NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Pagi itu butik Anggun masih cukup sepi. Hanya ada dua pegawai yang sedang merapikan rak tas di bagian depan. Aroma parfum ruangan bercampur wangi kopi memenuhi udara. Musik pelan mengalun dari speaker kecil di sudut ruangan.

Kartika duduk santai di sofa ruang VIP sambil memperhatikan Kaivan yang anteng bermain mobil-mobilan di atas karpet bulu. Anak kecil itu sesekali membuat suara mesin dari mulutnya sendiri sambil tertawa kecil.

“Bembemm ... awas tabak!” Mobil mainannya menabrak kaki meja. Kartika tersenyum tipis melihat tingkah putranya.

Sementara Anggun duduk selonjoran di sebelahnya sambil menyeruput es kopi. Dia mendengarkan cerita Kartika dengan seksama.

“Lagian kamu juga aneh,” celetuk Anggun tiba-tiba setelah mendengar cerita Kartika tentang kejadian semalam. “Daster udah sobek begitu masih dipakai juga.”

Kartika langsung terkekeh. “Ya, mau bagaimana lagi. Justru daster yang udah bladus itu paling enak dipakai.”

“Enak dari mana?” Anggun mendelik geli.

“Adem.” Kartika tertawa kecil sambil membetulkan posisi duduknya. “Lembut juga. Makin sering dicuci tuh makin nyaman rasanya.”

Anggun langsung geleng-geleng kepala. “Ya, tapi jangan sampai kayak lap pel, kali!”

Kartika makin tertawa. Sebenarnya bukan karena ia tidak mampu membeli baju baru. Kalau mau, Kartika bahkan bisa membeli satu lemari penuh daster mahal tanpa berpikir dua kali.

Namun bagi Kartika, pakaian rumah bukan soal merek atau harga. Daster lama yang warnanya mulai pudar itu justru terasa paling nyaman dipakai mengurus rumah. Dipakai saat dia masak, nyuci, nyuapin anak. Tidur siang sambil meluk Kaivan. Ada rasa nyaman yang sulit dijelaskan.

Tawa Kartika perlahan mereda. Wajahnya kembali murung saat mengingat semalam. Ucapan Kalingga masih terngiang jelas di telinganya. Kalimat polos itu sukses membuat hatinya hancur sekaligus hangat dalam waktu bersamaan. Anaknya yang masih kecil saja sampai kepikiran begitu. Sedangkan suaminya ....

Kartika mengembuskan napas pelan. 

“Deva tuh kadang bikin aku gemas,” gerutu Anggun sambil memainkan sedotan minumannya. “Udah tahu keluarganya manfaatin dia terus, masih aja enggak bisa tegas.”

Kartika mengangguk kecil.

“Bakti sih bakti,” lanjut Anggun kesal. “Tapi jangan sampai bodoh dan ngorbanin anak istri sendiri.”

“Iya, bener,” gumam Kartika lirih. Ia menunduk sebentar sebelum melanjutkan dengan suara pelan. “Yang paling bikin aku marah kemarin tuh Mas Deva ternyata diam-diam kasih semua tabungan kami ke ibunya.”

Anggun langsung tersedak minuman sendiri.  “HAH?!” 

Suara wanita itu sampai membuat salah satu pegawai menoleh. Anggun benar-benar syok.

“Pelan dikit,” desis Kartika sambil menahan malu.

“Semua tabungan?!” pekik Anggun setengah berbisik. “Yang buat masa depan anak-anak itu?!”

Kartika mengangguk pelan. “Empat puluh lima juta.”

Mata Anggun langsung membelalak sempurna. “Ya Tuhan ...!” Ia memegang dadanya sendiri. “Deva kenapa bisa sebego itu sih?!”

Kartika tersenyum pahit. “Itulah kenapa aku malas ngomong sama dia kemarin dan pagi ini.”

Dada Kartika kembali terasa panas saat mengingat kejadian di teras belakang kemarin. Bagaimana Deva mengaku tabungan mereka habis. Bagaimana Bu Hania masih meminta uang lagi tanpa rasa bersalah. Dan yang paling membuat Kartika sakit, kalung pemberian Deva pun hampir dijadikan solusi.

Anggun langsung menggeleng keras sambil mendengus kesal. 

“Ibu mertua kamu itu bener-bener, ya!” Anggun terkekeh tidak percaya. “Aku salut sama Pak Dimas masih bisa hidup puluhan tahun sama beliau.”

Kartika sampai tertawa kecil mendengar itu.

“Ya, gimana aku bilangnya, ya!” katanya sambil mengangkat bahu. “Ayah memang orangnya enggak suka ribut.”

“Makanya nurut istri terus?”

Kartika mengangguk. “Kalau ibu mau sesuatu, ya, semua harus ikut maunya.”

Ia terdiam sebentar. Tatapannya berubah kesal. “Yang bikin aku sakit hati tuh, ibu selalu menekan dan keras sama Mas Deva.” 

Kartika menatap kosong ke arah lantai. “Tapi sama anak-anak lain beda banget. Ibu memanjakan mereka.”

Anggun langsung mengangguk cepat setuju. “Karena Deva yang paling bisa diandelin buat diperah.”

Kartika tidak menjawab. Namun, sorot matanya membenarkan ucapan itu.

Kaivan yang sedari tadi bermain tiba-tiba berlari kecil menghampiri Kartika. “Mamaaa ....” Anak itu memeluk kaki ibunya manja.

Kartika langsung mengusap rambut putranya lembut. “Iya, Sayang?”

“Mau bicuit.”

“Ambil di sana, Kai!” Anggun menunjuk lemari snack sambil tertawa. “Anakmu aja ngerti cara menikmati hidup.”

Kartika tersenyum kecil lalu mengambilkan biskuit untuk Kaivan. Anak itu langsung duduk lagi di karpet sambil makan dengan tenang.

Anggun kembali menatap sahabatnya serius. “Kenapa, sih, kamu enggak ajak aja Deva pindah ke rumah kamu? Biar jauh dari keluarganya yang toxic itu.”

Kartika langsung menggeleng cepat. Rumah yang dimaksud Anggun adalah rumah peninggalan orang tua Kartika di kota sebelah. Rumah besar yang selama ini sengaja tidak pernah ia bahas pada keluarga Deva.

“Kalau Mas Deva pindah ke sana yang ada mereka makin ngelunjak.” Kartika tertawa hambar.

“Maksudnya?”

“Mereka bakal mikir aku kaya raya.” Kartika menatap Anggun lelah. “Terus nanti semua kebutuhan gaya hidup mereka dilempar lagi ke aku dan Mas Deva.”

Anggun langsung diam. Ia memang tahu bagaimana keluarga Deva. Semakin melihat seseorang mampu, semakin besar tuntutan mereka.

“Dulu aja waktu Deva masih ngontrak sederhana mereka biasa aja,” gumam Anggun. “Sekarang udah punya mobil sama rumah, makin menjadi. Apalagi setelah tahu punya gaji besar.”

Kartika mengangguk kecil. “Susah kalau rumah tangga terlalu disetir mertua,” lanjut Anggun sambil bersandar ke sofa. “Ujung-ujungnya ribut terus.”

Kartika langsung teringat Raka, mantan suami Iriana. “Bener,” sahutnya pelan. “Ibu enggak pernah belajar dari rumah tangga Iriana.”

Anggun mengernyit penasaran. “Adik ipar kamu itu?”

Kartika mengangguk. “Aku sebenarnya kasihan sama Raka.”

Ia menghela napas panjang. “Dia ditekan terus sama ibu. Ditambah Iriana juga suka merendahkan dia karena gajinya kecil.”

Anggun mendecak kesal. “Ya ampun, lengkap banget penderitaannya.”

Kartika tertawa hambar. “Makanya rumah tangga mereka enggak bertahan lama.”

Kartika masih ingat bagaimana Raka dulu sering diam saat dipermalukan. Sampai akhirnya pria itu memilih menyerah dan pergi.

Dan sekarang Kartika mulai takut. Jangan-jangan rumah tangganya perlahan sedang menuju arah yang sama. Karena campur tangan keluarga suami, yang tidak pernah tahu batas.

1
Anre1201
Berpisah baik untuk koreksi + Introspeksi diri masing-masing, kalau masalah benar-benar tidak bisa di selesaikan, tidak ada yang mau mengalah, menurunkan ego, berpikir jernih, melihat jauh ke depan..
Lebih baik berpisah dulu, sebulan - dua bahkan 1 tahun.. Tidak masalah...
Maka kalau harus bercerai.. Mungkin sudah final 🤔
Anre1201
Mending Kartika pura-pura bodoh dan bilang : ya sudah mas, ganti pakai simpanan kita dulu 35jt, tapi Gavin harus bayar setiap bulan karna itu di anggap Hutang
Anre1201
Banyak orangtua yang bilang, setelah nikah, anak-anak wajib bantu orangtua. Malah keluarga pihak suami / istri kadang jadi parasit dan benalu.
Kalau tidak ada ketegasan, maka rumah tangga akan hancur
Anre1201
Bucin ga salah, yg salah tuh kalau jadi Goblok karna Bucin
Anre1201
Jadi inget waktu Ibu-ibu Konoha Bilang kalau gaji 3 juta itu cukup buat keluarga dengan 2 anak. Jadi harus bersyukur. Jangan banyak nuntut😃
sherly
novel yg bagus, alur ceritanya menarik...
sherly
cerita yg luar biasa, sampai ngk bisa coment ditiap bab karna terlalu fokus... tq untuk kisah hidup mereka yg begitu nyata dengan segala masalahnya, apalgi dikisah ini Deva yg sangat setia dan Kartika yg penuh pengertian dan perhatian... 👍👍
sherly
sejauh ini aku suka ceritanya sebab TDK ada pelakor seperti di novel2 lain ...hanya keluarga yg toxic... 👍
Umi Fitriani
mampir Thor
yuni ati
Mantap
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus kak Santi,suka banget, terimakasih buat ceritanya🙏
🌸 Sunshine 🌸: Sama-sama, Kak. Terima kasih sudah baca karya aku ini ❤️
total 1 replies
Wirly Pena
karya yang bagus thor 👍

halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
judul : aku istrimu bukan babu mu

terimakasih 🙏
Wirly Pena
semangat thor 💪

halo temen2, dukung dam baca karya pertamaku.
judul : Aku istrimu bukan babu mu

terimakasih 🙏
Alfia Amira
orang ketiga dalam rumah tangga tuh bukan hanya pelakor , tpi dari keluarga sendiri juga
Alfia Amira
selama ini istrimu adalah CEO dari keluarga Santoso , dia menyamar sebagai cleaning service di perusahaan nya sendiri 😂😂😂
Tatan Utari
cerita nya bagus banget, bukan perselingkuhan, suami idaman, semoga keluarganya tidak merongrong lagi
Tatan Utari
Bab 36 sedih banget aku sampai nangis, terharu semoga mereka kumpul lagi bersama
Aluna zapirgon
mknya Deva mikir dulu yah buat keluarga sendiri , mau berbakti boleh TPI usahain istri dan anak dulu yang di utamain ,, Bhkan istri mu aj rela melepas bnyak hal untuk bersama mu ,, bukan harga diri keluarga mu aj dia sanggup beli ,, TPI karena kmu dia milih bertahan
echa purin
👍👍
Anju Toreg
ceritanya jalan di tempat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!