NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghuni Hutan

"Aku sekarang tanya sama kalian berdua?",

"Kalau sinkhole bisa bikin orang terjatuh, lalu apa dampak dari lapisan atmosfer bumi yang berlubang?",

Pada suatu hari Minggu yang libur. Oscar dan Betok berkumpul bersama warga yang lain.

"Jawabannya adalah pemanasan global",

"Seperti apa contohnya?",

"Seperti ini misalnya",

"Zaman kita kecil dulu, kita bisa ngejar layangan putus dari pagi sampai sore, kita tidak akan mati kepanasan",

"Kita bandingkan dengan zaman sekarang",

"Belum juga masuk waktu Dzuhur",

"Panasnya sudah bisa dibuat untuk masak telor dadar",

"Belang, mana kakakmu tidak kelihatan?",

"Dari pagi dia masih belum keluar rumah",

Patin tidak ikut berkumpul.

Tapi Patin juga sudah tidak ada di dalam rumah.

Tanpa memberitahu kepada siapapun. Hari ini Patin berkunjung ke rumah salah seorang tetua kampung yang paling disegani.

Namanya Boyo. Orang-orang di desa ini dengan akrab memanggilnya Mbah Buyut.

Umurnya sudah melewati angka sembilan puluh tahun.

Boyo yang banyak tahu tentang rahasia dari masa silam.

"Ada apa kamu kemari pagi sekali?",

"Aku Patin Mbah Buyut",

Penglihatan Boyo sudah agak kabur.

"Patin ada perlu apa?",

Patin menceritakan kejadian di dalam hutan beberapa hari yang lalu. Ketika Patin menjadi orang yang paling terakhir pulang.

"Kenapa kamu mengatakan nya kepadaku?",

"Semenjak kejadian itu anakku yang masih bayi kalau malam selalu menangis dan tidak bisa tidur",

"Baru bisa tidur sesudah mendengar suara adzan subuh",

"Apa yang sebetulnya ada di dalam hutan itu Mbah Buyut?",

"Hutan itu sudah sejak zaman dahulu menjadi tempat tinggal para makhluk halus",

"Berperilaku lah yang baik dan sopan ketika kembali melewati hutan itu",

"Jaga omongan kalian",

"Kendalikan polah kalian",

"Sama seperti di alam manusia, makhluk halus juga terbagi menjadi dua golongan",

"Ada yang berbudi baik dan ada juga yang bersifat setan",

"Yang menegur mu tempo hari itu adalah yang masih bersifat ramah",

"Tapi kenapa anakku jadi kerap menangis?",

"Mereka datang karena penasaran mau melihat mu",

"Anak mu yang masih bayi bisa merasakan kehadiran mereka",

"Apa yang harus aku lakukan supaya mereka pergi?",

"Biar aku yang mengusir mereka nanti malam",

"Tapi ingat Patin",

"Jangan sampai kamu dan teman-temanmu bertemu dengan penghuni hutan yang berwatak setan",

"Seperti apa sosoknya Mbah Buyut?",

"Hitam dan berbau busuk",

"Segeralah pergi jika kalian merasakan tanda-tanda kehadiran makhluk terkutuk itu",

"Terimakasih wejangannya Mbah Buyut",

Patin pamit pulang setelah keperluannya dengan sesepuh desa itu selesai.

Keputusan Patin untuk menemui Boyo sangat tepat.

Sudah jarang orang-orang di desa yang tahu tentang rahasia hutan yang selama ini hidup berdampingan bersama mereka.

"Patin",

Boyo kembali memanggil Patin yang baru beberapa langkah saja keluar dari rumahnya.

"Ada apa Mbah Buyut?",

"Jangan mau kalau diminta kerja lembur sampai malam",

"Baik Mbah Buyut",

Keesokan harinya Oscar dan teman-teman kembali berangkat bekerja dengan penuh semangat

Sampai di tempat proyek pembangunan jalan jalur baru. Mereka dibuat bertanya-tanya.

"Kenapa orang-orangnya tinggal sedikit?",

"Kemana yang lain?",

"Banyak pekerja yang pulang pagi ini",

"Kenapa mereka pulang?",

"Katanya mereka sudah bermalam-malam sering diganggu",

"Mereka tidak kuat lagi, menyerah",

"Diganggu sama siapa?",

"Entahlah",

"Ada yang bilang setan, demit, hantu, makhluk halus, jin... ",

Banyak pekerja yang membulatkan tekad untuk mengakhiri masa bakti mereka.

Mereka adalah orang-orang dari daerah yang jauh yang mendirikan gubuk di dekat sepanjang jalan baru yang mereka garap.

Jumlahnya tidak sedikit. Belasan orang yang mengundurkan diri.

Itu artinya proyek pembangunan jalur baru akan mengalami keterlambatan karena tenaga kerja yang berkurang.

"Maukah kalian mengambil lembur bekerja sampai malam?",

"Maaf pak mandor, kami tidak bersedia",

Kelompok Oscar yang ditawari untuk melakukan kerja lembur sampai malam hari menolak.

Patin yang bersikeras menolak tawaran berupah lebih itu.

Tidak hanya kelompok mereka. Para pekerja yang lain pun tidak mau jika disuruh bekerja berlebihan demi membuat jalan baru di tengah hutan malam-malam.

Perjalanan pulang dari lokasi proyek jalur baru melewati jalan liar di dalam hutan

Patin mengendus bau yang tidak sedap.

Baunya semakin lama tercium semakin busuk.

Patin teringat pesan Mbah Buyut Boyo beberapa waktu yang lalu.

Patin pura-pura menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit.

"Gerimis", kata Patin.

"Sebentar lagi akan turun hujan",

"Sebaiknya kita cepat-cepat",

Mereka pun pulang dengan berlari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!