Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
“Ini berkas yang kamu minta, semua lemgkap. Dan ohya apa aku boleh minta tolong sesuatu?” Tanya rayya pada sena, Sena menganggukkan kepalanya.
“Tentu saja, Selagi aku bisa. Aku akan membantu mu.”
“Ini, tolong simpan berkas berkas ini. Ini adalah sertifikat rumahku, dan surat perjanjian ku dengan reino dulu. Aku tak bisa menyimpan nya dirumah karna takut mas reino mengambilnya.” Ucap rayya
Sena mengangguk “Aman, aku akan menyimpan nya. Besok aku akan segera memberikan berkas ini ke pengadilan , Mungkin surat panggilan akan datang seminggu lagi ke rumah mu untuk mediasi.” Ucap sena
“Oke , Trimakasih karna sudah membantuku.” ucap rayya sambil tersenyum tulus pada sahabat nya itu.
***
“Selamat pagi nona, Ada yang bisa saya bantu?” Sapa resepsionis itu.
“Saya ingin bertemu papa saya, Pak nathan. Apa dia ada diruangan nya?” Tanya wanita cantik itu , dia adalah putri pak nathan yang selama ini kuliah di luar negri. Ia kembali ke jakarta karna study nya sudah selesai, Dan sekarang ia akan bekerja di perusahaan ini. Mengisi jabatan manager keuangan yang telah kosong.
“Sebentar, Saya sambungkan sama pak nathan terlebih dahulu untuk mengetahui keberadaan nya.” Ujar resepsionis itu, Issabel hanya berdehem. Ia sibuk dengan ponselnya, Berbalas pesan dengan teman kencan nya yang ada di luar negri.
“Permisi, Apa anda ingin bertemu dengan pak nathan.” Suara itu membuat issabel menoleh ke samping, Ia sedikit terpesona ketika melihat laki laki tampan sedang berada di depan nya.
“Iya, kenapa emang?”
“Permisi bu, Pak nathan berada di ruangan nya. Ada di suruh lansung keruangan pak nathan, Ada di lantai 2 , mari saya antar.” Tawar resepsionis itu
Tapi tiba tiba reino mencela ucapan resepsionis yang bernama Kanya itu “Kanya, biarin saya yang mengantarkan nya. Karna kebetulan saya juga hendak keruangan pak nathan, Jadi sekalian.” Ucap reino,
Kanya pun mengangguk. Lalu reino mengajak issabel untuk pergi menuju ruangan pak nathan, “Btw kita belum kenalan, Kenalin nama aku reino.”
“Oh aku issabel.” Jawab issabel cuek
“Jadi kamu putri nya pak nathan, Mengapa aku baru tau sekarang. Kalau pak nathan ternyata punya anak secantik kamu..” gombalan itu, astaga basi sekali. Rasanya issabel yang sudah puas berkelana di luar negri muak mendengar gombalan itu, Untung saja laki laki yang mengenalkan nama nya sebagai reino itu tampan, Jadi ada nilai plus nya di mata issabel. Coba aja kalau enggak, Udah di depak ia dari hadapan issabel.
issabel tak menanggapi ucapan reino barusan, membuat reino canggung di buatnya , hingga pintu lift terbuka membuat issabel buru buru keluar dari lift meninggalkan reino di belakang “Dimana ruangan papa?” Tanya issabel pada reino
Reino lansung menunjuk ruangan yang bertuliskan wakil direktur, Issabel pun lansung masuk ke dalam ruangan papa nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada reino.
“Gimana pun caranya aku harus mendapatkan anak dari tua bangka itu, Supaya aku bisa memanfaatkan nya untuk mendapatkan jabatan ku kembali.” Gumam reino yang bahkan melupakan jika dirinya saat ini masih berstatus sebagai suami rayya. Dan ayah dari arrabella.
“Papaaa.” Panggil issabel, Tuan nathan yang sedang fokus pada kerjaan nya sampai tak menyadari dengan kehadiran anak nya.
“Issabel, Yaampun anak papa.”
Tuan nathan lansung menghampiri issabel lalu memeluk nya dengan erat, Menumpahkan rasa rindu yang selama ini ia pendam.
“Kok gak ngabarin sih kalau mau kesini, Papa kan bisa jemput kamu.”
“Ih gapapa, aku kan mau bikin kejutan.” Ucap issabel sambil bergelayut manja pada lengan papa nya. Issabel memang sangat Manja pada sang papa. Karna sedari kecil ia memang tinggal bersama sang papa, Mama nya sendiri telah meninggal sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Jadi selama ini issabel hanya di rawat oleh papa nya. “Jadi gimana tawaran papa? Apa kamu mau mengisi jabatan manager keuangan yang kosong disini?” Tanya nathan lagi
“Boleh. Asal gajinya sesuai.”
“Gaji manager keuangan sudah tertera di surat kontrak nanti, Kamu harus membuat cv terlebih dahulu supaya papa bisa mengirimkan cv itu pada CEO..”
“Ih ngapain sih pa, Ribet amat. Papa kan yang pegang perusahaan , Ngapain juga aku harus susah payah buat cv. Tinggal papa bilang aja ke ceo kalau aku yang akan menempati posisi manager keuangan.” Ucap issabel yang sedikit keberatan tentang perintah papa nya.
“Gak bisa gitu sayang, walaupun papa yang memegang kendali perusahaan. Tapi papa tetap harus mematuhi aturan kantor. Dimana semua yang terjadi juga harus berdasarkan keputusan ceo..” sahut pak nathan yang membuat issabel mengerucutkan bibirnya
Terpaksa ia pun mengiyakan perintah papa nya.
***
Arrabella sedang bermain boneka nya di depan rumah, Sekaligus mendengarkan lagu anak anak dari tablet nya. Tiba tiba segerombolan anak, Datang menghampiri arra.
Maira, Gadis kecil yang picik itu tiba tiba saja merebut boneka yang di mainkan arra. Membuat arra terkejut “Bonekaku. Maira kembalikan boneka ku.”
“Alah boneka jelek gini, Bagusan bonekaku yang di belikan om reino kemarin. Ya gak temen temen.” Ucapnya pada 2 orang anak kecil sebaya dengan nya.
“Balikin sini , itu bonekaa arra.”
“Mau?” Maira mendekatkan boneka itu pada arra, Ketika arra hendak mengambil nya tiba tiba maira menarik nya kembali dan menjulurkan lidahnya pada arra.
Lalu tanpa perasaan ia menjatuhkan boneka itu dan Menginjak injak nya, membuat arra mencebikkan bibirnya. Hendak menangis, Tapii lebih dulu rayya keluar dari dalam rumah dan menegur maira yang sudah lancang merebut dan merusak boneka milik anaknya.
“Heh maira, Dasar anak dan ibu sama saja suka membuat masalah di rumah orang. Dimana sopan santun mu hah! Bisa bisa nya kamu merebut boneka arra, dan merusak nya seperti ini.” rayya memarahi maira, Membuat 2 orang anak kecil yang tadi juga ikut menginjak boneka arra berlari karna ketakutan melihat kemarahan rayya.
“T-tante..”
“Begini didikan orang tuamu? Apa perlu tante yang mendidik mu jika ibu mu itu tidak bisa mendidikmu. masih kecil tapi sikapnya sekurang ajar ini..” Ucap rayya, Lalu mengambil boneka yang sudah rusak dan kotor itu.
“Tante jahat, tante memarahi ku. Aku akan adukan tante sama mama dan om reino, Biar tante di pukul sampai mati.” Ucap maira lalu berlari sambil menangis, membuat rayya yang mendengar ucapan anak seusia maira menggelengkan kepalanya dan mengucap istighfar berulang kali.
“Ma, boneka ku.” Ucap arra. Matanya berkaca kaca melihat boneka kesayangan nya rusak dan kotor
Rayya menatap sendu ke arah putri nya “Sudah jangan menangis, Nanti kita beli boneka yang baru ya. Boneka ini nanti ibu bawa ke laundry dan tukang jahit, semoga saja masih bisa di jahit.” Ucap rayya mencoba menenangkan anaknya.
Rayya pun mengangguk, Ketika ia hendak masuk ke dalam rumah. Teriakan seseorang menghentikkan langkah nya “Rayya….”
Rayya melihat raisa berjalan menggandeng maira menuju rumahnya, Rayya sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan raisa. Apalagi kalau tidak mencaci maki rayya karna sudah memarahi anaknya.
Rayya pun segera menyuruh arra untuk masuk ke dalam kamar terlebih dahulu, Sedangkan ia ingin melayani kemarahan kakak iparnya itu.
“Aku tidak budeg mbak, Gak perlu teriak teriak. Ada apalagi kamu kerumahku?” Tanya rayya dengan santai
“Berani sekali kamu memarahiku hah! Dasar wanita miskin tak tau diri !”
“Seharusnya mbak mengajarkan hal baik pada maira, jangan sampai sifat buruknya terbawa sampai ia dewasa. Ajari juga untuk tidak pernah menganggu kebahagiaan seseorang karna ia merasa iri karna tak mempunyai apa yang orang lain punya.” Ucap rayya
“Jangan sok menceramahi ku rayya. Kamu aja gak becus jadi istri!!!”
“Lalu mbak apa? Kalau mbak becus ngurus suami, gak Mungkin mbak di buang gtu aja sama suami mbak. Jadi apa bedanya aku sama mbak?” Ucapan rayya membuat raisa membulatkan matanya dengan dada yang bergemuruh hebat.