NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33

***

Matanya melebar saat melihat isi dokumen tersebut.

Aditya bukan hanya seorang Auditor Negara yang terobsesi. Dokumen itu berisi riwayat medis yang mengerikan. Aditya ternyata lahir dari sebuah persalinan traumatis yang menewaskan ibunya sendiri di sebuah desa terpencil desa yang sama dengan asal Mayang. Ayahnya, sang kepala desa, telah membesarkannya dengan doktrin bahwa wanita hanyalah martir bagi kelahiran pria.

Namun, rahasia yang paling kelam adalah ini: Aditya memiliki kelainan genetik langka yang membuatnya terobsesi dengan proses persalinan alami sebagai bentuk "balas dendam" atas kematian ibunya. Ia telah memantau Mayang sejak hari pertama Mayang bekerja untuk Aris Raditya. Segala penderitaan Mayang selama ini, mulai dari Aris, Gunawan, hingga Baskara, ternyata berada di bawah pantauan audit rahasia Aditya. Ia membiarkan monster-monster itu "mengasah" rahim Mayang agar siap menjadi tempat bagi "anak laki-laki sempurna" versinya.

"Jadi... kau bukan menyelamatkanku, Adit," bisik Mayang dengan air mata yang mengalir deras. "Kau adalah sutradara dari seluruh neraka ini."

Mayang menemukan data bahwa Aditya sengaja menyabotase pembebasan bersyarat Baskara agar Mayang merasa terdesak dan lari ke pelukannya. Aditya adalah dalang yang menjebak Mayang ke dalam sangkar emas ini sejak sepuluh tahun yang lalu.

**

Malam harinya, saat Aditya kembali dan mendapati Mayang sedang duduk tenang di balkon, ia tidak menyadari bahwa wanita di depannya sudah mengetahui kebenaran yang mengerikan itu.

"Kau tampak lebih tenang malam ini, sayang," ujar Aditya sembari mengelus pipi Mayang.

 "Apakah putraku mulai jinak di dalam sana?"

Mayang menatap mata Aditya, mencari sisa-sisa pria yang pernah bermain dengannya di bawah pohon beringin. Tidak ada. Yang ada hanyalah monster yang jauh lebih mengerikan dari Aris dan Baskara.

"Dia tidak jinak, Adit. Dia sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghancurkan apa pun yang menghalanginya," sahut Mayang dengan suara yang sangat stabil.

Aditya terkekeh, mencium tangan Mayang. "Bagus. Karena saat persalinan nanti, aku ingin kau merasakan setiap inci kekuatannya. Aku sudah menyiapkan segalanya. Tidak ada obat bius, tidak ada dokter. Hanya kau, aku, dan takdir yang tertunda sepuluh tahun."

"Mengapa kau sangat terobsesi dengan rasa sakitku, Adit? Apakah kau ingin aku mati seperti ibumu?" tanya Mayang tiba-tiba.

Suasana mendadak membeku. Tatapan Aditya berubah menjadi tajam dan dingin. Ia mencengkeram lengan Mayang hingga membiru. "Jangan pernah sebut ibuku. Kau tidak layak menyebut namanya."

"Aku adalah ibunya sekarang, bukan?" Mayang menunjuk perutnya. "Kau ingin aku melahirkan putramu, tapi kau memperlakukanku seperti sampah yang membunuh ibumu. Kau tidak mencintaiku, Adit. Kau hanya mencintai rasa sakit yang bisa kau ciptakan lewat rahimku."

Aditya menampar Mayang dengan pelan namun menghina, lalu menariknya masuk ke dalam kamar. "Tidurlah. Jangan biarkan otakmu terlalu banyak bekerja. Kau hanyalah wadah, Mayang. Dan wadah tidak berhak untuk menghakimi pembuatnya."

Mayang berbaring di tempat tidur, merasakan mual yang kembali menyerang. Namun kali ini, rasa mual itu bukan karena kehamilannya, melainkan karena rasa jijik yang luar biasa pada pria yang tidur di sampingnya.

Ia memegang perutnya. Di dalam sana, rencana balas dendamnya kini telah bermutasi. Ia tidak akan hanya melarikan diri. Ia akan memastikan bahwa saat persalinan itu tiba, Aditya akan menyaksikan "mahakaryanya" berubah menjadi kehancuran yang paling nyata.

"Tunggu saja, Aditya," batin Mayang di tengah kegelapan. "Tiga menit yang kubutuhkan itu bukan untuk lari... tapi untuk memastikan kau membusuk di neraka yang kau ciptakan sendiri."

****

Bersambung...

1
Mak e Tongblung
tiap bab selalu sama , tertindas lalu menuruti kemauan aditya terus berpikiran balas dendam. tapi bab selanjutnya gitu lgi tanpa ada pergerakan yg buat mayang bisa lepas dr aditya.
MARWAH HASAN
wehhh ini cerita menegangkan
Mak e Tongblung
Aira atau Laras nama anaknya
Uthie
Tertarik mampir 👍👍👍👍👍
Uthie
benar-benar jadi iblis 😌
Uthie
Waowww
Uthie
Gak mikir apa soal nantinya anak-anak tsb 😌
Uthie
hmmm
Uthie
mengejar dunia itu cuma ada kecapean yg tak berujung 😁
Uthie
Gila sihhh 😁
Uthie
menarik 👍😏
Uthie
Waowww
Uthie
Apakah akan selamanya??? 😏
Uthie
Hmmmm.... godaan dan ujian dunia😌
Uthie
coba mampir 👍👍
Heresnanaa_: hai kak, happy reading yaa🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!