NovelToon NovelToon
Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Dikhianati oleh orang-orang yang paling ia percaya, sang kaisar kehilangan segalanya—takhta, kekuasaan, bahkan nyawanya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benturan Daging Melawan Baja Hidup

Kabut di Hutan Kabut semakin tebal seiring langkah kaki Yang Chen yang menusuk lebih dalam ke jantung wilayah liar tersebut.

Jarak pandang kini hanya tersisa lima meter. Pohon-pohon raksasa dengan batang berlumut hitam muncul dari balik tirai putih seperti hantu-hantu kuno yang diam mengawasi. Udara di sini terasa berat, lembap, dan berbau tanah basah yang busuk—aroma khas dari vegetasi yang membusuk selama ratusan tahun tanpa tersentuh matahari.

Yang Chen berhenti di depan sebuah pohon Ironwood yang besar.

Batang pohon itu, yang seharusnya sekeras besi, terlihat cacat. Kulit kayunya terkelupas parah setinggi pinggang orang dewasa, memperlihatkan kayu bagian dalam yang hancur berserabut. Ada bekas gesekan kasar dan dalam, seolah-olah pohon itu baru saja diparut oleh kikir raksasa.

Pemuda itu meraba bekas luka pada pohon tersebut.

"Getahnya masih basah," gumam Yang Chen, merasakan cairan lengket di ujung jarinya. "Dan ada bulu hitam yang tertinggal."

Yang Chen mengambil sehelai bulu kaku berwarna hitam legam yang terselip di celah kulit kayu. Bulu itu tebal, tajam, dan keras seperti jarum kawat.

Ini adalah tanda wilayah. Seekor Babi Hutan Besi (Iron Boar) baru saja lewat sini, menggosokkan tubuhnya ke pohon untuk mengasah kulit bajanya dan menghilangkan parasit.

"Ukurannya besar," analisis Sang Mantan Kaisar, mengukur ketinggian bekas gesekan itu. "Tingginya di bahu sekitar satu koma dua meter. Berat estimasi tiga ratus kilogram. Ini bukan anak babi. Ini pejantan dewasa."

Yang Chen tersenyum tipis. Senyum itu terlihat mengerikan di wajahnya yang masih menyisakan bercak darah kelinci.

Lawan yang sempurna.

Yang Chen tidak lagi menyembunyikan hawa keberadaannya. Sebaliknya, pemuda itu sengaja menghentakkan kakinya lebih keras ke tanah saat berjalan. Dug... Dug... Dug... Bunyi langkah kaki yang berat dan provokatif, menantang penguasa wilayah ini untuk keluar.

Seratus meter kemudian, tantangan itu dijawab.

GROKK!

Suara dengusan kasar terdengar dari balik semak belukar berduri di depan. Suara itu dalam dan bergetar, seperti suara batu-batu besar yang digiling bersamaan di dalam tenggorokan raksasa.

Semak-semak itu berguncang hebat.

Seonggok monster hitam menyeruak keluar dari balik dedaunan.

Itu dia. Babi Hutan Besi.

Penampilannya jauh lebih mengintimidasi daripada babi hutan biasa. Kulitnya tidak terlihat seperti kulit binatang, melainkan seperti lapisan baju zirah dari logam hitam yang berkarat. Bulu-bulu kasar di punggungnya berdiri tegak seperti barisan tombak mini.

Dua taring kuning melengkung keluar dari mulutnya, masing-masing sepanjang lengan manusia dewasa. Ujung taring itu runcing dan kotor oleh tanah, siap untuk merobek perut siapa pun yang cukup bodoh untuk berdiri di jalannya.

Mata kecil monster itu merah menyala, penuh dengan amarah teritorial yang murni.

Monster itu menatap Yang Chen. Yang Chen menatap monster itu.

Perbedaan ukuran mereka sangat mencolok. Babi hutan itu seperti tank tempur mini, sementara Yang Chen terlihat seperti tiang kayu rapuh yang dibalut jubah hitam.

"Ayo," bisik Yang Chen, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Pemuda itu tidak mencabut pisau belatinya. Pisau itu tetap terselip di pinggang.

Yang Chen ingin menguji tubuhnya. Tangan kosong.

Babi hutan itu tidak butuh undangan kedua. Monster itu menggaruk tanah dengan kuku depannya dua kali, srek-srek, lalu meluncurkan serangan seruduk andalannya.

BOOM!

Babi Hutan Besi itu melesat maju.

Kecepatannya mengejutkan untuk ukuran tubuh sebesar itu. Tanah bergetar di setiap derap kakinya. Momentum tiga ratus kilogram otot dan tulang baja itu meluncur lurus ke arah Yang Chen dengan kecepatan lima puluh kilometer per jam.

Jika manusia biasa ditabrak oleh ini, tubuh mereka akan hancur berkeping-keping. Tulang rusuk akan menjadi bubuk, organ dalam akan meledak.

Yang Chen tidak menghindar.

Pemuda itu melebarkan kuda-kudanya. Kaki kanannya ditarik ke belakang, menancap kuat ke dalam tanah lumpur untuk mencari pijakan. Lututnya ditekuk.

Di dalam perut bawah Yang Chen, Inti Monster Rock Python berputar gila-gilaan.

"Aktifkan," perintah batin Yang Chen.

Energi kuning kental membanjiri seluruh jaringan kulit Yang Chen. Dalam sekejap mata, kulit pucat pemuda itu berubah warna menjadi abu-abu gelap, teksturnya mengeras seperti granit. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol keluar, keras seperti kabel baja.

Teknik Pasif: Kulit Batu (Stone Skin) - Mode Overdrive.

Babi hutan itu sudah ada di depan mata. Jarak nol.

Yang Chen tidak memukul. Pemuda itu menyilangkan kedua lengannya di depan dada dalam posisi blokade defensif.

DHUAAAARRR!!!

Benturan itu terjadi.

Suaranya bukan seperti daging menabrak daging. Suaranya seperti palu godam raksasa menghantam lonceng besi. Keras. Memekakkan telinga.

Tubuh Yang Chen terseret mundur.

Kaki pemuda itu membajak tanah, menciptakan dua parit panjang di lumpur. Satu meter. Dua meter. Tiga meter.

Tapi Yang Chen tidak terbang. Yang Chen tidak hancur. Yang Chen menahan serudukan itu!

Kepala keras Babi Hutan Besi itu tertahan tepat di lengan Yang Chen yang tersilang.

"Hnnggh!" Yang Chen menggeram, menahan napas di dadanya.

Rasa sakit meledak di kedua lengan bawahnya. Tulang radius dan ulna-nya bergetar hebat, seolah mau retak. Otot-otot bahunya menjerit menahan beban tiga ratus kilogram yang mendorongnya.

Namun, Kulit Batu bekerja sempurna. Taring babi itu tidak menembus kulit lengan Yang Chen. Taring itu hanya menggores permukaan kulit batunya, menciptakan percikan api kecil dan meninggalkan goresan putih, tapi tidak ada darah yang keluar.

Yang Chen berhenti terseret setelah lima meter.

Momentum babi hutan itu habis.

Monster itu tampak bingung. Otak sederhananya tidak bisa memproses apa yang baru saja terjadi. Biasanya, apapun yang dia tabrak akan hancur atau terlempar. Kenapa 'pohon kecil' ini tidak patah?

Babi hutan itu mencoba mendorong lagi, mendengus keras, Grok! Grok!, air liur berbusa muncrat dari mulutnya.

"Giliranku," kata Yang Chen dingin.

Yang Chen melepaskan posisi blokadenya. Sebelum babi itu sempat menarik kepalanya mundur untuk ancang-ancang lagi, tangan kiri Yang Chen bergerak secepat kilat.

Tangan itu mencengkeram salah satu taring babi hutan itu.

Cengkeraman Yang Chen sekuat catok besi. Jari-jarinya menekan permukaan taring yang licin itu.

"Haaa!"

Dengan raungan pendek, Yang Chen memutar pinggangnya, menggunakan kekuatan rotasi dari Dantian barunya. Pemuda itu membanting kepala babi hutan itu ke samping.

Leher babi hutan itu terpelintir paksa. Keseimbangan monster itu goyah.

Tangan kanan Yang Chen mengepal. Energi kuning berkumpul di kepalan tangan itu, membuatnya terasa berat dan padat seperti bola meriam.

Yang Chen meninju.

Targetnya bukan mata yang lunak. Yang Chen ingin menguji daya hancurnya. Targetnya adalah batok kepala babi itu—bagian terkeras dari monster tersebut.

BUKK!

Tinju Yang Chen menghantam tepat di tengah dahi babi hutan itu, di antara kedua matanya.

Suara retakan tulang terdengar samar di bawah suara benturan daging yang tumpul.

GWIKKK!

Babi Hutan Besi itu menjerit kesakitan. Tubuh bagian depannya ambruk ke tanah, lutut depannya menekuk karena dampak pukulan itu. Gegar otak instan.

1
Muh Hafidz
bagus thor pertahankan terus ritme cerita seperti ini, biar kita semakin mendalam menikmati alur ceritanya 👍👍👍
Muh Hafidz
saya suka ceritanya, runut, runtut gak cepat melompat, apalagi melompat lompat, saya setuju dg Thor ttp konsisten menceritakan adegan dg detil dan bertahap Krn itu membuat kita semakin bisa mendalami alur cerita, bravo buat Thor
saniscara patriawuha.
gassssssd deuiiiiii...
saniscara patriawuha.
gasssss pollllll.....
saniscara patriawuha.
lanjutttttt....
saniscara patriawuha.
mantappp..
saniscara patriawuha.
gasssd polllll manggg chennnn
saniscara patriawuha.
ojo kesuwen mang otor moso sampe 6 episode hanya untuk menceritakan,,, cukup 3 bab,, langsung sat set sat set....
saniscara patriawuha.
lanjoootttttkannnnn.....
saniscara patriawuha.
lanjutttttkannnnn....
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll ojoo kesuwennnn manggg otorrrrr
saniscara patriawuha.
gassssd pollllllll...
saniscara patriawuha.
gassssss pollllll manggg weuiuiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!