NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10.

Mobil berhenti di halaman luas sebuah Mansion mewah, yang membuat mata Esther nyaris membulat, dengan mulut terbuka tidak percaya.

Ia ternyata telah tidur dengan pria konglomerat!

Esther yang sedari tadi tidak dilepaskan Jack duduk di pangkuannya, kembali menggendong Esther turun dari dalam mobil.

Esther yang merasa canggung dengan keadaannya saat ini, hanya bisa diam merangkul leher Jack dengan mengalungkan lengannya.

Nyaris saja Esther melompat turun dari gendongan Jack, karena melihat hampir sepuluh pria dan wanita berpakaian seragam, berdiri dengan rapi di depan pintu utama Mansion.

"Tu.. Tuan, tu.. turunkan aku!" Esther mencoba untuk turun.

"Jangan bergerak, bayi kita nanti tergoncang! tubuhmu masih lemah, pasti belum dapat melangkah dengan benar!" dengan nada lembut, Jack menolak Esther untuk turun dari gendongannya.

Esther sangat malu sekali melihat sekumpulan pria dan wanita, yang memakai seragam formal tersenyum memandang ke arahnya.

"Mereka pengasuh kediaman Sebastian!" jawab Jack, menjawab lirikan mata Esther melihat para pengasuh Mansion Sebastian.

"Selamat datang di kediaman Sebastian, Nona!!" ucap para maid itu dengan raut wajah yang terlihat senang melihat Esther.

Esther tidak menyangka, ia disambut dengan begitu ramah di kediaman Ayah bayi-bayinya.

"Mana menantuku!!"

Esther mendengar suara seorang wanita, dan ia melihat seorang wanita berusia sekitar hampir lima puluhan lebih, menghambur keluar dari pintu Mansion yang terbuka.

Walau sudah terlihat sudah tua, wanita itu terlihat masih modis, dan sisa kecantikannya saat masih muda, masih tersisa pada paras wajahnya.

"Ohh, muda sekali menantuku, dan sangat cantik sekali! aku tidak menyangka putraku yang kaku ini, ternyata sangat pandai memilih calon istrinya!!"

Ibu Jack, Charlotte, tersenyum lebar melihat wajah Esther, yang bersembunyi malu-malu di samping wajah Jack.

"Jack! apa kamu tidak salah? kamu menghamili gadis yang masih sekolah?!"

Ayah Jack, Ethan, juga muncul keluar menyambut Jack dan Esther.

Ia terlihat tidak percaya melihat tubuh mungil Esther, yang berada dalam gendongan Jack.

Jack tidak menjawab apa yang dikatakan ke dua orang tuanya, ia terus saja melangkah masuk ke dalam Mansion.

Kakinya terus melangkah, dan menaiki anak tangga menuju lantai dua.

"Butler! tolong ambil kotak p3k, dan susu hangat, serta roti isi dengan isian yang lezat!" kata Jack, menghentikan langkahnya di anak tangga.

"Baik, Tuan muda!" jawab seorang pria berusia sekitar empat puluhan lebih, yang di panggil Jack dengan sebutan Butler.

"Apa?! menantuku terluka?!" Charlotte menjadi cemas mendengar nada perintah Jack kepada kepala Pengasuh Mansion Sebastian.

Ia bergegas mengikuti langkah Jack, begitu juga dengan Ethan, yang penasaran dengan calon istri putranya.

Ke dua orang tua Jack, mengekor dari belakang Jack dengan langkah setengah berlari, karena langkah Jack yang begitu cepat menuju kamarnya.

Jack meletakkan tubuh mungil Esther ke atas tempat tidurnya, dengan hati-hati dan lembut, karena takut membuat perut Esther tergoncang.

"Pa! cepat panggil Dokter!!" perintah Jack.

"Oh, iya! baik!!" jawab Ethan dengan cepat.

Lalu tangannya juga dengan cepat mengambil ponselnya, dan menghubungi Dokter pribadi keluarga Sebastian.

Charlotte mendekat ke tepi tempat tidur Jack, untuk melihat Esther lebih dekat.

Mata Charlotte berbinar setelah melihat lebih dekat wajah Esther, "Astaga, Jack! dari mana kamu mengenal menantuku? apakah memang benar dia sedang hamil cucuku?" tanya Charlotte tidak percaya.

Charlotte meraih tangan Esther, dan Esther yang sangat canggung dengan keadaannya saat ini, tanpa sadar menghindari tangan Charlotte.

"Mereka menyiksa menantuku?!!" mata Charlotte membulat melihat pergelangan tangan Esther, yang memerah bekas ikatan tali.

"Iya! untung saja aku tidak terlambat menemukannya! kalau tidak, cucu Mama sudah tidak dapat diselamatkan!!" jawab Jack dengan nada menggeram.

"Keterlaluan mereka!!" Charlotte ikut marah mendengar apa yang dikatakan Jack, "Gadis seringkih ini tega sekali mereka tindas!!"

Charlotte tersenyum menatap Esther yang masih diam.

Esther bingung hendak mengatakan apa kepada Charlotte, karena ia tidak percaya dengan keramahan Charlotte, yang sangat lembut padanya.

"Siapa namamu, nak?" tanya Charlotte.

"Esther Valencia, Tante!" jawab Esther dengan nada canggung.

Senyuman Charlotte semakin lebar, "Nama yang cantik, sama seperti orangnya!" puji Charlotte, setelah mendengar Esther menyebutkan namanya.

"Berapa usiamu, nak?" tanya Charlotte lagi, ingin mengetahui usia Charlotte.

Jack meletakkan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur, memandang Esther menunggu jawaban dari Esther.

"U.. usiaku sembilan belas tahun, Tante!" jawab Esther.

Plak!!

Charlotte sontak memukul lengan Jack, begitu mereka mengetahui berapa usia Esther.

"Jack! kamu menghamili gadis yang masih sekolah!!" bentak Charlotte.

Wajah Jack mengerut merasakan pukulan tangan Ibunya pada lengannya, "A.. aku tidak tahu! malam itu keadaan ditempat itu remang-remang, dan aku tidak sadar sepenuhnya, karena pengaruh obat yang ada dalam minuman yang ku minum!" jawab Jack membela diri.

"Aku sudah tamat sekolah dua tahun yang lalu, Tante!" sahut Charlotte, mencegah Charlotte untuk memarahi Jack kembali.

"Bukankah di usiamu saat ini, seharusnya kamu itu masih duduk di bangku kuliah?"

"Keadaan keluargaku miskin, tidak dapat melanjutkan untuk masuk ke Universitas, Tante!"

"Apakah orang tuamu yang menindasmu?" tanya Charlotte meraih tangan Esther, dan melihat memar pada pergelangan tangan Esther.

"Orang tuaku sudah meninggal, aku tinggal di rumah Bibiku! mereka yang menindasku!" jawab Esther.

Raut wajah Charlotte seketika berubah sedih mendengar penjelasan Esther.

Charlotte menjadi iba dengan kehidupan yang dijalani Esther.

"Sungguh keterlaluan mereka! pasti kamu sangat menderita sekali tinggal dengan mereka!"

"Tuan, ini kotak p3knya!!"

Butler masuk membawa kotak p3k, bersama dengan seorang pengasuh wanita, membawa nampan berisi susu hangat yang diinginkan Jack, dengan roti isian yang lezat.

Jack menerima kotak p3k yang di ulurkan Butler Li, lalu mengambil obat oles untuk kulit lebam dari dalam kotak.

Dengan menggunakan pentol kapas, Jack mengoleskan obat itu ke pergelangan tangan Esther.

Lalu berikutnya ke pergelangan kaki Esther, yang sontak membuat Charlotte kembali terkejut.

"Hah?! mereka mengikatmu di kaki juga?!!" tanyanya menjadi emosi.

"Mereka memaksaku untuk membuang bayi-bayiku! karena aku berontak, mereka mengikatku!" jawab Esther melihat Jack mengoleskan obat pada pergelangan kakinya.

"Apa??!"

Semuanya terkejut mendengar apa yang dikatakan Esther, sampai pentol kapas yang dipegang Jack jatuh dari tangannya.

Esther bingung memandang satu persatu wajah mereka, yang memandangnya terkejut dengan mata membulat.

"Apa katamu? bayi-bayi? apakah bayi kita lebih dari satu?!" tanya Jack tidak percaya.

"Iya, mereka ada empat!" jawab Esther.

"APA???!"

Kembali semuanya terkejut dengan mata semakin membulat mendengar jawaban Esther.

Jack sampai bangkit berdiri dari duduknya tidak percaya dengan pendengarannya.

Detik berikutnya Charlotte perlahan mulai tertawa gembira, mendengar bayi dalam perut Esther ternyata kembar empat.

Bersambung........

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
Sri Aastuty Julyantii Sadega
si jack cembokur esther di deketin cowo yang lebih muda🤭
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭
Anita Rahayu
kapan ni family benalu dapag jackpot karma is realnya thor biar nyahok mereka itu😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!