Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Pertama
Sudah sebulan progres renovasi ruko menjadi apotik dan tempat praktek sudah mencapai sembilan puluh persen pengerjaan. Dan semua yang di kerjakan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Andreas dan Aretha. Bahkan ruang praktek bagi Andreas juga sudah di buat.
Hari ini, Aretha dan Andreas ada janji bertemu dengan salah satu farmasi terkenal yang akan memasukan obat buat apotik mereka. Namun kebanyakan obat yang ada, dan sengaja mau di lengkapi oleh mereka adalah obat yang berhubungan dengan penyakit dalam, sesuai dengan keahlian dari Andreas Jatmiko suaminya Aretha Lopez.
Janjian jam empat sore berjalan dengan lancar. Juga pada perusahaan Farmasi ini, Andreas dan Aretha juga memesan perlengkapan buat praktek medis Andreas. Semua alat - alat canggih. Kalau meubeler sudah terpasang. Ada dua ruangan praktek di lantai satu dan tiga di lantai dua, dengan ruang tunggu yang besar, bersama kamar penjaga dan dapur. Aretha dan Andreas mau pegawai mereka merasa nyaman saat bekerja.
"Thea, kenapa kamu ngak sekalian aja buka praktek juga."
"Kenapa sih memaksa."
"Jangan kamu bilang suami alay kamu ini cemburu."
"Sebenarnya.... Ngak sih. Aku masih fokus dengan kerjaku di rumah sakit. Pasienku banyak. Aku lagi fokus buat mengandung."
"Suamimu kurang jos ya."
"Bangke kamu Yuda." Yuda tertawa terpingkal - pingkal dia senang sekali mengoda sahabatnya itu.
"Gue rasa dengan adanya apotik dan klinik kalian disebelah ku, akan mempengaruhi pendapatan ku juga."
"Kita akan saling menguntungkan satu dengan yang lainnya."
Semua sudah selesai di rampungkan, perijinan usaha juga sudah selesai diurus. Nama Apotiknya juga sudah diberi nama Labora's Apotik. Penerimaan pegawai juga sudah di seleksi. Andreas dan Aretha sendiri yang menyeleksi pegawainya mereka mendapat sarjana apoteker bernama Allo dan dua pegawai laki - laki bernama Bari dan Prima. Mereka bertiga ini yang dipercayakan sepasang suami istri ini membantu mereka dalam mengelola usaha mereka. Dan seorang asisten ners bernama Aji yang siap membantu Andreas.
Dengan bantuan Yuda menyiapkan EO untuk acara syukuran. Semua ini di laksanakan bertepatan dengan dua acara penting dalam kehidupan Andreas dan Aretha. Ulang tahun Andreas yang ke dua puluh delapan, satu tahun usia pernikahan mereka dan juga peresmian Apotik dab klinik Labora's. Semua ini sengaja di gabungkan agar memori ini tersimpan rapi dalam pikiran mereka berdua.
Pagi - pagi Aretha sudah bangun, namun dia merasa ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya, padahal hari ini dia harus menjalani acara penting. Thea berusaha tenang. Namun gejolak di perutnya semakin menjadi - jadi. Akhirnya berakhirlah Aretha di kamar mandi. Andreas yang mendengar suara istrinya muntah di kamar mandi langsung bangun dan menyusulnya ke kamar mandi.
"Kecapaian kali bang." Andreas hanya menatap istrinya. Perasaan dan prediksinya berbeda. Dia mengambil air hangat untuk di minum istrinya. Mualnya sedikit reda, bisa di kontrol, namun muka Aretha sangat pucat. Maka digendong istrinya ke tempat tidur. Dan dia mulai memeriksa istrinya sendiri. Begitu kagetnya dia waktu mendengar suara dekat jantung yang kecil selain detak jantung punya istrinya.
"Sayang, apa ada tespack di kamar mandi???"
"Masih ada, kan ade belum gunakan."
"Kalau rasa pipis, abang gendong ke kamar mandi."
Dan sebelum mereka berdoa, hasil dari testpack itu menyatakan bahwa Aretha positif. Bukan hanya satu tetapi tiga testpack yang di gunakan. Andreas langsung memeluk dan mencium istrinya.
"I love you sayang. Kita akan menjadi orangtua."
"Love you more bang."
"Kamu ijin dulu ya. Kita ke dokter kandungan periksa kesehatan kamu. Di rumah sakit tempat abang bekerja saja ya."
"Iya bang."
Pagi ini semua urusan rumah tangga di kerjakan oleh Andreas. Dia membiarkan istrinya duduk manis. Mau membantu di larang sama Andreas.
"Jika orangtua kita mendengar berita ini. Pasti mereka gembira sekali."
"Kamu ngak gembira."
"Aku laki - laki yang paling bersukacita mendengar dan mengetahui bahwa kamu hamil."
Andreas dan Aretha sudah berada di rumah sakit daerah tempat Andreas bekerja. Dan tadi di rumah dia sudah mendaftar istrinya via aplikasi dab menghubungi petugas pendaftaran di loket. Waktu mereka tiba. Aretha hanya melakukan scan jari jempol dan surat berobatnya keluar. Andreas terus mengandeng istrinya. Ini pertama kali para staf dan ners di rumah sakit ini melihat Aretha istrinya.
"Istrinya dokter Andreas cantik ya. Cocok deh mereka. Yang laki - laki ganteng dan perempuannya cantik."
"Istrinya dokter Andreas???"
"Iya dokter Jihan. Tadi datang mendaftar mau bertemu dengan dokter Budi spesialis kandungan."
"Aretha hamil??" Ini hal yang dia takutkan dalam dirinya. Dia takut akan susah merebut hati seorang Andreas, jika dia sudah mempunyai anak. Namun tekatnya besar sekali harus merebut cinta pertamanya. Jihan masih beranggapan bahwa Aretha adalah perebut cinta pertamanya. Aretha adalah orang ketiga yang mengacau perasaan yang sedang mereka bangun. Jihan sangat halu.
"Bang, Jihan sudah datang belum ya????"
"Sepertinya ruangannya belum terbuka. Berarti belum ada. Sayang sama abang saja di ruangan sambil menunggu giliran kamu di periksa."
Akhirnya Aretha dibawa suaminya Andreas ke ruangannya di poli penyakit dalam. Disana sudah ada dokter Lydia dan dua dokter lainnya.
"Hai, si dokter cantik pemegang pisau bedah ada disini." Aretha hanya tersenyum menyapa rekan - rekan dokter Andreas.
"Kok kamu pucat sayang."
"Mau periksa sama dokter Budi."
"Thea.... Kamu hamil???? Selamat ya."
"Hasil testpack dan hasil periksa Andreas sih seperti itu. Semoga ini benar ya."
"Tetapi lihat wajah kamu, pasti seratus persen benar."
Tidak lama Andreas mendapat pesan dari ners di poli kandungan. Karena Aretha istrinya yang pertama di periksa.
"Dokter Lydia aku ijin dulu."
"Sana - sana temani istrimu. Aku yakin sih Ndre kamu bakal jadi papa."
Andreas terharu, sampai menitihkan air mata. Di layar USG dia melihat janin yang ada di perut istrinya dan usia kandungan Aretha sudah enam minggu. Dokter memberi obat suntik vitamin dan penguat janin. Serta meresepkan obat untuk di minum. Serta menganjurkan Aretha untuk makan makanan bergisi serta minum susu untuk ibu hamil. Selesai dari poli kandungan. Andreas meminta salah satu ners di poli penyakit dalam untuk mengambil obat istrinya. Dan Aretha di ijinkan beristirahat di ruangan poli penyakit dalam. Sampai Andreas selesai nelayani pasien. Setelah diberi suntikan vitamin, tubuh Aretha sedikit membaik. Dia bisa tahan sampai suaminya selesai bekerja.
"Sayang, are you oke???" Andreas yang selesai bekerja kembali ke ruangannya. Ternyata disana ada Jihan yang menemani Aretha istrinya.
"Bang, iya. Sudah enakkan." Andreas langsung memberi ciuman di bibir Aretha istrinya di hadapan Jihan. Hal itu membuat sakit hati Jihan semakin meningkat. Namun kembali dia menutupinya dengan senyuman palsu.
"Oke Han kita pulang ya. Jangan lupa kalau ada waktu kamu bisa hadir dalam launcing Apotik kami Labora's."
"Pasti sayang. Jaga kesehatan ya Thea."