NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Harga Ratusan Ribu Kalah Telak Sama yang Puluhan Ribu!

Melihat pemandangan Dinda dan ibunya yang sedang asyik mencuci piring sambil mengobrol akrab di dapur, seulas senyum hangat mengembang di wajah Bima.

Kehadiran Dinda sukses membuat ibunya lebih sering tersenyum. Mood yang bagus dan banyak tertawa itu jelas obat paling mujarab untuk kesehatan ibunya.

Bu Laras kelihatannya sudah ngebet banget pengen menjadikan Dinda sebagai menantunya secara resmi, tapi apa daya, kondisi ekonomi keluarga mereka saat ini masih jadi tembok penghalang raksasa.

Oleh karena itu, Bima membulatkan tekad: ia harus secepat mungkin mengumpulkan uang muka KPR rumah. Begitu sertifikat atau kunci rumah sudah di tangan, ia bakal membanting buku nikah mereka di depan ibunya, lalu memboyong Dinda pulang secara jantan.

Mungkin bagi sebagian orang ambisinya ini terkesan remeh dan nggak visioner. Tapi yah, di dalam lika-liku kehidupan, selalu ada hal-hal sederhana yang nilainya jauh lebih berharga daripada ambisi menguasai dunia.

Sambil melamun, Bima melirik layar antarmuka gamenya. Rasanya pengen banget dia nge-cheat naikin level karakternya sampai mentok detik ini juga, biar semua lahannya bisa ditanami stroberi merah dan dia bisa langsung ngeruk omzet miliaran sehari!

Saat Bima bersiap mengantar Dinda pulang, Bu Laras sampai ikut mengantar mereka turun ke pelataran gang sambil tak henti-hentinya mengoceh, "Bim, kowe bawa motornya sing ati-ati lho. Dinda dianterin sampai depan pagar rumahnya, jangan ngebut!"

"Iya, Ibuuu, Bima paham!" sahut Bima sambil tertawa, lalu menarik gas motor listriknya membelah angin malam bersama Dinda.

Keluarga Dinda tinggal di Perumahan Pesona Wetan.

Begitu motor Bima memasuki gerbang perumahan tersebut, aura dan lingkungannya langsung terasa beda kasta dengan kawasan gang sempit tempat tinggal Bima.

Ini adalah salah satu kompleks perumahan elit terbaik di Kabupaten Jatiroso. Harga tanah dan bangunannya sudah meroket gila-gilaan menembus angka Rp 28.000.000 per meter persegi! Untuk tipe rumah 120 meter persegi saja, kalau dihitung dengan biaya renovasi dan interior, harganya mutlak tembus di atas Rp 4 Miliar.

Bayangkan, rumah di kota provinsi seperti Surabaya saja masih banyak yang harganya di kisaran dua miliaran. Fakta ini jadi bukti seberapa edan dan nggak ngotaknya inflasi harga properti di kabupaten kecil seperti Jatiroso ini.

Dulu, setiap kali Bima ngapel ke mari, otaknya selalu overthinking. Kalau pakai hitung-hitungan gaji UMR normal, demi bisa beli rumah di sini, dia harus puasa mutih dan hidup melarat selama 3-5 tahun cuma buat melunasi utang keluarganya dulu.

Setelah utang lunas, kalau nasibnya nggak berubah, dia butuh waktu minimal 5 sampai 10 tahun lagi cuma buat ngumpulin duit DP-nya. Itupun dengan asumsi harga rumahnya nggak naik lagi!

Makanya, dulu Bima sering merasa insecure dan takut tak bisa membahagiakan Dinda.

Tapi sekarang? Berkat ladang gaib di kepalanya, ia seolah ditarik keluar dari kubangan lumpur kemiskinan itu dengan kecepatan roket.

Dinda sepertinya menyadari perubahan mood suaminya yang mendadak diam. Bukannya turun dari motor, ia malah makin menempelkan pipinya ke punggung Bima dan berbisik pelan, "Mas Bima... kita beneran nggak mau ngomong jujur aja ke keluarga sekarang? Aku pengen berjuang dari nol bareng kamu."

Bima tahu Dinda sedang mencoba meyakinkannya. Ini bukan kali pertama istrinya itu membahas soal "buka kartu".

Bima menggenggam sebelah tangan Dinda yang melingkar di perutnya, lalu berkata lembut, "Kan aku udah bilang, kasih aku waktu sebentar lagi ya? Sampeyan tenang aja, bisnis grosirku belakangan ini lagi gila-gilaan omzetnya. Sebentar lagi, aku janji bakal jemput kamu pulang dengan kepala tegak."

"Beneran, Mas?"

"Beneran seratus persen."

"Ya udah, aku percaya sama kamu!"

Hanya dengan dialog singkat itu, Dinda kembali menunjukkan betapa ia menaruh kepercayaan penuh pada suaminya.

Setelah berduaan sebentar di bawah remangnya lampu jalan perumahan, Bima menyerahkan bungkusan berisi 1 Kilogram stroberi Kualitas 2 kepada Dinda.

"Lho, masih ada lagi, Mas?" seru Dinda kegirangan.

Stroberi yang mereka makan di rumah tadi saking enaknya sampai ludes tak bersisa dihajar berdua dengan Bu Laras.

Bima mengangguk. "Masih dong. Sengaja aku bawain buat Sampeyan cemilin di kamar."

Hati Dinda berbunga-bunga. Ia langsung mendaratkan satu kecupan manis di pipi Bima, lalu dengan berat hati berjalan masuk ke dalam rumah.

Begitu Dinda membuka pintu ruang tengah, ia mendapati ibunya, Bu Ratna, dan kakak iparnya, Mbak Ririn, sedang asyik menonton sinetron di ruang TV.

"Eh, udah pulang kamu, Din!" sapa Mbak Ririn. Umur Ririn sebaya dengan Dinda, profesinya MUA (Make Up Artist) yang lumayan laris, jadi dandanannya selalu modis dan up-to-date. Begitu melihat adik iparnya datang, Ririn langsung memanggil dengan antusias, "Din, sini deh cobain! Aku baru aja ikutan PO jastip stroberi impor premium dari temenku. Harganya Rp 800.000 sekilo lho! Mumpung lagi ada barangnya, cobain nih."

Sambil bicara, Ririn mencomot sebuah stroberi berukuran sedang dan menyodorkannya ke mulut Dinda.

Dinda pun refleks membuka mulut dan mengunyahnya.

"Gimana? Enak banget kan rasanya?" tanya Ririn bangga.

Namun, Dinda malah menatap kakak iparnya dengan raut wajah aneh. "Mbak Ririn... ini beneran Mbak beli Rp 800.000 sekilo? Mbak nggak lagi dikadalin sama temen jastip Mbak, kan?"

"Lah, dikadalin gimana maksudmu? Ini temen geng kampusku dulu yang beliin. Masa iya nggak enak?" Ririn membalas kebingungan.

Dinda tak banyak bicara. Ia merogoh bungkusan plastik di tangannya, mengeluarkan satu buah stroberi Kualitas 2 yang merah merona, dan menyodorkannya ke mulut Ririn. "Nih, Mbak buka mulut. Cobain dulu."

Melihat stroberi yang montok itu, Ririn menurut saja dan menggigitnya. Sedetik kemudian, tubuhnya langsung membeku.

Ledakan rasa manis, wangi fruity yang pekat, dan tekstur lembut juicy itu langsung menghantam lidahnya tanpa ampun. Stroberi impor Rp 800.000 miliknya mendadak terasa seperti pepaya hambar!

"Din... ini stroberi kamu beli di mana?! Kok bisa seenak ini rasanya gila banget?! Berapa harganya? Pasti mahal banget ya?" cerocos Ririn panik bercampur takjub.

"Nggak tau juga mahal apa nggak," jawab Dinda santai. "Ini dikasih sama Mas Bima. Kalau dia yang jual grosir sih... paling banter harganya Rp 80.000 sekilo."

"Hah?! Rp 80.000?!" Mendengar angka itu, bahu Ririn langsung merosot lemas. "Astaga naga... masa iya barang harga 800 ribu kalah telak sama barang 80 ribu?! Din, sumpah aku fix ketipu nih! Parah banget 800 ribu dapet ampas. Putus urat persahabatan gue sama tuh temen jastip!"

Sambil mengomel meratapi nasib dompetnya, tangan Ririn diam-diam menyusup ke dalam kantong plastik milik Dinda, mencuri stroberi gaib itu tanpa tahu malu.

Stroberi mahal miliknya mendadak kehilangan harga diri, kalah telak pesonanya sama stroberi bawaan adik ipar!

Mendengar nama Bima disebut-sebut, Bu Ratna yang sedari tadi fokus ke TV langsung menoleh dengan dahi berkerut. "Gimana kabarnya si Bima sekarang?"

"Mas Bima lagi sibuk ngerintis bisnis grosir, Bu. Alhamdulillah makin ke sini makin lancar kok usahanya," jawab Dinda cepat. Ia sengaja mengakhiri percakapan itu dan bergegas ngeloyor ke kamarnya. Ia paling malas kalau ibunya sudah mulai mengintrogasi soal Bima.

Melihat Dinda kabur, Mbak Ririn yang masih sibuk mengunyah stroberi ikut menimpali, "Bu, aslinya Mas Bima itu orangnya baik lho. Pekerja keras, dan yang penting dia tulus banget bucinnya sama Dinda."

Bu Ratna menghela napas panjang. "Ibu tuh tau dia anak baik. Tapi kan kowe tau sendiri kondisi keluarganya gimana? Utangnya di mana-mana. Kalau Dinda sampai nekat nikah sama dia, mau makan apa anak itu nanti? Makan cinta?"

Mendengar argumen realistis sang mertua, Ririn pun memilih bungkam dan kembali fokus mengunyah stroberi sultan gratisan di tangannya.

Keesokan paginya.

Bima bangun, memanen semangka dan stroberi dari ladang gamenya, lalu menanam benih yang baru.

Setelah mandi dan sarapan kilat, ia meluncur ke gudang sewaannya, mengeluarkan semangka ke dunia nyata, lalu mulai mengantarkan pesanan ke lapak Darjo dan rekan-rekannya.

"Eh Bim, kebetulan banget. Ada yang mau aku omongin nih," ucap Darjo dengan nada sedikit sungkan setelah urusan timbang-menimbang selesai. "Gini lho, harga pasaran semangka sekarang lagi anjlok. Harga grosirmu ini bisa diturunin dikit nggak? Diskon Rp 400 perak sekilo gitu?"

Mendengar itu, alis Bima sedikit berkerut. Harga semangka udah mulai turun?

Sebenarnya fenomena turun harga ini sudah masuk dalam prediksinya. Siklus normalnya, harga semangka memang bakal meroket gila-gilaan di puncak musim kemarau bulan Juli-Agustus, lalu pelan-pelan nyungsep saat masuk akhir September.

Tapi anehnya, ini kan baru bulan Agustus, kenapa di pasar Jatiroso harganya udah anjlok duluan?

Setelah mikir sejenak, Bima langsung sadar. Jangkrik! Ini semua murni salahnya sendiri!

Setiap hari dia nge-drop pasokan lebih dari 800 buah semangka (sekitar 4,5 Ton!) ke pasar kabupaten yang ukurannya sekecil Jatiroso. Banjir supply semangka kualitas dewa ini jelas merusak keseimbangan supply and demand pedagang lokal, yang ujung-ujungnya bikin harga pasaran crash!

Kalau udah begini ceritanya, dia harus segera putar otak menanam komoditas lain. Harga semangka kalau udah trennya turun, lama-lama harganya bakal terjun bebas sampai nggak nyampe seribu perak sekilo. Margin keuntungannya bakal ampas.

Tebakannya 100% akurat. Sore harinya, saat ia menyetor semangka ke Toserba Makmur Jaya, Manajer Cipto juga ikutan merengek minta harga mark-up faktur diturunkan karena harga jual di pasaran mulai lesu.

Hal ini makin membulatkan tekad Bima untuk mempensiunkan dini ladang semangkanya.

Begitu keluar dari Makmur Jaya, Bima langsung mengirim pesan broadcast ke grup WhatsApp bos warung: "Pengumuman bosku. Stok semangka dari kebun anak pamannya keponakan kakek saya udah habis total diculik tengkulak luar kota. Mulai besok, silakan kembali kulakan semangka biasa di agen masing-masing ya."

Bima sama sekali tak merasa bersalah memutus supply secara mendadak. Toh ini murni urusan bisnis fleksibel, nggak ada kontrak pasokan jangka panjang yang mengikat.

Setelah itu, ia memfokuskan pikirannya ke dalam game. Ia mengontrol karakternya keluar dari peternakan menuju Toko Bibit di Kota Mineral. Ia harus mencari komoditas Lahan Tingkat 1 yang harga jualnya lebih tinggi dari semangka.

Sambil mengecek katalog game, tangannya sibuk googling harga grosir asli komoditas tersebut di dunia nyata. Syaratnya: harus aman ditanam, harganya mahal, dan resiko ketahuannya kecil.

Setelah memilah-milah cukup lama, matanya akhirnya menemukan satu kandidat yang perfect.

Okra (Bendi).

Di antara semua tanaman Lahan Tingkat 1, Okra adalah yang harga jualnya paling tinggi dan masa panennya setara dengan semangka.

Yang paling penting, Okra ini tumbuh dari benih langsung, bukan bibit cangkok pohon yang ribet ditanam dan dipanen sembunyi-sembunyi.

Berdasarkan hasil googling-nya, harga grosir Okra di pasar wilayah selatan (Jawa Timur dan sekitarnya) saat ini stabil di angka Rp 24.000 per kilogram. Maklum, sayuran ini banyak dicari orang untuk diet dan obat herbal penurun gula darah.

Karena modal Bima cuma harga beli benih, ia tak perlu ngoyo jual kelewat mahal. Jual grosir di harga pasaran Rp 24.000 per kilo saja sudah untung besar.

Tanpa basa-basi, Bima langsung meluncur ke Toko Tani Mbak Tutik di dunia nyata untuk memborong benih Okra.

Sesampainya di rumah, ia masuk ke dalam game, meletakkan benih itu di peti penyimpanan, lalu log out. Lewat layar antarmukanya, ia membabat habis seluruh sisa tanaman semangka di 24 petak Lahan Tingkat 1 miliknya, lalu menaburkan benih Okra yang baru.

Era kejayaan semangka telah berakhir, selamat datang era cuan Okra!

1
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
Jack Strom
Wuih, sudah mulai ada acara mancing2nya, dapat ikan gede lagi... mantap!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!