Kita berdua saling menyayangi, tapi cinta kita hadir di waktu yang salah, kamu masih terikat dengan pertunanganmu.
Ingin aku membuka ikatanmu itu agar kamu bebas, tapi logikaku menolak, karena akan ada hati yang tersakiti.
Biar saja ku simpan cinta ini di dalam hatiku. Aku akan berpura-pura seakan-akan cinta itu tidak pernah ada
-Keizaa-
Alson ingin berpegang teguh pada janji yang telah Alson ucapkan kepada kedua orang tuanya. Untuk tidak mencintai wanita lain selain calon istrinya, Clarissa.
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Alson sebelumnya adalah, cinta itu bisa datang kapan saja. Dan hati tidak bisa memilih pada siapa ia akan menjatuhkan pilihannya.
Alson tidak ingin bersikap egois dan merusak jalinan yang sudah ada sejak ia berumur enam tahun. Terlebih lagi ada hati yang akan tersakiti jika ia berpaling pada cintanya.
Biar saja ku habiskan waktu bersama Clarissa, sampai rasa cintaku pada Keizaa memudar dengan sendirinya, walaupun itu terlihat mustahil.
-Alson-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Pria Menawan
Apalagi yang bisa membuat heboh satu sekolah, selain empat pria yang bisa membuat wanita tidak berkedip itu sedang main basket di lapangan, Zou berpasangan dengan Zie, sementara Al dengan Ken. Mereka menjadi tontonan menarik para murid wanita.
Sementara Aliana sedang duduk manis di pinggir lapangan dan nampak asik dengan buku bacaannya, tidak mempedulikan lirikan tertarik para pria di dekatnya.
Keizaa langsung menarik Tiara dan menghampiri Aliana, "Na, sedang apa kalian semua di sini?" tanya Keizaa.
Aliana mendongak dari buku bacaannya, lalu memandang keempat pria rupawan itu, "Aku iseng di rumah, Zaa. Awalnya aku hanya mengajak Alson Oppa untuk menemaniku jalan-jalan ke mall setelah menjemputmu. Tapi ternyata Oppa mengajak kak Zou dan kak Zie juga, dan sepertinya Keanu jadi mau ikut." jawab Aliana.
"Tumben kakak-kakakku itu mau ke mall, biasanya mereka paling malas ngemall, apalagi si Ken, mana mau dia jauh dari gamenya."
Aliana mengangkat bahunya, "Mereka beralasan sudah lama kita tidak ngemall bareng. Tapi kalau menurut aku nih yaa, mereka mau sekalian cari kado buat kamu, Zaa." terang Aliana lalu melihat ke arah Tiara.
"Dia?"
"Oh kenalin ini Tiara." seru Keizaa sambil mendorong Tiara maju mendekati Aliana.
Aliana langsung berdiri dan mengulurkan tangannya, "Aliana."
Tiara membalas uluran tangan Aliana, "Tiara, Zaa banyak cerita tentang kamu, sampai aku merasa aku juga akrab sama kamu."
Aliana tersenyum manis, "Zaa juga banyak cerita tentangmu."
Melihat Keiza sudah berada di lapangan, keempat pria itu menghentikan permainannya, lalu menghampiri mereka dengan baju yang basah dengan keringat.
"Siapa bidadari yang berdiri di sebelahmu itu, Zaa?" tanya Zie sambil memberikan senyumannya yang memikat pada Tiara.
"Jangan ganggu dia Kak, atau aku akan menendang juniormu nanti sampai pecah!" ancam Keizaa.
"Kau sadis sekali, Zaa." cibir Zie, matanya tidak pernah beralih dari Tiara.
"Kalian tidak bisa lebih menarik perhatian lagi dari ini? Aku yang pusing nanti, pasti besok banyak siswi yang bertanya tentang kalian, atau menyampaikan salam buat kalian." geram Keizaa, sambil menatap satu persatu, dari Zou, Zie, Ken lalu ke Alson, dan wajahnya langsung memerah saat mata mereka saling bertemu.
Ya Tuhan, sekarang aku tidak bisa melihatnya tanpa teringat ciuman itu.
"Kenapa tiba-tiba wajahmu memerah seperti itu?" tanya Kenzie yang masih kesal karena Keizaa melarangnya mendekati Tiara.
"Mataharinya panas, ayo cepat masuk mobil, aku tidak mau wajahku nanti ada flek hitamnya!" elak Keizaa, lalu mengalihkan perhatiannya ke Tiara, "Kamu ikut saja Ra."
Tiara mengangguk, "Hmmm boleh, kebetulan aku juga berniat ke mall hari ini."
"Ya sudah kita jalan sekarang kalau begitu." seru Kenzou dan mereka langsung melangkah ke arah parkiran mobil.
Alson membuka bagasi mobil BMW X7nya, lalu bersama dengan Kenzou dan Kenzie, mereka membuka kaos mereka yang sudah basah dan menggantinya dengan yang baru, membuat siswi wanita yang melihatnya menjadi cekikikan.
"Apa kalian semua tidak punya malu?!" pekik Keizaa, matanya tidak bisa lepas dari bagian atas tubuh Alson yang telanjang, yang menodai mata polos Keizaa, sedang Aliana dan Tiara langsung memalingkan wajah mereka.
"Itu hal yang wajar kak, setelah main basket buka baju di lapangan, selama bukan buka celana." celetuk Ken sambil terkekeh.
Keizaa mengalihkan perhatiannya dari Alson ke adik bungsunya, "Kamu tidak sekalian ganti baju Ken?"
"Nanti saja, percuma nanti aku naik motor keringatan lagi." elaknya.
"Biar aku yang bawa, Al." Seru Kenzou dan langsung duduk di kursi pengemudi, sementara Kenzie duduk di sebelahnya.
Alson masuk terlebih dahulu untuk duduk di kursi belakang, tinggal Keizaa, Aliana dan Tiara yang belum naik.
"Kamu di belakang saja, Zaa. tidak enak kalau kita minta Tiara yang di belakang, sementara aku paling tidak bisa duduk di belakang." seru Aliana.
"Aku tidak masalah kok duduk di belakang." sahut Tiara.
Biasanya Keizaa tidak masalah duduk berdekatan dengan Alson, tapi kenapa sekarang rasanya jadi canggung seperti ini ya?
"Hmmm aku naik motor saja deh dengan Ken." elak Keizaa.
"Jangan konyol cepat naik!" seru Kenzou, dan kalau Kenzou yang memberi perintah, Keizaa tidak kuasa menolaknya.
Setelah menghela nafas panjang, Keizaa menaiki mobil itu dan langsung duduk di sebelah Alson, di susul Tiara dan Aliana di kursi tengah.
"Hati-hati bawa motornya Ken." seru Kenzie dan Ken mengangguk, kemudian Kenzou membawa mobil Al keluar dari area sekolah.
Kenzou dan Kenzie terlibat percakapan serius, Aliana asik membaca bukunya, Tiara sedang main game di ponselnya, sedangkan Alson. Pemandangan di luar jendela lebih menarik minatnya daripada ngobrol dengan Keizaa.
"Kamu kapan berangkat ke Seoulnya?" tanya Keizaa pada Alson.
"Besok." jawab Alson sekenanya.
"Jadi beneran kamu tidak bisa hadir di acara ulang tahunku?" tanya Keizaa lagi dan Alson mengangguk.
Keizaa memberengut, "Kalau begitu sebagai gantinya kamu harus memberikan aku kado yang istimewa." rajuknya.
Reflek pandangan Alson beralih ke Keizaa dan mata Keizaa langsung terbelalak lebar menyadari makna ambigu dari perkataannya tadi.
"Mmaksudku kado beneran, bukan kado ituuu." ralat Keizaa, lalu sambil memejamkan matanya dan ngedumel pelan Keizaa memalingkan wajahnya ke jendela.
Sial, sial, sial. Kenapa bahas kado dengan Alson sih? Nanti dikira aku minta dicium lagi.!
Walaupun tidak bisa dipungkiri lagi, Keizaa selalu teringat akan ciuman mereka seminggu yang lalu, dan jantungnya masih terus berdebar-debar jika sedang mengingatnya, seperti saat ini. Ciuman Alson bagai candu untuknya.
"Memangnya kamu mau kado apa?" tanya Alson dengan suara pelan, nyaris tidak terdengar.
Ciumanmu lagi.
Keizaa mengangkat bahunya, "Terserah kamu." jawabnya.
Mereka kembali terdiam dan asik dengan pikirannya masing-masing, sampai akhirnya Kenzou berhenti di Valet Parking mall, dan mereka semua langsung turun.
"Kamu mau cari apa Aliana?" tanya Keizaa.
"Aku, kak Zou, kak Zie mau cari kado untuk kamu, Zaa, kamu putar-putar mall ini dulu saja yaa dengan Oppa dan Tiara." seru Aliana lalu menarik tangan Kenzou dan Kenzie, tapi baru berapa langkah langsung terhenti lagi.
"Tiara, kamu pasti niat ke mall karena mau cari kado juga kan?" tanya Aliana.
"Iyaa." jawab Tiara.
"Ya sudah gabung kami saja kalau begitu." seru Kenzie sumringah, Tiara menatap Keizaa untuk meminta persetujuannya.
"Ya sudah sana, hati-hati dengan kakakku yang satu itu." ujar Keizaa sambil menunjuk Kenzie.
"Kalau begitu kenapa mereka mengajakku ikut juga?" gumam Keizaa, lalu menyipitkan matanya ke Alson, "Oppa tidak ikut mereka juga?" tanyanya.
Alson menggeleng, "Tugasku di suruh menjagamu." jawabnya.
Keizaa mengibas tangannya, "Jangan pedulikan aku, tuh lihat Upin Ipin sudah ada, mereka berdua saja sudah cukup."
Alson melihat ke arah Upin Ipin yang ditunjuk Keizaa, Kedua bodyguard itu sudah lumayan tua, tapi badannya masih tetap terlihat bagus dan sehat.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menyusul mereka." kata Alson dengan nada santai dan melangkah pergi meninggalkan Keizaa sendiri.