Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
"Teknologi?"
Wulan sangat kebingungan. Dia tertegun sejenak, lalu berbisik,
"Suamiku, kamu sudah berubah jadi kayak orang lain!"
Kira langsung terkejut,
"Apanya yang berubah?"
Wulan menjawab dengan suara kecil,
“Dulu, kamu sama sekali nggak peduli sama kerabat jauh seperti Paman Basan, Danu, Doddy dan Tony. Sekarang, kamu malah begitu baik terhadap mereka dan sudah nggak merendahkan mereka lagi. Dulu, kamu juga memandang tinggi kepala desa seperti Pak Budi, tapi malah takut banget sama Mereka. Sekarang, kamu nggak peduli lagi sama mereka. Kamu sudah berubah. Sekarang, kamu memperlakukan orang sebagaimana mereka memperlakukanmu,"
Kira sangat terkejut akan pengamatan Wulan yang begitu cermat, Dia pun bertanya,
"Apa kamu suka sama aku yang sekarang?"
"Emm...!"
"Ayo masuk ke dalam selimutku."
"Baik, suamiku!"
"Jangan panggil suamiku, panggil sayang saja!"
"Nggak bisa!"
"Kenapa?"
"Sayang itu panggilan yang terlalu mesra. Kamu baru berubah jadi baik sama aku dua hari belakangan ini, aku masih belum siap panggil kamu begitu."
"Oh..."
Berhubung takut membuat suaminya marah, Wulan pun mengalihkan pembicaraan,
"Ngomong-ngomong, pernah ada seorang peramal yang datang ke rumahku waktu aku masih kecil. Dia bilang, aku bisa jadi istri pejabat ke depannya."
"Istri pejabat?"
"Suamiku, jangan marah. Ramalan dari peramal itu pasti nggak tepat, mana mungkin aku bisa jadi istri pejabat. Selama kamu menginginkanku, aku bakal menemanimu seumur hidup,"
......................
Keesokan dini hari, Basan dan yang lainnya sudah sampai ke rumah Kira. Setelah menaruh seluruh ember berisi ikan ke atas gerobak, kelima orang itu pun berangkat ke pasar di ibu kota provinsi.
Sebelum mereka berangkat, Wulan menyerahkan sebuah kantong kain merah kepada Kira,
"Suamiku, kalau uang menjual ikan nggak cukup, gadaikan saja gelang ini. Kalau masih nggak cukup juga, aku bakal cari kakak ku. Dia nggak mungkin nggak peduli padaku."
"Jaga rumah baik-baik, ya. Tunggu aku pulang."
Kira memasukkan gelang itu ke dalam sakunya. Setelah merapikan rambut Wulan, dia pun berpamitan dengan Wulan dan berangkat ke ibu kota provinsi.
Semalam, kedua orang itu masih belum berhubungan. Mereka hanya berpelukan sambil mengobrol. Akan tetapi, dia sangat menyukai sifat suaminya yang sekarang. Sekarang, Kira sangat lembut, perhatian dan baik hati.
Meskipun mereka tidak berhubungan selamanya, Wulan sudah merasa senang bisa mempunyai suami seperti ini.
Danu dan Tony berjalan di depan untuk membuka jalan, sedangkan Basan berjalan di tengah sambil menarik gerobak. Kira dan Doddy berjalan di paling belakang,
Di zaman ini, dunia masih belum aman. Apalagi di malam hari, ada banyak perampok dan bandit yang sering berkeliaran.
Jalanan nya juga tidak rata dan berlubang. Jika tidak hati-hati, gerobak mereka bisa masuk ke lubang yang dalam dan rusak.
Basan sudah sering melakukan perjalanan di malam hari. Jadi, perjalanan mereka kali ini juga lancar-lancar saja.
Langit berangsur-angsur cerah, kota yang berada di kejauhan pun muncul di hadapan mereka. Saat berjalan, Doddy tiba-tiba berbisik,
“Kak Kira, bantu aku ganti nama, dong!"
Mendengar permintaan Doddy, Kira pun kebingungan.
Doddy mengeluh,
"Di dusun kita, orang yang namanya Doddy cukup banyak. Aku mau kayak Ayah, suruh orang bantu ganti nama. Dulu, nama ayah Hasan, sekarang sudah jadi Basan. Lebih enak di dengar, kan? Kak Kira, kamu itu orang yang berpendidikan dan tahu banyak hal. Bantu aku ganti nama, dong!"
Di Dusun Samadi memang ada banyak orang yang bernama Doddy. Kira pun tersenyum dan menjawab,
"Kamu paling pengin buat apa?"
Setelah mengintip punggung ayahnya, Doddy menjawab dengan suara kecil,
"Kak Kira, aku mau bergabung dengan militer. Aku mau basmi Bangsa Agatha biar bisa mendapatkan kembali tanah kita yang dulu pernah direbut oleh mereka."
Setelah mendengar jawaban Doddy, Kira pun terdiam.
Bangsa Agatha dan kerajaan Nayara sudah berperang selama ratusan tahun. Mereka sudah berhasil merebut sepertiga tanah Kerajaan Nayara, Kira tidak menyangka Doddy yang hidup miskin malah mempunyai pemikiran seperti itu.
Setelah tertegun sesaat, Kira pun menjawab,
"Kalau begitu, Zabran saja."
Doddy langsung panik,
"Zabran? Kedengaran nya kayak zebra. Zebra itu mangsa, bukan pemangsa. Nggak mau ah, kurang bagus. Kak Kira, ganti yang lebih enak didengar, dong!"
Setelah melihat reaksi Doddy, Kira pun merasa lucu.
"Zabran itu artinya kuat dan mampu. Bukannya kamu mau membasmi musuh? Kamu harus kuat dan mampu, dong!"
"Ah, begitu!"
Doddy langsung berseru gembira,
"Zabran, Zabran Samadi! Keren juga, ya! Makasih, Kak Kira. Mulai sekarang namaku Zabran, bukan Doddy lagi! Yang manggil Doddy nggak bakal aku sahut!"
Wira mengerjainya,
“Doddy?"
Doddy langsung menoleh dan menjawab,
"Ada apa, Kak Kira?"
Kira langsung tertawa terbahak-bahak,
"Hahaha!"
Doddy masih belum mengerti kenapa Kira bereaksi seperti itu. Setelah sesaat, dia baru berkata dengan malu,
“Selain Kak Kira, aku nggak bakal nyaut siapa pun yang panggil aku Doddy."
Basan yang berjalan di depan berseru,
"Doddy, datang kemari dulu!"
"Oke!"
Doddy berjalan maju dengan muka masam sambil membatin,
'Selain Kak Kira dan Ayah, aku nggak bakal nyaut siapa pun yang panggil aku Doddy!'
Danu berkata,
"Doddy, kamu bantu Ayah tarik gerobaknya dulu. Aku saja yang temani Kak Kira."
Doddy terdiam, lalu berkata dengan kesal,
"Ya sudah, tambah satu orang lagi deh!"
Danu yang terlihat serius berjalan ke belakang gerobak, lalu berkata dengan malu,
"Kak Kira, aku juga mau ganti nama."
Kira berkata sambil tersenyum,
"Kamu pengin buat nama apa?"
Danu berbisik,
"Aku nggak mau masuk militer, tapi aku
suka bela diri. Ayah bilang berlatih bela diri itu
menghabiskan banyak energi, tubuhku nggak bakal tahan kalau kelaparan. Sementara dulu, kami selalu kurang makan. Jadi, aku nggak bisa latihan dengan baik!"
Mata Kira langsung berbinar setelah mendengarnya.
"Kamu pernah berlatih bela diri? Siapa yang ajarin? Kamu
bisa sekaligus hadapi berapa orang?"
Danu menggaruk kepalanya dan berkata dengan malu,
"Ayah pernah ajari beberapa teknik militer. Aku juga cuman pernah mukul Doddy"
Kakak yang memukul adiknya mana mungkin pakai kekuatan penuh.
Kira pun bercanda,
“Kalau berlatih bela diri, kamu harus berlatih sampai jadi yang paling kuat. Gimana kalau namamu 'Satriya' saja?"
Danu langsung terkejut,
“Ah! Kak Kira, aku nggak sanggup terima nama yang artinya sedalam itu!"
Kira menepuk bahu Danu sambil berkata,
“Percaya saja sama diri sendiri. Tetapkan tujuanmu, lalu berusaha capai tujuan itu, Ini bisa menyemangati dirimu sendiri."
"Satriya Samadi, Satriya. Emm..!"
Setelah bergumam beberapa kali, Danu pun mengangguk. Semangat juang mulai memenuhi tatapannya!
Setelah beberapa saat, Tony juga mendekati Kira sambil menyeringai.
“Kak Kira, nama Tony biasa banget. Aku juga mau ganti nama!"