NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor Ponsel

Dengan suara menggema di semua sudut ruangan, Sera berteriak sekuat tenaga.

"Sialan!"

"Nona tenang, okey?" Mega segera mencegah terjadi gempa bumi jika Sera terus saja melampiaskan kekesalannya.

Duduk kembali, Sera merasa kesal setengah mati.

"Aku rasa semakin sering ketemu, aku akan semakin ingin menghabisinya"

"Ehem, ingat aturan keluarga anda Nona, dilarang_"

"Shit!, aku tau!" sambar Sera tak ingin mendengar kelanjutan ucapan Mega yang dia tahu kemana arahnya.

"Jadi kita akan belajar Nona?" Mega memastikan.

"Okey, kita akan belajar, belajar bahasa yang tidak pernah aku kenal sama sekali, kenapa sih dia tidak memilih investor yang normal-normal saja, dari jepang kek, Amerika, australia, Korea, aku masih menguasai nya, lah ini_, malah bahasa Philipina yang aku gak ngerti sama sekali"

"Tapi mereka investor besar dan sangat menguntungkan perusahaan Nona"

"Ck, aku tau dan kita akan gila-gilaan belajar semalaman, dan mungkin juga aku belajar merukiyah setan bernama Graven Rudolf sekalian"

Sera langsung berdiri meninggalkan tempatnya, ingin segera meninggalkan ruangan dari segenap aktivitas yang menyesakkan, namun saat membuka pintu dirinya di kejutkan dengan seseorang yang menatapnya tajam.

"Astaga!, apa yang kamu lakukan?!" teriak Sera hampir saja jantungnya copot.

Rupanya Grevan sudah ada di hadapannya kini, aneh sekali kenapa ada disini, bukankah mereka sudah pulang?

Kini justru Graven menunjukkan sikap gilanya, tangannya menjulur ke arah Sera seolah sedang menagih sesuatu miliknya.

"Ponsel!"

"Apa?!"

Sera terkejut akan permintaan Graven.

"Kenapa dengan ponsel ku?" Sera masih tidak paham sama sekali.

Graven maju selangkah, mendekati Sera yang hanya diam di tempatnya.

"Aku perlu nomer kontak mu"

"Buat?"

Graven tau ini akan sulit, dia melirik ponsel yang masih di genggam erat oleh pemiliknya, dan sepertinya tak ada niat untuk memberikannya.

"Kita perlu komunikasi langsung jika ada sesuatu yang urgen dan harus di bicarakan Sera"

Sera hanya memberi senyuman tipisnya.

"Ada Mega, ada Email yang tentu kamu sudah tau sebelumnya, jadi gak perlu kamu ikut campur sampai ke Ponsel pribadi segala Tuan Graven Rudolf"

Menatap Sera dengan satu alis yang terangkat, Graven kini lebih mendekati lagi.

"Aku butuh komunikasi langsung, cepat, akurat dan efektif, berikan nomermu, cepat!"

Apa yang dilakukan selanjutnya justru mengejutkan, Sera malah mendekap erat ponsel di dada, yang jelas membuat kesabaran Graven tengah diuji.

"Ponsel"

Graven mengulurkan tangan.

"NO!"

"Ponsel Sera"

"Tidak!"

"Berikan ponselmu, aku masukkan nomerku, lalu bisa kau simpan, cukup singkat bukan?"

"Ada Mega, ponselnya saja"

"Aku tidak berkepentingan dengannya"

"Tapi dia asistenku!"

"Dan aku tak ingin asisten mendengar hal penting lebih dulu, jadi_, serahkan ponselmu, cepat!"

Akhirnya, Sera mau tidak mau harus menyerah, dengan sangat tidak rela, menyerahkan ponselnya dengan terpaksa.

Seperti yang di bilang sebelumnya, Graven mengetikkan nomor ponselnya, lalu dengan cepat tersimpan di kontak ponsel Sera, begitu cepat dan Sera segera menyambar ponselnya kembali.

Sedikit bernafas lega, Sera kini memeriksa ponselnya, dan memang ada nama Graven Rudolf yang tersimpan di sana, hingga sesuatu yang mengejutkan terjadi.

Ada suara deringan di ponselnya, dan saat menatap layar, muncul nama Graven Rudolf yang besar terpampang di layar ponselnya.

"Sial, katanya hanya mencatat nomermu saja, kenapa malah bisa menghubungi ku sekarang?!" teriak Sera tak terima.

"Maaf, aku harus tau juga nomer mu, dan sepertinya aku yang akan sering menghubungi mu, mengingat bagaimana keadaan mu saat ini"

"Apa?!, apa maksud mu?"

"Hem, lihat pakaian dan cara bicaramu dari tadi, mulai sekarang belajarlah yang rajin Nona Sera"

"Kau menyebalkan!" teriak Sera kesal sekali.

Demi apapun di dunia ini, Sera benar-benar ingin belajar rukiyah kali ini, mengusir orang jelmaan setan yang sepertinya akan banyak mengganggunya nanti.

Berjalan santai menuju ke lift khusus yang ada di depan, Graven sudah di sambut oleh Harry yang sudah lebih dulu memencet tombol hingga pintu terbuka, Graven masuk dan hanya memberikan senyum tipisnya ke Sera sebelum pintu tertutup dan membiarkan wanita itu terdiam di tempatnya.

"Graven sialan!, aku akan buang nomer mu!" Sera mencak-mencak di tempatnya.

"Jangan lakukan Nona, itu percuma" Mega memperingatkan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan Mega, aku gak ingin laki-laki setan itu menganggu ku sepanjang waktu"

"Dan saran saya, sebaiknya Nona Sera mulai terbiasa sekarang, karena tak ada yang bisa di lakukan jika Tuan Graven sudah menginginkan"

"Ck, menyebalkan!"

Sera lalu melangkahkan kaki, berjalan melewati ruang demi ruang hingga merasa lega saat disampingnya kini melihat ruang meeting.

"Setidaknya aku sudah terbebas sekarang" gumamnya pelan, tinggal sedikit lagi menuju lift yang ada di depannya.

Ada senyuman, ada bayangan dimana kasur dan masakan lezat Oma ada di pelupuk matanya, kini Sera tersenyum lebar, kakinya semakin cepat melangkah dan_

"Nona Sera tunggu!"

Dibelakang sana terdengar Mega berteriak memanggilnya.

Sera berhenti dan memejamkan matanya. "Ya Tuhan, apalagi ini?!" batinnya berusaha menahan emosi.

"Mega tolong, aku baru saja membayangkan sesuatu yang indah, jangan kau rusak, please _?"

"Maaf Nona, tinggal sedikit lagi, ada yang harus anda tanda tangani, silahkan?" Mega dengan senyum yang di buat semanis mungkin menyodorkan berkas yang di bawanya.

"Memang tidak bisa besok saja?"

"Harus sekarang, biar besok anda fokus bertemu dengan investor saja, dan saya ingatkan nanti malam kita ada acara penting belajar bahasa Philipina" Mega bicara tanpa henti sementara Sera hanya menghela nafas sambil membubuhkan tanda tangannya.

"Oke selesai, dan jangan menggangu ku lagi sampai jam tujuh malam" Wajah serius Sera memberikan peringatan.

"Siap, silahkan pulang duluan Nona, saya akan membereskan pekerjaan kita"

"Terserah!"

Sera benar-benar kesal setengah mati saat ini, kenapa hidupnya seolah tak di biarkan tenang walau sekejap saja.

Hanya punya beberapa jam untuk merasakan apa yang diinginkan, rasanya hidup Sera sudah tamat sekarang.

"Akh!!"

Teriaknya menggema di dalam Lift khusus yang di naiki nya.

Hampir saja tiba di pintu mobilnya, sengaja Sera ingin membawa mobilnya sendiri, merasakan kebebasan di jalan setidaknya bisa mengurangi beban tapi sayang.

Ada suara panggilan dari seseorang yang membuat Sera seketika Ingin menghajarnya.

"Ada apa lagi sekarang?" Sera menerima panggilan.

"Aku kira kamu hilang"

"Ck, kamu punya masalah sama siapa lagi selain melempar kepala orang pakek batu tadi"

"Aku sudah bilang, itu gak sengaja kak, aku iseng melempar batu, eh malah ada yang lewat gitu aja, ya kena"

"Gak sengaja?, kepala orang kamu sasar pakek batu dan bilang gak sengaja, kamu sudah gila!" teriak Sera makin kesal saja.

"Iya memang kenyataanya begitu kak"

"Alen dengar ya, gak mungkin orang dengan suka rela menyerahkan kepalnya untuk di hantam sama batu, jadi tolong bicara yang bisa masuk otak saja, mengerti?!" nada suara Sera naik satu oktaf lagi.

Sera memejamkan matanya, kini jantungnya merasa berdetak tak karuan, pasti konslet karena seharian menanggung beban menghadapi Graven Rudolf yang super sempurna membuat otak ngebul seketika, dan sekarang di tambah adik sepupunya, Alen yang ahli debat, susah di bantah, pinter dan membuat pusing kepala.

Bersambung

Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!