NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka Sang Dewi, Sapu Tangan Es

​"Lari? Di hadapan kursi ini, bahkan hukum ruang sekalipun harus tunduk. Ke mana kalian pikir bisa melarikan diri?"

​Suara Ye Qingyue bergema, bukan lagi seperti suara manusia, melainkan seperti dentang lonjak kematian yang turun langsung dari langit tertinggi.

​Tiga Tetua Sekte Pemburu Jiwa yang baru saja membalikkan badan untuk kabur tiba-tiba membeku di udara. Bukan karena mereka ketakutan, melainkan karena atmosfer di sekitar mereka telah memadat. Udara, angin, bahkan tetesan air hujan yang tadinya menderu, kini mengkristal menjadi dinding es transparan tak kasat mata yang mengunci pergerakan mereka secara absolut.

​"T-Tidak! Kakiku tidak bisa digerakkan!" Tetua Ketiga berteriak histeris. Matanya melotot ngeri saat melihat kabut biru pucat mulai merambat naik dari ujung jubah abu-abunya, mengubah kain, kulit, hingga dagingnya menjadi es batu dalam hitungan detik.

​"Gunakan Seni Pembakar Jiwa! Hancurkan belenggu ini!" Tetua Pertama meraung gila. Wajah tuanya berkerut mengerikan saat dia mencoba memicu sisa energi Dantian Inti Emas miliknya untuk menciptakan api hitam penolak es.

​Namun, usaha mereka hanyalah perjuangan sia-sia seekor semut di bawah kaki gajah.

​Ye Qingyue mengangkat tangan kanannya yang seputih giok fana. Jari-jemarinya yang lentik bergerak pelan, membentuk satu segel kuno yang sangat rumit di udara. "Seni Es Abadi—Hujan Salju Pembunuh Jiwa."

​Ting.

​Satu ketukan jari dari sang Dewi memicu reaksi berantai yang mengerikan. Awan salju raksasa yang menyelimuti langit Kota Gales tiba-tiba berhenti berputar. Detik berikutnya, jutaan kepingan salju berbentuk jarum kristal turun dengan kecepatan yang memotong malam. Jarum-jarum es itu tidak jatuh ke tanah, melainkan melesat lurus, memburu ketiga Tetua tersebut bagai badai anak panah dewa.

​Jleb! Jleb! Jleb!

​"AAAKKKHHHH!!!"

​Jeritan melengking yang penuh penderitaan memecah keheningan Kota Gales. Jarum-jarum es murni milik Ye Qingyue menembus zirah pelindung, kulit, dan tulang ketiga ahli Inti Emas itu tanpa hambatan sedikit pun. Yang lebih mengerikan, teknik ini tidak hanya menghancurkan fisik, tetapi juga membekukan kesadaran ilahi dan jiwa mereka hingga hancur berkeping-keping.

​Hanya dalam waktu tiga helaan napas, jeritan itu lenyap. Di udara malam, tiga patung es berbentuk manusia berjubah abu-abu melayang kaku.

​Ye Qingyue menurunkan tangannya, lalu mengepalkan jarinya pelan.

​Prang!!!

​Tiga patung es raksasa itu pecah menjadi miliaran debu salju berkilau yang langsung menguap tertiup angin malam, tidak menyisakan seuntai rambut atau setetes darah pun dari ketiga Tetua Sekte Pemburu Jiwa. Mereka musnah dari muka bumi seolah-olah tidak pernah ada sebelumnya.

​Seluruh penjuru Kota Gales seolah menahan napas. Para kultivator kuat yang bersembunyi di balik kegelapan malam, termasuk mata-mata kekaisaran, langsung memendam aura mereka sedalam mungkin. Mereka tahu, siapa pun wanita berambut perak yang baru saja mendatangkan murka es itu, dia adalah eksistensi yang sanggup menghapus kota ini dari peta hanya dengan satu jentikan jari.

​Setelah badai salju mereda, keheningan total melanda halaman penginapan yang hancur.

​"Ugh..." Sebuah erangan parau memecah kesunyian.

​Lin Huang, yang sejak tadi menyaksikan pembantaian sepihak itu dengan mulut ternganga, tiba-tiba merasakan seluruh kekuatannya habis total. Efek samping dari memaksakan Teknik Pedang Pembelah Langit saat Qi-nya kosong, ditambah racun jiwa dari serangan musuh sebelumnya, membuat tubuh perunggunya mendadak lemas.

​Lutut Lin Huang goyah, dan tubuh tegapnya hampir ambruk menghantam lantai batu yang dingin.

​Namun, sebelum tubuhnya menyentuh tanah, sebuah aroma harum yang teramat suci seperti bunga es langka menyergap indra penciumannya. Sebuah tangan yang sangat lembut namun sedingin salju murni dengan sigap menahan bahunya, mencegahnya terjatuh.

​Lin Huang mendongak, mendapati wajah Ye Qingyue kini berada hanya satu jengkal dari wajahnya. Topeng bambu sang Dewi telah hancur saat pelepasan energi tadi, memperlihatkan kecantikan surgawi yang sanggup membuat seluruh dunia persilatan fana menjadi gila. Namun saat ini, sepasang mata perak sang Dewi tidak lagi memancarkan tatapan ingin membunuh seperti biasanya. Ada seuntai kabut emosi yang sangat rumit, asing, dan hangat tersembunyi di balik ketegasan tatapannya.

​"Manusia bodoh," Ye Qingyue berbisik, suaranya tidak lagi sekejam di awal pertemuan mereka. "Kondisi fisikmu sudah di ambang kehancuran, energi Dantian-mu kering, dan kau masih berani berdiri menantang tiga ahli Inti Emas? Jika aku terlambat satu detik saja, jiwamu benar-benar akan hancur."

​Lin Huang, meski napasnya terengah-engah dan sudut bibirnya masih meneteskan darah, memaksakan sebuah seringai tebal khasnya yang penuh kelancangan. "Heh... Dewi Ye... aku sudah bilang... selama aku masih bernapas, tidak akan kubiarkan babi-babi itu menyentuh wanitaku. Lagipula, jika kau mati, aku juga mati... jadi ini murni... investasi nyawa."

​"Kau masih sempat berbicara omong kosong saat sekarat?" Ye Qingyue mendengus pelan, seolah kesal dengan mulut tebal pemuda di depannya ini. Namun, tangannya tidak melepaskan bahu Lin Huang.

​Sang Dewi menarik sebuah sapu tangan sutra berwarna putih keperakan dari balik lengan gaunnya. Sapu tangan itu memancarkan aura es murni yang menenangkan. Dengan gerakan yang sangat lembut—sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh seorang penguasa tertinggi Alam Atas sepanjang sejarah—Ye Qingyue mengusap darah segar dan jelaga hitam yang mengotori wajah Lin Huang.

​Sensasi dingin dan lembut dari sapu tangan es itu seketika menjalar ke seluruh saraf wajah Lin Huang, menekan rasa sakit di dadanya dan menetralkan racun hitam yang mulai merambat di lehernya.

​Lin Huang tertegun, menatap mata perak Ye Qingyue yang begitu dekat. Keintiman yang tiba-tiba ini membuat jantungnya yang dilapisi otot perunggu berdetak dua kali lebih cepat bukan karena ketakutan, melainkan karena bumbu romansa yang mendadak meledak di antara mereka.

​"Melihatku seperti itu lagi, dan aku akan membekukan matamu," Ye Qingyue memperingatkan dengan nada dingin yang dipaksakan, meski samar-samar ada semburat merah muda yang sangat tipis muncul di pipinya yang seputih porselen.

​BZZZZT!

​Tepat pada momen yang manis namun tegang itu, pergelangan tangan kiri Lin Huang tiba-tiba bergetar hebat. Tato jam pasir mistisnya memancarkan pendaran cahaya hijau yang teramat terang, memecah keheningan kesadaran mereka berdua.

​[Misi Sampingan Terpenuhi secara Sempurna!]

[Status: Anda telah berhasil melestarikan keselamatan Dewi Ye Qingyue dan meremukkan faksi musuh lokal.]

[Sinkronisasi Hadiah Berhasil: Menyerap 'Ramuan Pemurni Darah Perunggu (Fase 2)' ke dalam inventaris jiwa Anda!]

[Peringatan Sistem: Kebocoran energi dari Dewi Ye Qingyue telah memicu sensor pelacak dari 'Formasi Mata Langit' Kekaisaran. Area Kota Gales akan dikunci total dalam waktu 2 jam!]

[Membuka Informasi Rahasia Pertama: Berkas Memori Kuno tentang asal-usul Tanda Batas Batil telah diaktifkan di dalam lautan kesadaran Anda!]

​Melihat rangkaian teks hijau yang melayang di kepalanya, Lin Huang langsung menarik napas dalam-dalam. Rasa aman 24 jam memang telah diaktifkan, namun ancaman dari pasukan Kekaisaran yang akan mengunci kota ini membuat mereka tidak bisa berlama-lama di tempat ini.

​"Dewi Ye," Lin Huang meredakan senyumannya, menatap serius ke arah Ye Qingyue yang kini sudah melepaskan tangannya setelah luka Lin Huang mereda. "Tato ini baru saja memberiku peringatan. Keributan yang kau ciptakan tadi memicu formasi pelacak kekaisaran. Tempat ini akan dikepung total dalam dua jam. Kita harus segera pergi sekarang juga, menuju Gurun Barat Daya sesuai petunjuk peta yang kurampas dari Tuan Besar Gao."

​Ye Qingyue mengangguk pelan, kembali memasang ekspresi dinginnya yang agung. "Kekuatanku yang baru pulih satu persen ini juga membutuhkan waktu untuk distabilkan agar tidak memicu deteksi lebih lanjut. Ayo pergi, Lin Huang. Mari kita lihat rahasia apa yang disembunyikan oleh takdir di gurun itu."

​Lin Huang bangkit berdiri, merasakan kekuatan barunya yang perlahan pulih berkat sapu tangan es sang Dewi. Dengan peta perak di tangan dan seorang Dewi tercantik di sisinya, Lin Huang melompat melewati puing-puing halaman penginapan, melesat menembus sisa-sisa badai es menuju gerbang keluar barat Kota Gales, siap membuka babak petualangan baru yang jauh lebih gila di Gurun Barat Daya.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!