NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Untuk Apa?

Sore harinya, udara sejuk khas pegunungan mulai turun menyelimuti desa. Arsen dan Aira melangkah bersama menuju kamar Ibu Astri, berniat menyampaikan rencana besar yang sudah mereka diskusikan di teras tadi.

​Ibu Astri sedang duduk di pinggiran ranjang, tampak sedang melipat beberapa potong pakaian tuanya yang sudah pudar warnanya, senyum wanita paruh baya itu langsung merekah begitu melihat anak dan menantunya masuk.

​"Ada apa? Sini, duduk," sapa Ibu Astri ramah, menggeser tumpukan baju ke samping.

​Arsen dan Aira duduk di kursi kayu yang berada di dekat ranjang. Arsen melirik Aira, memberikan kode lewat tatapan matanya agar sang istri yang memulai pembicaraan agar ibunya tidak merasa terintimidasi.

​"Ibu...," Aira meraih tangan ringkih ibunya, menggenggamnya dengan lembut.

"Ada hal penting yang mau Aira dan Mas Arsen sampaikan sama Ibu, ini soal rencana kami setelah semua urusan administrasi pernikahan di sini selesai," lanjutnya.

​Ibu Astri menatap bergantian wajah anak dan menantunya lalu mengangguk pelan, "Iya, Nduk. Soal apa?" tanyanya.

​"Ibu, jadi setelah semua urusan pendaftaran pernikahan selesai, Mas Arsen berniat membawa Aira... dan juga membawa Ibu untuk pindah dan tinggal bersama di Jakarta," ucap Aira.

​Mendengar perkataan Aira, binar kebahagiaan dan haru langsung memancar dari sepasang mata Ibu Astri yang mulai berkerut. Sebagai seorang ibu yang selama ini kerap merasa menjadi beban bagi anak perempuannya, kenyataan bahwa menantu merencanakan masa depan dengan menyertakan dirinya dalam satu rumah adalah sebuah kehormatan yang luar biasa, Ibu Astri merasa sangat dihargai dan disayangi.

​Namun, sedetik kemudian, binar bahagia itu perlahan meredup. Seberkas rasa sungkan dan tidak enak hati yang amat besar mendadak menghimpit dada Ibu Astri.

'Arsen sudah terlalu banyak berkorban, bahkan dia menyelamatkan harga diri Aira. Bagaimana mungkin Ibu yang sudah tua dan tidak punya apa-apa ini tega ikut menumpang hidup dan merepotkan rumah tangga mereka di kota besar?' batin Ibu Astri nelangsa.

​Ibu Astri menarik napas panjang, menyembunyikan pergolakan batinnya di balik senyum keibuan yang dipaksakan tegar, ia menepuk-nepuk punggung tangan Aira dengan lembut lalu beralih menatap Arsen.

​"Arsen, Aira... Ibu sangat berterima kasih karena kalian sudah memikirkan nasib Ibu yang tua ini, Ibu senang sekali mendengarnya. Tapi... sepertinya Ibu ndak bisa ikut ke Jakarta," ujar Ibu Astri, suaranya terdengar sedikit bergetar.

​Aira langsung menegakkan punggungnya karena terkejut, "Lho, kenapa, Bu? Di sini Ibu sendirian. Kalau Bapak atau Pak De Karwo datang lagi dan macam-macam bagaimana?" tanya Aira.

​Ibu Astri menggeleng pelan dan mencoba meyakinkan anaknya, "Nggak apa-apa, Nduk. Ibu sudah biasa di sini. Seluruh hidup Ibu, ingatan Ibu tentang almarhum nenekmu dan napas Ibu sudah menyatu dengan tanah Lumajang ini. Ibu takut ndak cocok sama ramainya kota Jakarta, jadi biarlah Aira saja yang diboyong ke Jakarta, sementara Ibu tetap tinggal di rumah ini," ucap Ibu Astri.

​Arsen yang sejak tadi menyimak, langsung menangkap ada sesuatu yang disembunyikan oleh ibu mertuanya. Sebagai pria yang cerdas, ia tahu penolakan itu bukan sekadar karena masalah tidak cocok dengan kota besar, melainkan ada rasa sungkan yang berlapis-lapis di dalam hati wanita tua tersebut.

Arsen memajukan posisi duduknya lalu dengan sopan meletakkan tangan besarnya di atas genggaman tangan Ibu Astri dan Aira, tatapan matanya yang biasa terlihat tegas kini melembut dan memancarkan ketulusan yang mutlak tanpa ada kepura-puraan.

​"Ibu," ucap Arsen lembut, suaranya yang bariton terdengar sangat menenangkan di dalam kamar yang sunyi itu.

​"Arsen tahu Ibu sungkan dan takut merepotkan, kan?" lanjutnya.

​Ibu Astri tersentak, pertanyaan Arsen yang langsung tepat sasaran membuat wanita tua itu tak bisa berkutik, sepasang matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Arsen dengan rasa tidak enak yang semakin membuncah.

​"Arsen... Ibu ini sudah tua, Nak. Ibu ndak mau jadi beban buat pernikahan kalian, kamu sudah terlalu baik ke keluarga Ibu," bisik Ibu Astri, sebutir air mata akhirnya lolos membasahi pipinya yang keriput.

​Arsen menggelengkan kepalanya perlahan, menolak mentah-mentah ucapan mertuanya itu. "Ibu, tolong jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Bagi Arsen, Ibu bukan beban. Sejak Arsen mengucapkan ijab kabul kemarin, Ibu Astri adalah ibu Arsen juga. Memuliakan Ibu adalah kewajiban Arsen, sama seperti Arsen memuliakan Ibu Mutia," ucap Arsen.

​Arsen menjeda kalimatnya sejenak, memberikan waktu agar kata-katanya meresap ke dalam hati sang ibu mertua.

​"Kalau Ibu tetap tinggal di sini sendirian, pikiran Arsen tidak akan tenang, Aira juga pasti akan terus menangis karena mencemaskan Ibu. Bagaimana Arsen bisa fokus bekerja kalau istri Arse dirundung gelisah setiap hari? Jadi, Arsen mohon dengan sangat, ikutlah bersama kami. Rumah Arsen cukup luas untuk kita semua dan kehadiran Ibu di sana justru akan membawa berkah untuk rumah tangga kami," lanjut Arsen dengan nada memohon yang begitu tulus.

​Aira yang mendengarkan penuturan Arsen tidak mampu lagi menahan bendungan air matanya, ia menangis sesenggukan dan terharu sekaligus tidak menyangka bahwa pria yang baru beberapa hari ia kenal bisa memiliki hati seluas samudra demi melindungi keluarganya.

​"Ibu... tolong ikut ya, Bu. Aira nggak mau jauh dari Ibu," isak Aira, memeluk lengan ibunya erat-erat.

​Melihat ketulusan Arsen yang begitu luar biasa dan tangisan putri sulungnya, pertahanan di hati Ibu Astri akhirnya runtuh total. Rasa sungkan yang tadinya menggunung kini meleleh digantikan oleh rasa syukur yang tiada tara karena Tuhan ternyata tidak tidur, setelah mengirimkan badai ujian yang begitu hebat, kini Tuhan mengirimkan seorang malaikat pelindung berbentuk menantu yang begitu mulia.

​Ibu Astri menghapus air matanya, lalu mengangguk pelan sambil tersenyum pasrah yang melegakan. "Ya sudah... kalau memang itu maumu dan demi ketenangan pikiran kalian, Ibu ikut ke Jakarta," jawabnya.

​"Alhamdulillah...," ucap Arsen dan Aira serentak, sebuah helaan napas lega yang panjang menggema di ruangan itu.

Malam kembali merayap di langit Lumajang, membawa keheningan yang jauh lebih damai dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Setelah makan malam sederhana yang diwarnai tawa hangat Ibu Astri, Arsen dan Aira kembali ke dalam kamar berukuran tiga kali tiga meter itu dan ia menutup pintu kayu kamar dengan perlahan.

Begitu berbalik, ia melihat Arsen sudah duduk di tepi kasur kapuk, sedang membuka kancing pergelangan kemejanya dengan santai. Menatap punggung tegap itu, dada Aira mendadak kembali bergemuruh, karena rasa haru yang begitu membuncah hingga menyumbat tenggorokannya.

​Tanpa sadar, Aira berjalan mendekat, lalu berhenti tepat di depan Arsen yang kini mendongak menatapnya.

​"Mas...," Suara Aira bergetar, setitik air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya meluncur bebas melewati pipi.

"Terima kasih. Terima kasih banyak, Mas," ucapnya.

​Arsen menghentikan gerakannya dan menatap lekat sepasang mata istrinya yang berkaca-kaca, "Untuk apa?" tanya Arsen.

​"Untuk Ibu," bisik Aira, suaranya parau karena menahan tangis.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!