NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:903
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja Kelam

Denting waktu kembali bergetar cepat dan memukul sanubari yang terlihat tenang sejak tadi. Langit cerah telah menepi tergantikan langit senja yang menandakan sudah saatnya kembali pulang ke tempat ternyaman.

Wanita yang sepanjang hari berkutat dengan urusan rumah mulai sedikit panik, bukan karena masakan lezat yang belum terhidang di meja makan, bukan juga karena rumah megah yang seperti kapal pecah, namun takut ada kekurangan dari caranya menyambut suaminya hingga akan mendapat kemarahan yang berujung kengerian.

Clarissa dengan penampilan yang dipoles seindah mungkin, rapi dan tanpa ada noda luka sedikitpun. Rambut panjang dengan sedikit gelombang terlihat menari indah di punggungnya, sesekali melayang halus ketika pemiliknya setengah berlari keluar dari kamar menuju ruang tamu.

Sosok yang dinantikan telah tiba di pekarangan rumah yang dipenuhi bunga bermekaran, terparkir sebuah mobil yang biasa di pakai untuk pergi bekerja. Terlihat wajah lusuh setelah sepanjang hari berkutat di kantor telah menginjakkan kaki di teras, tak lama setelah itu sebuah suara dari pintu terbuka menyambutnya.

"Mas sudah pulang? " suara lembut lengkap dengan senyum menyambutnya tak lain dari Clarissa.

"Iya, sayang? " ucapnya sembari mengarahkan tangannya yang berisi tas kantor dan dengan cepat Clarissa menangkapnya.

Mereka berjalan bersama menuju lantai atas dan Clarissa sudah menyiapkan keperluan suaminya di kamar mandi.

Setengah jam berlalu dan Ethan keluar dengan penampilan yang lebih segar masih dengan anduk yang mengusap pelan kepalanya. Duduk di tepi ranjang setelah meraih ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk.

Clarissa masih duduk di depan cermin namun siaga menunggu perintah suaminya. Revan selesai yang masih menunduk menatap layar ponselnya sesekali mengobrol dengan istrinya.

"Hari ini masak apa sayang? "

"Ada ayam balado dan sayur lodeh"

"Sepertinya enak, yuk kita makan" ucap Ethan yang meletakkan ponselnya lalu bangkit berdiri.

Clarissa dengan sigap segera berdiri dan meraih handuk yang masih digenggam suaminya dan meletakkannya pada tempat semestinya.

Clarissa melayani suaminya dengan baik, menyiapkan piring lengkap dengan nasi dan lauk. Mereka mulai menikmati makan malam yang sesekali di isi obrolan atau candaan.

"Masakan kamu enak, Terimakasih ya sayang"

Pujian yang diberikan Ethan ditanggapi dengan senyuman yang tulus dari Clarissa, mereka mengobrol seperti pasangan pada umumnya.

Melanjutkan kebersamaan di ruang tamu dengan tayangan film, sesekali meluapkan ekspresi tentang adegan yang dilakukan pemerannya.

Acara menonton film selesai, malam kian larut dan mereka memutuskan untuk beristirahat. Ethan masih memeriksa ponselnya terakhir kali sebelum akhirnya merebahkan diri dan masuk ke alam mimpi.

Clarissa juga telah merebahkan diri setelah sibuk membersihkan wajah dan olesan untuk luka di pipinya.

Satu hari telah berhasil dilalui, dan malam ini sebagai penghujung dari hiruk pikuk sejak tadi pagi. Malam kian menggantung ditengah terpaan angin yang tak lama setelah itu hujan turun.

Clarissa tak kunjung tidur, pikirannya berisik meracau namun entah apa. Dia kembali turun perlahan dari ranjang dan keluar dari kamar. Menuruni anak tangga seolah menghitung hingga tanpa sadar telah membawanya menuju dapur.

Sesekali melirik ke arah piring kotor yang tergeletak rapi di wastafel, kemudian meraih gelas kosong dan mengisinya dengan air jernih dari teko.

Menggenggam gelas itu, tubuhnya membawanya menuju ruang tamu. Duduk sejenak dan menikmati air yang membasahi kerongkongan nya. Diayunkannya langkah kakinya menuju jendela yang dihiasi gorden berwarna ungu ultra, disingkapnya tirai itu dan melirik keluar.

Tirai hujan masih bergerak bebas, tanpa rasa takut dan sakit menjatuhkan diri di tanah dan teras meski berasal dari awan yang tinggi.

Clarissa termenung menatap hujan yang kian membawanya pada imajinasi liar. Berputar seperti imajinasi anak kecil yang lucu namun tak masuk akal. Imajinasi yang dapat menjadi nyata jika terlalu dalam dan tak mampu membedakan dengan yang nyata.

Imajinasi menjadi titik hujan yang melayang tanpa beban, mengelilingi semesta dan mendarat ke bumi sesuka hati. Bila jatuh dan mengguncang tanah, membasahi dedaunan atau menyatu dengan air danau atau gelombang laut.

Air hujan yang mendarat ke bumi dan berubah menjadi sosok manusia biasa, bukan bidadari dan bukan juga superhero. Apa jadinya jika manusia terbang tinggi mengitari matahari dan mendadak jatuh ke bumi. Semakin liar tak karuan pikiran wanita cantik itu.

"Andai aku jatuh dari tempat tinggi dan mendarat ke tanah seperti air hujan, apakah rasanya sakit? " ungkapan dan pertanyaan yang berbicara di sanubarinya kemudian dengan cepat dia menggelengkan kepala dan menghela nafas. Menyadari pikirannya terlalu jauh dari akal sehatnya.

Gerakkannya ringan dan menjauh dari gorden meninggalkan tirai hujan yang masih asik dengan petualangan malamnya, membiarkan semesta memainkan panggungnya. Dia hanya figuran yang perlu menepi.

Semakin menjauh dari ruang tamu dan mengayunkan kakinya menuju kamar untuk ikut membaringkan diri didekat suaminya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!