NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Dikediaman keluarga Fandi sedang menikmati makan malam bersama. Setelah makan malam Fandi dan kedua orang tuanya duduk santai diruang tengah. "Fandi bagaimana hubunganmu dengan Alisha apakah baik baik saja?" tanya Anton papa Fandi. Fandi yang ditanyai papanya langsung tersenyum dan menjawab "Alhamdulillah hubungan kami baik kok pa" jawab Fandi tersenyum kecil. Siska mama Fandi tiba tiba berkata "Lalu kapan rencananya kalian akan menikah, lagi pula kamu juga sudah lulus kuliah dan mulai bekerja dikantor" tanya Siska yang memang menyukai Alisha sejak pertama kali bertemu dengan gadis cantik tersebut.

Fandi yang ditanyai langsung menghela nafas panjang lalu menjawab "Ma, pa boleh nggak Fandi nikahnya setelah Fandi lulus kuliah S2. Lagi pula umur Fandi masih 22 tahun masih terlalu muda untuk menikah sekarang dan Alisha pun masih belum lulus kuliah" jawab Fandi meminta pengertian kedua orang tuanya. Dia memang mencintai Alisha tapi bukan berarti ia ingin segera menikahi Alisha dalam waktu dekat.

"Kamu belum siap nikah muda atau belum siap ninggalin kebiasaan buruk mu yang suka gonta-ganti pasangan" sarkas Anton dengan nada tegas. "Jika kamu sudah memiliki wanita sebaik Alisha seharusnya segera kamu halalkan saja toh nanti kalau kamu sudah nikah pasti kamu juga bisa menikmati kenikmatan surga dunia bersama istrimu. Dan kalian bisa segera memiliki momongan sebagai penerus keluarga kita. Apasih kurangnya Alisha, dia cantik baik hati dan yang terpenting dia dari keluarga baik baik" tanya Anton tidak habis fikir dengan jalan pikiran putranya.

"Benar yang dikatakan papamu nak, jaman sekarang mencari wanita sebaik Alisha susah didapatkan apalagi keluarga Alisha dari keluarga terpandang. Jika kamu menikah dengan Alisha keluarga kita akan dapat untung banyak udah dapat mantu cantik dan keluarga kita bisa semakin terkenal setelah berbesan dengan keluarga Bastara salah satu pengusaha ternama dan memiliki perusahaan dimana mana. Mama yakin dilauran sana pasti banyak pria ingin memiliki Alisha. Sedangkan kamu yang menjadi pemilik hati Alisha malah menyia nyiakan kesempatan itu" gerutu Siska kesal dengan putranya tersebut.

"Fandi enggak bermaksud begitu ma, pa tapi Fandi memang belum siap nikah dalam waktu dekat ini. Lagi pula Fandi berniat ingin melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri tahun depan" jawab Fandi tetap kekeh dengan keinginannya. Anton dan Siska hanya menggelengkan kepala mereka " Terserah kamu Fan, tapi jangan menyesal jika suatu saat Alisha direbut pria lain. Kesempatan tidak akan datang kedua kalinya, ingat itu Fan" tegas Anton sebelum beranjak dari duduknya. "Ayo ma, lebih baik kita segera istirahat percuma saja berbicara dengan anak kepala batu itu yang ada makin kesal dibuatnya" ucap Anton langsung merangkul pinggang sang istri memasuki kamar mereka. Sedangkan Fandi yang ditinggal kedua orang tuanya hanya bisa menghela nafas panjang "Bukan itu maksud Fandi ma, pa tapi untuk saat ini aku belum siap menikah. Lagi pula aku yakin Alisha gadis yang setia dia tidak akan pernah mau lepas dari pelukanku diakan cinta mati sama aku" gumam Fandi dengan tersenyum percaya diri. Setelah itu pria tampan tersebut masuk kedalam kamarnya tak lama kemudian Fandi turun dengan penampilan rapi ia akan pergi ke suatu tempat.

1 Minggu kemudian

Pagi itu Santa dan David sedang joging ditaman tidak jauh dari apartemen mereka. Setelah lari berkeliling taman beberapa kali barulah kakak beradik tersebut duduk di bangku taman dibawah pohon cukup rindang seraya menikmati semilir angin pagi yang masih terasa sejuk.

"Santa.." panggil David menatap wajah cantik adiknya. Meskipun Santa berpenampilan seperti laki-laki akan tetapi tidak menutupi kecantikan seorang Santa Aurora.

"Hem ..mau ngomong apa kak?" tanya Santa the point. Ia tau jika kakaknya ingin berbicara serius dengannya.

"Besok kakak udah waktunya kembali ke Rusia, tadi malam Gerry memberi kabar bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan kakak sendiri tidak bisa diwakilkan oleh siapapun itu termasuk Gerry. Jadi kakak putuskan besok harus kembali ke Rusia secepatnya, maaf kakak tidak bisa menemani kamu terlalu lama disini. Atau begini saja kamu ikut kakak pulang ke Rusia, apakah kamu enggak rindu dengan kedua orang tua kita. Sudah hampir 2 tahun kamu tidak datang ke makam Mommy dan Daddy. Mereka pasti merindukan putri kesayangan mereka, pulang ya dek. Kakak jauh lebih tenang jika kamu dekat sama kakak, kita bisa tinggal dirumah peninggalan kedua orang tua kita. Kita memulai lagi dari nol, menciptakan suasana baru dirumah yang penuh kenangan bersama mommy dan Daddy" bujuk David lembut seraya mengelus kepala adiknya yang bersandar dipundaknya. Santa yang sejak tadi mendengar perkataan kakaknya hanya diam ia juga bingung mau menjawab apa, sejujurnya dia juga rindu negara kelahirannya terutama rumah kedua orang tuanya. Tanpa terasa buliran bening menetes dari sudut matanya.

"Entahlah kak, rindu itu pasti ada tapi untuk kembali dalam waktu dekat ini gue belum ingin. Maaf kak, gue masih betah tinggal disini dan gue belum siap kehilangan sahabat sebaik Alisha. Karena orang pertama yang gue temui di negara ini adalah Alisha. Alisha sudah gue anggap seperti adik sendiri" ujar Santa menatap sekilas wajah tampan kakaknya.

"Alisha.. apakah dia begitu berarti untukmu San?" tanya David memastikan. Karena baru sekarang David melihat sang adik begitu menyayangi seseorang melebihi dirinya sendiri.

"Sangat berarti kak, bahkan pernah gue berniat menjodohkan kakak sama Alisha. Tapi sayang sekali Alisha sudah menjadi kekasih si mokondo itu dan kakak juga belum tentu mau sama Alisha" ucap Santa terkekeh geli. Dia tahu kakaknya hidupnya terlalu kaku hanya kerja kerja dan kerja dalam hidupnya. David seperti manusia robot yang terlalu kaku sekaligus dingin. Setiap wanita yang berusaha mendekatinya pasti langsung balik arah sangking dinginnya sikap sang kakak.

"Siapa bilang, kamu pikir kakak pria enggak normal" ketus David jengkel mendengar perkataan adiknya. Santa yang mendengar jawaban kakak langsung tertawa terbahak-bahak "Tapi itu faktanya kak, sekarang gue tanya diumur kakak yang ke 25 tahun ini apa pernah kakak berpacaran enggak kan apalagi sampai berciuman dengan seorang wanita hahaha..." tawa Santa semakin kencang setelah melihat expresi kesal sang kakak. Namun diluar dugaan tiba-tiba David menjawab "Pernah, kakak pernah berciuman dengan seorang wanita tetapi dia bukan kekasih kakak tapi sebentar lagi dia akan menjadi milik kakak" ucap David dengan tatapan berubah serius. Santa yang mendengar jawaban sang kakak langsung bungkam dan kedua matanya langsung melotot kaget "Serius, kakak enggak bohong kan?? Jangan bilang kakak berciuman dengan seorang wanita jalang, gue enggak setuju kalau punya kakak ipar wanita pen*hib*r!" ketus Santa enggak terima.

"Tuk" David menyentil kening adiknya cukup keras.

"Aww.. sakit kak" ringis Santa mengelus keningnya bekas sentilan kakaknya.

"Salah sendiri ngomong ngaco, emang kamu pikir kakak pria seperti itu apa!" gerutu David kesal.

"Terus siapa dong perempuan enggak beruntung itu, jangan buat gue penasaran ngapa kak?" tanya Santa ketus. David yang mendengar perkataan adiknya langsung melotot kesal "Maksudmu apa perempuan tidak beruntung?? justru wanita yang bisa mendapatkan kakak dia adalah wanita paling beruntung didunia ini" ujar David percaya diri.

"Ya ya ya... terserah kakak lah asal kakak bahagia" sahut Santa mengalah.

"Ya sudah ayo kita pulang, sudah semakin siang nih" ajak David langsung merangkul pundak sang adik. Santa hanya bisa pasrah dengan ajakan sang kakak lagi pula dirinya juga sudah lapar.

Diperjalanan Santa kembali bertanya kepada sang kakak "Oya kak, perempuan yang kakak maksud tadi siapa?" tanya Santa masih penasaran. David tidak langsung menjawab pria tampan tersebut malah tersenyum kecil tidak niatan untuk menjawab pertanyaan adiknya.

Santa langsung mendengus kesal saat pertanyaan tidak direspon kakaknya. Padahal Santa begitu penasaran dengan wanita yang dimaksud kakaknya. "Pokoknya kakak harus bersatu dengan Alisha apapun caranya, gue lebih ridho kalau Alisha yang menjadi kakak ipar gue meskipun umurnya tuaan gue dikit enggak masalah" batin Santa penuh tekat.

Keesokan harinya David sudah sampai bandara internasional Soekarno-Hatta. Gerry sudah tiba pagi pagi sekali untuk menjemput atasannya. Santa dan David saling berpelukan sebelum berpisah. Santa terisak pelan di dekapan sang kakak. Sejujurnya David masih belum ingin kembali meninggalkan adiknya namun perusahaan sedang membutuhkan dirinya saat ini.

"Jaga diri baik-baik, jangan suka keluyuran malam kakak enggak suka. Jangan ikut balapan liar dek, kakak loh selalu transfer uang lebih dari cukup untuk kebutuhanmu disini. Kakak takut terjadi sesuatu sama kamu kalau kamu ikut balapan liar karena cuma satu satunya yang kakak miliki. Jadi tolong dengarkan kakak ya dek, kalau sampai kakak tau kamu masih nakal disini kakak langsung seret kamu balik ke Rusia" peringatan David begitu tegas tidak ingin dibantah. Sedangkan Santa yang mendengar perkataan kakaknya hanya mengangguk kecil di pelukan kakaknya. Setelah itu David melepas pelukannya dan menatap wajah cantik adiknya yang terlihat sedikit sembab. Ia hapus air mata adiknya lalu mengecup kening sang adik cukup lama. "Jaga diri baik baik ya sayang, kakak janji akan segera kembali kesini agar kita bisa bertemu lagi" ucap David lembut seraya mengelus lembut pipi adiknya. Santa mengangguk "Iya kak, kakak hati hati disana. Jaga kesehatan juga jangan terlalu diforsir kerjanya" Santa menatap Gerry asisten kakaknya "Kak Gerry tolong jaga kak David ya, jangan lupa selalu ingatkan untuk makan dengan teratur. Karena dia kalau sudah kerja lupa segalanya termasuk waktu istirahat dan makan" ucap Santa kepada asisten kakaknya. Gerry yang mendengar nona mudanya sudah mulai perhatian seperti itu ia ikut senang pada akhirnya 2 saudara tersebut sudah berbaikan. "Baik nona muda, akan saya ingat pesan anda" jawab Gerry sopan sedikit menunduk kepalanya.

Setelah pesawat yang ditumpangi sang kakak sudah mengudara barulah Santa kembali ke apartemennya dengan menaiki taxi.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!