Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 10
'Walaupun anak ini memiliki tingkatan ranah yang lebih tinggi dariku, tetapi dia terlihat sangat polos. Biar bagaimanapun, anak ini adalah orang yang ditunggu-tunggu oleh pak tua itu, aku harus memastikan bahwa dia tetap aman.' gumam Shen Mu, di dalam hatinya.
Lalu, Shen Mu pun berbicara kepada Zhou Xuan, "Tetap berada di belakangku, dan jangan bertindak gegabah." katanya, sangat begitu waspada.
Zhou Xuan hanya mengangguk dan menurut atas perintah pria di depannya.
Tidak lama dari itu, udara di dalam hutan itu seketika menjadi begitu dingin. Kabut, kabut putih mulai menyebar di udara, bahkan suara "Krak, Krak, Krak," terdengar seperti kaca-kaca yang pecah.
Hingga pandangan Zhou Xuan pun tertuju ke bawah, menyapu permukaan tanah yang perlahan berubah menjadi lapisan es kristal yang beku.
"Apa ini, Senior?" tanya Zhou Xuan, terkejut.
"Diam!" jawab Shen Mu dengan nada yang rendah dan berat. Membuat Zhou Xuan merasa semakin begitu tidak tenang.
"Hm! Jika Tetua Fang San tidak bisa mendisiplinkan murid nya... maka aku sendiri yang akan mendisiplinkan nya."
Suara yang dingin dan menusuk itu terdengar menggema di hutan yang dingin. Namun bagi Shen Mu, suara itu seperti palu Godam yang dihantamkan langsung ke tubuhnya. Bahkan, mendengar suaranya saja, membuat tubuh Shen Mu bergetar hebat.
Tidak lama setelah suara itu memenuhi hutan dingin. Lubang hitam muncul di udara, di iringi dengan suara retakan seperti serpihan kaca yang retak. Dan dari lubang hitam itu, sekelompok wanita datang dengan penuh wibawa.
Mereka berjumlah lima orang. Benar-benar cantik. Empat orang mengenakan gaun ketat berwarna putih seperti salju, dan satu orang yang berada di paling depan mengenakan gaun biru gelap, dan berambut putih. Perawakan mereka benar-benar sempurna, seolah-olah mereka adalah peri yang turun dari dunia fantasi. Namun, salah satu wanita di belakangnya tengah mengangkat sebelah tangannya. Dari tangannya, seolah-olah ada tali tak kasat mata yang mengikat Chen Dong hinggat tak berdaya.
Blug!
Chen Dong pun dilemparkan ke arah Shen Mu dan juga Zhou Xuan, sehingga tubuhnya pun mendarat dengan keras menghantam permukaan tanah yang kini di lapisi kristal es yang beku.
Lagi-lagi Shen Mu merasa marah. Dia tahu bahwa bajingan tengik itu telah meninggalkan nya ketika menghadapi Monster tipe Tanaman Merambat, hanya demi melihat kecantikan dari para wanita yang berasal dari Istana Awan Es.
"Katakan kepada Tetua Fang! Jika murid-murid nya selalu bersikap lancang terhadap murid-murid Istana Awan Es, maka jangan salahkan aku jika Desa Embun Pagi, akan menghilang dari Wilayah Selatan Kekaisaran Bintang Biru!" ucap pemimpin wanita itu dengan nada yang sedingin salju Utara.
Sosok yang baru saja berbicara itu adalah Luo Bing Li'er— 25 tahun, Dewi Es yang namanya saja mampu membuat Kekaisaran Bintang Biru bergetar.
Tubuhnya tinggi semampai namun berlekuk sempurna. Pinggangnya ramping, sementara dadanya penuh dan menonjol dengan anggun di balik belahan gaun yang dalam. Kulitnya putih seperti salju abadi di puncak gunung tertinggi, seolah tak pernah tersentuh cahaya matahari biasa. Posturnya tegak dan anggun, dengan tangan ramping yang jari-jarinya saling bertaut di depan perut, memperlihatkan ketenangan sekaligus kekuasaan yang tak tergoyahkan.
Wajahnya adalah mahakarya langit. Matanya sipit tajam dengan iris berwarna biru es yang menusuk, seolah mampu membekukan jiwa siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama. Alisnya halus dan tegas, hidungnya mancung sempurna, serta bibirnya merah muda tipis yang selalu tampak dingin dan tak tersentuh. Di antara alisnya terdapat hiasan permata biru kecil yang berkilau, menandakan statusnya sebagai makhluk di atas manusia. Ekspresinya tenang, namun menyimpan aura kewibawaan dan kesedihan kuno yang tak terucapkan.
Rambutnya berwarna putih perak mengilap seperti cahaya bulan, sangat panjang hingga melewati pinggang. Sebagian diikat tinggi dalam sanggul rumit yang dihiasi mahkota perak berbentuk bulan sabit dan ornamen giok biru, sementara sisa rambutnya tergerai lembut di bahu dan punggung, bergerak pelan seolah memiliki nyawa sendiri.
Ia mengenakan gaun panjang berwarna biru tua kehitaman yang mewah dan mematikan. Desainnya menggabungkan keanggunan istana kuno dengan kekuatan para dewa. Kerah tinggi membingkai leher jenjangnya, sementara bagian dada terbuka lebar dengan motif ornamen perak rumit yang menyerupai sayap es dan pola naga. Lengan gaunnya lebar dan mengalir, dihiasi ukiran perak halus. Di pundaknya terdapat elemen armor ringan yang elegan, memperlihatkan bahwa ia bukan hanya dewi cantik, melainkan juga pejuang. Di pinggangnya terdapat sabuk perak dengan liontin giok biru yang bergoyang pelan.
Di belakangnya, lingkaran raksasa bercahaya biru berputar lambat, penuh dengan rune kuno dan serpihan es yang beterbangan. Aura dingin dan kuasa ilahi memancar dari seluruh dirinya, membuat udara di sekitarnya terasa beku dan suci.
Luo Bing Li'er. Di katakan sebagai jenius tertinggi dari Kekaisaran Bintang Biru. Bahkan, ketika dia berusia tujuh belas tahun, dia sudah di angkat sebagai salah satu Tetua Awan Es, dan menyandang gelar Wanita Suci ke tujuh Istana Awan Es. Dia juga merupakan seorang kultivator tingkat tujuh 'Martial Emperor (Kaisar Tempur)'. Namun, yang membuatnya lebih istimewa lagi, dia telah membentuk cakram spiritual pada tingkatan ranah Martial Emperor. Biasanya, cakram spiritual akan terbentuk ketika seseorang mencapai tingkatan ranah Celestial Being.
Saat itu, Shen Mu pun membantu Chen Dong untuk bangkit berdiri. Lalu, ia pun menundukkan kepalanya, lalu berbicara, "Maafkan atas kelancangan adik seperguruan ku ini, Dewi Luo. Aku berjanji pasti akan menghukumnya." kata Shen Mu, tetapi tak berani berbicara sembari menatap satu pun wajah para wanita dari Istana Awan Es itu.
Tetapi Zhou Xuan, dia malah berdiri dengan wajah yang tercengang, menatap Luo Bing Li'er dengan sangat begitu takjub. Namun, sebelah tangan Shen Mu seketika dengan cepat berada di belakang kepala Zhou Xuan, lalu menekannya untuk menundukkan kepalanya di hadapan para wanita itu.
Namun pandangan dari seorang anak laki-laki yang belum matang itu, sama sekali tidak dihiraukan oleh para wanita Istana Awan Es. Dan, mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kelompok Shen Mu.
Menghela nafas panjangnya, bahkan Shen Mu seketika menjatuhkan tubuhnya, berbaring terlentang di atas permukaan tanah beku yang perlahan mencair.
Ketiga pria itu sempat terdiam tanpa kata selama beberapa saat. Hingga Shen Mu pun berkata: "Aku pasti akan melaporkan kelakuan mu kepada guru!"
"Hm! Memangnya apa salahku? Aku hanya ingin melihat kecantikan Xiao Xie 'salah satu wanita yang berada di belakang Luo Bing Li'er', tetapi mereka malah mengira aku seorang penguntit." kata Chen Dong dengan nada yang ketus.
"Luo Bing Li'er! Buah dada yang montok!" gumam Zhou Xuan. Bahkan di saat dia berbicara seperti itu, pandangannya masih tertuju ke arah di mana Luo Bing Li'er melayang sebelumnya.
Namun, itu malah membuat Shen Mu dan juga Chen Dong sangat begitu terkejut. Sehingga mereka berdua pun bersamaan dengan cepat memalingkan pandangannya, mengarah kepada Zhou Xuan dan... berakhir dengan Zhou Xuan yang dipukuli oleh Chen Dong dan juga Shen Mu.
"Dasar bocah ingusan!"
"Apa kau sudah bosan hidup? Itu adalah Wanita Suci Istana Awan Es!"
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏