Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Terobosan Bayangan
Lima hari telah berlalu sejak Kapal Bayangan Naga menembus pengepungan tiga faksi besar dan merampas Mutiara Roh Laut Surgawi. Pelayaran menuju Benua Utara kini jauh lebih tenang, seolah lautan itu sendiri takut untuk menelan kapal hitam tersebut.
Di atas geladak kapal, suhu udara telah turun secara drastis hingga mencapai titik beku. Lapisan es tipis bahkan mulai menutupi tiang layar utama.
Di pusat hawa dingin tersebut, Gu Tianxue duduk bersila. Ia telah mempertahankan posisi itu selama lima hari lima malam penuh tanpa bergerak satu inci pun. Di atas kepalanya, sebuah pusaran Qi raksasa berputar perlahan, menyerap energi spiritual dari udara Laut Azure bagaikan ikan paus raksasa yang sedang meminum lautan.
Energi Yin murni dari Mutiara Roh Laut Surgawi telah sepenuhnya melebur ke dalam meridian pemuda ras Iblis Malam tersebut. Sayap bayangan di punggungnya kini bukan lagi sekadar energi ilusi, melainkan telah memadat menjadi entitas fisik yang memancarkan cahaya kristal gelap.
Tiba-tiba, suara retakan halus terdengar dari dalam Dantian Gu Tianxue.
KRAAAAK!
Itu bukanlah suara tulang yang patah, melainkan suara belenggu ranah yang hancur!
Fluktuasi auranya yang tadinya tertahan di batas Nirvana Puncak mendadak meledak bagaikan gunung berapi yang meletus. Pusaran Qi di atas kapal membesar puluhan kali lipat, mengubah langit siang menjadi gulita akibat Niat Gelap Absolut yang memancar dari tubuhnya.
Setengah Langkah God King!
Gu Tianxue perlahan membuka matanya. Pupil matanya kini berwarna hitam murni tanpa bagian putih sedikit pun, memancarkan kedinginan jurang tanpa dasar. Ia menghembuskan napas panjang, menstabilkan fondasi barunya yang luar biasa kokoh. Mutiara surgawi itu tidak hanya meningkatkan ranahnya, tetapi juga memurnikan garis keturunan Iblis Surgawinya!
"Selamat..," Jian Zui yang sedang mengemudi mengangguk kagum. "Hanya dalam waktu lima hari menyerap mutiara itu, kau telah melompati rintangan tersulit menuju ranah God King. Sayap Iblismu kini bahkan memiliki ketahanan tingkat Setara Artefak Surga Puncak."
Namun, tidak semua orang di kapal itu merasa senang.
Dari sudut geladak yang lain, terdengar suara gerutuan keras disusul oleh suara tulang ikan yang diludahkan dengan kasar.
PTUIH!
"Ini tidak adil! Ini benar-benar tidak adil!" Long Chen menghentakkan kakinya hingga geladak kapal bergetar. Ia berjalan menghampiri Gu Tianxue dengan wajah cemberut, menunjuk-nunjuk iblis itu dengan tusuk sate bekasnya.
"Hei, Gagak Malam! Bagaimana bisa kau melompat ke Setengah Langkah God King hanya dengan duduk diam dan menelan sebuah bola bercahaya?!" rengek Long Chen, mata naga emasnya memancarkan kecemburuan yang tidak disembunyikan sama sekali. "Aku sudah makan lima hiu tingkat Ascendant, tiga gurita raksasa, dan satu kerang purba selama lima hari ini, tapi Dantianku hanya terasa kenyang! Di mana keadilan Surga?!"
Gu Tianxue berdiri, jubah bayangannya berkibar elegan. Ia menatap Long Chen dengan wajah datarnya yang khas.
"Keadilan Surga tidak berpihak pada mereka yang menggunakan perut sebagai Dantian, Kadal," jawab Gu Tianxue dingin, meski ada sedikit nada kepuasan di sudut bibirnya. "Mutiara itu memiliki afinitas Yin ekstrem. Jika kau yang memakannya, elemen Api Naga di tubuhmu akan meledak dan mengubahmu menjadi kembang api berbentuk kadal."
"KADAL KAU BILANG?!" Urat nadi Long Chen menonjol. Ia menggulung lengan bajunya. "Mau mencoba ranah barumu?! Mari kita lihat apakah sayap barumu itu bisa menahan tinju naga yang marah karena cemburu!"
Jian Zui tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keduanya. "Tuan Muda Long, garis keturunan Naga Leluhur milikmu sudah luar biasa melanggar nalar. Fisikmu di ranah Nirvana Puncak bahkan bisa mematahkan capit ahli God King Awal. Jika kau menelan harta untuk naik ranah semudah itu, surga sendiri yang akan turun tangan menyambarmu dengan petir!"
"Diam kau, Kakek Mabuk! Kau saja diberi pengobatan gratis oleh Bos hingga racunmu hilang!" Long Chen langsung berbalik, berlari menuju kursi kapten tempat Zhao Xuan sedang memejamkan mata sambil memangku burung Phoenix Primordial.
Long Chen berlutut di sebelah kursi dengan wajah memelas layaknya anak kecil yang meminta mainan.
"Bos... Bos yang agung... Tiran yang paling tampan dan dermawan di seluruh tiga puluh tiga surga..." Long Chen merengek, menarik-narik ujung jubah Zhao Xuan. "Gagak Malam itu baru saja menembus ranah! Dia akan menjadi lebih sombong sekarang! Tidakkah kau memiliki, entahlah... Pil Pembuat Naga Emas? Atau Mutiara Matahari yang bisa kutelan? Atau mungkin... sepotong paha naga kuno dari dimensi saku mu?"
Zhao Xuan membuka sebelah matanya, menatap naga barbar yang sedang merengek di kakinya dengan pandangan luar biasa datar. Burung Phoenix di pangkuannya ikut membuka mata, memiringkan kepalanya, lalu mengeluarkan suara kwek yang terdengar sangat mirip dengan nada ejekan.
"Bahkan burung ini menertawakanku!" Long Chen menunjuk si Phoenix dengan frustrasi.
Zhao Xuan menarik jubahnya dari genggaman Long Chen.
"Jika kau ingin menelan mutiara, melompatlah ke laut. Cari tiram raksasa, buka cangkangnya dengan kepalamu, dan telan apa pun yang ada di dalamnya," ucap Zhao Xuan tanpa belas kasihan.
"Bos! Itu mutiara biasa! Yang kuminta adalah pusaka Surgawi!" protes Long Chen.
"Kultivasimu berasal dari Garis Keturunan Fisik Murni," Zhao Xuan akhirnya memberikan pencerahan, menopang dagunya dengan tangan. "Harta spiritual berelemen Qi tidak akan berpengaruh banyak padamu. Jika kau ingin menembus God King, kau harus bertarung di ambang kematian dan mandi dengan darah musuh yang memiliki garis keturunan lebih kuat darimu. Benua Utara adalah sarangnya Iblis Kuno. Bersabarlah. Aku jamin kau akan memiliki banyak daging untuk dikoyak."
Mendengar kata "mandi darah" dan "koyak daging", mata Long Chen langsung berbinar. Rengekannya menguap seketika, digantikan oleh cengiran barbar yang mengerikan.
"Hehe! Kalau begitu beda ceritanya! Jika aku bisa menghajar para jenius iblis kuno itu, aku rela menunggu beberapa hari lagi!" Long Chen langsung melompat girang dan berlari kembali ke alat panggangan satenya untuk merayakan prospek pembantaian di masa depan.
Gu Tianxue menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan Long Chen. Ia kemudian berbalik menghadap Zhao Xuan, lalu menunduk hormat dengan satu lutut.
"Tuan, formasi kultivasi saya telah stabil. Terima kasih atas perlindungan Anda selama proses ini," lapor Gu Tianxue.
"Setengah Langkah God King hanyalah garis mulai di Planet Shenzue, Tianxue," jawab Zhao Xuan pelan, matanya menatap ke arah ufuk utara. "Sebentar lagi kau akan pulang ke rumah yang tidak lagi menganggapmu sebagai keluarga. Apakah Hati Dao mu sudah siap?"
Mata Gu Tianxue menyipit, memancarkan Niat Pembantaian yang membuat udara di sekitarnya membeku.
"Klan Iblis Surgawi adalah milik leluhur saya. Jika faksi pemberontak dan Klan Iblis Darah telah mengotori takhta klan, maka pedang saya bersedia menjadi algojo yang memotong urat nadi mereka hingga bersih."
Zhao Xuan menyeringai tipis. Ia menyukai jawaban itu.
Tiba-tiba, suhu udara yang sedari tadi dingin berubah menjadi menggigit tulang. Angin laut mulai membawa butiran salju seukuran kepalan tangan.
"Tuan Zhao!" seru Jian Zui dari kemudi, menunjuk lurus ke depan. "Kita telah melewati Batas Laut Azure. Cuaca es abadi ini... kita telah memasuki perairan Benua Utara!"
Di kejauhan, menembus kabut salju yang tebal, sebuah daratan raksasa yang tertutup gletser biru perlahan menampakkan wujudnya. Gunung-gunung es yang menjulang tinggi hingga menembus awan tampak seperti gigi gergaji raksasa yang siap mengunyah siapa pun yang berani berlabuh.
Benua Utara Planet Shenzue. Tempat berkuasanya Klan Es Suci, sekte-sekte kultivator pembeku darah, dan pusat konflik berdarah dari Klan Kuno Iblis Surgawi.
Long Chen menelan sisa sate terakhirnya, mencabut Tombak Naga Peraknya dari geladak, dan memutarnya hingga udara es di sekitarnya tersapu badai.
"Gagak Malam," Long Chen menepuk pundak Gu Tianxue dengan keras hingga pemuda iblis itu sedikit terhuyung. "Tunjukkan padaku di mana rumahmu. Mari kita bersihkan halaman rumahmu dari tamu-tamu tak diundang itu!"
Kapal Bayangan Naga meningkatkan kecepatannya, membelah lautan yang mulai dipenuhi bongkahan es, membawa Sang Tiran dan kelompok monsternya memasuki badai salju berdarah di Benua Utara.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️