taktisnya, sengaja memberikan celah buta agar serangan suci milik Sharveshari bisa menusuk tepat di pusat inti energinya. Dia memilih mengalah agar kekasihnya bisa naik takhta dengan aman.

Dengan penuh rasa penyesalan, tangis, dan luka batin yang teramat dalam, Sharveshari memenangkan duel tersebut. Karena tidak tega untuk melenyapkan esensi jiwa sang kekasih sepenuhnya, Sharveshari memilih untuk menyegel tubuh Dewa Kegelapan purba di dasar terdalam labirin dungeon yang paling rusak, kuno, dan berbahaya di dunia bawah.

Setelah itu, dia kembali ke kerajaan langit dengan hati yang hancur berkeping-keping, dinobatkan sebagai Penguasa Dunia yang baru tanpa pernah merasakan rasa bangga atau kebahagiaan sedikit pun karena harus terpisah selamanya dari sosok pria bayangan yang paling dia cintai di alam semesta ini.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!