NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Neraka di Siang Bolong

Matahari menyinari puncak Gunung Langit, namun hangatnya tak mampu mencairkan suasana mencekam di Lapangan Utama. Hari ini adalah hari penentuan, di mana teori berakhir dan kenyataan kejam dimulai. Di tengah lapangan, Formasi Reinkarnasi Ilusi buatan Ye Chen aktif, memisahkan area tersebut dari dunia nyata. Ratusan murid baru berdiri berbaris rapi, napas mereka berat dan jantung berdegup kencang. Di hadapan mereka, barisan Pasukan Bayangan berdiri tegak. Walaupun menekan kekuatan, aura mematikan dan bau darah para veteran perang itu tak bisa disembunyikan sepenuhnya, membuat para murid merasa berdiri di hadapan gerombolan harimau. Di atas singgasana panggung utama, Ye Chen duduk tenang bagaikan Hakim Agung, wajahnya datar tanpa ekspresi, sementara Mo Xie berdiri di sampingnya dengan senyum misterius yang tak pernah pudar.

"Dengar baik-baik aturan mainnya, Kalian akan masuk ke dalam formasi ini secara berkelompok. Lawan kalian adalah para Kakak Senior yang ada di hadapan kalian ini." suara Ye Chen bergema pelan namun jelas sampai ke telinga setiap orang, seolah berbicara langsung di dalam pikiran mereka, menembus segala kebisingan.

"Tujuannya sederhana yaitu bertahan hidup selama mungkin, atau... berhasil menyentuh atau menyerang mereka satu kali saja. Itu sudah dianggap kemenangan besar bagi kalian!" Ucap Ye Chen dengan nada tegas dan menekan.

Suara Ye Chen berhenti sejenak, membiarkan keheningan mencekam menyelimuti seluruh lapangan. Detik-detik hening itu terasa berjalan sangat lambat, seolah waktu ikut berhenti, menciptakan suasana yang menyesakkan dada dan membuat jantung setiap orang berdegup kencang menanti kelanjutan kalimatnya. Hening yang panjang itu bukanlah ketiadaan suara, melainkan sebuah tekanan mental yang berat, seolah ada batu raksasa yang menindih bahu mereka semua. Dan tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, Ye Chen kembali membuka mulutnya, menekankan setiap kata selanjutnya dengan tekanan yang luar biasa dahsyat, seolah setiap suku kata memiliki bobot yang mampu menghancurkan mental orang yang mendengarnya.

"Namun ingat... mereka tidak akan main-main atau mengulur waktu demi menyenangkan hati kalian. Di dalam sana, rasa sakit itu nyata. Luka itu nyata. Ketakutan akan kematian itu nyata. Satu-satunya hal yang tidak nyata hanyalah kematian itu sendiri!" Ucapnya dingin, suaranya menusuk hingga ke jiwa.

 "Jadi... bertarung lah seolah nyawamu benar-benar akan melayang detik ini juga! MULAI!" Serunya lantang dengan aura yang menggetarkan bumi.

Perintah itu jatuh bagaikan palu godam yang menghantam tanah, memecah keheningan dan memulai awal dari segalanya. Satu per satu kelompok pertama mulai masuk ke dalam area formasi dengan langkah gontai namun penuh tekad. Mereka melangkah masuk ke dalam cahaya keemasan itu, meninggalkan dunia normal mereka dan memasuki domain Ye Chen. Lawan mereka bukanlah yang terkuat, melainkan pasukan tingkat menengah yang sengaja menekan kekuatannya hingga level yang sesuai, namun tetap saja... itu adalah level yang jauh di atas pengalaman para murid baru. Ini seperti membiarkan anak ayam bertarung dengan elang, meskipun cakar elang itu ditutupi kain. Pertarungan pertama dimulai! Suara benturan dahsyat terdengar bertubi-tubi. Hampir tidak ada yang bisa bertahan lebih dari sepuluh napas. Seorang murid baru yang merasa dirinya sudah cukup kuat dengan Ranah Qi Murni Tingkat 3 mencoba menyerang dengan penuh semangat, mengayunkan pedangnya dengan cepat dan percaya diri. Namun, lawannya hanya seorang anggota Pasukan Bayangan biasa. Dengan gerakan santai, seolah sedang mengusir lalat yang mengganggu, pria berpakaian hitam itu hanya mengangkat tangan kanannya tanpa sedikit pun mengubah ekspresi wajahnya. Sebuah tamparan ringan namun membawa kekuatan dahsyat menghantam dada murid itu dengan akurasi mematikan. Tubuh murid itu terlempar jauh bagaikan boneka kain hingga menabrak dinding energi formasi. Darah segar memuncrat dari mulutnya, matanya membelalak menahan rasa sakit yang luar biasa, seolah tulang rusuknya hancur berkeping-keping dan organ dalamnya bergeser.

"Akh...!" Serunya tertahan, napasnya seketika hilang.

"Itu... itu sungguh sakit! Rasanya seperti tulangku benar-benar hancur! Aku benar-benar merasa akan mati!" Rintihnya dalam hati, trauma mendalam baru saja terbentuk dalam hitungan detik.

Tapi itulah tujuannya. Ye Chen ingin mereka merasakan keputusasaan. Dia ingin menghancurkan rasa percaya diri palsu mereka yang sombong, lalu membangunnya kembali menjadi jauh lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih realistis. Satu demi satu kelompok masuk, dan satu demi satu mereka keluar dengan kondisi mental yang hancur lebur namun pengalaman yang bertambah ribuan kali lipat. Mereka belajar bahwa di dunia ini, kekuatan adalah segalanya, dan belas kasihan tidak ada dalam kamus pertarungan. Giliran kelompok inti yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Xiao Yu, Zhao Hao, Tie Niu, Lin Yue, dan Situ Kong masuk bersama-sama ke dalam arena. Lawan yang diturunkan untuk mereka pun levelnya berbeda jauh dari yang lain. Mo Xie sendiri yang turun tangan mengawasi, namun dia tidak bertarung sendirian, melainkan menunjuk lima orang jenderal terbaiknya untuk menghadapi kelompok elit ini. Mereka adalah ahli di bidangnya masing-masing.

"Mari kita lihat seberapa berharga investasi Kaisar ini," Gumam salah satu Jenderal Bayangan dengan senyum sinis, matanya meneliti gerakan Xiao Yu dari atas ke bawah seolah sedang menilai barang.

"Kaisar sangat memprioritaskan kalian, jadi... jangan mengecewakan kami, bocah!" Ucapnya merendahkan, matanya meneliti gerakan Xiao Yu dari atas ke bawah seolah sedang menilai barang.

Pertarungan pun dimulai! Xiao Yu mengangkat pedang beratnya tinggi-tinggi ke atas kepala. Otot-otot di lengannya menonjol keras. Aura kuning keemasan meledak keluar dari tubuhnya, memancarkan kekokohan yang luar biasa, tanah di bawah kakinya sedikit menekan ke bawah karena beban energi yang dikeluarkannya.

"Teknik Pedang Penghancur... Serangan Pertama: Hancurkan!" Seru Xiao Yu dengan suara yang menggetarkan udara, penuh semangat dan wibawa.

"Bagus, ada semangatnya. Tapi masih kurang jauh! Kekuatanmu masih seperti anak kecil yang mengamuk!" Ucap Jenderal itu dengan nada mengejek dan meremehkan.

"Kau pikir dengan kekuatan sebesar ini kau bisa melukai kami? Mimpi! Ini baru pemanasan!" Tambahnya dingin, lalu kembali menyerang dengan ganas.

Pria itu tidak mengeluarkan senjata, dia hanya memukul dengan tangan kosong, mengumpulkan energi di ujung jari-jarinya hingga udara di sekitarnya bergetar. Hantaman tangan itu bertemu dengan tebasan pedang Xiao Yu secara langsung. Ledakan dahsyat terjadi, angin berhembus kencang menerbangkan debu dan kerikil ke segala arah, menciptakan gelombang kejut yang terlihat oleh mata telanjang. Xiao Yu merasa seolah pedangnya menghantam gunung baja yang tak tergoyahkan. Guncangan keras membuat kedua lengannya gemetar hebat, nyaris lepas dari sendinya. Darah mengalir dari ujung jarinya yang memegang gagang pedang karena tekanan yang luar biasa. Dia terpaksa mundur beberapa langkah untuk menyeimbangkan tubuhnya, keringat dingin mulai mengalir deras di pelipisnya.

"Kuat... dia terlalu kuat! Bahkan saat dia tidak menggunakan senjata pun, kekuatannya berada di level yang berbeda!" Batin Xiao Yu terkejut setengah mati, jantungnya berdegup kencang bukan main.

"Apa ini benar-benar kekuatan yang bisa dicapai oleh manusia? Jurang perbedaan ini terlalu dalam!" Gumamnya dalam hati, rasa takut dan kekaguman bercampur menjadi satu.

Namun, meski tubuhnya gemetar dan rasa sakit menyengat, Xiao Yu sama sekali tidak berniat menyerah. Dia tidak boleh mundur, tidak boleh menunjukkan kelemahan di hadapan orang yang telah memberinya harapan baru. Di benaknya, kilas balik tentang janji suci yang ia ucapkan pada Ye Chen muncul dengan jelas, serta rasa terima kasih yang mendalam atas Pil Dasar Naga Kecil yang telah mengubah struktur tulang dan dagingnya, memberinya kesempatan kedua untuk hidup. Api semangat itu membakar seluruh rasa lelah dan ketakutannya, meledak kembali menjadi tekad yang membara panas bagaikan api neraka!

"Tidak boleh kalah! Aku tidak boleh mundur! Aku harus membuktikan bahwa aku layak menerima ajarannya! Aku tidak akan menjadi beban!" Teriak batinnya, memacu seluruh energi yang tersisa mengalir deras tanpa henti.

"Aku telah menerima kasih sayang Kaisar yang tak terhingga... jadi aku tidak berhak untuk lemah! Aku akan menjadi pedang yang tajam!" Gumamnya semakin keras, membakar semangatnya hingga meledak.

Xiao Yu kembali menyerang, kali ini lebih cepat, lebih ganas, dan lebih cerdas. Dia menggunakan setiap celah, setiap kesempatan yang terbuka walau hanya sesaat. Meskipun terus dipojokkan, meskipun tubuhnya sudah penuh memar dan rasa sakit yang luar biasa setiap kali terkena serangan, dia terus bangkit kembali setiap kali dia mati di dalam formasi. Setiap kali dia bangkit kembali dari kematian ilusi itu, dia sedikit lebih paham cara bergerak lawannya, sedikit lebih paham cara mengalirkan energinya, dan sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Dia belajar dalam kecepatan yang tidak masuk akal, ditempa oleh api neraka pertarungan nyata. Di sisi lain arena, Zhao Hao bagaikan hantu yang tak tersentuh. Dia bergerak dengan kecepatan tinggi yang sulit dilihat oleh mata biasa, meninggalkan bayangan-bayangan palsu yang membingungkan dan menipu.

"Teknik Bayangan... Seribu Bayangan" Teriaknya, mencoba mengeluarkan teknik barunya dengan maksimal kemampuan yang ia miliki.

"Lihatlah! Kali ini aku tidak akan main-main! Cobalah tangkap aku jika kau bisa!" Serunya penuh tantangan, matanya berbinar tajam.

"Cepat, sangat cepat untuk level pemula. Potensi yang bagus. Tapi gerakanmu masih terlalu kaku dan mudah dibaca! Pola gerakanmu terlalu berulang!" Ucap lawannya dengan nada mengejek namun penuh penilaian.

"Kau pikir dengan menciptakan bayangan sebanyak ini aku akan bingung? Lucu! Di mata kami, kecepatan semacam ini masih terlalu lambat!" Tambahnya dingin, matanya tetap tajam mengunci gerak asli Zhao Hao.

Meskipun demikian, Zhao Hao berhasil membuat lawannya kesulitan menangkap gerak aslinya. Dia terus mengganggu, terus menyerang dari sisi buta dan sudut yang tidak terduga. Dia mungkin tidak bisa menang atau bahkan menyentuh lawannya, tapi dia berhasil bertahan hidup jauh lebih lama daripada yang lain, membuat sang Jenderal harus bekerja keras sedikit dan mengeluarkan usaha lebih untuk bisa mengalahkannya. Sementara itu, di tempat yang berbeda, Tie Niu menjadi sorotan utama.

"Haahh! Benteng Emas Abadi!" Teriak Tie Niu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, otot-ototnya mengeras bagaikan batu granit yang padat dan tak tertembus.

"Datanglah! Serang lah sekuat tenagamu! Tubuhku adalah benteng yang tak bisa dihancurkan!" Serunya gagah berani, aura cokelat keemasan melapisi seluruh tubuhnya bagaikan armor alam yang kokoh dan tak tertembus.

Jenderal Bayangan yang menghadapinya mengerutkan kening, tampak sedikit tertarik dengan pertahanan unik ini. Dia pun menyerang dengan tinju yang kuat bagaikan petir menyambar, setiap pukulan memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan tembok batu besar. Hantaman demi hantaman mendarat di tubuh Tie Niu dengan dahsyat. Tanah di bawah kaki Tie Niu retak setiap kali menerima serangan, wajahnya memerah padam menahan sakit yang luar biasa, tulang-tulangnya berderit nyaris patah, dan darah menetes dari sudut bibirnya. Tapi... dia tidak jatuh! Dia tetap berdiri tegak bagaikan patung batu yang ditanam dalam-dalam ke dalam bumi!

"Bagus! Pertahankan itu! Aku adalah tembok! Aku adalah benteng yang tidak bisa dihancurkan!" Teriak Tie Niu pada dirinya sendiri, memacu energinya terus mengalir tanpa henti untuk mempertahankan pertahanannya.

"Hahaha! Kau memang gumpalan daging yang keras dan menyebalkan! Tidak mudah menemukan orang dengan pertahanan setebal dan sekuat ini! Kau memiliki bakat yang langka!" Gumam Jenderal lawannya dengan nada kekaguman yang terselip di antara nada seriusnya.

Di sudut lain arena, suasana terasa jauh lebih tenang dan damai. Lin Yue berdiri tegak dengan sikap yang sangat berbeda dari rekan-rekannya yang sibuk bertarung. Wajahnya tidak menunjukkan rasa panik atau ketakutan sedikitpun. Dia tidak terlihat agresif atau terburu-buru ingin menyerang. Dia berdiri diam bagaikan patung, matanya terpejam erat menyembunyikan cahaya misterius di dalamnya. Dia tidak membuang energi untuk sekadar mengayunkan senjata atau mempertahankan diri secara fisik. Sebaliknya, dia memusatkan seluruh kesadarannya untuk merasakan. Fokus memindai setiap perubahan kecil di udara. Berkat teknik Rahasia Indra Langit, dunia di hadapannya berubah. Dia tidak lagi melihat bentuk fisik semata, melainkan melihat aliran energi, pergerakan otot, dan niat hati lawan yang terpancar jelas bagaikan peta bercahaya di dalam benaknya.

"Di sebelah kanan... serangan datang dari atas... gerakan kaki di belakang... aliran energi sedang dikumpulkan di tangan kanannya..." Batin Lin Yue menganalisis dengan dingin dan presisi.

"Setiap gerakanmu terpampang jelas bagaikan peta di hadapanku. Kau tidak bisa menyembunyikan niatmu... semuanya terlambat!" Gumamnya dalam hati, siap mengantisipasi serangan itu sepersekian detik sebelum mendarat.

"Bahkan sebelum kau menggerakkan otot atau mengubah ekspresi wajah, aku sudah tahu ke mana arah seranganmu. Di dunia persilatan, mengetahui musuh adalah kunci kemenangan!" Tambahnya penuh keyakinan.

Berkat teknik Rahasia Indra Langit yang diajarkan Ye Chen, dia bisa melihat aliran energi lawan bahkan sebelum serangan diluncurkan. Dia bisa memprediksi gerakan lawan bahkan sebelum lawannya menggerakkan otot atau mengubah ekspresi wajahnya. Meskipun kekuatannya jauh di bawah lawan, dia bisa bertahan hanya dengan mengandalkan intuisi dan penghindaran yang presisi. Dia bergerak seolah menari mengikuti aliran angin, menghindari setiap serangan mematikan dengan selisih sehelai rambut saja, membuat lawannya frustrasi karena serangannya selalu meleset tipis dan tidak pernah bisa menyentuhnya. Situ Kong pun tak kalah cerdik dan licik. Dia tidak bertarung secara langsung atau adu kekuatan otot, dia tahu itu bukan keahliannya. Dia menggunakan lingkungan sekitar sebaik mungkin, dia menggunakan gaya bertarung yang kotor namun efektif, memancing lawan membuat kesalahan, menjebak, dan menyerang saat lawan paling lengah atau saat membelakanginya. Dia tahu dia tidak bisa menang secara kekuatan kasar, jadi dia menggunakan otaknya dan segala cara yang ada untuk bertahan hidup selama mungkin. Di atas panggung utama, Ye Chen menyaksikan seluruh pertarungan itu dengan tatapan tenang dan dingin. Namun di dalam hatinya, dia sangat puas melihat perkembangan murid-muridnya. Mereka tidak mengecewakannya.

"Bagus... sangat bagus" Batin Ye Chen tersenyum tipis, sebuah senyum kepuasan yang jarang terlihat.

"Xiao Yu memiliki mental baja dan kekuatan yang stabil layaknya seorang pendekar pedang sejati, pantang menyerah dan terus berkembang. Zhao Hao memiliki bakat kecepatan yang luar biasa dan potensi menjadi assassin handal yang mematikan. Tie Niu adalah tameng yang sempurna, pertahanannya bahkan bisa menahan serangan orang level jauh di atasnya. Lin Yue adalah mata yang tajam, bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Dan Situ Kong adalah pemikir strategi yang hebat, cerdik dan tidak mudah mati." Batin Ye Chen menilai satu per satu dengan cermat.

"Mereka bukan sekadar murid biasa. Mereka adalah permata mentah yang hanya perlu diasah sedikit saja untuk bersinar membutakan mata dunia. Kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, pertahanan, penglihatan, dan kecerdikan ini... sangat jarang ditemukan dalam satu kelompok yang sama!" Batin Ye Chen penuh kepuasan dan wibawa.

"Dengan ditempa oleh api neraka latihan ini, dengan darah dan keringat yang mereka keluarkan setiap hari... potensi mereka akan meledak keluar tanpa bisa dibendung. Mereka akan tumbuh jauh lebih cepat daripada yang bisa dibayangkan oleh orang biasa!" Batin Ye Chen penuh keyakinan dan ambisi yang membara.

"Dengan ditempa oleh api neraka latihan ini, dengan darah dan keringat yang mereka keluarkan setiap hari... potensi mereka akan meledak keluar tanpa bisa dibendung. Mereka akan tumbuh jauh lebih cepat daripada yang bisa dibayangkan oleh orang biasa!" Batin Ye Chen penuh keyakinan dan ambisi yang membara.

"Dalam waktu singkat, mereka tidak akan lagi menjadi anak-anak yang perlu dilindungi, melainkan akan berubah menjadi kekuatan yang bisa diandalkan untuk menaklukkan medan perang yang sesungguhnya!" Lanjut batinnya penuh keyakinan dan ambisi yang tak terbatas.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!