Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BLACK MARK ?
Keesokan harinya.....Cahaya matahari pagi masuk melalui celah tirai kamar Hyeana. Perlahan gadis itu membuka mata, lalu beberapa detik ia hanya diam menatap langit-langit kamar. Tadi malam Ia tidak lagi dimimpikan hal yang membuat dadanya sesak. Tidak ada gerbang hitam, tidak ada kabut merah, dan tidak ada pria berjubah hitam itu. Beberapa detik ia merasa tenang tapi....Tiba-tiba saja Hyeana teringat lagi dengan tanda hitam itu, ia langsung duduk dan menatap pergelangan tangan kirinya, ternyata tanda hitam itu masih ada, lingkaran samar dengan garis-garis aneh yang terlihat seperti tinta hidup di kulitnya.
“Hyeana! Ayo cepat bangun! Nanti telat berangkat sekolah!” Suara teriak kakaknya dari bawah membuat Hyeana buru-buru menarik lengan baju panjangnya menutupi tanda itu.
“Iyaaa kak!” Jawab Hyeana
Hyeana langsung mandi dan berganti pakaian untuk sekolah.
Di meja makan, kakaknya menuangkan susu ke gelas sambil melirik Hyeana yang terlihat bengong dan tatapan nya kosong. Tak lama kemudian kakaknya menghela napas pelan, memberikan sepotong roti dengan segelas susu tadi dan berkata....
“Maafin Kakak ya Hyeana, semalem kayanya kakak bikin kamu kepikiran. Walaupun kamu dari kecil emang sensitif banget sama hal-hal yang ga semua orang liat, kakak harap hal itu ga bikin kamu jadi ga percaya diri ya.”
Hyeana Cuma menunduk sambil memainkan sendok didalam gelas yang berisi susu tadi.
“Kak…eumm....” ucap Hyeana pelan
“Hmm?ada apa Hyeana?” tanya kakaknya
“Kalau mimpi terasa nyata banget itu normal ga sih kak?” lanjut hyeana
“Kebanyakan pikiran aja paling, ada juga yang bilang itu namanya lucid dream, tapi gausah diambil pusing na, mimpi ya Cuma mimpi aja hahaha.” Jawab kakaknya sambil tertawa
Hyeana tersenyum tipis walaupun pikirannya masih dipenuhi sosok pria bermata merah itu. Ia segera menghabiskan segelas susu dan sepotong roti yang disiapkan kakaknya itu.
“aku udah selesai kak, aku berangkat ya” ucap Hyeana
“hati-hati dijalan na, jangan bengong dijalan ya haha”. Jawab kakaknya sambil sedikit becanda
*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊
Hyeana telah sampai disekolahnya. Koridor sekolah pagi itu ramai seperti biasa, suara murid bercampur dengan bunyi langkah kaki memenuhi lantai dua.
“HYEANAAAAA” suara teriak seseorang dari belakang Hyeana.
Bruk.
Seseorang langsung memeluk Hyeana dari belakang.
“Ara!”
Ara tertawa puas, ia berkata
“Makanya jangan bengong aja.”
“Kaget tau ra.” Jawab Hyeana
Ara berjalan di samping Hyeana sambil memperhatikan wajah sahabatnya itu.
“Kamu beneran lagi sakit ya na?” tanya ara
“Engga raa, aku sehat-sehat aja.” Jawab Hyeana
“Muka kamu pucet lagi .” Lanjut ara
“Kayanya efek kurang tidur aja deh ra.” Jawab Hyeana lagi untuk meyakinkan ara
“Jangan bilang kamu nonton anime sampe pagi lagi.” Ucap Ara sambil menyipitkan mata curiga.
“ngga araaaa, aku semalem tidur.” Jawab Hyeana
“Terus? Kok bisa kamu pucet banget?” tanya Ara
“Aku akhir-akhir ini dapet mimpi aneh aja sih ra.” Jawab Hyeana
“Mimpi apa tuh?? Mimpi jadian sama cowo ganteng?” Ara langsung semangat.
Deg.
Entah kenapa wajah pria berjubah hitam, gerbang dan lingkungan dimimpi Hyeana itu langsung muncul di kepala Hyeana.
“Tapi ra, dimimpi aku muka dia ga keliatan jelas tau.” Ucap Hyeana
“Nah berarti dimimpi kamu ada cowo nya kan hahaha.” Ucap Ara dengan nada menggoda Hyeana lagi
“ARAAAA.” Ucap Hyeana kesal
Ara langsung ngakak sementara Hyeana hanya pasrah.
*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊
Siang hari telah tiba, jam olahraga berlangsung di lapangan belakang sekolah, cuaca siang itu cukup panas membuat sebagian murid memilih duduk di pinggir lapangan. Ara membuka botol minumnya lalu melirik ke arah Hyeana.
“Kamu yakin gapapa na?” tanya Ara
“Iya ara, aku beneran gapapa ara.” Jawab hyeana dengan wajah lesu
“Tapi muka kamu pucet banget, terus juga tatapan kamu kosong banget hari ini.” Ucap Ara lagi
Hyeana hanya tersenyum kecil, saat ia menarik lengan kiri bajunya sedikit untuk mengusap keringat, tanda hitam di tangannya sempat terlihat samar. Hyeana penasaran apakah tanya hitam tersebut bisa dilihat oleh orang lain, pada akhirnya Hyeana memberanikan diri bertanya kepada ara.....
“kamu bisa lihat ini ngga ra?” tanya Hyeana
“Lihat apaa tuh na?” tanya ara bingung
“Ini tangan kiri aku.” Jawab Hyeana
Ara menatap tangan Hyeana beberapa detik lalu menggeleng.
“Lihat apanya na? Ditangan kiri kamu ga ada apa-apa tau.”
“Berarti…tanda itu memang tidak bisa dilihat semua orang.” Gumam Hyeana
*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊
Bel istirahat sudah berbunyi, kantin disekolah langsung ramai dipenuhi murid yang sudah menunggu jam istirahat tiba. Ara dan Hyeana pun segera ke kantin karena mereka lapar setelah jam olahraga tadi, mereka berdua duduk di dekat jendela sambil makan bakso.
“Aku males banget deh besok ada pelajaran matematika,” Ara mengeluh dramatis.
“Makanya pas jam pelajaran jangan ngantuk.” Jawab Hyeana
“Tapi kan itu karena aku ga ngerti, jadi aku ngantuk.” Jawab ara
“Makanya didengerin penjelasan gurunya.” Ucap Hyeana
“Aku mau fokus jadi cantik aja na, hahaha.” Jawab Ara dengan sedikit tertawa
Akhirnya Hyeana pun ikut tertawa kecil, tiba-tiba Ara langsung menepuk bahu Hyeana dan berkata...
“Nah gitu dong ketawa.”
“Hahaha.”
“Jangan hahaha doang na, ih gajadi lucu deh.” Ucap Ara lagi
“Terus gimana ra?” jawab Hyeana bingung
Ara mendekat sambil berbisik ke telinga Hyeana,
“Ceritain dong mimpi cowo misterius yang kamu bilang tadi pagi.”
“Males ihh.” Jawab Hyeana
“Menurut kamu dia ganteng ga na?” tanya Ara penasaran
Hyeana terdiam sebentar, ia menjawab...
“Badan-nya tinggi, suaranya lembut, tapi mata dia merah ra.”
Ara langsung merinding. “Ih serem dong.”
Anehnya…Hyeana tidak pernah merasa takut saat mengingat pria itu. Pada akhirnya mereka berdua diam dan lanjut menghabiskan bakso tadi, lalu mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.
*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊
Sore harinya setelah selesai sekolah, Hyeana pulang ke rumah dengan suasana langit yang mendung.
“Aku pulang.” Ucap hyeana
“Cuci tangan, cuci kaki, terus mandi dulu!” sahut kakaknya dari dapur.
Malam itu terasa normal, mereka makan bersama sambil menonton televisi. Kakaknya beberapa kali mengobrol santai, sementara Hyeana lebih banyak diam sambil memikirkan tanda hitam di tangannya.
“Kamu masih kepikiran mimpi itu?” tanya kakaknya tiba-tiba.
“Sedikit kak.” Jawab Hyeana
“Tidur cepet malam ini na.” Ucap kakaknya
“Iya kak.” Jawab Hyeana lagi
Hujan turun lagi malam itu, Suara rintiknya terdengar samar saat Hyeana memejamkan mata di atas ranjang lalu ia mulai tertidur pulas. Selang beberapa jam, angin dingin langsung menyambutnya, Hyeana sontak membuka mata cepat karena ia kedinginan, tapi ternyata yang iya lihat hanya ada.....Kabut hitam, Tanah gelap, dan Langit merah. Napasnya langsung memburu.
“T-tidak…ini kan.....” gumam Hyeana takut.
Ia kembali ke tempat itu, suara langkah kaki terdengar dari balik kabut, suara yang terdengar pelan namun banyak. Satu per satu sosok hitam muncul, Tubuh mereka tinggi kurus dengan mata putih kosong, sosok itu menatap Hyeana secara bersamaan.
“Manusia? Apakah dia memberikan manusia lagi untuk menjadi makanan kita?”
“Ayo segera tangkap dia HAHAHA” ucap salah satu dari sosok itu
Hyeana langsung berlari dengan kencang, nafasnya terengah-engah, dan pikiran nya tidak karuan. Suara langkah makhluk-makhluk itu makin menggema di belakangnya, Semakin dekat.....Semakin cepat....
“Hah… hah… huft.....” nafas Hyeana semakin terengah-engah
Tiba-tiba seseorang menarik tangan Hyeana, Tubuhnya ditarik masuk ke balik pohon besar, Sebuah tangan dingin menutup mulutnya pelan.
“Diam.”
Deg.
Hyeana langsung mengenali suara itu, dia adalah pria berjubah hitam dengan mata merahnya menyala samar di tengah gelap.
“Dia yang waktu itu menarik lenganku dari gerbang besar kemarin.” Ucap Hyeana dalam hati
Makhluk-makhluk tadi berhenti beberapa meter dari mereka, seolah-olah mereka takut untuk mendekat padahal sendari awal mereka mengejar Hyeana seperti hewan pemangsa yang kelaparan. Pria itu menatap mereka dengan dingin, kabut hitam tiba-tiba bergerak liar menelan semua makhluk-mahluk yang mengejar Hyeana dalam sekejap. Dengan perlahan pria itu melepaskan tangannya dari mulut Hyeana.
“Aku sudah memberitahu mu untuk tidak biarkan mereka menemukanmu, Hyeana.” Ucap pria itu
“mereka itu siapa?! Mengapa mereka mengejarku” jawab Hyeana bingung
“Roh kelaparan.” Jawab pria itu
“Mereka mau apa sama aku? Aku sama sekali tidak membawa makanan” ucap Hyeana lagi
“mereka ingin memakanmu, kamu lah makanan mereka.” Jawab pria itu
“A-apa?! Kau jangan bercanda!” jawab Hyeana sedikit kesal karena ia menganggap pria itu hanya bercanda
Untuk pertama kalinya, pria itu terlihat sedikit tersenyum....senyum yang tipis sekali....tapi sudah cukup untuk membuat wajah dinginnya berubah menjadi lebih lembut. Hyeana menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya pelan,
“kamu sebenarnya siapa, ini dimana dan mengapa kamu menyelamatkan aku terus?” tanya Hyeana
“Aku Harvey, kau saat ini berada di Netherveil.” Jawab pria itu
“Hanya itu saja?” tanya Hyeana lagi
“Itu sudah cukup.” Jawab harvey
Hyeana mengerucutkan bibir kesal dan lanjut bertanya,
“Kenapa kamu selalu muncul tiba-tiba terus ngilang lagi?”
“Karena kalau aku terlambat, kau akan mati.” Jawab Harvey
Deg.
Kalimat itu membuat Hyeana terdiam, Lalu tanpa sadar, Hyeana memegang tangan Harvey, untuk kali ini....Harvey tidak langsung menghilang, mata merah Harvey sedikit membesar seolah terkejut Hyeana memegangnya.
“K-kamu nyata…?” ucap Hyeana dengan suara yang terdengar lirih dan gemetar.
Tangan Hyeana masih menyentuh tangan Harvey dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar bisa merasakan sesuatu di dunia aneh ini yang menjadi hangat. Bukan ilusi......Bukan mimpi. Mata merah milik pria itu menatap Hyeana dalam diam sebelum akhirnya ia menjawab pelan,
“Menurutmu bagaimana? apakah aku tidak terlihat nyata?” Tanya Harvey sambil memegang lengan kiri Hyeana.
“A-aku serius!” Jawab Hyeana yang terkejut dan langsung menarik tangannya cepat-cepat.
“pfftt…aku juga serius, Hyeana” ucap Harvey
Hyeana langsung terdiam. Untuk sesaat suasana di sekitar mereka terasa jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Kabut hitam masih menyelimuti sekitar, tapi entah kenapa Hyeana tidak terlalu takut saat berdiri di dekat pria ini. Harvey kembali menaiki kudanya lalu mengulurkan tangan ke arah Hyeana.
“Ayo.” Ucap Harvey mengajak Hyeana untuk pergi menunggangi kuda.
“Mau kemana?” tanya Hyeana bingung
“Kalau kau tetap disini, mereka akan menemukanmu, bahkan bisa langsung memakanmu.” Jawab Hyeana
“Mereka....” gumam Hyeana
Belum sempat Harvey menjawab, suara aneh tiba-tiba terdengar dari balik kabut.
Krekkk…
Krekkkk…
Seperti suara tulang yang dipatahkan perlahan, Tubuh Hyeana langsung menegang. Kabut di sekitar mereka bergerak pelan. Dari kejauhan muncul bayangan hitam samar dengan bentuk tubuh tidak manusiawi. Satu....Lalu dua.....Semakin lama semakin banyak. Nafas Hyeana tercekat, Ia mulai ketakutan....
“Mereka itu…roh kelaparan.....” ucap Hyeana
Harvey menatap makhluk-makhluk itu dengan tatapan dingin.
“Kau bisa melihat mereka sekarang, Hyeana.” Ucap Harvey
Hyeana mundur perlahan, makhluk-makhluk itu terlihat jauh lebih mengerikan dibanding sebelumnya. Tubuh mereka kurus tinggi, kulitnya hitam gosong, dan mulut mereka terbuka terlalu lebar seperti robek sampai telinga. Mata mereka kosong, namun semuanya menatap ke arah Hyeana.
“Kenapa mereka melihat aku terus?” tanya Hyeana.
“Karena tanda dilengan kirimu itu Hyeana.” Jawab Harvey
Tatapan Harvey jatuh ke pergelangan tangan kiri Hyeana. Tanda hitam samar di sana terasa panas lagi, Hyeana refleks memegang pergelangan tangannya sendiri.
“Aku nggak ngerti apa-apa…”
“Kau tidak seharusnya berada di dunia ini.”
Kalimat itu membuat Hyeana membeku.
“Dunia…ini?”
Harvey belum sempat menjelaskan, tiba-tiba.......
SKREEEEKKK!!
Salah satu roh langsung bergerak cepat menerjang ke arah Hyeana.
“Hyeana!” teriak Harvey
Dengan Spontan Harvey langsung menarik tubuh gadis itu ke atas kuda dan...
DUAKK!!
Bayangan hitam muncul dari tanah dan menghantam roh itu hingga terpental jauh ke dalam kabut. Mata Hyeana membelalak kaget.
“Itu tadi apa?!” tanya Hyeana
Harvey tidak menjawab, mata merahnya masih fokus ke arah kabut gelap di depan mereka karena roh-roh lainnya mulai mendekat pelan namun jumlah mereka semakin banyak.
“Kita harus pergi sekarang.” Ucap Harvey
Harvey langsung mengendarai kudanya sembari menggenggam pinggang Hyeana tanpa ragu. Jantung Hyeana langsung berdetak cepat dan lagi-lagi terasa hangat.....ini aneh…Kenapa seseorang dari dunia seseram ini justru terasa paling nyata. Tangan Hyeana refleks mencengkeram jubah Harvey saat kuda hitam itu mulai berlari kencang menembus kabut. Suara jeritan para roh menggema dari belakang mereka, angin dingin menerpa wajah Hyeana dengan keras namun di tengah rasa takut itu…Ia perlahan menatap wajah Harvey, untuk pertama kalinya sejak semua mimpi buruk ini dimulai.....Hyeana merasa dirinya tidak sendirian lagi.
Kuda hitam itu terus berlari menembus kabut pekat. Suara jeritan roh-roh kelaparan perlahan mulai menghilang di belakang mereka, namun tubuh Hyeana masih gemetar pelan karena ketakutan, angin dingin malam menerpa wajahnya keras. Tanpa sadar Hyeana menunduk pelan, memperhatikan tangan Harvey yang masih berada di pinggangnya untuk menjaga agar dirinya tidak jatuh dari kuda. Hyeana merasa Hangat....Perasaan itu muncul lagi. Padahal dunia ini terasa begitu dingin dan menyeramkan, tapi anehnya Harvey justru terasa paling hangat di sini. Hyeana menggigit bibir bawahnya pelan sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya,
“Harvey…..itu....”
“Hmm?” jawab Harvey
“Kenapa kamu selalu menolong aku…?” tanya Hyeana lagi
Beberapa detik berlalu tanpa jawaban....Hanya suara langkah kaki kuda yang terdengar menggema di tengah kabut.....
Tok…tok…tok…
Hingga akhirnya Harvey menjawab dengan nada suara yang rendah,
“Aku tidak bisa membiarkanmu terluka, Hyeana....”
Jantung Hyeana langsung berdetak sedikit lebih cepat.
“Kenapa…?”
Harvey terdiam sesaat, tatapan mata merahnya perlahan beralih ke arah Hyeana dan tatapan itu tidak terlihat dingin. Harvey menjawab....
“Kau adalah orang yang paling berharga bagiku.”
Deg.
Nafas Hyeana tercekat, entah kenapa dadanya terasa aneh mendengar kalimat itu, padahal ia baru mengenal Harvey. Cara pria itu menatapnya terasa terlalu tulus…terlalu nyata…seolah Harvey sudah mengenalnya sejak lama.
“Maksud kamu apa....?” bisik Hyeana pelan.
Harvey hanya tersenyum tipis namun senyum itu justru terlihat sedih. Ia menjawab....
“Aku berharap kamu tidak mengingatnya sekarang.”
“Hah…maksudmu apa?”
Belum sempat Hyeana bertanya lagi, Tiba-tiba tanda hitam di lengan kirinya kembali terasa panas.
“Hngh…!”
Hyeana langsung meringis kesakitan sambil memegang lengannya. Harvey refleks memegang tangan Hyeana.
“Hyeana!” ucap Harvey
Kabut di sekitar mereka mulai bergerak liar, suara bisikan aneh kembali terdengar dari segala arah.
“Segera temukan dia!!!!”
“Bawa dia kembali!!!!!”
“Dia milik dunia ini!!!!!”
Wajah Harvey langsung berubah dingin seperti sangat marah mendengar perkataan mereka.
“Kita kehabisan waktu.” Ucap Harvey
“A-apa maksudnya?!” tanya Hyeana bingung
Namun Harvey tidak menjawab, Ia justru menarik tubuh Hyeana lebih dekat ke dadanya agar tidak terjatuh saat kuda hitam itu mulai berlari semakin cepat. Angin dingin menerpa wajah mereka berdua dengan keras, Pandangan Hyeana mulai kabur. Kelopak matanya terasa berat.
“Har…vey…”
Samar-samar Hyeana melihat Harvey menunduk ke arahnya. Lalu pria itu membisikkan sesuatu tepat di dekat telinganya.
“Aku akan selalu menemukanmu dan akan selalu menyelamatkanmu lagi.”
Dan.....BRUKK!! Semuanya mendadak gelap.
“HAAHH—!”
Hyeana langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas memburu, sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela kamarnya. Ia kembali ke dunia nya. Hyeana langsung memegang dadanya sendiri yang masih berdegup cepat.
“Tadi itu mimpi lagi…?”
Namun saat ia mencoba menenangkan dirinya, rasa panas samar kembali terasa di lengan kirinya. Hyeana perlahan menoleh dan matanya langsung membelalak.....Tanda hitam itu…ternyata masih ada. Hyeana memegang dadanya pelan sebelum menoleh ke arah jam di meja.
06.17 AM.
Hyeana mengusap wajahnya kasar lalu menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Bayangan tentang Harvey masih jelas di kepalanya, mata merah itu, kabut hitam itu dan sentuhan hangat tangannya.....Semua terasa terlalu nyata untuk disebut mimpi.
Tok Tok.
“Hyeana! Cepat bangun! Nanti telat sekolah!”
Suara teriak kakaknya terdengar dari luar kamar.
“Iyaaa kak sebentar” jawab Hyeana lemas.
Ia turun dari tempat tidur perlahan, lalu berjalan menuju kamar mandi. Namun langkahnya berhenti saat tanpa sadar melihat pergelangan tangan kirinya di cermin. Tanda hitam itu masih ada, terlihat samar… tapi nyata.
“Kenapa tanda ini masih belum hilang…?”
Hyeana buru-buru bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi. Namun sebelum keluar kamar, Hyeana kembali melirik tanda hitam di tangannya. Rasa dingin samar masih terasa di sana. Entah kenapa… sejak bertemu Harvey, hidupnya terasa semakin aneh.