NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 - Jejak [2]

Langit terbentang luas di atas lembah yang sunyi.

Long Yang Wang, dalam wujud rubah perak berukuran besar terlihat melesat di antara arus angin. Tubuhnya bergerak ringan namun cepat. Bulu-bulunya berkilau tertimpa cahaya, sementara ekornya yang panjang mengalir seperti kabut di belakangnya.

Long Yang Wang membawa Wei Zhang Zihan di punggungnya. Pendekar Suci itu berdiri tegak dengan jubah yang berkibar keras diterpa angin.

Di bawah mereka, pemandangan lembah dan hutan silih berganti—nampak hijau sebelum kembali berubah menjadi hamparan bebatuan yang terjal dan penuh kabut.

"Aku melihatnya di Kota Hou," suara Wei Zhang Zihan terdengar pelan, hampir tenggelam oleh desiran angin. "Kai... ada di sana."

Wei Zhang Zihan terdiam sejenak sebelum melanjutkan. "Aku tidak tahu... apakah dia masih di sana sekarang."

Rubah perak itu tidak menjawab, namun kecepatannya tidak berkurang sedikit pun. Dia melesat menembus udara hingga deru angin terasa begitu tajam saat menerpa kulit.

Wei Zhang Zihan fokus ke depan ketika sebuah ingatan terbentang di hadapannya dan membuat napasnya sedikit tersendat.

Dada Wei Zhang Zihan sesak saat mengingat bagaimana Chu Kai berbuat kekacauan di Kota Hou—menciptakan pemandangan yang mengerikan hingga ia sendiri tidak bisa mempercayainya.

Tangan Wei Zhang Zihan perlahan mengepal. Denyut sakit terasa di dalam dadanya.

Di antara ingatannya itu—fakta bahwa dia telah melarikan diri tanpa berbuat apa pun adalah sesuatu yang sangat disesalinya. Dia sama sekali tidak berdaya menghentikan Chu Kai, apalagi menyelamatkan siapa pun. Dan bahkan setelah semua yang terjadi—ia masih berharap Kota Hou dalam keadaan yang baik.

Hembusan angin terasa semakin dingin dan Wei Zhang Zihan memejamkan matanya sejenak—seolah berusaha menekan semua perasaannya sedalam mungkin.

"Itu..."

Suara Long Yang Wang terdengar rendah dan membuat Wei Zhang Zihan membuka matanya. Saat itu juga—pandangannya membeku.

!!

Kota Hou terlihat tidak jauh di depan mereka, namun mata Wei Zhang Zihan melebar saat menyaksikan tempat itu sudah tidak memiliki bentuk lagi.

Long Yang Wang melambat, lalu menukik turun—mendekati wilayah kota yang telah berubah menjadi puing-puing.

Asap masih mengepul dari sisa-sisa bangunan yang hangus. Api kecil sesekali menyala dan merayap di antara reruntuhan yang tidak berbentuk. Hanya saja, bukan itu yang paling mengerikan hingga menarik perhatiannya.

Di antara puing-puing tersebut justru terhampar genangan darah dan potongan tubuh manusia yang berserakan.

Tidak utuh, bahkan sama sekali tidak mungkin disebut sebagai jasad manusia. Pemandangan tersebut jelas bukan seperti kota yang diserang—tetapi seperti tempat yang telah dilahap oleh monster buas yang membunuh tanpa sisa belas kasihan.

Wei Zhang Zihan mengepalkan tangannya. Raut wajahnya menunjukkan rasa sakit dan juga kecewa yang teramat dalam.

Ekspresi menyakitkan itu bukanlah ditujukan pada orang lain ataupun Chu Kai yang menjadi dalang dari insiden ini—tetapi ditujukan pada dirinya sendiri. Dia benar-benar merasa telah gagal karena mengabaikan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan Chu Kai, tepat di depan matanya dan memilih melarikan diri.

Wei Shezi perlahan muncul, tepat di samping Wei Zhang Zihan sebelum akhirnya menatap ke bawah. Untuk sesaat, bahkan dia terdiam.

"Ya ampun..." suara Wei Shezi akhirnya terdengar. "Kita terlambat."

Dengan aura kematian yang menggantung di udara dan rasa berat hingga menyesakkan ini membuat dada Wei Zhang Zihan berdenyut lebih sakit dari sebelumnya.

Tangannya mengepal semakin kuat, hingga sendi-sendinya memucat. Penyesalan itu... menekannya tanpa ampun.

"Aku merasakan kehadirannya."

Suara Long Yang datang tiba-tiba dan membuat Wei Zhang Zihan tersentak.

Long Yang Wang menatap ke kejauhan, matanya menyipit tajam, seolah menangkap sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain.

"Dia belum pergi jauh."

Tanpa peringatan—Rubah perak itu kembali melesat. Tubuh raksasanya berbalik arah di udara, menjauh dari Kota Hou yang hancur dan menuju wilayah lain di Hu Nang.

Angin berdesir semakin tajam.

Di atas punggung rubah perak itu, Wei Zhang Zihan menarik napas dalam. Tatapan matanya mengeras dan seluruh fokusnya terkumpul pada satu arah.

Tangan Wei Zhang Zihan perlahan bergerak, mencengkeram gagang pedang di pinggangnya.

Aura di sekitarnya berubah. Tidak lagi hanya dipenuhi penyesalan—tetapi juga tekad yang mulai mengeras.

Di bawah mereka, hamparan hutan wilayah Hu Nang membentang luas dengan pepohonan tinggi menjulang rapat seperti lautan hijau yang tidak berujung.

Namun di tengah-tengah itu, sebuah ledakan besar mengguncang udara. Beberapa pohon raksasa hancur seketika. Batangnya terpental dan terbakar, api bahkan menjalar liar di antara dedaunan yang kering.

Long Yang Wang melintas cepat di atasnya. Dari ketinggian itu, pemandangan di bawahnya menjadi terlihat jelas.

BAAAAM..!

Kilatan cahaya dan gelombang energi beradu dalam ledakan yang silih berganti. Kehancuran pun terlihat semakin meluas. Pertarungan ternyata masih berlangsung di tempat ini.

!!

Gemuruh benturan kekuatan menggema di antara pepohonan lebat, seperti raungan yang tidak henti-hentinya memecah kesunyian hutan.

"Sepertinya..." suara Long Yang Wang terdengar rendah, namun tajam, "Ada sekelompok orang yang mencoba menangkap pendekar naga itu."

Mata rubah perak Long Yang Wang menyipit. Dia merasakan aliran energi di bawah sana. "Mereka jelas tidak berniat mundur... apa pun yang terjadi."

"Itu hal yang wajar." Wei Shezi buka suara. "Chu Kai sudah membuat kekacauan sebesar itu, jadi mustahil tidak ada yang mengincarnya. Dia mungkin telah menjadi buruan para kultivator di kedua aliran."

Wei Zhang Zihan tetap diam, namun ekspresi wajahnya berubah sepenuhnya. Tatapan matanya tajam, dingin, dan terfokus pada satu titik di tengah kekacauan itu.

Tangan Wei Zhang Zihan masih berada di gagang pedang, siap ditarik kapan saja. Kali ini—dia tidak akan mundur.

Long Yang Wang menurunkan ketinggiannya. Angin yang sebelumnya hanya berdesir kini berubah menjadi tekanan yang nyata.

Gelombang energi dari bawah menghantam udara dan membuat bulu-bulu perak Long Yang Wang sedikit bergetar.

Wei Zhang Zihan menyipitkan mata. Dia bisa merasakan getaran di tanah dan panas yang naik bersama asap, serta aura yang saling berbenturan dengan liar.

Semakin posisi mereka mendekat, maka getaran itu kian jelas. Ledakan lain pun mengguncang hutan dan membuat tanah retak—hingga serpihan kayu dan daun beterbangan ke udara, terbakar sebelum sempat jatuh kembali.

Long Yang Wang melintas rendah di atas pepohonan yang tersisa dan akhirnya—medan pertarungan itu pun terlihat.

Sekelompok kultivator berpakaian merah berdiri dalam formasi setengah lingkaran. Jubah mereka berbeda-beda, namun aura yang mereka pancarkan kuat dan terlatih.

Di tengah formasi itu, beberapa orang menjaga posisi dengan segel tangan yang stabil—membentuk penghalang energi yang berdenyut pelan.

Di tengah formasi itu terlihat asap tebal yang menggantung dan sebuah siluet berdiri di dalamnya—sama sekali tidak bergerak. Namun aura yang keluar darinya terasa mencekik.

Wei Zhang Zihan yang saat itu masih berada di atas punggung Long Yang Wang dan nampak menegang.

Matanya terpaku.

Ketika asap itu perlahan tersibak oleh gelombang energi yang berdenyut dari dalam—siluet asing itu terlihat jelas dan Wei Zhang Zihan mengenalnya.

"... Kai."

******

1
y@y@
gasss.. XS
Hydro7
Ayo dilanjutkan dong Kak Dasha.....
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
uh uh
up mna
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!