NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10.KUNDANGAN.

Sebulan beristirahat di gedung XpostOne membuat Qai bosan, sekarang ia sudah sembuh dan ingin pulang ke apartemen. Tidak ada alasan Jhon Meyer menahan dirinya lagi sepanjang hari.

"Bos..teman SMP mengundang ku, ini teman akrab. Malam ini dia resepsi pernikahan, aku mau kesana boleh kan?"

"Tidak boleh, kau sasaran tembak, bisa saja keluarga Edoardo menyewa sniper untuk menghabisimu."

"Aku bersih, tidak ada yang tahu kalau aku pelakunya, kecuali bos yang bicara."

"Ini bukan becandaan, kau aset mahal di XpostOne, jadi urungkan niat mu untuk keluar. Sekarang kita lagi kehabisan agen, semua pada menjalankan misi, tidak ada yang bisa mengawalmu."

"Aku bisa jaga diri tidak perlu teman dan senjata, aku perlu senjata rahasia lipstik dan kancing baju, dua senjata yang bisa aku taruh di dompet. Aku juga tidak mau membawa mobil anti peluru, tidak cocok dengan gaun ku, lebih baik Lamborghini Aventador saja."

Jhon Meyer seolah kehabisan kata-kata, ia sudah menganggap Qai putrinya. Saat ini Qai masih perlu bersembunyi, tapi ia terlalu keras kepala. Qai memang belum pernah minta sesuatu padanya, kalau sekarang ia memberi izin, takutnya ada musuh mengintainya.

Apalagi Dia dengar Bella menikah dengan putra Gubernur, disana pasti banyak ada partai, pegawai pemerintahan, anak buah pak menteri. Mereka pasti mengenalnya sebagai jurnalis.

Takutnya akan ada pertanyaan tentang Edoardo, dan vacumnya dia sebulan di televisi sebagai presenter berita.

"Kamu tidak boleh pergi, bahaya."

"Bella teman sekolah ku, dia mengirim gaun untuk dipakai pada malam resepsi, aku harus menghadirinya."

"Sekarang Valentine, mending kamu rayain di kantor bersama teman yang jaga."

"Walaupun tak ada teman yang di ajak, aku akan jalan sendiri."

"Ya sudah baik-baik jaga diri, aku mau sematkan di gaunmu pelacak. Kalau ada masalah cepat telpon lewat GSM."

"Aku tidak mau bawa GSM seperti hape jadul, aku malu banyak orang kaya akan hadir."

"Demi keselamatanmu Qai, jangan selalu bantah." ucap Jhon Meyer menahan emosi.

Ia tidak berani terlalu mengekang Qai, sebenarnya ia merasa bersalah tidak memberi izin Qai pacaran dengan sesama agen rahasia, padahal dulu Ethan pernah menaksirnya.

Kini umurnya sudah dua puluh lima tahun, belum punya pacar. Sebaiknya ia turun tangan memecat Qai dan berhenti sebagai agen rahasia. Ia ingin Qai hidup normal punya suami dan anak. Setelah pulang dari kundangan ia akan membicarakan soal ini.

Sudah jam tujuh malam, Qai akan pergi kundangan, resepsi diadakan di Hotel Eden. Menurut info ada lima puluh kamar disewa oleh suami Bella khusus untuk tamu Vip. Mereka boleh menginap gratis semalam.

Qai memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah sampai di Hotel Eden ia menaruh GSM dan alat sadap di mobil. Tak perlu membawa benda itu, pikirnya, ia juga tak mau hidupnya terus di pantau oleh Jhon Meyer.

Qai duduk sesaat di mobil memperhatikan tamu kundangan bergandengan tangan dengan pasangannya, ia sedikit minder. Pasti masih banyak teman kampus yang jomblo, ia tidak sendiri. bathinnya.

Dulu banyak teman kampus menaksirnya semua di tolak, karena masuk XpostOne. Tapi sekarang temannya hampir semua sudah menikah, ia merasa sudah tua dan ayah menuntut supaya ia cepat menikah.

Ia ingat waktu klas tiga SMP Bella pernah naksir Berlin dan sering datang ke rumah kakek pura-pura belajar bareng, Berlin tidak pernah menanggapinya. Waktu itu Berlin sudah SMA.Kalau saja Berlin masih di Indonesia pasti Bella mengundangnya.

Qai keluar dari mobil berjalan anggun ke

Grand Ballroom, Venue mega dengan tata cahaya modern, sound system yang berkualitas tinggi, serta dekorasi karpet dan panggung elegan.

Sudah ramai sekali, ia merasa telat datang. Saat ia melangkah di atas red carpet untuk menyalami Bella dan suami, tiba-tiba lampu sorot tertuju padanya.

Orang-orang berdecak kagum melihat kecantikannya dan mereka mulai berbisik, gosip liar menggelinding seperti bola salju. Ada beberapa pasang mata memperhatikannya dengan maksud ingin memiliki.

"Inilah sahabat sejati ku yang sulit di undang, terimakasih sayang sudah datang dan meramaikan malam ini. Aku sangat bahagia." suara Bella terdengar manja lewat pengeras suara.

"Semoga pernikahan yang kalian bangun mulai hari ini menjadi awal bagi keluarga yang harmonis, penuh kegembiraan, dan saling melengkapi. Happy Wedding Day." ucap Qai menyalami kedua mempelai.

"Kau masih jomblo?" bisik Bella.

"Aku tidak laris seperti kau." canda Qai. Mereka berbincang sejenak, kemudian Qai di persilahkan duduk.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!