NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum Yang Berubah

Setelah ibu tirinya pergi, suasana kamar tetap terasa berat. Pintu tertutup secara perlahan, menyisakan keheningan yang membuat suara hujan di luar terdengar semakin jelas.

Lilian masih berdiri dengan tubuh yang sedikit membeku di dekat meja, seolah belum percaya pada apa yang baru saja terjadi.

Arcelia duduk di tepi tempat tidur sambil memijat pelipisnya pelan. Kepalanya masih dipenuhi memori yang bukan miliknya.

Potongan masa lalu muncul tanpa urutan.

Tangisan seorang anak kecil.

Lorong mansion yang dingin bukan karena keadaannya yang dingin.

Suara pelayan yang saling berbisik saat Arcelia lewat.

Dan rasa kesepian yang begitu dalam hingga membuat dadanya nyeri.

Arcelia memejamkan matanya, dadanya terasa sesak. Perasaan itu terlalu nyata untuk dirasakan. Seolah tubuh ini masih menyimpan luka yang belum sempat sembuh.

“Nona…” Suara Lilian terdengar hati-hati.

Arcelia membuka mata. “Ada apa?”

Pelayan itu tampak ragu sebelum mendekat perlahan. “Maaf karena lancang… tapi Anda benar-benar berbeda sekarang.”

Kalimat itu membuat Arcelia terdiam beberapa saat.

Tentu saja berbeda, karena ditubuh Arcelia memiliki jiwa yang lain. Karena pemilik tubuh yang asli sudah mati. Namun dia tidak mungkin mengatakan kebenaran itu.

“Apa sebelumnya aku terlihat sangat buruk?” tanyanya pelan.

Lilian langsung panik. “Bukan begitu maksud saya!” tangannya melambai-lambai.

Arcelia mengangkat setengah alisnya “Kalau begitu apa?”

Gadis itu menunduk. “Sebelumnya Nona selalu takut kepada mereka. Nona selalu diam saat ditindas mereka.”

Ucapan pelayan itu terdengar sangat menyakitkan di hatinya. Arcelia dari dunia modern bisa merasakan sisa emosi pemilik tubuh ini.

Bukan perasaan takut yang dia rasakan, melainkan ketakutan yang tumbuh selama bertahun-tahun.

Ketakutan yang terus menerus ditekan, perasaan yang selalu kesepian yang menjadi satu.

“Aku hanya lelah terus diam,” jawabnya tenang.

Lilian menatapnya beberapa detik sebelum matanya memerah menahan tangis. “Kalau nona bersikap lebih berani seperti tadi sungguh saya sangat senang. Jadi anda tidak perlu merasakan ditindas.”

Arcelia sedikit terkejut mendengar ucapan pelayannya. Dia tidak menyangka masih ada seseorang yang benar-benar peduli pada Arcelia asli.

“Kenapa kau tetap berada di sini?” tanyanya tiba-tiba. Karena jika dia tidak mengikutinya, Lilian pasti memiliki kehidupan yang lebih damai dibandingkan sekarang.

Lilian tampak bingung harus menjawab apa.

“Semua pelayan lain menjauh dariku,” lanjut Arcelia. “Tapi kenapa kamu tidak.?”

Gadis itu meremas ujung roknya dengan erat. “Karena dulu… Nona pernah menolong saya.”

Tiba-tiba ingatan samar muncul dikepala Arcelia seperti menanggapi ucapan Lilian.

Seorang anak pelayan dihukum karena memecahkan vas mahal. Arcelia kecil maju membela pelayan itu meski akhirnya dirinya sendiri dimarahi.

Dadanya terasa sesak, pemilik tubuh terlalu baik untuk keluarga yang kejam seperti ini.

Tiba-tiba...

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu kembali terdengar.

Kali ini Lilian tampak lebih ketakutan dibanding sebelumnya.

Saat pintu terbuka,

Kreekk!!!

terlihat seorang laki-laki paruh baya bersama dua orang pelayan yang mengikutinya dari belakang.

Tubuhnya tinggi dan tegap meski wajahnya terlihat sangat lelah. Rambut hitamnya mulai dihiasi sedikit uban, sementara mata abu-abunya tampak dingin dan sulit ditebak.

Namun saat pria itu memasuki ruangan, jantung Arcelia berdenyut aneh. Tubuh pemilik mengenali pria itu.

Dia adalah Duke Cedric Vareinne ayah kandung Arcelia.

Tangan kanan Duke diangkat keatas seperti memberi sebuah isyarat.

Kemudian Lilian buru-buru membungkuk. “Kalau begitu saya permisi tuan.” Lilian berjalan meninggalkan mereka.

Setelah pelayan itu keluar, hanya tersisa mereka berdua di dalam kamar.

Arcelia hanya menatap Duke dengan tatapan datar, tidak ada kehangatan pada sorot matanya. Dan tidak ada yang berbicara selama beberapa saat, sampai akhirnya.,

Duke Cedric memandang putrinya cukup lama sebelum berbicara. “Kudengar keadaanmu membaik.” Nada suaranya datar.

Suaranya terdengar seperti seseorang yang tidak memiliki perasaan. Terlalu biasa untuk seorang ayah kepada putrinya. Tidak ada rasa khawatir atau perasaan hangat.

Arcelia memperhatikan pria itu diam-diam. Dari memori tubuh ini, dulu Duke Cedric bukan ayah seperti sekarang.

Duke Cedrik selalu tersenyum melihat Arcelia. Dia pernah menggendong Arcelia kecil dipundaknya bahkan selalu menceritakan sebuah dongeng sebelum tidur.

Namun setelah kematian ibu kandung Arcelia ayahnya berubah menjadi pendiam sampai akhirnya ibu tirinya datang dan merubah segalanya.

“Ayah tampak kecewa karena aku masih hidup.” Ucapan itu keluar begitu saja setelah beberapa saat terdiam

Duke Cedric langsung mengernyit. “Jangan bicara sembarangan.”

Arcelia tersenyum pahit, “Kalau begitu bagaimana aku harus bicara?”

Duke Cedrik sedikit terkejut mendengar jawaban Arcelia. Karena selama ini dia adalah gadis yang pendiam yang tidak pernah membalas ucapan siapapun.

Arcelia selalu menundukkan kepalanya dan akan selalu terburu-buru untuk meminta maaf. Namun hari ini Arcelia tidak seperti sebelumnya.

Cedric berjalan mendekat dan berhenti tepat didepan Arcelia yang hanya menyisakan jarak tidak sampai satu meter “Aku datang untuk memastikan keadaanmu.”

“Benarkah?” Tatapan merah anggur Arcelia bertemu dengan mata abu-abu milik ayahnya. “Ayah tidak pernah datang bahkan saat aku sakit sebelumnya.”

Wajah Duke Cedrik berubah sedikit suram, jauh dilubuk hati terdalamnya seolah tersentuh. “Kamu terlalu banyak berpikir Arcelia. Ayah juga sangat menyayangimu.”

Namun dihati Duke Cedrik menyadari ucapan putrinya, karena selama ini selalu mengabaikan keberadaan putri kesayangannya.

Ucapan Duke Cedrik hampir membuat Arcelia tertawa. Bukan tawa lucu, tapi karena sesuatu yang lain.

Selama ini ayahnya selalu mengabaikan Arcelia, perasaannya bahkan saat Arcelia sedang sakit dia tidak pernah ada.

“Ayah percaya aku jatuh sakit secara biasa?” tanyanya pelan tanpa ada rasa ragu.

Cedric menatapnya tajam. “Maksudmu apa?” Duke tidak mengerti maksud Arcelia

“Sudah lama aku diracuni didalam rumah yang terlihat sangat nyaman ini." sorot matanya sangat tajam seolah tidak takut ayahnya marah.

Tatapan Duke Cedrik berubah sangat dingin, “Siapa yang mengatakan hal seperti itu kepadamu?"

“Aku merasakannya sendiri karena aku yang selalu minum racun itu” katanya tegas tanpa ada rasa takut

“Berhenti bicara omong kosong Arcelia. Kamu belum sembuh jadi terlalu banyak bicara, lagi pula kamu tidak memiliki bukti." kata Duke Cedrik.

“Jadi Ayah tidak percaya?” jawab Arcelia cepat dan memalingkan wajahnya.

Terlihat matanya sedikit berkaca-kaca menahan air mata supaya tidak menetes.

Duke Cedric melihat mata Arcelia kemudian menghela napas berat. “Ayah tidak ingin mendengar tuduhan tanpa dasar di dalam keluarga ini.”

Kata keluarga terdengar seperti lelucon bagi Arcelia. Apakah keluarga ini masih bisa disebut sebagai keluarga??

Arcelia memperhatikan ayahnya beberapa saat. Lalu perlahan berkata, “Kalau suatu hari aku benar-benar mati… apakah Ayah akan peduli?”

Mata Duke Cedrik bergetar mendengar ucapan Arcelia, hatinya terasa perih.

Namun sebelum ia sempat menjawab—

[Pendeteksi kebohongan telah aktif.]

Tulisan biru muncul di sudut pandang Arcelia. Arcelia diam-diam mengaktifkan sistem miliknya.

[Target mengalami konflik emosi.]

[Kesedihan terdeteksi.]

Arcelia terdiam melihat sistemnya. Akhirnya Arcelia menyadari bahwa pria didepannya masih peduli terhadapnya namun mungkin ada sesuatu yang menahannya atau ada seseorang yang sengaja membuat jarak diantara mereka.

Duke Cedric memalingkan wajah lebih dulu. “Arcelia, tolong jangan berbicara hal yang aneh.” Nada suaranya terdengar lebih rendah dibanding sebelumnya.

“Ayah sibuk. Istirahatlah.” lanjutnya Duke Cedrik.

Kemudian Duke Cedrik pergi dengan terburu-buru meninggalkan Arcelia sendiri.

Setelah ayah Arcelia pergi, dia merebahkan kembali tubuhnya ke kasurnya yang empuk.

"aneh," gumamnya lirih.

Arcelia bisa merasakan emosi tubuh ini bergejolak setelah melihat ayahnya.

Ada perasaan kecewa, sedih dan marah karena selama ini selalu terabaikan.

Namun jauh di dalam semua itu… masih ada harapan kecil. Harapan yang belum sepenuhnya mati.

“Ayah bodoh,” gumamnya lirih.

Kalau pria itu sedikit saja membuka mata, dia pasti akan menyadari putrinya hidup seperti apa di mansion ini.

[Misi sampingan muncul.]

[Cari sumber racun di kediaman Duke.]

[Hadiah: Ketahanan Racun Lv.1]

Arcelia menghela napas pelan. “Setidaknya saya memiliki sistem dikehidupan ini”

Meskipun tubuhnya masih lemah, namun pikirannya sudah kembali jernih. Kemudian dia bangun dan turun dari ranjangnya.

Kalau ingin bertahan hidup, ia tidak bisa terus berada di kamar. Apalagi sekarang musuhnya tahu bahwa dirinya mulai berubah.

“Nona!” Lilian masuk dengan panik saat melihat Arcelia berdiri. “Anda mau ke mana?”

“Berjalan sebentar.” kata Arcelia sambil berjalan menuju pintu keluar.

“Tapi tubuh Anda—” kata Lilian, namun belum sempat menyelesaikan ucapannya,

“Aku tidak selemah dulu.” Kata Arcelia. Kalimat itu keluar tanpa sadar.

Kalau ingin bertahan di tempat ini, dia harus lebih berbahaya dibanding orang-orang yang mencoba membunuhnya.

Dan Arcelia modern tidak ingin seperti Arcelia pemilik tubuh asli yang hanya diam saat ditindas.

Saat Arcelia berjalan melewati lorong mansion terasa sangat sepi bahkan para pelayan terlihat gugup melihat dirinya bahkan beberapa dari mereka terlihat seperti sedang terkejut.

Karena biasanya Arcelia selalu berjalan dengan menundukkan kepalanya berbeda dengan sekarang sorot matanya terlihat tegas namun sikapnya tampak terlihat tenang dan berani.

Setelah Arcelia sampai diujung lorong, bisik-bisikan baru mulai terdengar ditelinganya.

“Bukankah katanya Nona Arcelia hampir mati?” kata salah satu pelayan itu.

Namun pelayan lain dengan cepat menjawab “Aku dengar nyonya Marquise sangat marah karena dia tidak mati.”

“Diam! Kalau ada yang mendengar—” salah satu pelayan itu mengingatkan.

Arcelia menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan yang terakhir.

Para pelayan langsung pucat menyadari bahwa Arcelia mendengar ucapannya, “N-Nona…” katanya gugup.

Arcelia tersenyum, senyumnya sangat cantik namun bagi para pelayan itu tampak menyeramkan.

“Lanjutkan.” kata Arcelia datar.

“Maafkan kami!” kata pelayan tersebut.

Mereka langsung menunduk gemetar. Namun Arcelia tidak marah. Justru informasi seperti ini berguna baginya. Berarti memang ada sesuatu yang disembunyikan di mansion ini.

Dan ibu tirinya kemungkinan besar terlibat jauh lebih dalam daripada yang dia kira.

Saat hendak melanjutkan langkahnya, matanya bertemu sesosok gadis.

Dia adalah Lunaria. Gadis itu berdiri diam dengan gaun merah muda lembut, terlihat seperti adik manis yang tidak berbahaya.

Lunaria tersenyum melihat Arcelia, namun senyuman itu tidak berarti apa-apa bagi Arcelia

“Kakak terlihat sehat sekali.” kata Lunaria sambil tersenyum.

Arcelia hanya membalas dengan senyum tipis. “Ya. Padahal aku kira bakal mati."

Udara di sekitar mereka terasa berubah dingin. Lunaria melangkah mendekat perlahan. “Aku benar-benar khawatir.”

“Apa kamu tidak lelah selalu hidup dengan penuh sandiwara.” kata Arcelia sambil tersenyum mengejek.

Senyum Lunaria membeku sepersekian detik. “Kakak bicara aneh hari ini.”

“Benarkah?” Tatapan Arcelia turun perlahan ke tangan gadis itu.

Tangan Lunaria terlihat sedikit gemetar karena gugup.

"Setelah hampir mati, aku belajar satu hal pasti,” ucap Arcelia pelan.

“Apa itu?” kata Lunaria, tangannya mengepal menahan gejolak perasaannya.

Bibirnya Arcelia melengkung tipis. “Orang yang terlihat paling baik… biasanya paling beracun.”

Wajah Lunaria berubah dingin, Lunaria menyadari satu hal pasti bahwa Arcelia benar-benar telah berubah.

1
Rain Aricia
Dia gugup ya?
Rain Aricia
Selalu suka dengan kata2 realistis kayak gini, apalagi ditengah2 cerita🤭👍
Rain Aricia
Leonard ada dimana mana🤣
Rain Aricia
Ini kayak sistem gitu ya thor?
Ibu Rasyidd: iya kak, arcelia punya sistem
total 1 replies
Rain Aricia
Memang, banyak kok gitu sifat manusia
Rain Aricia
Ooo dah mati ya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
what? maksudnya gimana, tubuhnya sudah mati?
Ibu Rasyidd: Arcelia yang asli udah mati kak, yang ada ditubuh arcelia jiwa orang lain dari dunia modern
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
jadi tanda tanya besar, ada apa yang terjadi di sana
Rain Aricia
Wihh enak ya bisa lihat orang bohong apa kagak
Rain Aricia
Ohh dia ditubuh orang lain ya thor?
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
karena banyak pemeran, aku benar-benar harus memahami isi ceritanya tiap paragraf, tentu saja semakin banyak pemeran semakin n banyak konflik yang muncul dalam cerita
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kemampuan meramu obat juga pastinya kan
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
mmmmm, i see
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
masukan dikit Thor, bila ingin mencantumkan kata keterangan tempat "di" dipisah yah. misal: di dalam
Ibu Rasyidd: wah iya kak, suka lupa😄😄
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
kak, kamu suka nonton film kerajaan British, ya, fasih banget gaya penceritaannya
Ibu Rasyidd: Belum pernah nonton malah kak, cuma suka baca komik dan novel jenis ini😄
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
some thing wrong, Dad!
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor, aku koreksi dikit yah, kalau keterangan tempat, misal di dan bibir maka pengetikannya di bibir, di pisah Thor. Bukan dibibir.
Ibu Rasyidd: terimakasih banyak kak masukannya, sangat membantuu masukannya🙏😍
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yah dia akan mengalami masa sulit
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
siapakah lelaki ini? bikin penasaran
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aku mencium aroma konspirasi dalam cerita ini, makin seru tiap bab dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!