Aulia dipaksa ayah & ibu tirinya dijual ke Alexandra, mafia kejam seharga 1 miliar. Terperangkap di dunia gelap sang penguasa, bisakah cinta tumbuh di tengah rantai, bahaya, dan obsesi gila itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar Bertarung
Seminggu setelah insiden mengerikan di pelabuhan Brooklyn, Plaza Hotel berubah menjadi benteng tak tertembus. Alex melipatgandakan keamanan sepuluh kali lipat. Setiap sudut diawasi CCTV resolusi militer, detektor logam di setiap pintu, dan pasukan elit Surya Corp bersiaga 24 jam di setiap koridor, bahkan di luar jendela lantai tertinggi. Alex sendiri hampir tidak pernah meninggalkan sisi Aulia. Pria itu seolah menderita paranoia ekstrem; setiap kali Aulia bergerak sedikit saja, mata elang Alex langsung mengawasi dengan kewaspadaan penuh.
Trauma penculikan itu tidak hanya membekas di hati Aulia, tapi merobek jiwa Alex sampai ke akar terdalam. Bayangan kehilangan satu-satunya alasannya hidup adalah mimpi buruk terbesar yang kini menghantuinya setiap detik.
Pagi itu, di ruang tamu pribadi yang luas dan mewah, Aulia duduk di sofa kulit besar, tangannya menyentuh lebam samar di pipinya satu-satunya sisa fisik dari neraka yang ia alami. Di hadapannya, Alex berjongkok, memegang tangan halus itu dengan jari-jarinya yang kasar namun luar biasa lembut. Matanya gelap, penuh rasa bersalah yang tak terucapkan.
“Masih sakit?” tanya Alex parau, suaranya berat. Ia mencium punggung tangan itu berkali-kali, seolah berusaha menghapus jejak rasa sakit yang pernah dirasakan kulit itu. “Aku akan bakar dunia ini sampai jadi debu jika kau masih merasakan sedikit pun nyeri, Sayang.”
Aulia tersenyum tipis, mengusap pipi tajam kekasihnya. Ia tahu, rasa sakit fisiknya sudah hilang, tapi rasa sakit di hati Alex justru makin menggerogoti pria itu. Aulia menyadari satu kebenaran pahit: Selama dirinya tetap lemah, Alex akan terus hidup dalam ketakutan dan harus terus menjadi monster demi melindunginya. Dan itu, Aulia tidak mau. Ia tidak ingin menjadi kelemahan abadi bagi pria yang dicintainya.
“Alex,” ucap Aulia tenang namun tegas, menatap manik hitam itu dalam-dalam. “Luka ini sudah sembuh. Tapi aku sadar satu hal penting. Aku tidak bisa selamanya hanya menjadi gadis kecil yang kau lindungi di balik punggung lebarmu. Aku tidak mau menjadi bebanmu. Aku tidak mau kau selalu harus memilih antara bisnismu, kekuasaanmu, dan nyawamu sendiri hanya demi menjagaku tetap aman.”
Alex mengerutkan kening, hendak memotong, tapi Aulia menempelkan jari telunjuknya ke bibir pria itu, meminta diam.
“Aku ingin belajar,” lanjut Aulia, sorot matanya berubah tajam, berapi-api namun tetap anggun gabungan sempurna ketenangan jiwa dan tekad baja. “Aku ingin belajar cara membela diri. Aku ingin tahu cara membaca situasi berbahaya. Aku ingin mengerti bagaimana dunia tempat kau tinggal bekerja. Bukan untuk menjadi pembunuh sepertimu… tapi agar aku tidak lagi mudah menjadi mangsa. Agar saat kau tidak ada di sisiku, aku bisa menjaga diriku sendiri, dan menjaga hatimu dari rasa takut kehilangan. Aku ingin menjadi MITRA SEJATIMU, bukan sekadar barang berharga yang kau simpan di brankas.”
Keheningan menyelimuti ruangan. Alex menatap wajah wanita kesayangannya lama sekali. Ia melihat ketulusan, keberanian, dan kedewasaan yang luar biasa di sana. Aulia tidak berubah menjadi kasar atau haus darah; ia hanya ingin kuat. Dan anehnya, tekad itu justru membuat cinta dan rasa hormat Alex meledak ke titik tertinggi. Ia sadar, wanitanya bukan bunga rapuh yang butuh dikurung. Ia adalah berlian mentah yang kini siap ditempa menjadi senjata terindah sekaligus terkuat di dunia.
Tanpa kata, Alex bangkit berdiri, menarik tubuh kecil Aulia berdiri tepat di hadapannya. Ia menangkup wajah itu, mencium keningnya lama, penuh rasa bangga yang meluap-luap.
“Kau benar, Sayangku,” bisik Alex berat, nadanya kini serius dan penuh hormat. “Jika kau ingin masuk ke duniaku, aku akan mengajarimu. Aku akan mengajarimu cara bertahan hidup di neraka tanpa harus kehilangan jiwa sucimu. Aku akan melatihmu menjadi Ratu yang tak tersentuh, yang dihormati karena kekuatannya, bukan hanya ditakuti karena di belakangnya ada aku. Tapi ingat satu janji mutlak dariku: Aku akan mengajarimu cara melukai orang demi bertahan… tapi aku akan memastikan tanganku sendiri yang tetap paling kotor. Kau akan selalu tetap terang, selamanya.”
Hari itu juga, pelatihan dimulai.
Di ruang latihan khusus bawah tanah hotel yang dibangun Alex dalam waktu semalam Aulia mulai belajar. Bukan sekadar bela diri biasa. Alex mengundang instruktur elit: mantan pasukan khusus, ahli pertahanan diri jarak dekat, hingga mantan pengawal mafia yang paling setia.
Aulia belajar Krav Maga seni bertahan hidup paling mematikan dan efisien di dunia, yang berfokus pada penetralan serangan secepat mungkin. Ia belajar cara melempar pukulan tepat ke titik vital, cara jatuh tanpa melukai diri sendiri, cara membebaskan diri dari ikatan, hingga cara mendeteksi ancaman hanya dari perubahan kecil dalam bahasa tubuh orang lain atau suara sekitar.
Di sela-sela latihan fisik yang melelahkan itu, Alex sendiri yang menjadi gurunya dalam Seni Berkuasa & Membaca Orang.
Di malam hari, di kamar mereka, Alex mengajarkan Aulia cara dunia gelap bekerja. Ia menjelaskan jaringan pengkhianatan, tanda-tanda kebohongan, cara bernegosiasi dengan ancaman tersirat, cara menatap mata musuh tanpa berkedip, hingga cara menyembunyikan emosi di balik topeng wajah tenang kemampuan yang disebut Alex sebagai “Perisai Terkuat Seorang Penguasa.”
Alex selalu menekankan satu hal pada Aulia: “Di duniaku, kelembutan bukan kelemahan. Keanggunan bukan tanda ketidaktahuan. Justru, kombinasi antara otak cerdas, hati tulus, dan tubuh yang siap bertarung… itulah definisi dari MAHKOTA SEJATI.”
Bulan-bulan berlalu, dan perubahan pada diri Aulia sungguh menakjubkan. Tubuhnya menjadi lebih kencang, luwes, dan bertenaga, namun tetap ramping dan feminin. Caranya berjalan lebih tegak, tatapannya lebih tajam namun tetap hangat. Ia kini mampu mematahkan serangan dua orang pria dewasa bersenjata pisau dengan gerakan cepat, elegan, dan efisien seperti menari, tapi mematikan.
Namun hal yang paling membuat Alex jatuh cinta berulang kali adalah: Meski kini Aulia tahu cara membunuh, meski ia paham bagaimana cara kerja kejahatan terorganisir, hatinya tetap sama. Ia tetap gadis yang lembut, tulus, suka tersenyum pada staf hotel, memberi sumbangan pada panti asuhan, dan menghabiskan malam dengan membuat sketsa gaun sambil mendengarkan musik klasik. Ia mampu memegang dua dunia sekaligus tanpa ternoda sesuatu yang bahkan Alex sendiri tidak mampu lakukan.
Dan bisnis Surya Corp di Amerika semakin tak terhentikan. Setelah menguasai industri mode dan real estate New York, Alex kini mengalihkan pandangannya ke Barat. Industri Hiburan.
Suatu sore, saat mereka sedang bersantai di balkon pribadi menatap cakrawala kota, Rio masuk membawa amplos hitam berlogo emas yang sangat prestisius.
“Bos, Nona Aulia,” ucap Rio hormat, matanya bersinar antusias. “Undangan resmi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Dan juga, tawaran kerjasama eksklusif dari pemilik studio raksasa di Hollywood. Mereka tahu kita sekarang memegang kendali keuangan dan koneksi terbesar di AS. Mereka ingin Surya Corp masuk menjadi investor utama sekaligus mitra kreatif. Dan khusus untuk Nona Aulia… mereka meminta dirinya menjadi Kepala Desainer Kostum Eksekutif untuk film-film blockbuster tahun depan. Nama Nona Aulia sudah dianggap legenda di dunia seni sejak kemenangan-kemenangan di Eropa dan New York.”
Alex mengambil amplop itu, membacanya sekilas, lalu menoleh ke arah Aulia dengan senyum miring khasnya senyum bangga sekaligus ambisius. Ia meletakkan undangan itu di meja, lalu menarik pinggang Aulia hingga duduk di pangkuannya.
“Lihatlah, Sayang,” bisik Alex di telinga Aulia, tangannya meremas pinggang gadis itu posesif namun penuh kasih sayang. “Dari desa kecil, ke Milan, ke London, ke New York… dan sekarang, gerbang HOLLYWOOD terbuka lebar untukmu. Dunia film, selebriti, red carpet, Oscar… semuanya menunggu sentuhan tanganmu. Dan tentu saja, di balik layar, itu artinya kita akan menguasai arus informasi, pengaruh publik, dan uang terbesar di dunia hiburan. Siap menaklukkan pantai Barat, Ratu Kecilku? Los Angeles, sinar matahari, kemewahan gila, tapi juga ular berbisa paling berbisa di seluruh Amerika sedang menanti kita.”
Aulia melingkarkan lengannya ke leher Alex, menatap pria itu dengan mata yang kini jauh lebih berani, jauh lebih matang, dan penuh keyakinan. Ia menyisir rambut hitam Alex dengan jari-jarinya, lalu mengecup sudut bibir kekasihnya.
“Di mana pun kau pergi, aku ikut, Alex. Ke neraka sekalipun, aku akan berjalan di sampingmu, bukan di belakangmu. Aku siap mendesain gaun untuk bintang film, aku siap bernegosiasi dengan raja-raja studio, dan aku siap menghancurkan siapa saja yang berani mencoba menyakiti kita atau bisnis kita. Karena aku bukan lagi gadis yang kau beli seharga 1 Miliar dulu… Aku adalah Ratu Surya Corp, dan bersamamu, kita adalah PENGUASA DUNIA.”
Alex mendengarkan kalimat itu dengan hati yang meledak penuh rasa bangga dan cinta yang tak terhingga. Ia menyatukan bibir mereka dalam ciuman dalam, penuh hasrat dan janji abadi. Aroma kesuksesan, kekuasaan, dan cinta sejati mengelilingi mereka.
Pindah ke Los Angeles, Hollywood, Kota Malaikat yang sebenarnya penuh dosa dan intrik adalah langkah logis selanjutnya. Di sana, tantangan akan jauh lebih besar: persaingan selebriti yang kejam, obat terlarang California yang ganas, politisi korup, dan musuh lama yang mungkin bangkit kembali dari abu.