NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:373
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Transformasi Alan

"Anak Pegasus itu berada di dalam bahaya maut faksi! Jika dia sampai jatuh pingsan dan tenggelam di dekat jajaran batuan karang tajam itu, tubuhnya bisa hancur terbentur atau mati kehabisan napas!"

Helios Marine berteriak cemas, tangannya mengepal erat sekop plastiknya. Moana di sisi lain didera kebimbangan yang luar biasa hebat; isi kepalanya mendadak teringat kembali pada kalimat peringatan keras ibunya, Nerissa Marine, yang dengan tegas melarang mereka untuk nekat berenang menuju ke tengah laut lepas.

Namun, menyaksikan teman baik dari Justin sedang berada di dalam kondisi kritis yang mematikan, hukum kepatuhan domestik di hatinya goyah berkeping-keping. Sementara di kejauhan laut, alunan sihir nyanyian Siren itu terus berlanjut membelah atmosfer pagi:

~...Where I met a fair maid, her grievance did lay...~

Secara mendadak, dari balik celah bayangan batuan karang hitam raksasa yang menjulang tinggi menembus ombak, sebuah bayangan entitas mahluk hidup muncul menembus permukaan air laut.

Struktur rambutnya yang teramat panjang tampak terurai bebas di atas air, memancarkan kilau kilatan cahaya keemasan yang menawan saat terkena pantulan sinar matahari pagi, menatap lurus ke arah tubuh jatuh Alan yang kian mendekat ke dalam perangkap cengkeramannya.

Alan, yang jiwanya saat ini sudah berada di ambang batas hilangnya kesadaran akibat jeratan kabut sihir, mengerahkan seluruh sisa-sisa kemauan psikologisnya untuk memaksa sepasang kelopak matanya tetap terbuka lebar.

Di tengah rasa sakit ekstrem yang kian menjalar hebat membakar di sekujur sendi pangkal sayap putihnya, sebuah getaran rasa penasaran yang teramat besar secara mendadak menyeruak bangun di dalam dadanya.

Dia merendahkan posisi kepalanya, melayangkan pandangan mata ungunya yang sayu menatap lurus ke arah permukaan air laut yang super jernih, tepat di bawah jalur lintasan terbang meluncurnya yang goyah.

Di sanalah, di balik pantulan cahaya fajar, dia berhasil menyaksikan fenomena tersebut. Di bawah permukaan air laut yang berkilau keperakan, sesosok bayangan entitas mahluk hidup tampak sedang bergerak berenang dengan pergerakan yang teramat anggun dan dinamis.

Sosok makhluk itu memendam helaian rambut panjang yang melambai-lambai bebas di dalam arus layaknya untaian rumput laut murni, berenang meliuk perlahan mengikuti ritme tempo dari alunan nyanyian magis yang diproduksinya sendiri.

Makhluk misterius itu memendam pigmentasi kulit yang tampak bersinar cerah, memantulkan pendaran pualam mutiara kuno di bawah air.

Setiap kali tubuh mahluk itu bergerak mendekat ke arah permukaan udara, frekuensi gelombang nyanyian kuno tersebut terdengar bergaung semakin kuat, pekat, dan memabukkan sistem saraf, membuat ritme kepakan sepasang sayap putih Alan di udara secara tidak sadar bergerak semakin melambat dan mati rasa.

Untuk satu fragmen detik yang krusial, saat makhluk bawah air itu memutar lekuk tubuhnya di dalam air, sepasang kelopak matanya yang memancarkan kilat warna biru safir murni menatap lurus menembus poros mata Alan.

Tatapan mata dari mahluk itu sama sekali tidak menyiratkan adanya hawa membunuh atau ancaman bahaya, melainkan sarat akan daya tarik magnetis aneh yang sanggup melumpuhkan logika batin.

Apakah... apakah mahluk yang berada di bawah air itu adalah sesosok putri duyung dari dongeng kuno semesta? gumam Alan di dalam relung hatinya yang mulai berkabut kelabu.

Rasa lelah fisik yang menghimpit tubuh kecilnya seolah-olah menguap lenyap, digantikan oleh adanya desakan keinginan batin yang teramat kuat untuk segera menurunkan ketinggian terbangnya, guna mendekati titik pusat sumber suara yang memabukkan tersebut.

Di sepanjang tepian pantai pasir putih Pesisir Azure, Justin yang sejak menit pertama mengawasi pergerakan Alan dari kejauhan, mendadak didera kepanikan massal saat melihat tubuh sahabatnya mulai terbang rendah dan bergerak berputar-putar statis di atas satu titik koordinat air yang sama.

"Alan! Jangan menghentikan kepakan sayapmu di titik itu! Sadarlah, teruskan penerbanganmu menuju ke daratan pantai sini!" teriak Justin sekuat tenaga hingga tenggorokannya terasa perih.

Dia bisa melihat dengan jelas dari kejauhan bahwa Alan telah sepenuhnya terbuai dan terhipnotis oleh pesona sosok mistis yang bergerak di dalam air bawah sana.

Moana yang berdiri tegak di samping Justin dengan tubuh gemetar, kini wajah manisnya berubah menjadi pucat pasi kehilangan warna darah. Sebagai Putri dari takhta Abyssal Trench, indra pendengaran Mermaid-nya mengenali dengan sangat baik melodi lagu tersebut.

Itu adalah sebaris lagu kuno yang memendam frekuensi terlarang, yang biasanya sering dinyanyikan oleh kaumnya, namun memiliki modifikasi frekuensi gelap yang tidak seharusnya digunakan untuk memikat orang asing di pagi hari yang cerah seperti ini.

"Justin, Helios! Teman kalian saat ini sedang berada di dalam ancaman bahaya maut faksi!" Moana memberikan peringatan keras dengan nada suara menegang kaku. "Paparan frekuensi suara itu sanggup membuat sistem kesadaran otaknya kehilangan kendali total dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam laut dalam!"

Namun, sebuah transformasi agung yang berada di luar jangkauan logika mahluk Bumi mendadak terjadi di tengah lautan, mengubah total situasi kritis tersebut menjadi sebuah rekonstruksi pemandangan yang teramat megah sekaligus mencekam.

Tepat pada detik ketika tubuh kecil Alan meluncur jatuh dan menyentuh permukaan air laut, identitas genetika aslinya sebagai pangeran klan Pegasus murni dari Planet Diamond langsung mengaktifkan sistem perlindungan absolut.

Energi murni klan Pegasus yang tingkatannya melampaui kapasitas makhluk imortal biasa di Bumi, secara instan membuat sistem saraf Alan kebal total terhadap efek sihir hipnotis mematikan dari para Siren.

Di bawah permukaan air laut Pesisir Azure yang teramat jernih, proses perubahan wujud fisik Alan berlangsung dengan sangat magis dan agung.

Sepasang sayap putih megahnya menyusut, menghilang sepenuhnya ke dalam punggung, dan dalam satu ketukan waktu, sepasang kaki kecilnya menyatu, bermutasi bertransformasi menjelma menjadi sesosok ekor Mermaid yang teramat indah, diselimuti oleh jajaran sisik halus yang berkilau seputih salju murni dengan guratan aksen garis emas murni yang memancarkan cahaya benderang di bagian ujungnya—sebuah visual kontras yang luar biasa megah di tengah kegelapan air laut dalam.

Sepasang manik mata ungu hangatnya yang semula meredup, kini bermutasi total, digantikan oleh binar kilau emas murni dengan pupil vertikal sewarna biru safir tajam, menandakan telah bangkitnya otoritas kekuatan kuno Pegasus dalam wujud adaptasi airnya.

Meskipun secara visual tubuh Alan tampak berdiri tenang di dalam air, namun atmosfer lingkungan di sekeliling radiusnya mulai berubah menjadi teramat mengerikan.

Suara sihir nyanyian merdu yang beberapa saat lalu membuai telinga, kini runtuh, menanggalkan selubung ilusi kecantikan mereka untuk menampakkan wujud asli yang menjijikkan.

Alih-alih dihuni oleh jajaran wanita cantik bermata jernih, segerombolan mahluk Siren kelaparan dengan tekstur kulit bersisik kusam sewarna lumpur, jemari tangan yang memendam cakar panjang yang tajam, serta deretan rahang berisi gigi-gigi runcing sekeras besi mulai bergerak mengepung posisi Alan.

Mereka berenang memutari tubuh Alan dengan kecepatan dinamis, memicu terbentuknya pusaran air kecil yang bising di sekeliling sang bocah Pegasus. Para Siren tersebut telah terbiasa selama ratusan tahun mengesekusi korban manusia atau mahluk daratan yang datang dalam kondisi linglung, tidak berdaya, dan siap dicabik-cabik. Namun, untuk fajar kali ini, insting berburu mereka dipaksa berbenturan dengan entitas penguasa dimensi yang sepenuhnya berbeda.

Para Siren itu mulai menyeringai lebar, mengeluarkan suara desisan parau yang memuakkan di antara sela-sela bait lagu mereka, mengambil ancang-ancang untuk bergerak menerjang guna mengoyak dan mencabik-cabik tubuh mahluk 'asing' berambut putih yang baru saja lancang memasuki wilayah territorial perburuan mereka.

Sementara itu, di tepi pantai pasir, Justin, Moana, dan Helios Marine yang menyaksikan siluet Alan jatuh terhempas masuk ke dalam air langsung terkesiap ngeri dengan napas tertahan. Namun, dari jarak daratan, mereka bertiga belum memendam visibilitas untuk menyadari adanya transformasi agung Alan; yang terekam oleh retina mata mereka hanyalah sosok sahabat mereka yang tenggelam ditelan arus di tengah kepungan bayangan makhluk mengerikan.

"Justin, Helios! Mereka semua yang merubung di tengah laut itu adalah kawanan Siren liar pantai barat!" teriak Moana dengan ekspresi wajah yang pucat pasi ketakutan. "Kita harus segera berlari kembali ke dalam rumah untuk memanggil bantuan Ayah Roland!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!