NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:42
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

JURUS KELELAWAR 2

Pendekar Kelelawar tidak bisa menahan amarahnya lagi, "Kurang ajar!" makinya sambil langsung menerjang Oval dan Apis.

"Bersiap Pis..." ucap Oval.

"Ready.....!!!" ucap Apis semangat.

Pertarungan sengit pun terjadi, dengan Pendekar Kelelawar yang berpengalaman dan memiliki kesaktian tinggi, namun Oval dan Apis yang masih muda dan memiliki kecepatan yang luar biasa, mampu mengimbanginya.

Oval dan Apis bergerak dengan lincah, saling bergantian menyerang Pendekar Kelelawar dengan pukulan dan tendangan yang cepat dan akurat.

Pendekar Kelelawar yang memiliki pengalaman bertarung yang luas, mampu mengantisipasi serangan mereka, namun kecepatan Oval dan Apis membuatnya kesulitan untuk menyerang balik.

Pertarungan berlangsung seimbang, dengan ketiga pendekar saling beradu kesaktian dan pukulan tenaga dalam.

Jurus demi jurus diperagakan dan diadu.

Teknik teknik serangan dilancarkan dengan kecepatan tinggi.

Oval dan Apis menggunakan kecepatan dan kelincahan mereka untuk menghindari serangan Pendekar Kelelawar, sambil mencari celah untuk menyerang balik.

"Bertobatlah kau Pak tua!!!" ucap Apis sambil menendang dengan gerakan memutar.

Pendekar Kelelawar menunduk dan loncat ke belakang.

"Ayo kerahkan semua kemampuan kalian anak muda!!" ucap Pendekar Kelelawar menantang Oval dan Apis.

"Harusnya kau beristirahat Pak Tua!!!" ucap Oval yang melihat gerakan lambat dari Pendekar Kelelawar.

"Kurang ajar kalian!! Akan mu rata kan kalian semua!!" ucap Pendekar Kelelawar mengancam Oval dan Apis.

Pendekar Kelelawar yang memiliki tenaga dalam yang kuat, mengeluarkan pukulan yang dahsyat, namun Oval dan Apis mampu mengimbanginya dengan pukulan tenaga dalam mereka sendiri.

Pertarungan semakin sengit, dengan ketiga pendekar saling beradu kekuatan dan kesaktian.

"Haah!" teriak Oval sambil mengeluarkan pukulan tenaga dalam yang kuat, yang langsung dibalas oleh Pendekar Kelelawar dengan pukulan yang sama kuatnya.

Apis memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Pendekar Kelelawar dari samping, namun Pendekar Kelelawar mampu mengantisipasinya dengan gerakan yang cepat.

Pertarungan terus berlanjut, dengan Oval dan Apis berusaha untuk mengalahkan Pendekar Kelelawar dengan kecepatan dan kesaktian mereka.

Namun, Pendekar Kelelawar tidak akan menyerah begitu saja, dia akan melawan dengan segala kemampuan yang dia miliki.

Pendekar Kelelawar mulai merasakan tekanan yang semakin besar dari Oval dan Apis.

Beberapa kali pukulan Oval berhasil mengenai dirinya, dan tendangan Apis juga mendarat dengan tepat.

Pendekar Kelelawar mulai berpikir bahwa lawannya ternyata sakti dan diluar perkiraan sebelumnya.

"Bagaimana mungkin dua bocah ini bisa sebegitu kuatnya?" pikir Pendekar Kelelawar dalam hati.

Dia mulai merasakan sedikit keraguan dan kehilangan percaya diri.

Oval dan Apis semakin bersemangat untuk menyerang Pendekar Kelelawar.

Namun, Pendekar Kelelawar tidak mau menyerah.

Dia mengumpulkan tenaga dalam dan kesaktian yang dia miliki, dan bersiap untuk melancarkan serangan balik yang lebih kuat.

"Aku tidak akan kalah!" teriak Pendekar Kelelawar dalam hati, sambil mempersiapkan diri untuk serangan berikutnya.

Pertarungan semakin sengit, dengan Oval dan Apis terus menyerang Pendekar Kelelawar dengan pukulan dan tendangan yang cepat dan akurat.

Pendekar Kelelawar harus menggunakan semua kesaktian dan pengalamannya untuk mengimbangi serangan mereka.

Pendekar Kelelawar melompat ke belakang, mempersiapkan diri untuk melancarkan serangan jarak jauh yang mematikan.

Dia mengangkat kedua tangannya, dan cahaya hitam mulai berkumpul di telapak tangannya.

"Awas Pis, pukulan jarak jauh mau keluar..!!" ucap Oval memberi peringatan.

Dengan gerakan yang cepat, Pendekar Kelelawar melemparkan pukulan sakti tersebut ke arah Oval dan Apis.

Oval yang waspada, langsung terbang ke atas untuk menghindari pukulan tersebut.

Dia bertengger di dahan pohon mangga, sambil memantau situasi.

Namun, Apis sedikit lengah dan tidak bisa menghindari pukulan tersebut dengan cepat.

Apis segera mengeluarkan jurus Tameng Naga, sebuah jurus yang dapat melindungi dirinya dari serangan lawan.

"Jurus Tameng Naga!!!!" teriak Apis.

Tameng berwarna hitam mengelilingi tubuh Apis, siap untuk menahan pukulan sakti Pendekar Kelelawar.

Dua pukulan sakti Pendekar Kelelawar meluncur ke arah Apis, dan salah satunya mengenai Tameng Naga yang melindungi tubuh Apis.

Terdengar suara "Duaaarrrr... Duaaarrrr..." ketika pukulan tersebut menghantam Tameng Naga.

Apis merasakan getaran yang hebat ketika pukulan tersebut mengenai Tameng Naga, namun beruntung jurus tersebut dapat menahan serangan Pendekar Kelelawar.

"Astaga, kuat sekali pukulan nya... Untung saya cepat mengeluarkan jurus Tameng Hitam," ucap Apis dalam hati, sambil memuji kesaktian Pendekar Kelelawar.

"Mundur semuanya jaga jarak, mundur-mundur," ucap Tohirin memperingatkan warganya.

Situasi makin memanas pukulan sakti yang mempunyai daya hancur kuat silih berganti dilancarkan.

Oval yang sempat khawatir melihat Apis terkena pukulan sakti, menjadi lega ketika melihat Apis baik-baik saja.

Oval pun berkonsentrasi dan fokus tenaga dalam.

Kepalan tangan Oval mengeluarkan cahaya hijau berkilau. Aura kesaktian pukulan Naga Hijau.

" Jurus Pukulan Naga Hijau!!! "teriak Oval.

Oval kemudian meloncat ke arah Pendekar Kelelawar, serasa melepaskan pukulan jarak jauh yang sakti.

Pukulan Sakti Naga Hijau meluncur ke arah Pendekar Kelelawar dengan cahaya hijau yang melesat.

Wuzzzgg!!!!!

Pendekar Kelelawar mencoba mengeluarkan jurus penahan pukulan sakti, namun kekuatan Pukulan Sakti Naga Hijau terlalu besar.

DUAAARRR!!!!!!

Ledakan keras terjadi ketika pukulan tersebut menghantam jurus penahan Pendekar Kelelawar.

"Akhhhhhk!!" pekik Pendekar Kelelawar kesakitan.

Tubuh Pendekar Kelelawar terpental 10 meter ke belakang dan terjerembab dengan tubuh mengeluarkan asap.

Pendekar Kelelawar bangkit kembali sambil menahan rasa sakit, namun belum sempat dia pulih sepenuhnya, kaki Apis sudah mendarat di lehernya.

Bukkkk...!!!!

"Akhhhk...." pekik Pendekar Kelelawar kesakitan.

Pendekar Kelelawar terpental kembali 3 meter ke sisi kanan, kesulitan untuk bangkit.

"Wah..... Kacau ini.... Berbahaya...."ucap Bupati Jordan.

Bupati Jordan yang melihat Pendekar Kelelawar, andalannya, menjadi bulan-bulanan Oval dan Apis, menjadi marah.

"Serang! Serang mereka!" teriak Bupati Jordan kepada anak buahnya yang berjumlah 18 orang, semua bersenjata golok.

"Tunjukkan kekuatan kalian!" ucap Bupati Jordan memberikan semangat.

Anak buah Bupati Jordan bersiap untuk menyerang Oval dan Apis dengan senjata golok mereka.

"Serqngggg!!!" ucap Bupati Jordan dengan semangat.

Anak buah Bupati Jordan langsung menyerang Oval dan Apis dengan mengunakan golok.

Oval dan Apis bertarung dengan 18 orang, namun lawannya tidak seimbang dengan kesaktian mereka.

Satu persatu, Oval dan Apis menumbangkan lawan dengan mudah, menggunakan pukulan dan tendangan yang cepat dan akurat.

"Haha... Apa ini... Seperti latihan di perguruan saja... Ayo serius kalian..." ucap Apis terhadap para penyerang.

"Kumpulan preman ini harus di hajar habis karena mereka yang sering menyusahkan warga." ucap Oval kepada Apis.

Para penyerang itu hanya memiliki jumlah yang banyak, namun tidak memiliki kesaktian yang sebanding dengan Oval dan Apis.

Mereka hanya memiliki gerakan jurus-jurus standar yang tidak cukup untuk menghadapi kesaktian Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam.

Lambat laun, para penyerang itu mulai berjatuhan, dan sisa-sisa yang masih berdiri tidak berani untuk menyerang lagi karena takut terkena pukulan dari Oval dan Apis.

Mereka mundur dengan rasa takut dan kekalahan, meninggalkan Oval dan Apis sebagai pemenang.

"Haah!" teriak Oval sambil menendang salah satu penyerang ke tanah.

"Kalian tidak cukup untuk menghadapi kami!"

"Hahahaha... Ayo maju sini.." ucap Apis ketika melihat para penyerang semakin mundur.

"Para pengecut...!!" ucap Apis, sambil memandang para penyerang yang mundur dengan rasa takut.

"Ya, kalian tidak memiliki kesaktian yang cukup untuk menghadapi Pendekar Naga."ucap Oval.

Melihat lawan tak berani menyerang , Oval dan Apis semakin yakin bahwa mereka dapat mengalahkan Bupati Jordan dan mengakhiri kekejamannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!