NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:390.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang?

"Julian nggak tahu, Pa. Kan Julian jarang masuk ke kamarnya Papa. Lagi pula buat apa Julian ambil pistol? Mending juga ambil duitnya Papa," ucap Julian dengan tatapan bingungnya.

"Biasanya kamu yang suka ambil barang-barang Papa sembarangan," ucap Papa Fabio yang kini menuduh Julian.

Julian mendelikkan matanya mendengar tuduhan dari Papa Fabio. Padahal dia saja tak terlalu mahir menggunakan pistol, tapi dituduh mengambilnya. Dia juga jarang masuk ke kamar Papa Fabio jika tak ada keperluan penting. Yang sering masuk ke dalam kamar Papa Fabio adalah kedua kakaknya, Chiara, Rachel, Mika, Janice, dan Callie.

"Diambil Kak Shaka atau Kak Miguel kali, Pa. Julian mah mau buat apa ambil pistol," ucap Julian membela diri.

"Mau kamu buat tembak hewan peliharaan Papa kan? Kamu kan nggak suka sama hewan peliharaan Papa," tuduh Papa Fabio lagi membuat Julian menghela nafasnya kasar. Dia memang tak suka dengan hewan peliharaan Papa Fabio, tapi tidak punya pemikiran seperti itu. Apalagi sampai ingin menembak hewan langka itu.

"Kalau Shaka dan Miguel, tidak mungkin. Mereka itu anak baik." lanjutnya.

"Sabar... Dituduh mulu perasaan. Anak tiri ini mah," Julian mengelus dadanya sabar karena terus dipojokkan oleh Papa Fabio.

Sikap Papa Fabio berubah semenjak sakit dan selalu duduk di atas kursi roda. Beberapa kali Papa Fabio sering merengek dan bersikap manja pada ketiga anaknya. Bahkan tingkahnya seperti anak kecil. Tak lupa dengan pemikiran Papa Fabio yang mulai berubah. Namun wajar saja bagi anak-anaknya karena usia Papa Fabio yang sudah tua.

"Lebih baik kita tanya sama semua penghuni rumah. Siapa tahu ada yang lihat karena Papa lupa menaruhnya," usul Julian agar Papa Fabio tidak lagi menuduhnya.

"Baik lah. Tapi kalau kamu tersangkanya, awas saja Papa sunat lagi nanti." ucap Papa Fabio dengan ancamannya.

"Jangan dong, nanti burungnya Julian bisa hilang." seru Julian dengan raut wajah shocknya.

Papa Fabio hanya mengedikkan bahunya acuh mendengar ucapan Julian. Kursi roda yang diduduki oleh Papa Fabio itu pun didorong oleh Julian untuk keluar kamar. Papa Fabio terdiam sambil mengingat kembali dia meletakkan dimana pistolnya. Namun Papa Fabio tetap yakin bahwa dirinya meletakkan pistol itu di meja dalam kamar. Apalagi saat kemarin mendengar suara tembakan, Papa Fabio yang kebetulan ada di kamar langsung mengambil pistol itu. Hanya untuk berjaga-jaga jika ada maling masuk ke dalam rumahnya itu.

"Apa mungkin diambil cicitku ya? Mika, Ralia, atau Callie?" gumam Papa Fabio dengan pelan. Kejadian kemarin tentang Callie yang menembak tangan orang, belum sampai pada telinga Papa Fabio. Sengaja semua orang tidak memberitahu Papa Fabio.

"Mungkin si Ralia atau Mika. Mereka kan suka banget sama menembak begitu. Ya... Mungkin buat latihan," lanjutnya berpikir bahwa kedua cicitnya itu yang mengambil pistol di dalam kamarnya.

"Siapa kamu?" seru Julian saat melihat Reska ada di ruang keluarga.

"Tu Tuan Julian." Reska tergagap saat melihat Julian yang mendorong kursi roda seorang pria tua.

Siapa yang tak mengenal seorang Julian? Pemilik perusahaan robot dan game yang selalu wara-wiri dalam majalah bisnis. Bahkan Reska langsung berdiri dan sedikit ketakutan. Sebenarnya Reska sangat bingung dengan posisi dan keadaannya di sini. Dia diajak keluar kamar oleh Mika dan Callie kemudian diminta duduk di ruang keluarga.

Wah... Ternyata aku terkenal, Pa. Walaupun udah tua begini, masih ada anak muda yang mengenali aku.

Jadi malu aku,

Jijik, Julian. Nggak usah sok imut,

***

"Jadi Mika ini cucunya Tuan Julian Roberto?" batin Reska sambil melirik ke arah Mika yang tampak santai setelah menjelaskan siapa dirinya dan mengapa sampai berada di rumah ini.

"Ternyata ini toh rumah keluarga Roberto yang katanya kaya istana ini? Betapa beruntungnya aku bisa masuk rumah ini," lanjutnya.

Beruntung Mika datang tepat waktu ke ruang keluarga saat Reska tengah diinterogasi oleh Julian. Reska tadi tampak bengong saat melihat tingkah absurd dari Julian. Padahal kata Papanya, Julian itu adalah sosok yang dikenal galak dan sulit didekati. Bahkan penerusnya yang sekarang pun sangat susah didekati. Malah sekarang, Reska berada di rumah keluarga Roberto dan berhadapan langsung dengan Julian. Mika menjelaskan tentang siapa sosok Reska ini. Namun Mika tidak menjelaskan tentang peristiwa penembakan di dekat sekolahnya.

"Oh... Kamu temannya cucuku? Awas saja sampai kamu bikin cucuku susah di sekolah. Aku penggal itu kepalamu di atas danau," ucap Julian memberikan ancaman. Sedangkan Reska tampak meneguk air ludahnya secara kasar setelah mendengar ancaman itu.

"Nggak kok, Om." ucap Reska dengan hati-hati.

"Lagian mana berani? Bisa bangkrut usaha Papa dan Mamaku kalau berurusan sama keluarga ini," lanjutnya dalam hati.

"Oh ya... Mika, kamu tahu pistolnya Opa ada dimana nggak?" tanya Julian langsung mengalihkan pembicaraan.

"Pistol yang mana, Opa?" tanya Mika dengan raut wajah polosnya.

"Itu lho yang kecil, buatannya Ronand. Kan semua orangtua dikasih untuk jaga-jaga. Nah... Punya Opamu ini hilang," ucap Julian menjelaskan.

Mika melirik ke arah Callie yang sibuk makan strawberry tanpa peduli ketegangan di ruangan itu. Callie merasa tidak bersalah sama sekali karena sudah mengambil pistol milik Papa Fabio. Namun Papa Fabio sepertinya paham dengan lirikan mata dari Mika itu. Walaupun Papa Fabio sedikit tak percaya jika Callie yang mengambilnya.

"Callie sayang yang cantik..." panggil Papa Fabio tiba-tiba membuat Callie mengalihkan perhatiannya.

"Iya, Opa Fabio yang tampan dan banyak dolalnya." ucap Callie dengan senyum manisnya. Julian melongo tak percaya melihat interaksi antara keduanya itu.

"Kamu yang ambil pistol milik Opa ya?" tanya Papa Fabio dengan senyum lembutnya.

"I..."

"Enggak mungkin cucuku yang cantik, gembul, dan paling kalem itu ambil pistol Papa. Callie itu keturunanku, pasti dia juga sama kaya aku. Nggak bisa pegang pistol begitu. Lagian buat apa Callie ambil pistol?" seru Julian yang langsung menyela sebelum Callie menjawab pertanyaan Papa Fabio.

Julian tentu saja tak terima jika anak dari Rachel itu dituduh mengambil pistol. Papa Fabio melirik sinis ke arah Julian yang menyela jawaban dari Callie. Sepertinya Julian tidak terima jika anak dari Rachel itu menuruni sifat Ronand dan Papa Fabio. Bahkan Ralia yang menuruni sifat Ronand pun sering dianggap aneh oleh Julian. Sedangkan Callie menatap Julian dengan tatapan polosnya.

Callie halus jujul atau bohong nih? Kalau Callie jawab jujul, bayal dulu satu milyal.

Callie mau beli belian balu dan ikut alisan,

Duit terus,

Dih... Ntal kalau Callie dapat duit, plastik Mika ndak Callie kasih.

Ini kenapa malah debat duit? Jadi siapa yang ambil pistolnya Opa Fabio?

Kali mambu, Opa Julian.

Apa?

1
Atiek Endang Mintarti
seru
kocak

gak mau brenti bacanya sambil ngakak
Atiek Endang Mintarti
🤣🤣🤣
Nur baity Al hanan ♍
aduh sakit perut woyyyy
ngabrut mulu dah dari tadi.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wahyu Purwati
buat ceritanya Arthur ya thor
Ita Xiaomi
Keren ceritanya. Selalu ada bocil cadel yg cerdas. Salut ama Kenan yg menyadari kesalahannya. Selamat utk Mika dan Axel. Reska dan El tetaplah menjd baik. Tq ceritanya Kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
Ita Xiaomi
Tq Kk ceritanya. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
Herlina Rahman
aku baca dari awal sampai akhir thor seru soalnya apalagi kalo anak kecil ngomong nya cadel greget aku
Sani Srimulyani
kita mh tim baca sampe akhir dong ....
Rani R.I
sehat selalu thourr,, semoga slalu dlm lindungan Allah SWT,,dan semua rencana,, rezeki othor slalu lancar dan di permudah kan oleh Allah SWT Aamiiin 🤲🤲🤲🤲💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Rani R.I
tetap semangat thourr,,, cerita nya sgttt bagus dan kerenn,,, jgn bilang yg terakhir donk thourr,,, adaa kan cerita Arthur,, ralia juga donk thourr,, adaa kan acara nikahan mika sama Axel yea thourr Plss 🙏💪🫰🥰🥰🥰🥰
Kholifah Tiara
bagus
Rai Gojess
aku baca sampai akhir thor, bagi hadiah lagi🤭
tia
otw lihat Callie thor ,, semangat
Agustina Amy
Cerita yg sngat bagus, wajib d' baca sich krn epic bngt alur csritany
T&K
muantafff thor👍senang baca karya author dr awal sesi 1 s.d 2. Semangat berkarya
Atik Kiswati
yah udah tamat aja nih.....
di tgg cerita si callie ya....semoga lebih seru & menghibur....
Adinda
callie sama reska thor
Hapdah Halim
tetap ada bocil cadelnya ya gaess
Spy bacanya semangat sekalian ksh hilang stress 🤣😍💪
Rai Gojess
hadiah sudah aku bagi Thor,silakan minum kopi
Rani R.I
di cerita nya selanjutnya adakan acara nikahan mika sama Axel thourr,,,dan Arthur menemukan tambatan hati dan ralia juga punya pasangan wkwkwk biar agak seruuu gitu,,, Kenan jgn di buat jahat donk thourr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!