NovelToon NovelToon
AKAD TANPA CINTA

AKAD TANPA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

Di usianya yang masih belia, Amara dipaksa menghadapi kehilangan, penolakan, dan kenyataan pahit, bahwa terkadang dosa orang tua meninggalkan luka bagi anak-anaknya.
Menjadi anak dari seorang yang bersalah, bukan berarti ia harus menanggung hukuman yang sama. Mampukah Amara meyakinkan dunia tentang itu? ketika perempuan yang paling ia cintai, yang dipanggilnya mama telah lebih dulu menjauhinya. Dan di saat hatinya masih porak poranda, Amara dipaksa menikah dengan laki-laki yang berusia lebih dari dua kali usianya.

Yuk ikuti kisahnya, Akad Tanpa Cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10

Amara duduk di sofa kamar utama, ia memeluk erat kebaya yang baru saja dicobain untuk kedua kalinya setelah di butik tadi. Rencana awal hanya akan menyewa untuk satu hari, namun sang mama mertua malah membelikannya. Dan uang yang semalam di dapatnya dari Abimanyu masih utuh, tanpa berkurang sedikitpun.

Tok tok tok...

"Neng, kamu tidur nak?"

Ketukan di pintu diikuti suara sang mama mertua yang memanggilnya, membangkitkan raga Amara. Ia segera turun dari ranjang menuju pintu. "Iya ma..." Sahutnya seraya membuka pintu, ia menyembulkan kepalanya keluar.

"Kirain mama tidur. Kalau gitu bantuin mama masak yuk! Sekalian belajar biar tahu juga kesukaan Abi." Ajak Halimah tanpa ragu, ia sengaja meminta Amara untuk membantunya supaya gadis itu tidak terus-terusan bengong sendirian di kamar.

"Masak apa ma? Ayo!" Tanya Amara antusias, wajahnya berbinar. "Sebentar ma aku rapiin kebaya dulu." Ucapnya kemudian kembali masuk ke kamarnya. Tak berselang lama, Amara menyusul Halimah ke dapur sembari membawa barang yang ditanyakan mertuanya tadi saat di mall.

"Ma, ini yang mama tanyain tadi."

Halimah meletakkan wortel di atas meja, kemudian ia menghampiri Amara. "Buka saja." Titahnya seraya menarik kursi.

Amara pun menurut, ia membuka kotak perhiasan mas kawin dari Abimanyu yang baru sempat di bukanya. Matanya hampir tak berkedip menatap perhiasan di dalam kotak tersebut, tiga buah logam mulia dengan berat masing-masing 10 gram. Juga ada kalung, gelang, dan giwang.

Dengan sedikit gemetar, tangannya menyentuh perhiasan tersebut. "Ma, ini..."

"Itu punyamu, sayang. Ayo mama pasangin kalungnya." Halimah bangkit kemudian ia meraih kalung dengan liontin huruf 'A' tersebut dan memakaikannya pada Amara. "Kalung ini, dan juga perhiasan di kotak itu semua milikmu neng. Kalau bisa kalungnya jangan sampai di lepas ya, mama sengaja pilih liontinnya huruf 'A' karena itu inisial namamu dan juga Abi." Dengan bangga dan perasaan penuh haru, Halimah mengusap kalung yang kini sudah terpasang cantik di leher Amara.

Tak sampai di situ, paruh baya itu juga memasangkan gelang di tangan Amara dan juga tak ketinggalan giwang yang ikut di pasangnya. "Tuh kan, cantik sekali. Mana cincinnya, masih dipakai kan?" Lanjut Halimah kemudian meraih tangan Amara hendak melihat cincin kawin yang juga pilihannya.

"Ini ma, masih." Amara mengangkat tangan, memperlihatkan cincin yang kemarin dipasang Abimanyu, masih melingkar di jari manisnya.

"Syukurlah kalau begitu. Mama tahu ini enggak bakalan mudah buat kalian, tapi mama yakin kalian pasti bisa melewati dan menjalaninya." Halimah menarik napas dalam-dalam, ia menatap Amara. "Apapun yang terjadi kedepannya, terlepas dari niat masing-masing saat ini selama itu bukan kdrt dan perselingkuhan maka jangan pernah saling meninggalkan, ya." Ucapnya lembut, sorot matanya teduh namun sarat akan harapan dan permohonan.

"Iya ma." Amara mengangguk, namun tak lama kemudian gadis itu menatap Halimah. "Kalau om Abi nya yang ingin pergi, gimana ma?" tanya nya penasaran.

Lagi-lagi Halimah menarik napasnya. Lihat dulu apa alasannya, kalau dia pergi karena kalian tengah berselisih paham atau ada ribut kecil, maka tahan dia. Tapi... Kalau Abi pergi karena seseorang, maka lepaskan. Mama ada bersamamu." Ucap Halimah tegas. "Se-lingkuh itu penyakit yang langka obatnya, dari pada membatin lebih baik buang saja! Karena apapun yang diraih dengan merusak kebahagiaan orang, itu tak kan bertahan lama."

"I-iya ma, tapi apa mama enggak malu karena om Abi malah menikah sama aku yang notabene anak seorang pes-"

"Suts" Halimah menggelengkan kepala dengan cepat. "Semua orang punya masa lalu dan latar belakang keluarga yang tidak bisa dilenyapkan begitu saja. Mama percaya, kamu sudah bisa membedakan mana salah mana benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Sebab itu... Kamu jangan terlalu menghiraukan ucapan orang, karena kita yang menjalani hidup. Selama tidak merugikan orang, dan selama Abj tidak mempermasalahkannya, maka anggap saja omongan orang itu angin lalu. Karena yang jadi tumpuannu sekarang adalah Abimanyu, bukan orang lain."

Tutur Halimah panjang lebar berusaha meyakinkan dan menanamkan rasa percaya diri pada Amara.

Gadis itu mengangguk pelan, namun tak lama kemudian ia berbalik. "Sebentar ma!" Ucapnya seraya meninggalkan Halimah. Tak berselang lama Amara kembali ke meja makan. "Ini uang yang kemarin itu." Tangannya meletakkan uang yang dibungkus amplop coklat, i-sinya nampak acak-acakan. "Kemarin buru-buru, jadi enggak sempat dirapikan dulu uangnya." Ucapnya tersenyum sembari menggaruk pelipis.

"Ini uang mas kawin?" Halimah menatap amplop coklat dan Amara bergantian.

"Iya ma, kemarin sebenarnya udah aku kasihkan ke mama Sonia. Tapi mama enggak mau terima, katanya ini uangku. Sekarang mama saja yang simpan, aku buat pegangan sudah ada sejuta yang semalam dari om Abi. Sisanya yang satu juta lagi mau aku kembalikan."

"Jangan! Jangan dikembalikan! Pegang saja, nanti keenakan dia enggak mau ngasih uang, lain kali kalau butuh apapun harus minta, karena itu sudah jadi kewajiban." Halimah menggelengkan kepala, "Kamu punya nomor rekening enggak?"

"Ada ma..."

"Sini mama minta, biar uang yang sepuluh juta ini mama transfer ke rekening kamu." Halimah bangkit hendak mengambil ponselnya.

"Kirim ke nomor mama." Halimah menyebutkan nomor ponselnya yang langsung di save sama Amara. Paruh baya itu terlihat fokus mengotak-atik ponselnya, tak berselang lama ponsel Amara berbunyi.

"Ma... Kok jadi dua belas juta?" Amara menatap Halimah, raut khawatir terlihat jelas di wajahnya. Takut sang mertua salah ketik nominal sehingga uang yang dua juta dari Abimanyu harus ikut diserahkan juga, dan dirinya tidak akan memiliki uang pegangan.

"Itu uang jajan dari mama, kamu harus betah dan sabar ya sama anak mama." Halimah mengusap puncak kepala Amara, sorotnya penuh kasih dan harapan.

Amara memaku, entah harus berkata apalagi dirinya mengapresiasi kebaikan dan kasih sayang mertuanya. Ia hanya berdoa dalam hati, semoga kasih sayang itu tak berubah sampai kapanpun.

Di tempat berbeda, Abimanyu melajukan mobilnya keluar dari pelataran gedung bertingkat tempatnya bekerja. Tubuh yang lelah membuatnya ingin segera tiba di apartemen dan beristirahat, sore itu jalanan masih lumayan lengang membuatnya bisa sedikit bernapas lega.

Tak ingin terjebak macet, Abimanyu pun segera menginjak pedal gasnya lebih dalam. Namun belum sempat mobilnya membaur ke jalan Raya, sebuah sedan mewah meluncur cepat dari arah kiri lalu berhenti melintang tepat di depan jalurnya.

Abimanyu sontak menginjak rem. Ban mobilnya berdecit pelan, menyisakan jarak yang hanya beberapa senti dari bumper mobil yang kini menghadangnya.

Keningnya mengkerut, bersamaan dengan rahangnya yang mengeras. Siapapun yang nekat menghalangi jalannya, jelas-jelas orang itu sedang mencari masalah.

Namun begitu pintu mobil di depannya terbuka, dan seorang perempuan turun dengan langkah anggun, seluruh amarah di wajahnya perlahan berubah menjadi keterkejutan yang sulit disembunyikan.

Perempuan itu... Kembali menampakkan diri setelah bertahun-tahun menghilang. Entah kebetulan macam apa, di saat dirinya baru saja menikahi seorang remaja tiba-tiba muncul. Perempuan yang dulu berhasil membuatnya mengeluarkan sumpah serapah untuk tidak mengenal dan berhubungan lagi dengan mahluk yang bernama perempuan, dan kini tengah melangkah menghampirinya.

Tok tok tok...

"Hai Bi... Apa kabar?"

1
Mimi Yoh
ayo...itu apa...😄😄😄
Mimi Yoh
kalau khawatir bilang aja...nggak usah banyak alasan ya 😁😁😁
Mimi Yoh
keluar diam-diam 😯😯 ..mara memangnya kalau mau keluar kamar sambil nyanyi atau teriak gitu..
Mimi Yoh
😯😯😆😆😆😆😆
Mimi Yoh
sama-sama ngegedein gengsi
Mimi Yoh
saking khusunya masak ya mara 😁😁
Mimi Yoh
hahahahah jadi mara bener-bener nggak nyadar kalau pak suami sudah pulang dan sudah jauh pindah ke alam mimpi 🤗🤗
Mimi Yoh
berasa ada yg hilang ya om 😁😁
Mimi Yoh
tahu masih punya suami...malah dibantu selingkuh...
Mimi Yoh
dasar matre
Mimi Yoh
oooh dijanjiin sesuatu kamu ya...
Mimi Yoh
sudah tahu kesalahan ada pada jenny, masih aja dibantu untuk deketin abi, tahu abi juga sudah menikah, terpaksa ataupun tidak, tetap abi sudah punya istri...kayak bukan sesama perempuan saja, dimana hatimu tya...
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sama-sama gengsi... padahal saling mengkhawatirkan.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yaa ampun demi hadiah liburan ternyata....
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Tya dimana hatimu sebagai sesama perempuan. Abi kan sekarang sudah punya istri, tapi kamu kok bisa²nya malah berusaha mendekatkan Abi dengan Jenny. Kalau posisimu sebagai seorang istri apa nggak sakit hati yaaa....
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : keknya Tya itu mkkb masa kecil kurang bahagia 😅
total 4 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh keren... begitu donk Bi, jangan mau dimanfaatkan lagi apalagi sama mantan. Semoga sikap tegasnya bisa terus dipertahankan yaa, ingat... ingat... kamu sekarang sudah bukan single lagi.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Iyaa iyaa ngerti om... tapi yaa jangan kasar² gitu donk. Seharusnya kamu lebih berpengalaman bagaimana meredakan amarah. Ini om mantan bujang lapuk beneran nggak tahu yaa caranya meluluhkan hati perempuan.
ms. yati74
🤣🤣🤣yg atu manta bujang lapuk yg atu bocah baru netes....angeeell tooo nyatu nyaa🤣🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
canggung dan sama" jaim yg bikin nagih, cukup buat ngilangin rasa kesel gegara Tya😥🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
baguss kau Abi tegas begitu
Iper: Pasti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!