NovelToon NovelToon
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.

SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Karir / Persahabatan
Popularitas:249
Nilai: 5
Nama Author: Komiatun Atun

hidup ini seringkali begitu kejam dan Mestrius. ada yang lah dalam kemewahan, ada yang tumbuh dalam hangatan kasih sayang. namun, takdir berkata lain bagiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komiatun Atun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN" BAB 6: CAHAYA DI UJUNG LORONG

M

 

"SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN"

BAB 6: CAHAYA DI UJUNG LORONG

Hari-hari berlalu dengan tetap perlahan. Ria tetap rajin sekolah dan membantu ibunya, namun ada satu hal yang kini selalu menghiasi pikirannya: FORMULIR YANG SUDAH DIKIRIM.

Setiap kali ada notifikasi di HP pinjaman, atau setiap kali ada orang lewat membawa amplop cokelat, jantung Ria selalu berdegup kencang. Ia berharap itu adalah kabar baik untuk mereka.

"Ibu, kira-kira kapan ya jawabannya datang?" tanya Ria suatu sore sambil membantu menjemur anyaman bambu.

Ibu tersenyum sabar. "Sabar ya, Nak. Menunggu itu bagian dari ujian. Kalau sudah waktunya, pasti tahu sendiri. Yang penting kita tetap berusaha, jangan cuma menunggu."

Ria mengangguk, meski rasa penasaran itu tetap ada.

Hingga pada suatu siang yang panas terik... tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu, yang cukup keras.

Tok! Tok! Tok!

"Nak Ria! Bu Merina! Cepat keluar sebentar!" suara itu milik Pak RT. Suaranya terdengar agak keras dan bersemangat.

Ria dan ibunya kaget, langsung berlari ke depan pintu.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Bu Merina dengan napas sedikit terengah.

Pak RT tersenyum lebar, wajahnya memancarkan kebahagiaan.

"Alhamdulillah, selamat ya, Bu! Selamat ya, Nak Ria! Data kalian di formulir online itu LOLOS! DITERIMA!"

Deg...

Telinga Ria terasa berdenging, matanya seketika membelalak tak percaya. "Be... benar, Pak? Benaran?"

"Benar dong! Ini saya dapat pesan dari kantor desa. Nama Ibu masuk dalam daftar penerima bantuan, nanti uangnya akan masuk lewat jenas saya lewat rekening atau kartu. Nanti tunggu diambil saja, lumayan besar lho. Bisa buat beli beras, obat, dan mungkin bisa sedikit diperbaiki ATAP RUMAH yang bocor itu."

"Jelas ya, Pak? Benaran?" tanya Bu Merina masih tak percaya.

Air mata Ria meluncur deras. Bukan air mata sedih, melainkan air mata bahagia. Ia menatap wajah tuanya, tak sanggup menahan rasa syukur.

"Ya Allah... akhirnya..." ucapnya terbata-bata.

Bu Merina langsung menutup wajahnya dengan ujung kerudung, bahunya berguncang menahan isak tangis. Pak RT hanya tersenyum haru melihat pemandangan itu.

Ria langsung memeluk ibunya erat sekali. Tubuh mereka bergetar karena tangis bahagia. Mimpi yang selama ini hanya ada di angan-angan, kini menjadi nyata. Jalan yang tadinya terlihat gelap dan sempit, kini terbuka lebar dengan cahaya yang terang benderang.

"Ibu... kita berhasil, Bu..." isak Ria di bahu ibunya. "Nanti atapnya bisa diperbaiki, Ibu bisa makan daging sesekali..."

Ibu mengusap air mata dengan jarinya yang kasar. "Ini semua karena kamu, Nak Ria. Karena kamu rajin berdoa. Kalau kamu tidak bantuan isi formulir itu sampai bisa kemarin, mungkin kita belum dapat kesempatan ini."

Pak RT pun ikut terharu melihat pemandangan itu. "Iya, Nak. Bersyukurlah. Gunakan uangnya sebaik-baiknya ya. Ini rezeki dari Allah lewat pemerintah."

Setelah Pak RT pamit, Ria dan ibunya masih berdiri di depan pintu. Angin sore berhembus pelan, membelai rambut mereka. Rumah itu mungkin masih terlihat sederhana, dindingnya masih papan, dan lantainya masih tanah, tapi entah kenapa, hari itu rumah itu terasa hangat sekali. Lebih hangat dari istana mana pun.

Ria tersenyum, senyum lebar yang pertama kali muncul setelah sekian lama.

"Ternyata benar ya, Bu," batin Ria. "Selama kita tidak menyerah dan tetap berusaha, lewat pasti akan memberikan bantuan lewat jalan yang pernah kita duga."

Mereka tak lagi merasa sendirian. Dunia mungkin keras, tapi selalu ada kebaikan yang selalu siap menjemput mereka yang sabar.

 

1
KOMIATUN
"alhamdulillah,.... terimakasih banyak ya kak atas dukungan nya senang banget deh ada yang mampir dan kasih saya semangat, rasanya capek pulang kerja jadi hilang seketika lho, nanti kalau ada waktu luang pasti saya kunjungi profil nya kakak ya. sihat selalu dan sukses terus buat kakak. 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!