NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Romantis
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Rangga melamarnya setelah suaminya meninggal. Mirisnya, Suaminya meninggal karena Rangga. Apakah Arumi dapat bertahan dalam takdir yang seakan sedang berkelakar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian Perkawinan Pisah Harta

Arumi tertegun, separuh hatinya masih mencerna kejujuran brutal yang baru saja keluar dari mulut pria di depannya. Kini dalam benaknya terbayang kemungkinan-kemungkinan yang baru saja diutarakan Rangga.

Ya, bagaimana kalau Rangga menikah dengan perempuan pilihannya. Lalu perempuan itu tidak setuju dengan aksi donasi Rangga untuk Arumi? Bisa jadi karena cemburu dan sebagainya. Istri Rangga akan memiliki hak penuh untuk menghentikan semua aliran dana. Pun sebaliknya... kalau Arumi menemukan tambatan hati lain, Rangga akan merasa dia sudah tidak wajib lagi menjaga Arumi, karena perjanjiannya dengan Mas Ary akan gugur otomatis. Sudah ada yang menjaga Arumi, dan itu bukan Rangga atau pun Mas Ary.

"Kenapa harus saya, Rangga?" tanya Arumi dengan nada yang kini melembut. "Di luar sana ribuan wanita mengantre untuk pria dengan aset sepertimu. Kenapa memilih janda dari pria yang kamu celakai?"

Rangga menyandarkan punggungnya, wajahnya nampak mendung. "Kenapanya... Entahlah. Tapi yang saya tahu... Mbak berusaha sekuat tenaga untuk anak-anak yang bukan darah daging sendiri. Hal yang saya impikan dari dulu. Memiliki ibu yang seperti Mbak. Saya tidak dapatkan hal itu, dan saya ingin anak-anak Mas Ary tidak seperti saya.”

Rangga pun mencondongkan tubuhnya ke arah Arumi. “Izinkan saya ya Mbak? Saya mohon?”

Keheningan melanda ruang itu beberapa saat. Sampai akhirnya Denny yang mulai bosan karena ia juga lapar, menangkap momentum keheningan itu untuk menyodorkan draf tambahan ke atas meja kayu di depan mereka.

“Baiklah, mari kita bicara soal hitam di atas putih agar transaksi bisnis ini adil untuk Anda, Bu Arumi," kata Denny, kembali ke mode pengacaranya. "Jika Anda menyetujui pernikahan ini, Anda akan menerima hak kontrol penuh atas rumah tinggal Anda sekarang. Semua tagihan, UKT Rian, biaya UTBK Aryo, hingga jaminan hidup orang tua Anda di Purwokerto, juga... Biaya hidup ibunya Pak Ary akan dipotong langsung melalui system automatic debit rekening pribadi Pak Rangga."

"Tu-tunggu! Biaya hidup Mamahku juga? Mertuaku?" ada sinar harapan dalam diri Arumi. Karena tadinya dia juga memikirkan mengenai hidup mertuanya ini.

"Tentu... Dia yang paling kehilangan dalam hal ini. Malah sudah kami penuhi jauh sebelum kebutuhan Bu Arumi. Karena, seorang istri tadinya adalah orang lain. Tapi seorang ibu selamanya akan jadi Ibu. Kalau anda berduka selama 3 bulan, ibu Pak Ary akan berduka seumur hidupnya. Anda dan Ibu Pak Ary tidak perlu meminta, semua akan terisi otomatis setiap bulan."

Rangga mengangguk setuju.

“Itu semua diluar nafkah setiap bulan dan jajan anak-anak ya Mbak.” Tambah Rangga.

Arumi menunduk, ia berpikir.

Tak sadar tangannya gemetar di atas meja.

Terbayang di benaknya wajah Mas Ary-nya. Saat pria itu tersenyum, memeluknya, menciumnya. Lalu merayunya saat ngambek tak jelas. Terbayang saat Mas Ary-nya melamarnya di depan almarhum istrinya.

Tapi berikutnya, terbayang juga saat Rian naik sepeda dan jatuh lalu menangis memeluk Arumi si ibu sambung dibanding ayahnya sendiri. Terbayang saat Aryo kecil dengan mata berbinar menyusun lego dengan susunan membentuk huruf ‘lov u mama’. Terbayang saat mereka bertiga jalan-jalan ke mall sambil berpelukan sepanjang jalan.

Ia harus memantapkan dirinya demi masa depan anak-anak. Demi kebaikan semua pihak. Ia berusaha menekan segala keegoisan dan harga dirinya. Ini adalah keuntungan yang baik bagi kedua belah pihak. Dirinya dan Rangga.

Ia meyakinkan dirinya sendiri.

“Bagaimana jika... suatu saat salah satu dari kita berkhianat?” ini sebenarnya pertanyaan yang logis yang keluar dari mulut Arumi. Bukan karena ia menuduh Rangga akan macam-macam. “Maksud saya... kamu masih muda. Bahkan lebih muda dari saya. Kamu juga laki-laki normal. Kamu tanpa tanggungan apa pun, kamu punya segalanya. Sementara saya hanya lulusan S1 yang tidak memiliki bekal apa pun, saya tidak bisa mengimbangi kalau kamu mengobrol mengenai pekerjaan. Saya bukan perempuan yang menarik. Hati manusia bisa saja berubah kan?”

Rangga tidak tersinggung. Ia justru menatap Arumi dengan tatapan yang sangat lempeng, seolah sudah memprediksi ketakutan wanita itu.

"Saya tidak akan berselingkuh, Mbak. Tapi jika Mbak butuh jaminan..." Rangga memajukan tubuhnya, menatap Arumi tanpa keraguan sedikit pun. "Denny, masukkan klausul mutlak atas usulan saya sendiri. Jika di kemudian hari saya terbukti melakukan perselingkuhan, perzinahan, atau ada satu saja tindakan fisik saya yang masuk kategori KDRT terhadap Mbak Arumi dan anak-anak... maka detik itu juga, setengah dari seluruh aset pribadi saya beserta saham kepemilikannya di Red-Desmont Investment akan langsung beralih kepemilikan atas nama Mbak Arumi."

Denny menghentikan ketikannya di laptop, menatap Rangga dengan pandangan tidak percaya. "Bukan sekali dua kali saya mendapatkan ide gila Pak Rangga, ini namanya Pak Rangga menyerahkan leher secara sukarela untuk dipenggal Bu Arumi kalau salah paham sedikit saja!"

"Tulis saja, Denny..." Rangga tersenyum dengan nada menekan Denny, tanpa mengalihkan pandangannya dari Arumi. "Saya tidak peduli dengan harta itu. Uang bisa saya cari lagi, dimana pun saya berada. Di perusahaan ini atau di perusahaan baru. Perusahaan saya dipegang orang lain pun tidak sebesar saat saya yang memimpin kan? Rejeki bukan bersumber dari manusia, dan tak akan tertukar. Saya hanya ingin Mbak Arumi tahu kalau saya serius. Saya ingin Mbak merasa aman."

"Bagaimana dengan Bu Arumi? Kalau dia yang cari 'Orang lain' bagaimana Pak Rangga?" Denny menyeringai licik.

"maka gugurlah semua kewajiban saya saat itu juga. Tapi saya tak akan menuntut lebih dari itu. Karena saya tahu, tak ada orang lain selain Mas Ary di hati Mbak Arumi, Kan?" dengan sendu Rangga menatap Arumi.

Arini menggigit bibirnya karena belum habis rasa bimbangnya. Rangga benar, ia sangat mencintai Almarhum suaminya. Sampai rela kebebasannya sebagai manusia diambil alih untuk hidup darah daging suaminya. Baginya, hal itu adalah tujuan hidupnya. Bermanfaat bagi orang yang menyayanginya.

Denny mengembuskan napas kasar, berusaha menetralisir keheningan mendadak ini. Lalu terkekeh sinis sambil menggelengkan kepalanya. Ia kembali mengetik dengan beringas. "Ya, ya ya yaaaa...” ia bosan dengan sifat tak terduga Rangga. “Baiklaaaah, Draf ini resmi jadi surat hukuman mati finansial untuk Pak Rangga. Bagaimana, Bu Arumi? Kesepakatan yang cukup mewah untuk jaminan masa depan anak-anak, bukan? Bahkan kalian berdua bukan orang tua kandung mereka."

Arumi tidak langsung menjawab. Otaknya tidak langsung silau oleh angka yang ditawarkan. Ia menarik napas panjang, menatap draf perjanjian itu dengan penuh pertimbangan makro tentang risiko mental anak-anaknya ke depan. Ia tahu, ia sedang menggenggam kendali penuh atas hidup sang CEO muda, namun ia harus tetap melangkah dengan hati-hati.

"Saya butuh waktu satu malam untuk bicara dengan anak-anak," ucap Arumi akhirnya, berdiri sambil menyambar brosur kampus Rian.

Rangga ikut berdiri, mengangguk hormat dengan sikap yang sangat gentleman. "Saya tunggu jawaban Mbak besok pagi. Tony akan bersiap di depan rumah Mbak jam tujuh."

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku jadi Arumi mending cuma tau duit nya ajalah🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kok bisa ya bintang kayak gitu, trauma apa yg membentuk dia seperti itu
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bintang gak selamanya jadi bintang kan..
Lempongsari Samsung
makasih upnya maddam❤❤❤❤❤❤
HilVi Tanurahardja💋
tonyyyy, no no no no ya☝🏻
HilVi Tanurahardja💋
😆😆😆😆
HilVi Tanurahardja💋
betul, guru jg begitu
HilVi Tanurahardja💋
semoga GK ketemu 2 lagi ya rum, ngeri banget ih
mamaqe
mamaq mumet tau duit ajalah😅🤣🤣
Atala Putri
hadir madam💪 tak tunggu up mu
Naftali Hanania
26thn dah melesat kayak komet 😍👍
Hai Madam....Alhamdulillah nongol lg....hbs liburan ya Madam 💖
Miss F
Rangga pelukable loh rum,,MW rasain g??🤣🤣
Leni Pur indah sari
sudah tergoda belum mba arumi??🤭🤭
𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱
weew ... selalu emejing tulisan madam 🤩🤩🤩🤩
Reni
Gimana Rum, Rangga emang se mempesona itu, gk heran banyak demit ganjen berkeliaran di kantor kan? tuh, biang demitnya si Bintang baru aja di amankan🤭
Siti Rohmah
mantap
Eni Istiarsi
kalo mau cari bacaan yang all in ya disini. ini udah kayak ruang publik yang one stop service.dapet hiburan, dapet ilmu, dapet realita hidup
Eni Istiarsi
mulai bergeser penilaian Arumi ke Rangga🤭
Dede Maesaroh
lanjut madam😍
virdarizki / ig vindy yuliana1
recomend banget semua novel kamu ka beda dari yg lain, ga bosen² baca nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!