NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10.

Galang  langsung pergi setelah menguping pembicaraan Bela dan Lula.

Sakit yo pasti, marah yo tentu, sedih pasti banget ,Itu yang di rasakan Galang saat ini. Dia langsung menuju ke rooftop, sebelum sampai di rooftop dia berpas-pasan dengan Bastian.

" mau kemana? Bentar lagi masuk." Dengan suara dingin. Bastian langsung menghalangi jalan Galang.

Galang terkekeh " pasti lo belum tau kan."

" maksud lo" bingung Bastian.

" minggir jangan halangi gue." Galang langsung mendorong Bastian.

Bastian terdorong kebelakang tapi dia masih bisa menahan agar tidak jatuh. Bastian melihat galang yang ingin pergi langsung menarik kasar bahu galang.

" gue bilang masuk. Lo itu di sekolah bukan tempat tongkrongan yang seenaknya cabut gitu aja." Tegas Bastian

Siswa siswi yang melihat 2 idola sekolah SMA MAJU TERUS sedang bersitegang pun langsung banyak yang menonton tapi tidak ada yang berani memisahkan apalagi mengeluarkan suara, dan itu membuat suasana menjadi lebih dingin dan tegang. Biasanya mereka memang sering ribut tapi hanya saat bertanding bola basket, baru kali ini mereka bersitegang di luar lapangan.

Sela yang melihat 2 pangerannya sedang ribut dia mencoba untuk memisahkan nya.

" Bastian... Galang kalian kenapa? Jangan berantem di sekolah." Suara sela sengaja dilembut lembutkan.

Galang tersenyum miring melihat kedatangan sela. " urus tuh gundik lo dulu."

Bastian yang memang sedang menahan emosi mendengar ejekan Galang langsung meledak. " ANJI** DIA BUKAN GUNDIK GUE."

BUG.. satu pukulan Bastian melukai sudut bibir Galang.

Galang langsung tertawa dengan tindakan Bastian. " hahahaha wow sekarang seorang Bastian yang selalu menjunjung aturan sekolah sekarang malah melanggar. Itu apresiasi dari gue yang sangat memuaskan."

Bastian hanya diam dengan rahang yang sudah mengeras. Sela hanya berdiri ketakutan karena baru kali ini dia melihat Bastian begitu marah.

Bagas yang baru saja mendengar 2 sohibnya sedang berkelahi pun langsung berlari menuju tempat kejadian.

" anjirrr. Bro udah bro." Bagas langsung membantu Galang berdiri. Dan dia langsung membubarkan kerumunan itu, bagas juga langsung menarik Galang Dan Bastian ke tempat yang aman.

Di rooftop Galang langsung mengamuk.

" ANJI**.... BANG***."

PRANK.. DUG.. PRANK.  Galang menendang dan melempar apa aja yang di rooftop itu. Bastian hanya duduk di bangku yang sudah tidak terpakai, dia hanya memejamkan matanya dan ngga menghiraukan Galang yang ngamuk bak kesurupan.

" bro tenang dulu bro, cerita apa masalah lo. Percuma lo ngamuk-ngamuk ngga bakal nyelesain masalah." Bagas mencoba menenangkan Galang.

Galang yang sudah mereda rasa marahnya pun langsung terduduk, lalu tangannya merogoh saku dan mengeluarkan sebungkus rok** dan dia mengambil sebatang lalu menyesapnya.

Bagas yang melihat itu hanya menghela nafas. Dia tau kalau Galang sudah lama berhenti dari benda nikotin itu karena sering di tegur Bela yang ngga suka bau rok**. Tapi dia melihat sahabatnya itu mulai menikmati benda itu lagi, apa ini ada hubungan nya dengan Bela. Itu yang di pikiran bagas.

" kenapa lagi sama Bela." To the point bagas sambil bersandar di tembok.

Bastian yang hanya pura-pura tidur langsung membuka matanya saat mendengar nama Bela.

Galang menghembuskan nafas yang keluar asap. " dia bakal di jodohin."

Hanya 1 kalimat tapi membuat Bastian terdiam kaku. " lo jangan bercanda lang."

" kalo bercanda mana mungkin gue ngisep benda ini." Ucap Galang sambil menikmati benda nikotin itu.

-----

Malam hari jam 08:00 Di lestoran xx.

Di ruang VVIP Orang tua Arga, Bastian, dan Arga sedang menunggu kedatangan tamu mereka.

" Arga nanti jaga sikapmu. Suka ngga suka papih sudah putuskan dengan perjodohan ini." Tegas papih

" ini lebih baik dari pada wanita murahan itu nak, walaupun mamih gagal ngejodohin anak temen mamih."

" iya." Hanya itu yang Arga bisa ucapkan.

Baru beberapa menit mereka berbincang tamu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.

" Assalamu'alaikum sob, ya ampun udah lama banget kita ngga ketemu." Salam pak rudi sambil memeluk sang sahabat yang sudah lama terpisah.

" Wa'allaikusalam... Hahaha kalo bukan karna urusan bisnis mungkin kita ngga bakal ketemu." Balas pak badi atau papihnya Arga. " ayo silahkan duduk."

" bun.. Adek sini." Ajak pak rudi atau ayahnya Arabella.

Bela hanya mematung melihat melihat 2 orang yang sedang duduk di meja sahabat ayahnya. Dia bertanya-tanya kenapa ada Bastian dan pak Arga.

" Bel ayo." Bunda segera menarik pelan tangan Bela.

" wahhh ya ampun mbaa ternyata dunia sesempit itu ya." Sumringah mamih rita.

" pih ini loh temen mamih yang pengen mamih jodohin Arga sama anaknya mba euis."

" ohh yaa wah kebetulan sekali ini, ternyata kita dari kemarin meributkan orang yang sama." Pak badi hanya terkekeh.

Arga, Bastian dan Bela hanya terdiam. Mereka sama-sama terkejut dengan kejadian ini. Dan pastinya Bastian lah yang syok berat karna calon tunangan kakak sepupunya yaitu orang yang dia cintai.

Para orang tua sibuk dengan dunia mereka sendiri tanpa mengetahui kikukny para anak-anak nya.

" ayo silahkan di makan, saya sudah pesankan makanan yang paling enak di lestoran ini." Senyum sumringah pak badi.

" iya silahkan di makan, masalah perjodohan nanti saja setelah perut kenyang." Ucap mamih rita sambil tersenyum lembut ke pada Bela.

Bela hanya membalas senyuman kikuk, dia bingung dan bertanya-tanya. Apakah Bastian yang jadi tunangan nya? Trus hubungan nya Bastian dan pak Arga tuh apa?. Pikiran Bela berkecamuk dan dia sudah tidak berselera makan.

Bastian mencoba fokus dengan makanannya walaupun matanya ingin menatap terus pada Bela.

Arga malah hampir habis makanannya karna saking cepat ny dia makan. Dia menahan kesal kepada kedua orang tuanya, dan menggerutu di dalam hati.

* kenapa harus Arabella murid gue..yang ada gue di sangka pedofil. Kalo begini ceritanya penyamaran gue bakal terbongkar.. Aarggghh bang*** emang.*

Setelah semuanya telah selesai makan mereka mulai berbincang bincang.

" jadi gimana rud dengan perjanjian kita dulu." Pak badi mulai membuka suara.

" hmm gini bad.. Gue ngga bisa paksa anak gue mau apa ngga nya. Ini semua keputusan anak-anak karna nanti mereka yang menjalani hubungan ini, kita sebagai orang tua hanya mendukung saja." Tegas rudi

Pak badi menghela nafas. " gue juga maunya begitu, cuma apa salah nya kita coba menjodohkan anak-anak kita. Lagian kita udah saling kenal apalagi bini-bini kita ternyata temenan."

" iya .. Gimana kalo tunangan dulu. Ngga usah langsung ke intinya, biar kalian saling kenal dulu. Cocok ngga cocoknya urusan belakangan." Sela mamih rita.

Bunda euis berdeham. " ekhm ini yang mau jadi tunangan Bela yang mana mbak, kasihan anak saya di lihatin 2 cowo ganteng." Bunda terkekeh pelan.

" ohh ya ampun, ini loh ARGANTARA Anak saya yang jadi tunangan Bela nanti." Ucap mamih sambil mengelus punggung sang putra.

Bela yang mendengar nya langsung terkejut antara senang dan tidak percaya.

- YA GUSTIII MAKASIH ENGKAU SUDAH MENGABULKAN DOAKU- jerit Bela dalam hati.

" dan yang satu ini namanya Bastian keponakan saya." Senyum mamih rita lalu dia melihat Bela. " gimana sayang kamu mau kan tunangan dulu sama anak tante."

Bela langsung gugup " e-eh sa-saya ngikut aja tante hehe." Cengir Bela.

Bastian yang sudah tidak kuat melihat nya langsung berdiri dan pamit pergi.

" pakde, budhe, om, tante. Maaf saya harus pamit dulu, saya baru ingat kalo ada tugas kelompok malam ini."

" pergi naik apa nak. Ini udah malam ko baru kerja kelompok." Tanya mamih rita yang memang sangat menyayangi Bastian walaupun hanya ponakannya.

" di jemput sama temen budhe, iya ini baru pada ngabarin." Alasan Bastian sambil menyalami para orang tua.

" yasudah hati-hati di jalan."

Setelah kepergian Bastian. Tiba-tiba Arga mengajak Bela untuk bicara berdua.

" om.. Tante maaf boleh saya pinjam Bela nya sebentar."

Bela yang di ajak merasa terkejut dan langsung noleh ke bunda untuk mengatakan iya.

" boleh bawa saja tapi jangan di galakin ya." Senyum bunda lalu berbisik ke pada suami. " yah itutuh guru yang bunda ceritain. Yang nganter Bela pulang."

" wah kebetulan banget, apalagi Bela suka kan itu yang bunda cerita waktu itu." Balas rudi dengan bisikan.

Arga dan Bela segera beranjak dari tempat duduknya. Bela hanya mengekori Arga kemana dia pergi. Kebetulan sekali keluarga pak badi memesan ruangan VVIP di lantai 3 , Arga langsung menuju ke balkon. Di sana pemandangan kota terlihat, Arga berdiri sambil tangannya di masukan kantong celana.

Bela hanya diam menunggu tujuan Arga mengajaknya.

" apa kamu terpaksa dengan pertunangan ini?" Tanya Arga dengan suara dingin dan raut wajahnya pun sangat datar.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!