NovelToon NovelToon
The Return Of The Lost Heiress

The Return Of The Lost Heiress

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Drama
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Haena_Llulia

Tujuh belas tahun hidup sederhana, Haena mendadak mendapati dirinya adalah putri kandung yang tertukar dari Keluarga Dirgantara, dinasti konglomerat terkaya. Namun, kepulangannya ke istana megah itu justru disambut dingin oleh sang ibu, Nyonya Rosalind, serta intrik busuk dari Vanya, anak angkat yang takut posisinya tergusur.

Bukannya tumbang oleh intimidasi dunia elite, gadis jenius bermental baja ini justru menarik perhatian Kaelen Arkananta, pewaris tunggal yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Bersama Kaelen, Haena tidak hanya menemukan cinta sejati, tetapi juga mulai membongkar konspirasi gelap masa lalu yang sengaja membuangnya saat bayi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haena_Llulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Detik-Detik di Ujung Maut

Pip. Pip. Pip.

Suara digital dari indikator bom waktu manual itu bergema nyaring, memotong keheningan mencekam di dalam gudang tua dermaga lama Kupang. Angka merah menyala di layar kecil yang terpasang di dinding beton itu terus bergerak mundur dengan kejam 00:29... 00:28... 00:27.

Nyonya Rosalind berdiri di sudut ruangan dengan rambut acak-acakan dan gaun malam yang sudah kotor terkena debu jelaga. Tertawanya melengking tinggi, memancarkan kegilaan mutlak dari seorang wanita sosialita yang telah kehilangan segalanya dalam satu malam.

"Hahaha! Kita semua akan mati di sini, Haena! Kamu, wanita tua bangka itu, dan pemuda Arkananta ini! Kita akan hancur bersama di dasar laut ini!"

Para pria bersenjata taktis yang semula mengepung ruangan langsung panik begitu melihat tuas bom ditarik oleh bos mereka sendiri. Tanpa memikirkan perintah lagi, mereka mencopot perlengkapan mereka yang berat dan berlari kocar-kacir menyelamatkan diri keluar dari pintu belakang gudang, meninggalkan Nyonya Rosalind yang sudah gila bersama sanderanya.

"Haena... pergi... tinggalkan ibu..." bisik Ibu Aminah dengan sisa tenaga yang teramat tipis.

Selang oksigen portabelnya berdesis lemah, wajahnya kian pucat pasi di bawah temaram lampu pijar yang berkedip-kedip. Namun, Haena sama sekali tidak bergeming.

Gadis berkacamata transparan itu melangkah maju dengan ritme yang sangat konstan dan tenang, mengabaikan hitungan mundur bom yang kian mendekati angka kritis.

Mental bajanya yang telah ditempa oleh kerasnya kehidupan jalanan membuat detak jantungnya tetap stabil. Jari telunjuknya mengetuk pelan tahi lalat kecil di bawah dagunya, sebuah gestur refleks ketika otaknya yang jenius sedang melakukan komputasi visual tingkat tinggi. Dari balik lensa kacamatanya, mata jernih Haena dengan cepat memindai sirkuit elektronik bom manual tersebut. Itu adalah bom peledak rakitan militer jenis C-4 lama yang menggunakan tiga jalur kabel pemicu frekuensi analog merah, biru, dan kuning hitam.

00:19... 00:18... 00:17.

"Kaelen, urus Nyonya Rosalind dan amankan Ibu Aminah ke luar dari radius ledakan sekarang juga," perintah Haena, suaranya terdengar sangat jernih, dingin, dan beraura tegas tanpa ada keraguan sedikit pun.

Kaelen Arkananta melirik ke arah Haena, sepasang mata elangnya berkilat penuh rasa khawatir namun bercampur dengan kekaguman mutlak atas ketenangan gadis itu. Kaelen tidak membuang waktu untuk berdebat. Dengan gerakan kilat, dia menerjang maju, melumpuhkan Nyonya Rosalind yang mencoba mencakar wajahnya dalam satu kuncian lengan yang efisien, lalu menyeret wanita gila itu keluar.

Di saat yang sama, Gavin dan Clarissa dua personel tim taktis bayangan Arkananta yang baru saja menembus dinding belakang—langsung mengangkat kursi Ibu Aminah dengan sangat hati-hati, membawanya lari menuju helikopter siluman yang tangki mesinnya sudah menderu di atas bukit batu.

Kini, di dalam gudang tua yang pengap itu, hanya tersisa Haena sendirian di depan kotak bom yang terus berbunyi nyaring.

00:12... 00:11... 00:10.

Otak jenius Haena bekerja dalam kecepatan mikrodetik. Jika dia memotong kabel yang salah, distorsi arus kinetik akan langsung memicu hulu ledak seketika. Kebanyakan orang akan menggunakan tang pemotong dan berdoa pada keberuntungan, tetapi Haena tidak percaya pada keberuntungan. Dia hanya percaya pada kalkulasi matematis mutlak.

Dia melepas jam tangan berlian di pergelangan tangan kirinya. Di balik badan jam tersebut, cip mikroskopis pemberian Kaelen masih berkedip lembut. Haena menggunakan kuku jarinya yang lentik untuk mencopot cip sensor frekuensi tersebut, lalu menempelkannya langsung ke atas papan sirkuit utama bom, tepat di atas cip osilator pemicu.

"Membalikkan arus balik menggunakan induksi pulsa elektromagnetik lokal..." gumam Haena datar.

Jemari tangannya yang sangat stabil bergerak maju. Tanpa ragu sedikit pun, dia tidak memotong kabel merah ataupun biru yang biasa menjadi jebakan visual. Jari lentiknya langsung menjepit kabel kuning hitam kecil yang tersembunyi di balik gulungan sirkuit utama, lalu menariknya putus dengan satu sentakan yang presisi.

00:02...

Angka digital di layar mendadak berhenti berkedip di angka dua detik. Sinyal merah yang menyala di sirkuit tersebut perlahan berubah menjadi hijau redup, menandakan seluruh sistem peledak telah lumpuh total akibat korsleting frekuensi yang dipicu oleh cip mikroskopis Kaelen.

Haena mengembuskan napas perlahan, membetulkan letak kacamata transparannya yang sedikit turun, lalu memakai kembali jam tangannya dengan gerakan yang sangat elegan.

Tidak ada keringat dingin, tidak ada kepanikan. Dia berbalik dan melangkah keluar dari gudang tua itu dengan langkah santai, tepat saat fajar pagi mulai menyingsing di ufuk timur pelabuhan lama.

Dua jam kemudian, di dalam kabin jet pribadi Arkananta Group yang sedang terbang kembali menuju ibu kota, suasana terasa begitu hangat dan kontras.

Ibu Aminah sudah berbaring dengan nyaman di atas ranjang medis khusus kabin, lengkap dengan peralatan pendukung medis tercanggih dan pasokan oksigen yang melimpah yang disediakan oleh tim medis pribadi Kaelen. Kondisinya telah dinyatakan stabil sepenuhnya.

Gavin dan Clarissa berdiri bersiaga di dekat pintu kokpit, memastikan keamanan navigasi udara tetap terenkripsi dari radar luar, sementara Pak Baskara sibuk memeriksa dokumen hukum terbaru melalui tablet digitalnya.

Haena duduk di kursi kulit mewah di samping ranjang, menggenggam erat tangan keriput ibu angkatnya yang telah merawatnya sejak kecil dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih, Haena... kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat luar biasa," ucap Ibu

Aminah dengan suara yang lemah namun matanya memancarkan rasa bangga yang teramat dalam.

Haena memberikan seulas senyuman tipis yang sangat tulus sebuah ekspresi langka yang hanya dia tunjukkan khusus untuk wanita tua ini.

"Ibu tidak perlu khawatir lagi. Mulai hari ini, tidak akan ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menyentuh atau menyakiti Ibu lagi. Aku sudah menyiapkan sebuah vila pribadi dengan sistem keamanan tingkat tinggi di pinggiran kota untuk tempat peristirahatan Ibu."

Di seberang ruangan kabin, Kaelen Arkananta berdiri bersandar pada dinding interior jet dengan segelas minuman di tangannya. Setelan tuksedo hitamnya kini sudah tidak serapi saat di aula pesta, namun aura dominan dan ketampanannya yang maskulin justru kian memancar kuat. Dia menatap lekat-lekat ke arah Haena, matanya tidak lagi sedingin es, melainkan dipenuhi oleh binar rasa kagum dan sebersit kehangatan yang sangat kental yang hanya dia tujukan khusus untuk gadis berkacamata itu.

"Menjinakkan bom C-4 rakitan militer dalam waktu kurang dari tiga puluh detik menggunakan cip frekuensi... kamu benar-benar seorang monster intelektual, Haena," ucap Kaelen dengan suara baritonnya yang berat dan rendah, berjalan mendekati kursi Haena.

Haena menoleh sedikit, menatap Kaelen dari balik kacamatanya dengan pandangan yang setara dan santai.

"Dan tanpa cip frekuensi militer dari tim siber keluargamu, aku harus membuang waktu sepuluh detik lebih lama untuk meretas sistemnya secara manual, Tuan Arkananta. Jadi, anggap saja ini adalah efisiensi kerja dari sebuah aliansi yang sukses."

Kaelen terkekeh rendah, sebuah tawa karismatik yang lolos dari bibir tipisnya. Dia menundukkan badannya sedikit, menatap langsung ke dalam manik mata jernih Haena dalam jarak yang cukup dekat.

"Aliansi kita baru saja dimulai, Tuan Putri. Dan kurasa, setelah apa yang terjadi di lobi sekolah dan malam perjamuan tadi, seluruh lini bisnis di ibu kota sekarang sedang gempar menantikan langkahmu selanjutnya."

Apa yang dikatakan Kaelen memang benar. Sementara mereka berada di udara, berita mengenai skandal besar di malam perjamuan Dirgantara Corp telah meledak di seluruh media massa dan cetak nasional.

Video rekaman rencana busuk Nyonya Rosalind dan Vanya telah menjadi viral di internet, memicu kecaman publik yang luar biasa masif. Saham perusahaan keluarga besar Nyonya Rosalind anjlok hingga menyentuh batas bawah dalam waktu beberapa jam saja, menghancurkan sisa-sisa kejayaan finansial mereka dalam sekejap.

Tuan Bramasta Dirgantara juga bertindak sangat cepat dan tegas di Jakarta. Surat gugatan cerai resmi telah dilayangkan ke pengadilan melalui tim pengacara hukumnya, dan nama Vanya telah dihapus secara permanen dari seluruh hak waris dan silsilah keluarga besar Dirgantara. Vanya yang kini depresi dan stres berat dilaporkan mengurung diri di sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota bersama ibunya, menanggung ludah kehinaan dari lingkaran sosialita yang dulu selalu memuja mereka.

Keesokan paginya, suasana di gedung pusat pencakar langit Dirgantara Corp tampak sangat sibuk. Ratusan staf dan jajaran direksi berdiri berbaris rapi di lobi utama lantai paling atas, membentuk lorong penghormatan.

Pintu lift VIP terbuka dengan dentingan halus.

Haena melangkah keluar dengan penampilan yang sepenuhnya bertransformasi, namun tetap mempertahankan identitas aslinya yang kuat. Dia mengenakan setelan blazer formal desainer berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan kemeja sutra putih murni di bagian dalam, memperlihatkan siluet tubuhnya yang anggun dan berkelas.

Kacamata transparannya berpadu sempurna dengan riasan wajahnya yang membuat kulitnya tampak berkilau sehat, sementara tahi lalat di bawah dagunya memberikan kesan tegas yang tak tergoyahkan. Mental bajanya kini terpancar penuh sebagai seorang pemimpin masa depan yang siap mengambil alih takhta.

Tuan Bramasta Dirgantara berdiri di ujung lorong bersama Pak Baskara yang membawa map dokumen tebal berlambang segel hukum kementerian. Wajah Tuan Bramasta tampak dipenuhi rasa haru dan kebanggaan yang luar biasa saat menatap putri kandungnya yang jenius itu berjalan ke arahnya dengan langkah yang begitu mantap.

"Selamat datang di rumah yang sesungguhnya, Haena," ucap Tuan Bramasta dengan suara berwibawa yang sedikit bergetar karena emosi.

"Hari ini, di hadapan seluruh jajaran direksi utama dan dewan komisaris, Papa akan menyerahkan hak pengelolaan penuh atas lima puluh satu persen saham pengendali Dirgantara Corp kepadamu."

Pak Baskara segera membuka map tersebut, memperlihatkan lembar demi lembar klausul legalitas yang sah di atas meja konferensi besar bersisi kaca yang menghadap langsung ke pemandangan seluruh kota Jakarta di bawahnya.

Haena mengambil pena emas yang disodorkan oleh Pak Baskara, lalu menatap seluruh jajaran direksi tua yang selama ini meremehkan kemampuannya karena dia tumbuh di jalanan.

"Terima kasih, Papa," ucap Haena, suaranya yang jernih dan tegas bergema di seluruh ruang rapat besar tersebut, membungkam setiap bisikan yang ada.

"Saya menerima tanggung jawab ini bukan sebagai hadiah, melainkan sebagai sebuah mandat mutlak untuk membawa Dirgantara Corp ke puncak tertinggi yang belum pernah dicapai sebelumnya. Dan bagi siapa saja di dalam ruangan ini yang masih meragukan kapasitas saya... silakan siapkan surat pengunduran diri

Anda sebelum jam makan siang hari ini usai."

Dengan satu tarikan garis yang tegas dan elegan, Haena menandatangani dokumen pengalihan aset tersebut, meresmikan posisinya sebagai pewaris tunggal sekaligus penguasa baru dari imperium bisnis Dirgantara Corp.

Di balik dinding kaca ruang rapat, Kaelen Arkananta berdiri mengamati dari kejauhan dengan senyuman misterius yang sangat menawan di bibirnya. Aliansi bayangan mereka telah memenangkan pertempuran pertama dengan kemenangan mutlak yang sempurna. Sang putri sejati yang dulu sempat hilang dan terbuang, kini tidak hanya kembali ke rumahnya—dia telah menaklukkan seluruh dunia yang pernah mencampakkannya.

(Cliffhanger)

"Meskipun Haena telah resmi menandatangani pengalihan aset, langkahnya tidak berjalan mulus begitu saja. Beberapa jam setelah rapat pleno selesai, Gavin dan Clarissa mendeteksi adanya pergerakan dana mencurigakan berskala masif dari sisa-sisa faksi rahasia Nyonya Rosalind yang dialirkan ke pasar gelap untuk menyewa tentara bayaran internasional. Di saat yang sama, Vanya yang diliputi dendam kesumat tiba-tiba muncul di lobi gedung dengan menyamar sebagai staf kebersihan, membawa sebuah botol berisi cairan kimia pekat, siap menyerang wajah Haena saat gadis itu keluar dari lift."

1
Osie
rosalind mak kandung harga bukan yaa?? kok malah jd musuh anak sendiri
Haena_Llulia: kamu tau kan maknya gimana😔
total 1 replies
Osie
ini hana apa udah gak sekolah ya..kok mainnya diperusahaan terus
Haena_Llulia: iya, kayaknya gitu deh. ini jg pasti krn masalah yg muncul
total 1 replies
Osie
eh nyonya rosalind ente emak kandung haena kan??? kok kayak mak tiri ya yg takut kehilangan harta warisan
Haena_Llulia: iya aku juga jadi ngedek dehhh sama dia😡
total 1 replies
Osie
mampir akuh nya..msh nyimak dan moga MC nya sosok tangguh. benar benar tangguh n smart
Haena_Llulia: Terimakasih banyak, aminnnn🙏🤗
total 1 replies
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor nulisnya😍
Haena_Llulia: Terimakasih banyak bebkuhhhh😳🙏❤
total 1 replies
Alia Chans
mampir thor✍️👈
Haena_Llulia: Terimakasih banyak🙏
total 1 replies
Siru06
mampir thor👍
Haena_Llulia: Terimakasih banyak🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!