NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Raka membawa Laras melayang menuju puncak kenikmatan. Lelaki itu memang pandai membawa istrinya terbang ke langit ketujuh. Setelah membuat Laras lemas tak berdaya dalam pelukan hangatnya, Raka menggendong tubuh istrinya menuju kamar tidur mereka.

Raka tersenyum bangga melihat Laras terkulai lemah setelah meluapkan hasratnya. Ia ingin membuat saat-saat seperti ini tak pernah terlupakan bagi istrinya. Tak ingin bertindak terlalu egois, Raka memberi jeda sebentar agar Laras bisa memulihkan tenaga sebelum melanjutkan ke ronde berikutnya. Dengan lembut ia membaringkan tubuh Laras di atas ranjang, lalu berbaring memeluknya dari belakang.

“Istirahatlah sebentar, nanti kita lanjut lagi,” bisik Raka.

“Masih mau lagi?” tanya Laras, mengira ia sudah bisa beristirahat dengan tenang.

“Iya, sayang. Kita harus berusaha keras agar segera punya anak,” jawab Raka sambil mengusap perut istrinya yang masih rata.

“Kak Raka yakin kita akan punya anak? Apakah Kakak benar-benar sudah mencintaiku? Jangan sampai anak ini nanti menjadi korban jika perasaan Kakak berubah. Kalau belum yakin, lebih baik kita tunda dulu. Lebih baik tidak ada anak jika suatu hari nanti kita harus berpisah,” ujar Laras dengan nada ragu, masih belum percaya bahwa Raka benar-benar mencintainya sepenuh hati.

“Jangan bicara begitu. Justru dengan adanya anak, ikatan kita akan semakin kuat. Aku memang belum bisa menjelaskan sepenuhnya apa arti perasaanku ini, tapi aku merasa sangat nyaman dan bahagia saat bersamamu. Percayalah, suatu hari nanti aku pasti akan mencintaimu dengan sepenuh hati, bahkan sampai tak bisa hidup tanpamu,” jawab Raka sambil mempererat pelukannya.

Setelah merasa cukup memberi waktu istirahat, Raka mulai kembali menyentuh dan membelai tubuh indah istrinya. Sentuhannya membuat Laras lupa segalanya, terbuai oleh kenikmatan yang meluap memenuhi seluruh tubuhnya. Raka sangat menikmati melihat wajah Laras yang penuh gairah, mendengar desahan lembut yang keluar dari bibirnya. Perlahan ia masuk ke dalam tubuh Laras, memejamkan mata menikmati rasa yang luar biasa. Baginya, wanita yang dulunya terasa biasa saja kini telah menjadi candu yang tak ingin ia lewatkan sehari pun.

Keduanya saling meluapkan rasa dan hasrat, hingga akhirnya tak mampu lagi menahan gelombang kenikmatan yang memuncak. Bersama-sama mereka mencapai puncak kebahagiaan, Raka mempererat pelukannya, menempelkan dahinya pada dahi Laras. Napas mereka masih terengah-engah, keringat bercampur di kulit masing-masing, dan mereka berdua diam menikmati sisa rasa yang terasa tiada tara. Setelah cukup tenang, Raka mencium kening dan bibir Laras, lalu mengucapkan terima kasih sebelum melepaskan pelukannya sedikit.

“Terima kasih, sayang,” ujar Raka sambil berbaring di samping Laras, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

Mendengar panggilan dan ucapan itu, hati Laras terasa sangat bahagia dan tak percaya. Panggilan yang selama ini ia nanti-nantikan akhirnya terucap juga.

“Kakak tadi bilang apa? Coba ulangi lagi,” pinta Laras dengan wajah berseri.

Raka masih tersenyum aneh, penuh pertanyaan di hati Laras yang sejak tadi penasaran apakah yang di dengarnya itu memang benar.

"kak, cepat katakan! Tadi kakak bilang apa?" tanya Laras sekali lagi.

"Memangnya kamu dengar apa?"

"sudahlah, Kak. Kenapa malah balik bertanya? Kakak tinggal jawab saja. Siapa tahu indra pendengaran sedang bermasalah,"

Terima kasih,” jawab Raka sambil tersenyum menggoda.

“Bukan itu, lanjutan dari kata terima kasih tadi,” kata Laras gemas.

“Sayang,” bisik Raka lembut, membuat pipi Laras seketika memerah dan jantungnya berdebar kencang penuh rasa bahagia.

"Eh, Kok tumben kakak pulang cepat hari ini?"

"Ya, karena aku ingin segera bertemu kamu, sayang,"

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!