NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Wush!

Angin malam berhembus sangat kencang menyapu pelataran Rumah Sakit Umum Linzhou yang telah dikosongkan secara total malam itu.

Tepat saat jarum jam menunjuk angka dua belas malam, sebuah fenomena yang tidak bisa dijelaskan oleh sains modern terjadi.

Sebuah kubah energi berwarna hitam pekat tiba-tiba turun dari langit tanpa suara, menutupi seluruh area rumah sakit seluas tiga hektar tersebut.

Di dalam kubah itu, ribuan bayangan hitam bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia normal.

Suara dentuman beton yang diruntuhkan dan baja yang ditempa terdengar saling bersahutan, namun suaranya teredam sempurna oleh lapisan kubah energi tersebut.

Hanya dalam hitungan jam, bangunan tua yang penuh dengan aroma kematian itu rata dengan tanah dan digantikan oleh sesuatu yang melampaui zaman.

Kring! Kring!

Cahaya matahari pagi menembus tirai kamar hotel Yao Wi, bersamaan dengan suara alarm yang memecah kesunyian.

Yao Wi membuka matanya dengan santai, merasakan tubuhnya yang sangat bugar setelah tidur di kasur bernilai ratusan juta.

Ding!

[Hari baru telah dimulai di Kota Linzhou.]

[Populasi saat ini tercatat sebanyak 50.000 jiwa.]

[Dana harian sebesar 5.000.000.000 telah berhasil ditransfer ke rekening prioritas Tuan Rumah.]

Yao Wi melirik layar ponselnya dan tersenyum puas melihat saldanya yang kini bertambah menjadi sebelas miliar lebih.

Ia segera bangkit, membersihkan diri, dan mengenakan setelan kemeja linen putih yang membuatnya terlihat sangat berwibawa namun tetap santai.

Di lobi hotel, Shen Yue sudah menunggunya dengan tablet di tangan dan raut wajah yang masih memendam syok berat.

"Selamat pagi, Tuan Bos, jalanan di sekitar distrik barat pagi ini mengalami kemacetan total," lapor Shen Yue dengan nada bergetar.

"Ribuan warga kota berkerumun di sana karena keajaiban yang terjadi pada rumah sakit kita semalam."

Yao Wi hanya mengangguk pelan seolah itu adalah hal yang sangat biasa, lalu berjalan menuju mobilnya.

Vroom!

Range Rover hitam itu membelah jalanan kota yang pagi ini terasa jauh lebih ramai dan berisik dari biasanya.

Banyak warga yang mengayuh sepeda atau berjalan kaki setengah berlari menuju arah yang sama, yaitu bekas lokasi Rumah Sakit Umum Linzhou.

Ciiiit!

Yao Wi menghentikan mobilnya agak jauh dari gerbang utama karena jalanan sudah dipenuhi lautan manusia yang berdesak-desakan.

Warga kota itu menatap ke depan dengan mulut terbuka lebar, beberapa dari mereka bahkan berlutut di tanah mengira mukjizat dewa baru saja turun.

Di balik pagar pembatas yang baru, berdiri sebuah mahakarya arsitektur berlantai lima belas yang bentuknya menyerupai markas luar angkasa.

Seluruh dinding bangunan itu terbuat dari material komposit berwarna putih bersih yang dipadukan dengan kaca pintar berwarna biru laut.

Taman-taman gantung menghiasi setiap lantai, memberikan kesan asri dan hidup di tengah nuansa futuristik yang kental.

Di puncak gedung, sebuah logo holografik raksasa berputar perlahan memancarkan tulisan RUMAH SAKIT ELIT LINZHOU CORP.

"Ini gila, Tuan Bos, ini benar-benar tidak masuk akal," bisik Shen Yue yang berdiri di samping Yao Wi.

"Bahkan rumah sakit kepresidenan di ibu kota pun terlihat seperti klinik pedesaan jika disandingkan dengan gedung ini."

Yao Wi memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan tersenyum sinis melihat reaksi warga kotanya.

"Ini baru pemanasan, Shen Yue, kota ini akan segera menjadi pusat peradaban dunia," ucap Yao Wi dengan percaya diri yang absolut.

Di saat yang bersamaan, sebuah mobil sedan mewah buatan Jerman melaju pelan membelah kerumunan warga.

Vroom.

Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang masuk utama rumah sakit yang masih ditutup.

Pintu pengemudi terbuka, dan seorang wanita muda berusia pertengahan dua puluhan melangkah turun dengan anggun.

Wanita itu mengenakan kemeja sutra hitam dan jas putih dokter yang disampirkan begitu saja di bahunya.

Wajahnya luar biasa cantik bak pahatan dewi es, kulitnya seputih salju, dan matanya memancarkan kecerdasan yang sangat dingin dan tajam.

Ia adalah Su Qing, dokter bedah jenius nomor satu di ibu kota yang terkenal dengan julukan Tangan Tuhan.

Su Qing melepaskan kacamata hitamnya dan mendongak menatap bangunan raksasa di depannya dengan dahi berkerut.

"Rumor di forum medis bawah tanah itu ternyata benar, ada orang gila yang menyuntikkan triliunan rupiah di kota mati ini," gumam Su Qing dengan suara merdu namun sangat dingin.

Ia baru saja mengundurkan diri dari rumah sakit militer di ibu kota karena muak dengan politik senioritas dan kurangnya dana riset inovatif.

Ketika ia mendengar ada akuisisi brutal yang dilakukan Linzhou Corp terhadap rumah sakit bobrok di ujung provinsi, insting jeniusnya langsung membawanya ke sini.

Tap! Tap! Tap!

Su Qing berjalan dengan sepatu hak tingginya menerobos kerumunan warga, tidak mempedulikan tatapan kagum dari orang-orang di sekitarnya.

Ia berdiri tepat di depan gerbang kaca otomatis yang dijaga oleh sistem keamanan pintar.

"Identifikasi wajah gagal, Anda bukan staf yang terdaftar, silakan mundur," terdengar suara mekanis dari sistem kecerdasan buatan penjaga gerbang.

Su Qing mendengus pelan, merasa sedikit tertantang oleh teknologi sistem keamanan yang bahkan belum pernah ia lihat di ibu kota.

"Buka pintunya, aku ingin bertemu dengan bos dari tempat rongsokan mewah ini," perintah Su Qing dengan nada arogan.

Yao Wi yang sedari tadi mengamati dari kejauhan, berjalan santai menghampiri wanita sombong tersebut bersama Shen Yue.

"Sistem, buka gerbangnya," ucap Yao Wi pelan.

Srettt.

Gerbang kaca yang tebal itu seketika terbuka lebar seolah mengenali suara dewa penciptanya.

Su Qing menoleh dan menatap pemuda berpakaian rapi yang baru saja memberikan perintah tersebut.

Matanya yang tajam langsung memindai penampilan Yao Wi dari ujung rambut hingga ujung kaki dalam waktu kurang dari sedetik.

"Jadi kau orang kaya baru yang sedang bermain-main dengan fasilitas kesehatan di kota ini?" sapa Su Qing tanpa basa-basi sedikit pun.

Yao Wi menghentikan langkahnya dan membalas tatapan dingin Su Qing dengan tatapan yang jauh lebih mendominasi.

"Bermain-main? Aku tidak pernah bermain-main dengan uangku, Nona," jawab Yao Wi dengan nada datar.

"Aku adalah Yao Wi, pemilik dari gedung yang sedang kau tatap dengan rasa kagum yang berusaha kau sembunyikan itu."

Mata Su Qing sedikit menyipit karena tebakannya meleset, ia mengira pemilik Linzhou Corp adalah seorang konglomerat tua yang kelebihan uang.

"Aku Su Qing, mantan kepala bedah syaraf dari Rumah Sakit Pusat Beijing," Su Qing memperkenalkan dirinya dengan nada penuh kebanggaan.

"Aku datang ke sini karena aku penasaran sejauh mana orang kaya dari kampung bisa meniru teknologi medis modern."

Shen Yue yang berdiri di belakang Yao Wi langsung mengerutkan keningnya, merasa tidak senang dengan nada merendahkan wanita itu.

Ia pernah mendengar nama Su Qing di ibu kota, seorang jenius gila yang tidak punya empati namun memiliki kemampuan bedah yang tidak bisa ditandingi siapa pun.

"Nona Su, harap jaga ucapan Anda di depan atasan saya," tegur Shen Yue dengan suara tegas.

Su Qing hanya melirik Shen Yue sekilas lalu kembali menatap Yao Wi dengan tatapan menantang.

"Bangunan ini memang indah dari luar, tapi rumah sakit tanpa dokter ahli dan peralatan bedah hanyalah sebuah pameran seni yang tidak berguna," cibir Su Qing.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!