NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Tawanan

Seperti yang di katakan pelayan hari ini pemilik rumah tidak pulang hingga Ella bisa lebih bebas dari sebelumnya. Dia sengaja berkeliling rumah dan memperhatikan sekitar. Entah untuk apa, mungkin mencari celah untuk kabur.

Bisa jadi.

Mungkin saja kelak dia bisa ada di situasi darurat saat dimana dia harus melarikan diri. Jadi tidak ada salahnya berkeliling.

Ella berdiri di pintu dan melihat ke luar dimana terdapat pelataran luas dengan gerbang tinggi juga tembok beton dan penjaga yang berdiri tegak di depan pos keamanan. Belum lagi beberapa orang yang berpatroli dan berjaga di sekitar pelataran rumah. Benar- benar penjagaan yang ketat.

"Bagaimana aku bisa lari," gumamnya, karena mungkin sebelum dia mencapai gerbang dia akan segera tertangkap dengan banyaknya pengawal.

"Anda sedang apa, Nona?" Ella memperhatikan pria yang menghampirinya, stelan jas lengkap dengan dasi dan kemeja putih, juga sebuah pin emas berbentuk bunga mawar terpasang di kerah jas tepat di bagian atas dada. Jika di perhatikan lagi semua pengawal memiliki style yang sama termasuk pin mawar yang terpasang di tempat yang sama.

"Aku cuma melihat- lihat."

"Sebaiknya anda segera masuk, Nona." Itu sebuah peringatan yang membuat Ella segera mundur lalu kembali ke dalam rumah.

Sepanjang jalan Ella menggerutu pelan. Meski dia boleh berkeliling, tetap saja geraknya di awasi dan di batasi, dia sudah seperti tawanan yang terkurung disana.

...

Di tengah malam Ella keluar dari kamarnya berniat ke dapur, mencari makanan untuk menemaninya menulis di tengah malam seperti biasa.

Dan kali ini banyak camilan yang bisa dia ambil.

Aneh memang, sejak dia mengambil makanan sisa di tengah malah, keesokan harinya pelayan menunjukkan sebuah ruangan yang di penuhi dengan camilan.

katanya dia bebas mengambil apapun yang dia mau. Dan Ella benar-benar di buat takjub dengan isinya. Satu ruangan itu benar-benar di penuhi makanan ringan sudah seperti mini market, lengkap dengan showcase berisi banyak minuman dingin, mie instan dan sosis kesukaannya.

Ella memeluk beberapa bungkus kripik kentang di tangannya, satu botol minuman juga mie instan yang akan dia sedih lebih dulu di konter dapur.

Namun baru keluar dari mini market pribadi itu Ella menjatuhkan makananya ke lantai saat melihat seorang pria tinggi berjalan dengan memegangi perutnya yang mengucurkan darah.

"Kau? Kau baik- baik saja?" Ella berjalan cepat ke arah pria itu yang menekan tangannya di konter dapur seolah bisa menopangnya untuk tetap berdiri, matanya menatap tajam Ella namun gadis itu justru terlihat khawatir.

"Kau penjaga keamanan disini?" Ella melihat jas pria itu dimana terdapat pin mawar berwarna emas seperti yang dia lihat di kenakan para penjaga rumah.

Pria itu mengernyit.

"Kau berdarah, kita harus ke rumah sakit." Ella mendekat dan memapah pria itu duduk di kursi makan. "Tunggu aku akan panggil ambulans." Saat tangannya menekan ponsel untuk menghubungi ambulans pria itu menghentikannya.

"Jangan! Aku bisa obati sendiri." Suara itu nampak berat dan tegas, sekilas dia seperti mendengar suara Mr D. Ella bahkan sempat tertegun. Namun kembali melihat jas yang sama dengan pengawal yang tadi berpatroli di luar Ella menggeleng pelan.

"Tapi, darahnya—"

"Ambilkan kotak obat!" Ella mengangguk cepat dan mencari dimana kotak obat berada. Dia yang tak tahu tempat penyimpan benda itu hanya terlihat kebingungan dan mencari- cari di setiap lemari. "Di dalam laci itu."

Ella yang awalnya kebingungan menoleh, mengangguk dan segera membuka laci yang di tunjuk pria itu.

"Ini." Ella membuka kotak obat, namun dia masih tak mengerti apa yang harus dia lakukan, hingga pria itu segera melepas jas dan kemejanya dengan susah payah. Melihat itu Ella berinisiatif untuk membantu, melepas kemeja putih yang sudah terkena banyak darah itu dan meletakkannya di lantai. Saat kemeja terbuka dan menampilkan otot-otot yang terlihat sempurna, Ella justru menelan ludahnya kasar, matanya terpaku beberapa saat.

"Lihat apa, kau? Ambilkan alkohol itu!" Ella gelagapan dan segera mengambil botol alkohol di dalam kotak obat lalu memberikannya pada pria pengawal.

'Sialan kau Ella bisa- bisanya mesum di saat yang tidak tepat!' umpatnya dalam hati.

Alkohol disiramkan pada luka, yang sepertinya bekas sabelan benda tajam. Bibirnya mendesis saat merasakan perih, namun yang terlihat kebih kesakitan adalah Ella. Gadis itu menutup matanya membuat pria itu terkekeh.

"Kenapa kau?" tanyanya saat melihat Ella menutupi wajahnya.

"Apa sudah selesai?" Ella membuka matanya dari celah jari tangannya.

"Sudah. Tapi aku membutuhkan bantuanmu." Pria itu menyerahkan kain kasa yang harus dia balutkan di lukanya.

Ella meraih benda tersebut. " Apa tidak perlu di jahit?" Melihat luka menganga itu Ella sedikit meringis.

"Tidak, cepatlah! Atau darahnya akan semakin banyak keluar nanti."

Ella mengangguk dan mulai membalut luka tersebut dengan melingkarkan kain tersebut di area pinggang, berulang hingga benar-benar terbalut sempurna.

Saat kain kasa di lilitkan Ella harus membuat tubuh mereka merapat sebab tangan kecilnya tak bisa menjangkau bagian belakang.

Saat tubuh mereka merapat Ella bisa merasakan nafas berat pria itu di telinganya, hingga dia mendongak dan melihat jakun pria itu naik turun, lalu matanya turun ke arah bahu yang basah karena keringat dingin.

"Sudah belum?" Suara itu menghentikan mata Ella yang terkesima hingga dia menjauh dan berdehem pelan.

"Sudah."

Pria itu menghela nafasnya. lalu duduk di kursi. Namun saat ini suara Bobby terdengar memasuki rumah memanggil dan tuannya.

"Tuan!"

"Ak—"

Mata Ella terbelalak, lalu meletakkan tangannya di mulut si pengawal. "Jangan berisik!"

Pria itu tertegun dan menatap Ella yang mencondongkan tubuhnya demi menutup mulutnya.

"Mereka sudah pulang, ayo sembunyi." Ella menarik pria itu ke arah mini market pribadi untuk bersembunyi.

"Kenapa bersembunyi?" Ella menekan tubuh pria itu di tembok.

"Kau tidak tahu, Tuan kalian tidak suka melihatku. Jangan berisik, biar mereka masuk dulu. Baru kita bisa keluar."

Pria itu menyeringai matanya menunduk menatap Ella yang mengintip dari pintu yang terbuka. Raut wajahnya nampak ketakutan dan gelisah, sementara kedua tangannya masih menahannya di tembok.

"Bagaimana kalau dia tetap tahu?"

"Maka aku bisa mati."

Pria itu menaikan alisnya. "Lalu kau pikir aku tidak akan memberitahunya?"

Ella tertegun dan mendongak menatap pria di depannya. "Benar, kau anak buahnya."

Pria itu masih menaikan alisnya. Hingga Ella menyadari posisi mereka terlalu dekat, dia mengambil langkah mundur. Namun saat ini dia justru hampir terjatuh sebab kakinya yang tak seimbang.

"Akh!" Ella menjerit kecil sebab tahu dia akan terjatuh, hingga gerakan tangan itu dengan cepat meraih pinggangnya, menariknya membuat tubuh mereka kembali merapat.

"Kenapa berisik? Bukankah kita sedang bersembunyi?" Pria itu menyeringai menatap Ella yang tertegun.

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!