"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik sutra
Dengan pelan, Athena melepaskan penutup yang mengunci kotak coklat itu dan perlahan-lahan membukanya. Saat bagian atas itu terbuka, matanya membesar melihat isi didalamnya. Sebuah benda yang berkilau seolah selama ini tertutup rapat sehingga kilaunya terjaga.
"Ini......" Ucapan Athena tertahan.
"Iya, untukmu. Aku sudah menyiapkannya. Aku berpikir kau akan menyukainya."
"Pastinya. Ini benar-benar indah dan kilaunya berbeda. Sepertinya, ini bukan perhiasan biasa." Lucas menarik sudut bibirnya, menatap Athena yang masih mempertahankan tatapannya.
"Kenapa kau berpikir begitu?" Tanya Lucas.
"Ya, karena perhiasan ini terlihat begitu. Ada yang berbeda, tidak seperti yang lainnya. Meksipun...." Athena mengulum senyum. "Aku tidak ahlinya." Sambung Athena.
"Pakailah ini untuk resepsi mu nanti." Ujar Lucas.
"Kenapa kakek tidak berikan ini saat pernikahan ku tadi?" Tanya Athena penasaran.
"Aku tidak suka mencolok." Tapi Athena masih belum percaya begitu saja. Jawaban itu terlalu umum, Athena yakin ada hal lainnya.
"Baiklah. Terimakasih Kakek." Ujar Athena.
"Bawalah. Dengan hati-hati karena aku tidak ingin ada kesalahan lagi seperti sepasang sepatu itu Athena."
"Tentu Kakek. Aku jamin." Athena membawa kotak kayu berisi perhiasan itu pergi dari sana dengan perasaan yang masih bertanya-tanya tentang isi dari kotak kayu ini.
Setelah pintu tertutup. Adam datang dengan sedikit tergesa-gesa menemui sang Tuan Lucas. "Lapor Tuan."
"Bagaimana? Sudah ketemu?" Tanya Lucas dengan nada dingin.
"Tuan, saya menemukan seorang pelayan yang melakukan nya. Tapi, ini cukup menantang, pelayan ini tidak mau bicara."
"Dan tentunya kau tidak hanya kemari untuk melaporkan hal seperti ini saja padaku bukan?"
"Tuan, pelayan itu......" Adam mendekat dan berbisik.
"Apa saya langsung eksekusi semuanya Tuan?"
"Tidak!" Keputusan Lucas membuat Adam terkejut. Pria itu tidak menyangka akan mendengar jawaban ini.
"Tuan yakin? Ini bisa menjadi bahaya untuk nona Athena maupun keberadaannya disini."
"Kalau dia berhasil menemukan apa yang tersembunyi dibalik kotak kayu itu. Maka aku percaya, dia tidak perlu bantuan ku."
"Maksud tuan?"
"Kau tau Adam? Aku melihat sesuatu yang sepertinya cucuku Logan sendiri tidak menyadarinya. Ada yang berbeda dari tatapan, cara bicara dan ketenangan dari Athena."
"Tuan, saya sedikit melihat dan mengetahui tentang nona Athena. Rasanya, dia tidak bisa..."
"Kadang kehidupan yang pahit, keinginan yang tertimbun dan hasil dari perasaan yang tidak terbalas membuat seseorang bisa berubah dalam sekejap Adam."
"Tapi, nona Athena mencintai tuan muda Logan. Bagaimana mungkin, nona Athena...."
"Bisa saja, saat wanita mulai menggunakan logikanya maka perasaan akan tergerus dan hilang."
"Aku tidak paham Tuan."
"Kalau begitu kau akan paham. Saat resepsi nantinya." Ketukan tongkat kayu menjadi akhir dari sesi pembicaraan itu.
***************
Athena langsung membawa kotak kayu yang ada ditangannya ke kamar. Ranjang empuk itu menjadi alas duduk maupun istirahat yang nyaman.
"Tidak mungkin hanya sekedar perhiasan bukan?" Pikir Athena. Dia yakin, kotak kayu ini tidak sesederhana itu. Matanya yang coklat mengamati dengan lekat perhiasan yang berkilau di depannya. Tangannya mengambil dengan hati-hati perhiasan itu.
"Satu set."
"Hmmmmm, sutra.... Alasnya sangat lembut." Lanjut Athena.
"Darimana kau mendapatkan nya?" Athena langsung menutup kotak kayu itu dengan cepat seiring dengan datangnya Logan dengan sepasang tangan yang terlipat di dadanya.
"Menurut mu? Kau bisa berpikir kan suamiku?"
"Aku tidak sedang bermain teka-teki."
"Kalau begitu jangan tanya dan gunakan otak mu yang pintar itu."
"Kau semakin berani saja. Apa kau berpikir hanya karena kehadiran kakek. Aku tidak bisa menyakiti mu?"
"Oh ya? Lakukan saja. Silakan!" Tantang Athena.
"Eits!" Athena mengangkat kotak itu tinggi dan mengelak cepat.
"Tidak bisa! Sudahlah suamiku. Daripada membuang waktu dengan mengambil milikku. Bagaimana dengan Aurora? Dia sudah makan? Atau masih merajuk menunggu aunty kesayangan nya."
"Kau peduli? Kenapa tidak kau yang membujuknya."
"Katanya dia butuh waktu. Kau ini pimplan ya?"
"Keluar dari kamarku! Aku sudah menjelaskan dimana kamarmu tadi!" Sentak Logan dengan kesal.
"Tidak mau! Ini kamarku sekarang! Kita sudah menikah. Jadi, milikmu adalah milikku!" Balas Athena.
"Jangan memaksa ku Athena!"
"Paksa apa? Aku tidak mengambil hartamu atau memintamu tanda tangan sesuatu."
"Kau pikir aku tidak bisa..... Aghhh!" Logan berteriak, baru saja dia menggapai tangan Athena, kaki jenjang wanita itu dengan cepat menyerang bagian vitalnya.
"Ka-u....." Mata Logan membelalak, seiring dengan tangannya yang menyentuh bagian vitalnya.
"Jangan macem-macem dengan istrimu ini suamiku. Sakit kan? Mau lagi?"
"Wanita gila!"
"Terserah! Kau bisa katakan apapun. Yang jelas ini kamarku! Atau kau mau coba peruntungan lagi?" Athena tidak peduli dengan rasa sakit yang mendera Logan. Dia beralih menyimpan kotak perhiasan nya. Namun.... Langkahnya terhenti saat merasakan sesuatu di kotak itu.
Bersambung.....
Halo semuanya, author kembali lagi. Mohon dukungannya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏