NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 10

"kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi!" bentak Oh pil sun pada Kim sembari melemparkan beberapa kertas ditanya nya ke atas meja. Pada hari ini biasanya semua kerabat dekat dan jauh akan berdatangan dan berkumpul dirumah keluarga Oh, mereka akan menginap disana selama berhari-hari, tapi Or ji oh justru pergi ke Jerman pada hari ini, jelas saja itu membuat Oh pil sun marah.

"saya pikir tuan muda mengingatnya." jawab Kim tanpa merasa bersalah. "kalau aku mengingatnya apa kau pikir aku akan membiarkan dia pergi hari ini?" kata Oh pil sun terlihat sangat kesal, bagaimana pun juga Or ji oh sudah menjadi istrinya, dan hari ini adalah hari peringatan kematian ayahnya, sebagai istri Oh pil sun sudah seharusnya Or ji oh berbakti kepada mending ayah Oh pil sun.

"maafkan saya tuan muda." kata Kim akhirnya mengakui kesalahannya, "sudahlah, lagi pula ibu juga membiarkan nya pergi." kata Oh pil sun pada akhirnya tak lagi terlihat marah, setelah menyadari bahwa hal ini tidak sepenuhnya salah nya, karena ibu dan nenek nya juga membiarkan Or ji oh pergi. Ia mungkin lupa, tapi ibu dan neneknya tidak mungkin lupa.

Ruang keluarga kediaman keluarga oh terlihat penuh, dari segala usia terlihat berkumpul disana, dan hampir dari semuanya terlihat begitu sibuk, ada yang berbincang ada yang minum teh, ada yang menyusun bingkisan, ada juga yang sedang menyusun bunga dan meletakkannya didalam pas.

"dimana istri Oh pil sun kenapa kami masih belum melihatnya?" tanya beberapa kerabat jauh yang seumuran dengan ibu pimpinan, termasuk istri dari kakak laki-laki ibu pimpinan yang memang tidak datang saat acara pernikahan Oh pil sun, karena cucu laki-lakinya juga kebetulan menikah di hari yang sama dengan Oh pil sun.

Karena sejak mereka datang mereka tidak melihat menantu baru keluarga Oh itu datang menyambut mereka, padahal mereka sudah sejak tadi berada disana. "dia tidak ada disini. " jawab ibu pimpinan, yang sontak menimbulkan tanda tanya didalam benak mereka semua. "hah, kenapa? memang nya kemana dia?" tanya beberapa dari mereka bergantian, terlihat begitu penasaran.

"ia harus pergi ke Jerman untuk melanjutkan studinya" jawab ibu pimpinan tenang. "kenapa bibi, bukankah ia baru saja menikah?" sela Yong Ye keponakan ibu pimpinan, anak dari kakak laki-lakinya, sangat penasaran. Karena biasanya wanita yang menjadi menantu Oh tidak bisa pergi kemana pun sebelum melahirkan anak untuk keluarga Oh.

"memangnya kenapa? aku rasa tidak ada yang salah untuk itu!" jawab ibu pimpinan tidak suka dengan kebiasaan Yong Ye yang selalu suka menyela pembicaraan para tetua, tidak seperti nyonya besar oh yang sejak tadi hanya diam mendengarkan, tentu saja nyonya besar oh didik oleh ibu pimpinan sendiri, karena sebelum menikah dengan putranya, Yin adalah putri angkat ibu pimpinan.

"bibi, bibi jangan marah dulu, aku tadi hanya sedikit terkejut, aku tidak menyangka bawa peraturan dalam keluarga bibi sudah banyak berubah. karena seingat ku dulu, setiap menantu wanita dalam keluarga oh tidak boleh berpergian jauh jika belum melahirkan anak untuk keluarga oh." tutur Yong Ye berbicara dengan hati-hati.

"bahkan kak Yin juga dulu seperti itu." lanjut Yong Ye hati-hati dengan membawa-bawa nyonya besar oh yang sejak tadi hanya diam mendengarkan. "itu dulu!" tegas ibu pimpinan "sekarang jaman sudah berubah, lagi pula belajar dari pengalaman. Aku bahkan mendapatkan ayah Oh pil sun setelah tiga tahun usia pernikahanku, sedangkan Yin! dia baru melahirkan Oh pil sun setelah lima tahun usia pernikahannya, itupun harus berkali-kali keguguran dan kehilangan anak terlebih dahulu." setiap kata yang keluar dari mulut ibu pimpinan terdengar penuh penyesalan, dan juga ada kesedihan dalam nada suaranya, karena ia kembali teringat akan cucu perempuan yang meninggal ketika masih berusia dua tahun.

"jika waktu bisa diulang alangkah bagusnya waktu yang terbuang sia-sia itu dimanfaatkan dengan baik, mungkin aku dan Yin bisa lebih menikmati waktu-waktu itu dengan lebih baik." lanjut ibu pimpinan dengan sedikit senyuman dan sorot mata menerawang, saat usia yang baru enam puluh tahun ia telah kehilangan suami, anak dan juga cucu, sementara ia sendiri masih sehat hingga sekarang.

"sudah, sudah, kenapa kita jadi membicarakan masa lalu." sambung kakak ipar ibu pimpinan cepat karena tidak ingin suasana berubah menjadi semakin sedih, "oiya Yong Ye, dimana Ji Ming dan istrinya kenapa sampai sekarang belum juga datang?" lanjutnya berbicara kepada anaknya. "ia benar" sambung yang lainnya, "kami juga ingin melihatnya." lanjut mereka lagi. "saat pernikahan mereka kemarin kami tidak melihat nya terlalu jelaskan." jelas mereka tanpa diminta.

"para bibi dan paman tenang, saja sebentar lagi mereka juga akan sampai, begitu mereka sampai kalian pasti bisa melihatnya sepuasnya." kata Yong Ye dengan bangga, saat itu Oh pil sun datang. Ia memasuki ruangan dengan langkah cepat, menyapa semua yang ada diruang itu dengan sopan. "nenek kedua, kakek kedua, apa kabar? nenek sepupu, kakek sepupu,apa kabar?" Oh pil sun menyapa mereka dengan satu persatu.

"kami baik" jawab mereka semua hampir sama.

"bibi pertama, bibi kedua, paman pertama, paman kedua, apa kabar?" lanjut Oh pil sun menyapa para bibi dan paman. Begitu seterusnya sampai ke para kakak sepupu dan adik sepupu, yang semua ada disana.

"kami baik" jawab mereka juga sama.

"Oh pil sun masih belum berubah, dia masih saja tampan seperti dulu." Tutur bibi kedua mengomentari wajah Oh pil sun, berbicara kepada nyonya besar oh yang sejak tadi sedang duduk disebelahnya. "pasti istrinya juga cantik dan tak kalah darinya." lanjutnya lagi kini dengan tersenyum menggoda kepada Oh pil sun, dan ditanggapi hanya dengan senyuman oleh nyonya besar oh.

"sayang sekali kita disini masih belum bisa melihatnya." lanjut bibi kedua lagi dengan nada kecewa, karena mengerti arti dari senyum nyonya besar oh tersebut, yang secara tak langsung mengakui bahwa menantunya memang cantik, bahkan sangat cantik.

"oiya bibi, dimana Ji Ming? kenapa aku tidak melihatnya ada disini?" tanya Oh pil sun pada bibi pertamanya, setelah menyadari salah satu sepupu nya tidak ada disana. "dia baru saja mengirim pesan, katanya dia sudah berada didepan, mungkin sedang memarkir mobilnya." jawab Yong Ye di ikuti dengan senyum diwajahnya dan tak berapa lama orang yang ditanya pun masuk.

"selamat malam semuanya, maaf kami datang terlambat" ujar Ji Ming yang baru saja datang bersama dengan istrinya, aura pengantin baru masih terpancar jelas di wajah mereka berdua. Saat itu semua orang melihat kearah Ji Ming dan wanita disebelahnya, termasuk Oh pil sun yang juga menatap kearah Ji Ming, awal nya tatap Oh pil sun biasa saja, namun saat ia melihat wanita disebelah Ji Ming, tatapan Oh pil sun seketika berubah, keningnya mengernyit dan tatapannya begitu tajam. "Ji Ming, Ye eun kenapa kalian lama sekali?" tanya Yong Ye menghampiri Ji Ming dan menantunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!