NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Bunga

Keluarga chandra sangat kaget dengan keras nya gadis itu, sebelum nya mengenal sangat lembut, pendiam, walau memperhatikan sekitar.

mereka tidak mengira kalau gadis itu bisa semarah itu tanpa ada toleransi bernegosiasi.

Abang dari chandra pun tidak mau memperlebar lagi, karena dari semua yang di lihat bukti bukti memang adik nya yang bersalah, malas untuk membela juga karena arma menyimpulkan yang di hadapi sulit untuk di bantahkan.

Yang salah tetaplah salah perbaiki kesalahan dan terima konsekuensinya.

"Arma jika keluarga kalian mau membela nya silakan, kami tidak menghalangi sedikit pun tapi ingat kesalahan apapun pasti menerima balasan setimpal"

Banu jarang berbicara sekali berbicara langsung pada inti, membuat Arma semakin mengindik ngeri berurusan dengan mereka.

"Kristi kembalian sekarang apa yang sudah kau gunakan jangan mengelak lagi, semua bukti sudah ada di berikan lalu kau jangan sesekali menganggu lagi, bergaya dengan kapasitas mu sendiri"

"Tapi bang aku ngak memiliki nya sekarang".

"aku nggak mau tau apapun alasan mu, kau nekat lancang kami sangat kecewa dan nggak bisa membantu mu"

"mba, tolong beritahu dia apa saja yang harus di kembalikan, kami akan menunggu juga disini"

Arma menatap helen meminta tolong.

"Jika di totalkan sebesar dua puluh lima juta rupiah, itu sudah berupa uang, barang barang yang di gunakan"

Helen memberikan semua bukti nya menaruh nya di atas meja.

"Kristi cepat kembalikan sekarang, pakai perhiasan mu itu, tabungan mu, saya malu dengan ulah mu"

Fara pun akhir nya meluapkan emosi sejak tadi bendung, yang awal nya menyalahkan gadis itu kini berbalik dia begitu membela gadis itu.

Kristi melepaskan seluruh perhiasan nya, Anting anting, kalung liontin, cincin dua dan gelang gelang ala sultan kerajaan yang begitu mentereng bererot di tangan nya.

"Pak Dayat......" panggilan helen langsung di sambut

"iya non, bisa bapak bantu apa?"

"tolong bapak bawa ini ke toko perhiasan di simpang pasar, lalu jual lah ini pak sekarang"

"tolong beri waktu saya membayar nya, nanti suami dan mertua saya akan bertanya kemana perhiasan itu, karena itu milik mertua saya"

Kristi memelas meminta tolong, untuk di beri waktu tempo, tanpa mengelak lagi kesalahan nya, pikir nya akan percuma jika di bantah memang mereka memiliki bukti nyata.

"ngak bisa, ini bulat keputusan bersama itu urusan mu dengan keluarga mu, waktu meminta dan memakai uang dan barang barang itu kau ngak memikirkan dampak buruk nya"

"bang.... kak.... tolong lah"

"kami ngak bisa menolong untuk saat ini, kau harus menerimanya" Fani menjawab nya dengan tegas

"Pak Dayat jalan sekarang kami menunggu nya, bawa teman untuk berjaga jaga.

"Baik non, bapak berangkat"

Kristi menanggis meraung memohon, tapi semua yang disana hanya bisa diam ngak memperdulikan.

bunga yang melihat itu tersenyum sinis ia berdiri dan berjalan keluar rumah, di papah revo yang tak pernah jauh dari nya.

"tadi memaki, menghujat sekarang memohon, kalo aja tadi dia ngak bersifat angkuh aku akan meringankan sedikit kesalahan nya tanpa harus dia mengganti semua itu"

Bunga berkata keras sampai di dalam rumah mendengar nya, keluarga chandra semakin malu dengan ulah chandra dan kristi.

"Manusia tamak tidak akan bisa hidup damai kemanapun berjalan, pikirkan nya hanya ada tentang uang dan kemewahan, tidak sadar kenyataan sesungguhnya"

Revo mengusap punggung gadis itu untuk bersabar, cuma itu yang bisa di lakukan nya, karena tau bagaimana gadis itu kalau sudah membenci akan sulit di ajak negosiasi.

Kristi keluar menghampiri mereka, memohon untuk di berikan waktu asal jangan di jual perhiasan itu, karena itu sangat berbahaya untuk rumah tangga nya.

"kau tau itu punya mertua mu tapi kau pakai sejauh tubuh mu singgah, pakailah sederhana itu sangat baik untuk hidup mu, aku ngak mau bernegosiasi apapun"

"tolong bantu aku terakhir ini saja"

" Tidak..... sekali ku bilang tidak ya tidak..... mengerti kau"

Kristi tersulut emosi karena pikiran nya memang pendek, telapak tangan nya melayang mendarat di pipi ayu gadis itu, semua yang di dalam keluar mendengar berdebat dan suara nyaring dari tamparan itu.

"Kau......" mata bunga menghunus semakin emosi

"kau tidak akan pernah hidup dalam tenang, kemanapun kau pergi akan selalu kurang, dan masalah mu akan semakin tebal walau kau berusaha menyelesaikan tidak akan pernah bisa selesai"

Udara mendadak dingin, di sertai angin kencang menabrak mereka yang ada di halaman.

Tubuh bunga seperti ingin melampiaskan nafsu amarah nya, tapi masih bisa di tahan oleh revo dan banu menatap nya.

"Vandy, panggil pihak berwajib dan bawa manusia ini, berikan remakan cctv" bunga berucap dengan tubuh menahan emosi tinggi.

saat vandy menelepon pak dayat datang menghampiri helen, membawa uang di tangan nya.

"non... ini harga jual emas delapan ratus dua puluh lima ribu pergram nya, semua tadi hanya ada dua puluh satu gram jadi uang nya tujuh belas juta tiga ratus dua puluh lima ribu"

Helen mengecek surat surat kwitansi yang di berikan toko emas itu "masih kurang masuk pidana pencurian barang aja ya"

"Helen berikan Lima Juta untuk pak dayat"

"pak dayat tolong awasi perempuan ini sampai pihak berwajib menjemput nya"

Kristis semakin meraung keras tangis nya pecah sejadi sejadi, awal nya dia yang paling bersemangat menghasut keluarga nya untuk datang menuntut keadilan untuk adik mereka, tapi malah menjadi petaka untuk diri nya sendiri

Arma yang melihat itu pun semakin berngindik ngeri dengan keluarga gadis itu, dia berbisik ke adik dan istri nya "saya ngak abis pikir malah jadi rumit" "buah simalakama bang biarkanlah, kita ngak usah campuri"

"kau jual perhiasan itu lalu hasil nya kau beri untuk orang lain begitu saja sementara jantung ku tidak habis habis nya takut dengan ibu mertua ku"

"itu urusan ku, sejak ijab itu di sebut perhiasan itu milik ku, terserah mau ku apakan, jelas mengerti kan?"

Bunga begitu sinis dengan amarah nya, tapi malah berbuah kasar karena ia mengerti hukum.

Polisi datang menghampiri mereka, "selamat sore kami pihak berwajib menjalankan tugas untuk membawa saudari kristi sambil menunjukkan id card, vandy menghampiri rekan kerja nya mengambil surat tugas yang di bawa mereka.

"aku sendiri yang akan membawamu ke dalam sel"

Vandy juga menunjukkan id card nya, semua mata keluarga chandra ternganga melihat itu, hati arma semakin takut, takut salah salah mengambil keputusan, dia ada di lingkungan yang memang tidak bisa main main.

"Ayah, Ibu.. aku pergi tugas dulu"

tangan pasangan suami istri itu di ambil bergantian dan di cium hormat sebagai orang tua.

Kristi di bawa petugas kepolisian, keluarga nya menatap kepergian nya dengan nelongso tidak bisa di hindari atau bela.

"Revo,, nak ibu minta tolong bawa bunga keluar jalan jalan ya"

"Maaf Bu, kan saya yang di tugasin bapak jaga non bunga, kok saya ngak di ajak si" pak dayat dengan polos nya membuat yang lain terkekeh.

"ya sudah ayuk pak, ikut aja" revo pun langsung menggandeng tangan pak dayat

****************

"Silakan masuk, ada yang mau di sampaikan kita bicara lagi di dalam saja"

ratna mengajak tamu nya untuk masuk kembali

"maafkan adik adik kami yang sangat memalukan, kami ngak pernah tau kelakuan nya seperti itu"

Fara menunduk malu karena ulah adik adik nya, nama baik keluarga tercemar buruk bagai limbah pabrik.

"keluarga kalian sudah mengenal atau bertemu dengan puteri kami sebelum nya ?"

"kami pernah bertemu sekali di luar saat makan siang hanya sekali, itupun bunga yang mengundang nya, sifat nya sangat lembut penuh kasih sayang, santun dengan yang lebih tua"

"Chandra datang menemui saya meminta untuk meminang anak saya, sudah di bicarakan dengan kalian?, karena saya sangat terkejut bisa berani menemui saya berbicara seperti itu tanpa mendampingan pihak keluarga, tapi ya itu sudah berlalu hubungan mereka pun ngak akan berlanjut, kami ngak pernah mencampuri masalah anak anak, baik buruk nya anak anak kami, mereka anak anak kami"

"Maaf tante, saya ngak pernah di ajak berdiskusi ke arah sana, saya meminta maaf sedalam dalam nya karena sungguh kami ngak pernah memperhatikan adik adik kami, apa yang harus kami perbuat untuk menebus nya?"

"kami ngak bisa memutuskan, itu keputusan bunga tapi saya mau memberi tau untuk adik perempuan kalian mungkin masih bisa bebas dengan mudah dengan catatan selesaikan yang menjadi awal masalah nya, kembalikan barang barang atau menggantikan nya dengan baik, kami tau karakter anak kami ngak akan tega dengan perempuan, apalagi kristi memiliki anak anak yang masih kecil"

"Baik Tante, kami akan diskusikan dengan keluarga besar kami untuk itu"

"apa akhir nya uang itu pasti akan kembali lagi jika kalian dan Kristi tulus meminta maaf, karena kami ngak membutuhkan uang kalian"

"untuk chandra sendiri kami kurang paham akan di berlakukan seperti apa, seperti yang di sampaikan tadi kami ngak akan mencampuri urusan anak anak, selama mereka benar"

Ratna menjelaskan semua nya tanpa di sanggah dan di potong lagi seperti Kristi memotong setiap kalimat yang di ucapkan tadi, awal nya mereka mau meringankan mereka tapi karena sifat angkuh dan egois bukan berbicara dengan kepala dingin, berakhir mengenaskan untuk masa depan adik adik mereka.

Arma dan keluarga begitu malu sampai ngak bisa berkata kata lagi, kesalahan memang telak nyata di bayar tunai, mereka bernegosiasi tetap keputusan nya hanya ada di bunga, ngak bisa di ubah oleh keluarga gadis itu.

Mereka berpamit pulang dan nanti akan kembali lagi dengan menimbang tentang masalah kristi ke bunga dan keluarga.

"Saya sungguh malu dengan ulah mereka, kenapa kau ngak tau masalah ini, kau yang paling dekat dengan mereka fara, kita pulang sekarang kita diskusikan ke keluarga besar"

****************

Bunga di sebuah cafe merenung meredam emosi nya yang ngak kunjung reda, "baru ini aku sulit mengendalikan emosi ku sendiri"

"sabar non, semua pasti selesai nanti, yang benar ngak akan jatuh, bapak tau non ngak bermaksud kasar cuma mau membela diri, bapak ngak iklas non sedih terus.

Dayat berusaha menghibur gadis itu dengan usaha nya sendiri, mengasihi nya bagai anak sendiri.

Revo datang membawa minuman dan cake melihat bunga seperti menyesal melakukan hal seperti tadi.

pak dayat memberi kode kedipan mata supaya bisa sama sama menghibur gadis itu.

"Pesanan datang ...."

revo membawa nampan berisi ice coklat dan cake favorit masing masing.

pak dayat senang bisa ada di dekat mereka yang ngak membedakan bedakan, rasa nya nyaman.

"nih non .. enak banget ini" pak dayat menyuapi cake itu bunga menerima nya dengan senang, memang senang di suapi kaya anak kecil.

"coba saya tadi ngak ikut, aduh gimana anak bapak yang ini siapa yang perhatiin den..."

"saya lah pak, siapa lagi kan saya yang di titipin tante..."

"pokok nya saya harus ikut kemana aja anak gadis bapak ini pergi loh jangan macem macem"

Bunga tersenyum melihat dua laki laki beda generasi itu yang terus ledek ledekan, ngak lama terdengar suara banu yang berjalan masuk ke cafe dengan ratna dan Helen.

"Jadi kalian sering kesini ngak ajak ayah sama ibu? Kalo disini lama banget, di bawain juga ngak."

"ayahhhhh..... sini duduk"

Revo langsung memanggil pekerja cafe nya, membawakan menu.

"Bu, Pantes aja mereka betah nyaman gini menu nya juga bunga banget nih bu liat aja deh"

"bener yah, bener bener deh ibu ngambek nih tega banget ngak di ajak kesini"

Helen terkekeh mendengar pasangan suami istri itu, bunga yang murung pun akhir nya tersenyum melihat orang tua nya yang iri.

"ini orang tua iri aja deh sama anak muda, pesan bu enak enak loh, bunga yang sambil membuka mulut nya yang disuapi cake oleh pak dayat"

"makan cake aja pake disuapin gitu nak"

"enak bu disuapin gini hehehe"

Mereka bersenda gurau di cafe milik revo, pasangan suami istri yang bahagia penasaran karena akhir nya meminta helen mengantarkan nya, mumpung hari masih panjang belum masuk waktu malam, mereka berbegas pergi menuju cafe sampai lupa waktu sudah malam jam sembilan malam.

" Revo, menginap saja dirumah vandy lagi ngak pulang kerumah, pasti pa dayat kesepian cuma dengan pak darmo dari pada kamu di apartemen sendiri kan."

"memang boleh Tante,om?"

"boleh nak, jangan sungkan lah"

"Ayuk kita pulang, aku punya keluarga baru senang sekali ngak sendirian lagi di apartemen"

Yang lain tertawa mendengar kan nya " dulu vandy sekarang revo, ya ampun sedih sekali kalian berdua dia lelaki kesepian" mereka pun bergegas untuk pulang meninggalkan cafe.

Sampai dirumah masih terus bersenda gurau, setelah membersihkan tubuh masing masing, mereka kembali ke halaman yang penuh tanaman hias ratna.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!