NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10

Gaby meminta Ardiaz berhenti disebuah salon pria dan wanita, Ardiaz tahu betul salon tersebut.

Yap, itu adalah salon miliknya. Namun ia tak pernah sekali pun mengurusnya, karena seseorang yang mengurusnya. Ia hanya menerima keuntungan dari salon tersebut.

Gaby menyuruh Ardiaz untuk duduk, lalu meminta pegawai salon untuk merubah model rambut Ardiaz seperti semula.

"Apa kau tidak ingin berhias juga?" Tanya Ardiaz.

"Ah, tidak usah tuan," jawab Gaby dengan disertai senyuman manis.

Ardiaz hanya tersenyum dingin.

Beberapa menit kemudian...

"Hmm bagus juga, terlihat keren seperti biasanya." Ucap Ardiaz mengangumi ketampanannya sendiri.

"Ppfftt ...," Gaby menahan tawanya.

"Kau!" Ardiaz menunjuk ke salah seorang pegawai.

"I-iya tuan?" Jawabnya dengan gugup.

"Hias gadis itu juga," Ardiaz menunjuk Gaby.

"Tapi tuan, saya tidak dihias pun tak apa-apa," tolak Gaby dengan cepat sebelum pegawai tersebut merubah penampilannya.

"Kau mau menurut atau tidak?" Ucap Ardiaz dengan nada tajam.

"Eh?" Gaby kebingungan, sementara Ardiaz menunggu jawaban.

"Emmm ... baiklah tuan," jawab Gaby dengan pasrah.

Diam-diam Ardiaz tersenyum kecil melihat wajah Gaby yang takut dengan ucapannya barusan.

Tanpa sepatah katapun Ardiaz keluar dari salon tersebut dan pergi kesebuah tempat.

"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Sambut pegawai toko dengan ramah.

Selepas ia menyambut Ardiaz baru ia tersadar siapa yang datang ke toko tersebut.

"Tu-tuan Ardiaz!?" Ucap pegawai tersebut dengan tak percaya.

"Saya mencari gaun untuk gadis berumur 18 tahun," sahut Ardiaz sambil berlalu mencari gaun yang akan ia pilih.

Ia menoleh ke arah pegawai yang tadi menyapanya, pegawai tersebut masih terpaku dengan pesona yang dimiliki Ardiaz.

"Kau akan melayaniku atau hanya memperhatikan ku seperti itu?" Tegasnya.

"Ah-iya tuan," jawab pegawai tersebut dengan gugup.

Kemudian ia memilih-milih gaun yang indah.

"Ini model untuk gadis berusia 18 tahun tuan, gaun ini banyak dikenakan oleh gadis lainnya," ucapnya sambil menunjukkan gaun pilihannya.

"Saya tak ingin gadis saya memakai gaun yang sama dengan gadis lainnya," tolak Ardiaz dengan tegas.

"Berikan aku gaun yang terbaru!!" Lanjutnya.

"Baik tuan," jawab pegawai tersebut dengan sedikit membungkuk.

Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya Ardiaz menemukan gaun yang ia pilih.

"Sebelah sini tuan,"

"Inu gaun terbaru yang ada di toko kami, tuan." Ucap pegawai tersebut.

"Hmm ... saya pilih yang ini, bungkus gaun ini jangan sampai ada yang rusak. Dan siapkan setelan jas yang biasa sekertaris saya beli!!" Ardiaz mengambil gaun yang ia pilih dan menyuruh pegawai tersebut untuk membungkusnya.

"Baik tuan, mohon tunggu sebentar. Setelan jas anda akan disiapkan oleh Molly disebelah sana," pegawai tersebut menunjuk kearah temannya.

Tanpa menucapkan sepatah katapun Ardiaz berlalu untuk mengambil setelan jasnya.

Sementara itu...

"Kira-kira tuan Ardiaz kemana ya?" Batin Gaby.

Ia baru saja tersadar bahwa Ardiaz pergi meninggalkannya.

Beberapa jam kemudian...

"Hais ... ini sudah mau malam, tuan Ardiaz belum kembali. Yah tak apalah, toh aku baru saja selesai berhias." Ucap Gaby yang merasa sedikit khawatir.

Tak lama setelahnya Ardiaz datang dengan tampilan yang berbeda, seperti Ardiaz Sunjaya yang terkenal dengan setelan jas rapi dan style rambutnya.

"Dia terlihat tampan," ucap Gaby dalam hati.

Ia mengagumi penampilan Ardiaz malam ini.

"Pakai ini, setelah itu kita pergi makan malam," ucap Ardiaz sambil memberikan tas yang berisi gaun Gaby.

Gaby mengangguk kemudian pergi mengganti pakaian.

Tak lama kemudian Gaby selesai mengganti pakaian kemudian berjalan perlahan kearah Ardiaz, tampak Ardiaz yang terpaku melihat kecantikan Gaby.

"Tuan, gaun ini sangat indah dan pas sekali." Ucap Gaby mengagumi gaun pilihan Ardiaz.

"Baguslah jika pas dan kau juga menyukainya, mari pergi!" Jawab Ardiaz.

Ardiaz menarik lengan Gaby keluar dari salon tersebut. Gaby merasa janggal dengan keluarnya ia bersama Ardiaz.

Setelah ia masuk kedalam mobil barulah ia bertanya kepada Ardiaz.

"Apa tuan tidak membayar?" Tanyanya dengan wajah polos.

"Bayar?" Ardiaz bingung dengan pertanyaan Gaby.

"Mengenai salon itu, bukan kah kita harus membayar jasa mereka?" Jawab Gaby masih dengan kepolosannya.

"Bodoh!" Ucap Ardiaz sembari melajukan mobilnya.

"Salon itu dibawah kepemimpinanku, mereka akan melayani saya jika memakai jasa mereka dengan gratis," lanjutnya dengan santai seiring berjalannya mobil.

"Jadi salon itu milik tuan?" Gaby kembali bertanya.

"Kau ini bodoh sekali ya," ucap Ardiaz sambil menatap Gaby sekejap.

Tak lama kemudian mereka telah sampai ditempat tujuan, Ardiaz membukakan pintu mobil untuk Gaby. Secara reflex Gaby menggandeng lengan Ardiaz.

"Sepertinya kau mulai belajar," ucapnya meninggalkan banyak pertanyaan yang muncul dibenak Gaby.

"Maksud tuan?" Tanya Gaby tak mengerti.

Ardiaz melirik kearah tangan Gaby yang menggandeng lengannya. Gaby mengikuti arah pandangan Ardiaz dan menyadari tangannya yang menggandeng erat lengan Ardiaz. Dengan cepat ia melepaskannya dan tak ingin menimbulkan kesan buruk.

"Mengapa dilepas?" Tanya Ardiaz sambil memberhentikan langkah kakinya.

"Ummm ... tidak, tidak apa-apa." Gaby jadi salah tingkah dan wajahnya memerah.

"Wajahmu merah sekali..." Ardiaz mengusap kecil pipi Gaby dan memastikan kondisinya.

"Apa kau sakit?" Lanjutnya.

"Ti-tidak tuan," jawab Gaby cepat.

Ardiaz tersenyum dingin. Kemudian mengaitkan lengannya ke jari-jari Gaby, dan menariknya masuk kedalam restoran.

"Kau mau makan apa?" Tanya Ardiaz.

"Ummm ... apa saja," jawab Gaby masih dengan wajah yang merah merona.

"Baiklah," ucap Ardiaz.

Setelah mereka memesan tiba-tiba Gaby ingin kekamar mandi.

"Tuan, saya ingin ke kamar mandi dulu sebentar." Ucapnya meminta izin.

"Pergi saja," jawab Ardiaz dengan singkat setelah itu ia minum anggurnya.

"Silahkan tuan," ucap pelayan sambil meletakkan makanan diatas meja.

"Huuff ... akhirnya lega juga, tapi kenapa sekarang tuan Ardiaz menjadi sedikit berbeda ya?" Ucap Gaby sembari mencuci tangannya.

"Ah mungkin hanya perasaanku saja," lanjutnya menepis pemikiran buruk tentang Ardiaz.

Saat tengah dalam perjalanan menuju tempat Ardiaz berada, tiba-tiba seseorang menarik lengan Gaby dan menghentakkan nya kedinding.

"Gaby, kemana saja kau selama ini?" Tanya pria tersebut.

"Aku terus mencarimu, aku sangat khawatir terhadapmu." Lanjutnya.

"Apa sih, lepaskan aku!!" Tegas Gaby sambil meronta dan memukul-mukul pria tersebut.

"Gaby, apakah kau lupa padaku?" Ucap pria tersebut tanpa peduli pada Gaby yang terus meronta.

Pria tersebut tak dapat menahan Gaby lebih lama lagi, Gaby dapat terbebas namun lagi-lagi pria itu memegang tangannya dan mencengkramnya kuat. Gaby berusaha melepaskan cengkraman pria tersebut.

"DEVIE LEPASKAN TANGANKU!!" Tegas Gaby dengan meninggikan suaranya.

"Gaby aku mencintaimu, aku mohon jangan pergi." Ucap Davie.

"Jangan bicara omong kosong, kau sendiri yang mencampakkan aku. Aku tak akan pernah sudi menerimamu kembali!!" Ucap Gaby sambil terus mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Davie.

"Gaby," Davie menarik Gaby kepelukannya. Ia memeluk Gaby dari belakang dan mencoba merusak gaun Gaby.

"Lepaskan aku bodoh!!" Ucap Gaby dengan sekuat tenaga ia sikut perut Davie hingga merintih kesakitan.

Davie tak terima dengan sakit yang ia dapat, lantas dengan gerakan cepat Davie menampar Gaby. Tubuh Gaby terhuyung hingga jatuh kelantai.

"Aahh..." Gaby metintih kesakitan.

"Dengan tubuhmu yang lemah itu, apakah kau bisa melawanku?" Tegas Davie.

Davie kembali menarik lengan Gaby, ia memaksa Gaby untuk berdiri dan Davie kembali memeluk Gaby dari belakang.

"Davie lepaskan aku, kau menyakitiku!!" Ucap Gaby sambil terisak.

"Diamlah, aku akan menikmatimu sebentar saja." Jawab Davie sambil meraba-raba tubuh Gaby.

"LEPASKAN DIAAA!!"

BUUUGGGHHH...

Davie terjatuh kelantai setelah mendapatkan pukulan keras.

"BERANI SEKALI KAU MENGGANGU GADISKU!!" Tegas Ardiaz.

Ardiaz menarik wajah Davie dan kembali memukulnya dengan keras.

"Jangan pernah kau sentuh dia!!" Pukulan demi pukulan Ardiaz berikan kepada Davie dengan seiring ia berbicara.

"Apa kau pikir dia itu wanita lemah, HAH!!" Ardiaz tak berhenti memukul Davie.

Davie sempat melawan pukulan Ardiaz dan menangkisnya. Bahkan Ardiaz sendiri berhasil Davie pukul.

"Dia milikku, kau tak boleh menyentuhnya!!"

BUUGGHH...

Nafas Ardiaz terengah-engah karena lelah. Davie terbaring dilantai dengan wajah yang penuh dengan luka, tulang tubuhnya seakan remuk. Ia tak sanggup lagi untuk bangkit, kekuatan Ardiaz lebih besar dibandingkan dirinya.

Sementara Gaby terduduk lesu sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis tersedu-sedu. Gaun cantik yang diberikan Ardiaz kini sudah lusuh dan rusak.

"Hiks ... hiks," isak Gaby.

Ardiaz masih kesal dengan Davie, namun niatnya ingin membunuh Davie menghilang setelah dilihatnya Gaby yang menangis.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!