NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 Ini Sudah Memuakkan

"Benar bukan Dikta, Zivanna," Wina melempar kepada Zivanna dan Dikta.

"Dikta sudah pasti menginginkan anak. Dulu saat memiliki hubungan dengan Nayla, saya seringkali tidak sengaja mendengar obrolan serius mereka, ketika keduanya menjalin hubungan serius dalam jenjang pernikahan. Dikta ingin langsung memiliki anak, mengingat usia Dikta sudah matang dan sudah pantas menjadi seorang ayah," Wina tidak lepas membawa nama-nama Nayla bahkan bukan hanya di depan Zivanna saja, tetapi juga kedua orang tua Zivanna.

"Sekarang Dikta sudah menikah dengan Zivanna, entahlah apakah pembicaraan itu sudah mereka komunikasikan atau justru Dikta tidak berani mengatakan hal itu kepada istrinya, ya kita sangat tahu sekali, Zivanna memiliki sifat keras kepala dan mungkin saja masih ingin terus berkarir dalam pekerjaannya sampai melupakan tugas-tugas dalam rumah tangga yang seharusnya menjadi tugas utama," lanjut Wina kembali memojokkan Zivanna.

"Ma!" Wahyu sampai menegur istrinya itu dengan suara yang pelan.

"Benar bukan. Mbak," Wina tidak peduli dan tetap tersenyum saat berbicara seperti itu.

"Ya, pasti benar, kita sudah tua dan pasti menginginkan cucu di dalam pernikahan anak-anak kita, begitu juga dengan saya. Zivanna dan Dikta sudah pasti berkomunikasi tentang masalah itu," sahut Sekar.

"Benarkah! Zivanna kamu sudah membicarakan dengan suami kamu ingin memiliki anak berapa? Lalu apa kamu sudah hamil?" Wina tidak henti-hentinya mencecar Zivanna untuk membuatnya tidak nyaman dan merasa dipojokkan.

"Belum," Zivanna menjawab dengan dingin dan sesuai dengan apa yang dia katakan. Wajahnya terlihat menyimpan amarah yang menatap ibu mertuanya terlalu ikut campur dalam pernikahannya.

"Kenapa? Kamu menunda untuk memiliki momongan?" tanya Wina.

"Tidak! Tetapi anak Tante juga tidak membicarakan apapun kepadaku dan sepertinya anak Tante yang tidak ingin memilikinya atau jangan-jangan Tante juga tidak menginginkan anak itu lahir dari rahimku, karena Tante terus saja menyebut nama Nayla yang artinya Tante lebih menginginkannya dan kenapa harus menyuruhku untuk melahirkan anak," sahut Zivanna sudah terlalu kesal dengan Wina membuatnya harus mengeluarkan kata-kata seperti itu.

"Apa maksud kamu Zivanna?" tanya Wina tampak tidak suka mendengar perka Zivanna seolah-olah membuatnya salah di mata kedua besannya.

"Nayla sudah kembali, jika Tante menginginkannya untuk menjadi menantu Tante, maka katakan saja langsung kepadanya, Tante jangan menganggap bahwa aku bersujud untuk pernikahan ini dan menginginkan pernikahan ini. Tidak sama sekali! Aku bener-bener sangat muak harus menjadi korban drama kalian!" ucap Zivanna dengan tegas berdiri dari tempat duduknya yang sudah menahan diri sejak tadi.

"Zivanna...." tegur Andra menganggap putrinya terlalu berlebihan dan tidak sopan.

"Kenapa? Papa dan Mama menganggap apa yang baru saja Zivanna katakan terlalu lancang dan tidak pantas? Lalu apa Papa dan Mama tidak mengerti juga, bahwa Tante Wina baru saja membicarakan masalah anak di saat makan malam dan bahkan membicarakan wanita lain, sudah menjelaskan bahwa dia tidak menyukaiku!"

"Aku harus menegaskan kepada Tante Wina. Jika aku juga tidak menginginkan pernikahan ini tidak terpaksa melakukannya, seharusnya Tante berterima kasih kepadaku, karena aku mengorbankan masa mudaku, mengorbankan impianku untuk menikah dengan anak Tante akhir keluarga yang tepat diselamatkan!" tegas Zivanna.

"Zivanna!" Andra terus menegur kelancangan Zivanna Wina terdiam tetapi dari raut wajahnya terlihat kesal.

"Tante menikmati hasil pengorbananku, tidak memiliki masalah dengan hutang piutang dengan perusahaan yang nyaris saja bangkrut dan terlebih lagi putra Tante menikmati posisinya di rumah sakit. Bukannya berterima kasih justru terus memojokkanku seolah-olah aku menginginkan semua ini!" umpat Zivanna sudah tidak dapat menahan diri mengeluarkan semua unek-uneknya.

Meski Dikta juga ikut dipermalukan dan tidak memiliki harga diri.

"Zivanna sudah cukup, kamu tidak pantas berbicara seperti ini, bagaimanapun Tante Wina adalah ibu mertua kamu dan kamu harus memberikan rasa hormat kepadanya!" tegas Sekar.

"Bagaimana cara menghormati seseorang yang tidak bisa menghormati orang lain yang sudah menjadi bagian dari kehidupan putranya, terus mengungkit wanita yang pernah menjadi bagian dari kehidupan putranya, jangan membuatku kehilangan gendang yang akhirnya akan membongkar semuanya sendiri jika kalian tidak bisa melakukan! Aku akan menjadi wanita yang tidak peduli dengan apapun dan menjadi wanita yang sesuai dengan pikiran kalian jika kalian terus memperlakukanku seperti ini!"

"Jangan manipulatif menjadikanku seorang penjahat dan sementara kalianlah penjahatnya!" tegas Zivanna akhirnya meninggalkan meja makan dengan membawa kekesalan dan kemarahannya, tetapi sedikit lega karena mengungkapkan semua unek-uneknya.

"Zivanna...."

"Zivanna....!"

Andra dan Sekar berusaha untuk memanggil putri mereka, tetap saja tidak ada sahutan yang membuat Zivanna lebih memilih meninggalkan acara makan malam tersebut untuk yang kedua kalinya.

"Mbak mohon maaf atas sikap putri kami, ini benar-benar sangat berlebihan dan mungkin saja karena Zivanna baru saja pulang dari rumah sakit, mungkin dia sangat lelah," Sekar sudah pasti tidak enak dengan besannya.

"Tidak apa-apa, kami akan terus mengucapkan tidak apa-apa karena terlibat hutang budi dengan keluarga kalian," sahut Wina tersenyum getir dan dibalik senyumnya itu ada kemarahan kepada Zivanna yang tidak punya sopan santun.

Dikta jika sudah terjadi ribut-ribut seperti itu di depannya dan apa yang bisa dia lakukan selain diam. Menegur Zivanna akan dikatakan membela ibunya dan jika sebaliknya, maka Dikta sudah pasti dikatakan menurut dengan Zivanna karena kehidupan Dikta ditentukan oleh kedua orang Zivanna.

*****

"Papa benar-benar kecewa kepada kamu Zivanna. Papa tidak suka jika kamu bersikap dan berkata seperti itu di depan Tante Wina dan Om Wahyu, apalagi mereka sudah menjadi orang tua kamu!" Andra memarahi Zivanna ketika sudah berada di ruang tamu.

Dikta tidak ada di sana, Dikta memilih untuk memasuki kamar daripada berada di ruang tamu dan sudah pasti dia juga akan ikut-ikutan disalahkan oleh Zivanna.

"Papa tidak dengar apa yang diungkapkan oleh Tante Wina kepada Zivanna. Papa akan diam saja ketika putrinya di pojokkan seperti itu. Tante Wina tidak menyukai Zivanna, dia selalu menyalah Zivanna atas pernikahan ini. Papa akan diam saja ketika putrinya diperlakukan seperti itu hah!" umpat Zivanna dengan penuh kekesalan saat dirinya kembali disalahkan.

"Zivanna, mungkin cara penyampaian Tante Wina salah tetapi sebenarnya ada maksud di dalam semua penyampaian itu, memang ada orang tua yang tidak menginginkan anak-anak mereka memiliki keturunan, kamu dan Andra sudah memasuki usia pernikahan 5 bulan dan wajar saja jika orang yang sudah tua ini ingin mempertanyakan hal-hal seperti itu," sahut Sekar berusaha untuk menjadi penengah.

"Kamu selalu saja menganggap pembicaraan yang santai menjadi besar dan membuat kamu salah paham. Zivanna kamu seorang istri dan seharusnya bisa lebih mengerti dengan situasi ini dan bukan malah menganggap bahwa diri kamu selalu disalahkan, kita terus aja berdebat seolah-olah menjadi ayah dan anak yang tidak akur, Papa dan Mama sangat menyayangi kamu, apapun yang dibicarakan orang-orang tua kepada kamu itu sudah menjadi hal yang terbaik untuk kamu," ucap Andra.

"Tidak! Papa dan Mama tidak sayang pada Zivanna, lihatlah kalian sudah mendengar apa yang dikatakan oleh tante Wina dan tetap saja Zivanna yang salah. Baiklah mulai saat ini Zivanna tidak akan membantah dan akan diam saja dengan apapun yang kalian lakukan dan begitu juga dengan orang-orang yang melakukan kepada Zivanna, sampai pada akhirnya kalian menyadari bahwa Zivanna benar-benar tersiksa dengan semua ini!" tegas Zivanna.

"Apa maksud kamu Zivanna?" Tanya Sekar.

"Mama dan Papa akan melihat siapa yang paling menderita dalam pernikahan ini dan kalian akan menyesal bahwa anak yang telah kalian melahirkan dan besarkan benar-benar menderita, Zivanna benar-benar lelah dengan semua ini, tidak memiliki dukungan dari orang tua, orang yang seharusnya menjadi tempat pulang dan tempat ternyaman Zivanna ternyata menganggap Zivanna salah dan terus saja membela orang lain," ucap Zivanna.

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!